Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 97 " Kekecewaan Shakti. "


__ADS_3

Anak yang mana tidak bersedih hati melihat keluarganya terus menekan dirinya untuk melakukan sesutau yang dia tidak mau. Hal itu yang dirasakan Shakti semenjak dia pindah ke Jakarta. Saat berjalan dilorong kampus, Shakti hanya diam seperti patung membuat Febru dan Roby...


" Kamu kenapa diam Ti? Ada masalah " Tanya Febru penasaran.


" Nggak ada cuman kefikiran UAS minggu depan. " Jawab Shakti bohong.


" Oooo kirain ada masalah. Oh ya kita ke taman yuk ada Indah, Shalda, Zalfa dan Monic. " Ajakan Roby.


Sampainya mereka ditaman, Monic yang melihat raut wajah Shakti seperti orang linglung membuat dia...


" Oh ya kebetulan ada kamu Ti. Temanin aku belanja buah segar diluar yuk. " Ajakan Monic membuat Shkati mengikutinya.


Semua mata melihat mereka seperti itu, membuat mereka curiga terhadap Monic dan Shakti. Setelah membeli buah segar, Monic dan Shakti pergi kesebuah danau belakang kampus.


" Waw bagus juga pemandangan disini ya Ti? " Ucap Monic.


" Iya... dari mana kamu tahu tempat ini? ' Tanya Shakti.


" Dari Indah. Dia pernah ngomong dia sering jumpa bang Raihan diam-diam disini. Soalnya tempatnya sepi dan tenang. " Jawab Monic.


Merekapun langsung duduk diatas rumput sambil menikmati buah segar yang mereka beli...


" Oh ya Ti. Bagaimana keadaan kamu sekarang? Aku lihat kamu seperti banyak fikiran. Apa dirumah kamu malam tadi baik-baik saja? " Tanya Monic.


" Jujur aku sekarang nggak tahu harus lakuin apa Nic. Tadi malam... " Ucap Shakti.


Flashback


Saat Shakti tiba dirumah, diapun langsung menuju kekamar untuk tidur. Tapi...


" Kamu mau kemana Ti? " Tanya Papa Tomi.


" Mau kekamar lah pa. Aku capek mau istrahat. "Jawab Shakti.


" Kamu kesini dulu. Apa kamu nggak kangen sama mama kamu? " Tanya Mama Mia membuat Shakti duduk diruang keluarga.


" Kamu kok kurusan sayang? Pasti kamu makan nggak teratur ya? Kenapa nggak disini aja? Kenapa kamu harus tinggal di apartemen? " Tanya Mama Mia melihat kondisi anaknya.


" Makan aku teratur kok ma... Mama nggak usah khawatir... Maklum anak kuliah. Lagian kalau aku tinggal disini bawaannya tegang karena bang Andri selalu menekan aku. " Ucap Shakti.


" Siapa yang menekan kamu? Abang suruh cuman buat balas dendam sama orang yang telah membuat Tari seperti itu. " Ucap Andri.


" Aku nggak bisa lakuin apa yang abang katakan. Aku bukan orang seperti itu kejahatan dibalas kejahatan. " Ucap Shakti.


" Ealah bilang aja kamu masih suka sama Indah. Ingat Ti... Indah sudah nikah sama orang yang membuat kakak kamu gila. Apa kamu nggak kasihan kakak kamu menderita seperti itu? " Tanya Andri.


Shakti hanya diam tidak bisa berkutik. Jujur didalam lubuk hatinya dia tidak mau balas dendam sama Raihan karena dia berpegang prinsip kejahatan tidak selalu dibalas dengan kejahatan. Hal itu dia dapat dari Indah saat dibully waktu SMA sama teman-temanya dan dia tidak mau membalasnya dengan kejahatan namun dia membalasnya dengan kebaikan sehingga orang-orang yang ngebully Indah baik sama dia.


" Sudah sudah... Kalian jangan berentam. " Ucap Mama Mia.


" Shakti apa betul kamu masih suka sama Indah? " Tanya Papa Tomi.


" Aku suka sama Indah. Kerena dia aku mengerti banyak hal kehidupan dunia ini. Dan gara-gara dia aku bisa keluar dari dunia buruk yang aku rasakan. Makanya aku tidak bisa melakukan itu pa. " Ucap Shakti membuat Papa Tomi naik darah.

__ADS_1


" Apa? Dasar anak tidak tahu diri. Kamu ini benar-benar buat papa kecewa Shakti. Kamu ingat siapa yang melakukannya? Yang membuat kakak kamu gila. Kamu jangan lemah seperti ini. " Ucap Papa Tomi sambil menampar Shakti.


" Pa... Bang... Kejahatan tidak selalu dibalas dengan kejahatan. " Ucap Shakti


" Terus dibaals dengan apa? Dengan kebaikan? Emangnya dengan kebaikan Tari bisa sembuh? Dia enak bisa hidup bebas... Tapi lihat kakak kamu yang menderita di rumah sakit." Tanya Andri membuat Shakti diam dan langsung pergi kekamarnya.


Shakti benar-benar kecewa sekali sama papa dan abangnya. Dia mengerti sekali dengan perasaan papa Tomi karena Tari anak kesayangan papa Tomi. Wajar saja anak perempuan dekat dengan papanya. Tapi tidak bisa habis fikir Papa Tomi malah dukung rencana jahat Andri untuk balas dendam sama Raihan.


*****


" Jujur aku kasihan sama kamu Ti? Aku bingung juga kasih solusi untuk kamu gimana. " Ucap Monic


" Aku nggak sanggup lagi hidup seperti ini? Kenapa keluarga aku selalu mengatur aku? Berbeda dengan bang Andri yang memberi kebebasan sama papa. Ini tidak adil Nic. " Ucap Shakti sambil mengeluarkan benih-benih kristal.


Monic lagngsung memeluk Shakti yang membuat dia terasa nyaman...


" Sabar Ti... Ini ujian hidup buat kamu agar kamu bisa kuat dan tidak tertekan seperti ini dikemudian hari. Kamu harus ingat apabila ada badai yang selalu mengahmpiri kamu, disana pasti ada titik terang untuk menyelesaikannya. Sekarang kamu nggak usah fikir itu dulu. Ingat bentar lagi kita mau UAS. " Ucap Monic membuat Shakti teneng.


" Makasih ya Nic... Kamu selalu dengarin isi curahan hatiku. " Ucap Shakti.


" Sama-sama, Sebagai seorang sahabat sudah sepantasnya untuk membantu sahabat didalam keadaan susah. " Ucap Monic.


Disisi lain, Raihan yang telah selesai kuliah, merekapun langsung pergi ke kantin. Namun...


" Yaahh rame kali dikantin. Gimana dong? " Tanya Dita.


" Oh ya sekitar 1km dari kampus ada cafe baru grand opening loh. Kita kesana aja yuk. " Ucap Intan.


Indah and gengs pun pergi keluar untuk makan siang karena meraka merasa bosan nongkrong di kantin kampus terus. Sampainya didalam mobil Roby...


" Oh ya dimana kita makan? " Tanya Zalfa.


" Oh ya sekitar dekat kampus ada cafe baru grand opening. Kesana aja kita gimana? " Ajakan Shalda.


" Kita ikut aja. " Ucap mereka


" Oh ya Monic sama Shakti kemana? Beli buah dari tadi nggak balik-balik. " Ucap Zalfa heran.


" Mungkin mereka lagi pacaran wkwk " Ucap Indah.


" Coba aja dihubungi dulu siapa tahu mereka ikut. " Ucap Febru.


Saat mereka sampai di cafe itu, alangkah terkejutnya Indah saat melihat ownernya. Dan ternyata dia...


" Kak Cintya? " Ucap Indah.


" Eh Indah. " Sapa Cintya yang merupakan kakak sepupu Raihan yang membuat teman-teman Indah bingung.


" Oh ya kenalin ini kakak sepupu bang Raihan. " Ucap Indah perkenalakan kepada teman-temanya.


" Halo kak... " Sapa mereka semua.


" Halo juga... yuk silahkan masuk. " Ucap Cintya.

__ADS_1


Cintya melihat heran penampilan adek iparnya itu berbeda saat acara pernikahan dan acara keluarga waktu itu.


" Oh ya Ndah... Kok penampilan kamu... " Ucap Cintya saat memandang Indah dengan tampilan cupu.


" Ini penampilan aku dikampus kak. " Ucap Indah.


" Oooo Btw Raihan mana? " Tanya Cintya.


" Bang Raihan dikampus kak. Mungkin lagi ada rapat maklum ketua BEM wkwk. " Ucap Indah.


" Oh ya sampai lupa kakak. Ini menunya silahkan dipesan. Nanti panggil aja karyawannya. Kakak tinggal dulu ya. " Ucap Cintya.


Tak selang beberapa waktu, Raihan and gengs datang ke cafe itu...


" Indah itu mobil bang Raihan kan? " Tanya Monic yang sudah bergabung dengan mereka bersama Shakti.


Indah yang melihatnya pun langung panik. Karena keluarga besar Raihan belum tahu tentang komitmen mereka buat. Dan tambah paniknya lagi, Wulan datang bersama Raihan sambil begandeng tangan. Hal itu dapat memicu perselisihan antara keluarga Raihan. Karena keluarga Permana terkenal dengan kesetiaanya, jujur dan adil.


Kebetulan Cintya sedang pergi keruangannya. Indah langsung menghubungi Raihan namun tak aktif. Dan disaat dia memasuki pintu masuk, Indah melihat tante Diva orang tua Cintya keluar dari mobil. Dan akhirnya...


" Bang Raihan. " Sapa Indah.


" Eh Indah kamu disini juga? " Tanya Raihan.


" Iya bang... Bang boleh kita bicara sebentar? Ini mengenai proyek stadion. " Ucap Indah sambil melihat kebelakang Raihan.


" Nanti aja deh. Soalnya bang udah lapar. " Ucap Raihan.


" Bentar aja bang. Ini penting sekali. " Ucap Indah membuat Raihan luluh dan ikut dengannya.


Indah langsung membawa Raihan kesuatu tempat sambil sembunyi-sembunyi yang membuat Raihan bingung.


" Kamu kenapa Ndah? " Tanya Raihan.


" Sssstt diam mas... Jangan bersuara. " Ucap Indah.


" Iya ada apa? Katanya mau bahas proyek. " Ucap Raihan kesal.


" Tuh lihat ada tante Diva. " Ucap Indah sambil nunjuk kearahnya.


" Kenapa tante Diva kesini? " Tanya Raihan penasaran.


" Karena cafe ini punya kak Cintya. " Jawab Indah membuat Raihan terkejut.


" Apa? Serius? " Sorak Raihan spontan tante Diva melihat kearah suara itu.


" Isss kamu nih mas... Ntar ketahuan sama tente Diva gimana? " Ucap Indah.


" Terus gimana nih? Nggak mungkin kita makan disana? Lagian ada Wulan juga disana. " Ucap Raihan membuat mereka brfikir panjang.


" Akua ada ide mas... " Ucap Indah.


" Apa tu? " Tanya Raihan lalu Indah membisikan ke Raihan.

__ADS_1


__ADS_2