Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 19 " Perjodohan "


__ADS_3

Saat mereka tiba di hotel permana, mereka langsung disambut oleh pelayan disana dengan ramah.


" Oh ya dimana acaranya ndah? Kok nggak ada tanda-tanda acara gitu? " Tanya Raihan dengan penasaran


" Nggak tahu juga bang. Aku telfon ibu dulu " Kata Indah.


Saat Indah menelfon Ibunya...


(" Bu... aku ini udah nyampe di hotel permana. Ibu dimana? " Tanya Indah


(" Ibu di ruangan bogenville sayang. " Jawab ibu Fitri.


Raihan yang mendengar ruangan bogenville langsung kaget. Karena acara pertemuan mereka di ruangan itu juga.


" Aku duluan ya bang. Soalnya ibu sama ayah ku udah nunggu " Kata Indah meninggalkan Raihan


" Tunggu! " Kata Raihan memegang pergelangan tangan Indah


" Ada apa bang? " Tanya Indah dengan penasaran


" Serius acaranya di ruang bogenville? soalnya abang acaranya disana juga... jangan-jangan.... " Kata Raihan


" Jangan-jangan apa? " Tanya Indah dengan penasaran


" Jangan-jangan.... kita dijodohkan? " Kata Raihan membuat Indah kaget.


" Hahahahaha jangan bercanda bang... " Kata Indah


" Siapa yang bercanda ... abang serius tau? " Kata Raihan dengan serius.


Tak lama kemudian, disaku jas Raihan terdengar bunyi handphone. Dan ternyata itu dari mommy Dewi.


(" Kamu udah dimana nak? " Tanya Dewi


("A-aku udah sampai ma "Jawab Raihan


(" Yaudah cepat ya soalnya sahabat mommy udah lama nunggu! " Kata Dewi.


Setelah mengakhiri obrolanya dengan mommy Dewi...


" Gimana ni ndah...? "Tanya Raihan


" Ya.... aku nggak tahu juga bang? Mending kita masuk aja dulu " Kata Indah


Saat mereka tiba diruangan itu, tangan Raihan gemetar saat membuka pintu. Karena dia sangat gugup sekali bertemu dengan sahabat orangtuanya itu yang bukan lain orangtua Indah.


Tangan Raihan terus gemetaran saat membuka pintu itu. Akhirnya Indah yang membuka pintu itu. Saat pintu itu terbuka...


" Kalian udah datang ya... yuk masuk " Kata Mommy Dewi.


Fitri dan Afdal melihat Indah dengan terpesona. Berkat Raihan, anak perempuan satu-satunya itu bisa merubah tampilannya dari gadis cupu ke gadis cantik.


" Ini Indah kan... anak kesayangan ibu? " Tanya Fitri dengan kagumnya.


" Iya bu... ini anak kesayangan ibu... " Kata Indah.

__ADS_1


Indah dan Raihan merasa aneh dengan orangtua mereka. Karena saat Indah dan Raihan masuk, mereka nggak sama sekali merasa terkejut.


" Mom... kenapa mommy nggak terkejut tadi bahwasanya Indah adalah anak dari sahabat mommy? " Tanya Raihan dengan penasaran


" Mommy sudah tahu kok kalau Indah ini anak dari sahabat mommy " Kata Dewi


" Kok mommy bisa tahu?" Tanya Indah


" Yaaa tahu lah... " Kata Dewi sambil melirik Fitri.


Flasback


Setelah mereka keluar dari restoran Padang, Raihan langsung mengantarkan Indah ke apartemennya. Setelah tiba di apartemen, Indah langsung menuju ke kamar mandi untuk bersih-bersih.


Saat dia duduk di balkon, dia teringat... dia harus memberi tahu kepada ibunya tentang kontrak kerja yang dia setujui. Indah pun langsung mengambil handphonenya yang ada di samping meja itu.


Saat Indah menelfon ibunya...


(" Halo bu... ibu gimana kabarnya? " Tanya Indah dengan rasa rindu ke ibunya


(" Ibu baik-baik aja nak. Tumben kamu nelfon ibu malam-malam gini. Emangnya ada apa ndah? " Kata Fitri.


(" Gini bu... ibu tau kan bang Raihan senior aku tu... dia tawarin aku untuk bekerja sebagai sekretaris di kantornya..." Kata Indah


(" Trus kamu terima tawaran itu? " Tanya Fitri dengan penasaran.


(" Ya... aku terima buk... lagian aku nggak mau merepotkan ibu sama ayah... bentar lagi Afif kan tamat dari SMA. Pasti banyak pengeluaran. " Kata Indah dengan panjang lebar


("Yaudah nak kalau itu keputusan kamu ibu akan dukung kamu. Boleh tahu kamu bekerja di perusahaan apa? " Tanya Fitri


(" Aku bekerja di perusahaan Permana buk. " Jawab Indah


(" Iya bu.... yaudah aku mau tidur dulu ya bu... soalnya besok aku udah kerja. See you mom" Kata Indah.


Setelah mengakhiri obrolanya dengan Indah, Fitri berfikir apakah anaknya bekerja di perusahaan sahabatnya yang sudah 10 tahun tak bertemu. Tak lama kemudian Fitri langsung menelfon sahabatnya itu.


(" Halo Dewi... gimana kabarmu? " Tanya Fitri.


(" Aku baik fit tumben kamu nelfon aku? Gimana kabar Indah sekarang? " Tanya Dewi


(" Indah baik wi... tapi aku mau nanya apakah betul Raihan Permana itu anakmu? " Tanya Fitri


(" Betul Fit. Emangnya kenapa? " Tanya Dewi dengan penasaran


Fitri menjelaskan kepada Dewi bahwasanya Raihan anaknya satu kampus dengan Indah. Dan dia menawarkan kontrak kerja kepada Indah sebagai sekretaris. Dan Indah pun menyetujuinya.


(" Serius kamu fit? " Tanya Dewi dengan penasaran


(" Iya wi... barusan Indah ngabarin aku tadi... " Kata Fitri


(" Bagus dong... jadi kita nggak susah payah untuk menjodohkan mereka. Karena mereka sudah saling kenal kan... " Kata Dewi


(" Betul juga ya... " Kata Fitri


(" Yaudah. Minggu depan aku ke Indonesia dan langsung menemui mereka. " Kata Dewi

__ADS_1


******


" Kenapa ibu nggak kasih tahu ke aku? " Tanya Indah


" Yaaa ini sudah rencana kami... betul kan Wi? " Tanya Fitri


" Berarti yang mommy nelfon tadi siang itu... ibunya Indah? " Tanya Raihan


Dewi menganggukan kepalanya. Raihan dan Indah masih nggak percaya apa yang sedang terjadi.


" Jadi anak kita ini sudah saling kenal satu sama lain... gimana kita percepat aja?" Kata Irhas membuat Indah dan Raihan tak mengerti.


" Maksudnya pi? " Tanya Raihan


" Pernikahan kalian lah... " Jawab Irhas dengan santainya


" Apa? Pernikahan? " Kata Indah dan Raihan dengan serentak.


" Iya sayang... bentar lagi kalian akan menjadi suami istri. Dan mommy akan mempunyai menantu kayak kamu ndah " Kata Dewi dengan senangnya


Raihan langsung meminta izin kepada mereka untuk bicara dengan Indah di luar. Setelah tiba ditaman hotel...


" Gimana ni... aku nggak mau nikah sama cewek cupu kayak kamu? " Kata Raihan


" Aku juga... siapa mau nikah sama abang cerewet ini? " Kata Indah


" Trus gimana dong? " Tanya Raihan


Indah hanya mengangkat bahunya. Raihan berfikir gimana caranya mereka nggak nikah. Karena Raihan sudah memiliki Wulan. Dan Raihan pun nggak mau putus sama Wulan. Tapi disaat Wulan sedang mesra dengan laki-laki lain saat di restoran kemarin, membuat Raihan berfikir dua kali mempertahankan hubungan mereka.


Namun, saat Raihan bersama Indah beberapa hari belakangan ini, membuat dia terasa nyaman dan suka sama Indah. Dan hal itu membuat Raihan delima.


" Coba fikir dong? " Tanya Raihan dengan kesal


" Iya bang... aku lagi fikir ni gimana caranya...? " Kata Indah


Akhirnya...


" Oh ya kamu kan dekat sama mommy... coba kamu bilang ke mommy pasti dikabulkan? " Tanya Raihan


" Kok harus aku? Abang lah... kan abang anak kandung mommy? " Tanya Indah


" Kalau abang yang bilang percuma aja Ndah... nggak didengar mommy. Kamu tahu sendiri gimana mommy? " Kata Raihan


" Yaudah nanti aku coba. Tapi kalau nggak berhasil gimana? " Tanya Indah


" Nggak berhasil ya... kita ikuti aja kemauan mereka " Kata Raihan


" Yaudah kalau gitu " Kata Indah dengan sedikit gembira


" Tapi.... " Kata Raihan


" Tapi apa bang? " Tanya Indah dengan penasaran


" Kalau kita nikah, kamu harus memberi abang keturunan cepat agar ada penerus perusahaan permana jelas! " Kata Raihan

__ADS_1


" Ya ya masalah itu aman kok yang penting abangnya hehehehe "


Setelah mereka bicara, akhirnya mereka memutuskan untuk bergabung dengan kedua orangtua mereka diruangan itu.


__ADS_2