Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 105 " Kehangatan Keluarga yang Dirasakan Wulan. "


__ADS_3

Kemarin hari yang sangat melelahkan bagi Indah dan Raihan setelah seharian full melakukan foto prewedding. Setelah shalat subuh, mereka duduk di balkon kamar sambil menikmati udara sejuk di pagi hari...


" Bagus-bagus fotonya ya mas. " Ucap Indah melihat hasil foto kemarin lewat laptop.


" Iya bagus... bingung pilihnya yang mana. " Ucap Raihan.


Tak lama kemudian...


" Permisi. " Ucap Dzaky didepan pintu kamar Indah.


" Ada apa Dzaky? " Tanya Indah setelah membuka pintu.


" Ayah manggil bang Raihan untuk kerja bakti di depan. " Ucap Dzaky


" Baiklah bentar lagi mas Raihan kebawah. " Ucap Indah dan menutup pintu kamarnya.


Saat Indah duduk di balkon lantai atas sambil memperhatikan suaminya lagi bersih-bersih perkarangan. Dia menatap ketampanan suaminya itu yang sedang membersihkan perkarangan, dia pun memotret suaminya itu menggunakan handphone. Saking asyiknya paparazi in Raihan, Handphone nya terjatuh ke lantai membuat dia...


" Astaga... handphone ku. " Ucap Indah panik.


Raihan yang melihatnya langsung mengambil handphone itu. Melihat Raihan yang mengambil, Indah pun dengan segera turun kebawah karena tidak mau hasil paparazi nya dilihat oleh Raihan.


" Ternyata kamu paparazi in suami kamu yang tampan ini ya? wkwkwk. " Ucap Raihan sambil melihat foto-foto itu membuat Indah malu.


" Sini handphone ku. " Ucap Indah mengambil handphonenya dari Raihan.


" Wkwkwk kamu ini ada-ada aja kerjaannya. " Ucap Raihan sambil mengacak rambut Indah.


" Isshh mas ini... kusut rambut aku tahu. Yaudah mas lanjut lagi kerjaannya. Aku mau bantu ibu masak. " Ucap Indah langsung meninggalkannya.


Disisi lain, Andri dan Wulan menikmati liburan semester ke rumah Andri. Ini baru pertama kali Andri memperkenalkan Wulan dihadapan orang tuanya setelah sekian lama pacaran.


Saat tiba di rumah kediaman Pramudika, Wulan merasa takjub dengan kekayaan keluarga Andri meskipun tidak sebanding dengan harta kekayaan keluarga Permana. Rumah dengan desain Eropa klasik, dan mempunyai taman yang luas membuat suasana menjadi lebih elit.


Saat mereka memasuki rumah itu, mereka disambut oleh Mama Mia...


" Assalamualaikum ma... " Sapa Andri dan Wulan dan menyalami mama Mia satu per satu


" Wa'alaikumsalam Kalian sudah datang ya... Yuk masuk. " Ucap Mama Mia dengan senang hati.


Sebelum mereka ke rumah Andri, Andri terlebih dahulu menghubungi orang tuanya untuk membawa Wulan ke rumah. Karena dia takut kalau orang tuanya tidak menerima Wulan seperti di film-film. Namun, apa yang dia pikirkan tidak sesuai dengan ekspektasinya. Justru mama Mia menerima Wulan dengan baik.


Saat Wulan memasuki rumah itu, diapun merasa sikap orang tua Andri berbeda dengan sikap orang tua Raihan. Berbanding 180 derajat mulai dari cara dia menyapa Wulan dan tutur katanya seperti mendiang ibu nya yang membuat dia kangen dengan ibunya.


Saat Wulan duduk di ruang tamu, dia terkejut melihat isi rumah keluarga Pramudika itu. Bukan desainnya yang bertema Eropa klasik tetapi semua aksesoris di rumah itu berkonsep Eropa klasik.


" Kenalin ini Wulan ma. " Ucap Andri memperkenalkan Wulan dan diapun langsung menyalami mama Mia.


" Halo Tante aku Wulan. " Ucap Wulan deg-degan memperkenalkan dirinya.

__ADS_1


" Kamu nggak usah gugup gitu... santai aja. " Ucap Mama Mia melihat kegugupan Wulan.


Mereka saling bercengkrama membuat Andri bosan. Itulah perempuan kalau udah terasa nyaman dengan teman bicaranya, mereka saling bercengkrama tidak mengenal waktu yang membuat para lelaki bosan menemani mereka.


Kebanyakan orang saat libur semester pulang kampung seperti Indah, Monic dan Shalda. Namun berbeda hal dengan Zalfa. Dia malah bekerja part time di salah satu rerstoran ternama di Jakarta. Sudah dua hari dia bekerja disana. Alasan Zalfa bekerja adalah untuk mencari penghasilan karena dia merasa kasihan dengan orang tuanya yang bersusah payah mencari biaya kuliahnya.


Namun, tak lama kemudian datanglah seorang pria sambil memasuki restoran itu. Pegawai disana menyambut orang itu dengan sopan karena dia adalah pemilik restoran itu. Saat dia melihat semua karyawannya bekerja, tatapannya langsung terhenti melihat wanita yang dia cintai bekerja disana. Dan diapun…


“ Zalfa. “ Ucap Roby menghampiri Zalfa yang sedang melayani pelanggan.


“ Roby… kamu disini mau pesan makanan juga? “ Tanya Zalfa.


“ Nggak. “ Jawab Roby bingung melihat Zalfa.


“ Terus? “ Tanya Zalfa lagi.


“ Ikut aku… Oh ya Yuni tolong gantikan Zalfa bentar. “ Ucap Roby membuat Zalfa bingung melihat Roby seperti itu.


Sampainya diruangan Roby…


“ Apa? Kamu pemilik restoran ini? “ Tanya Zalfa terkejut setelah mendengar jawaban roby.


“ Sekarang aku tanya balik sama kamu… kenapa kamu bekerja? Bukannya kata kamu mau pulang ke Jogja? “ Tanya Roby.


“ Itu masalahnya… “ Ucap Zalfa sambal menjelaskan apa yang dia rasakan saat ini.


Roby merasa kasihan mendengar ucapan Zalfa. Andai Zalfa mau terima, mungkin dia sudah memberinya. Namun, kharakter Zalfa memang tidak suka menerima uang seperti itu. Karena itu yang di ajarkan dari ayahnya… Jangan suka mengharapkan bantuan orang lain.


“ Ini ada sejumlah uang… anggap aja gaji kamu selama dua hari ini. “ Ucap Roby memberikan sebuah amplop berisi uang.


“ Kamu mau pecat aku? “ Tanya Zalfa.


“ Bukan gitu maksud aku… Maksud aku kamu pulang lah dulu apa kamu nggak kangen sama orang tua kamu? Ntar kalau sudah lepas kangen... kamu bisa kerja lagi. “ Ucap Roby membuat Zalfa mengerti.


“ Oooo gitu maksudnya… terimakasih banyak ya Roby… tapi apa nggak kebanyakan ya? “ Tanya Zalfa.


‘ Nggak kok… ini sesuai dengan hasil kerja keras kamu. “ Ucap Roby.


“ Baiklah kalau gitu… Ntar habis kerja aku akan langsung pulang…. Sekali lagi terimakasih ya Roby. “ Ucap Zalfa meninngalkan ruangan itu.


Waktu telah berlalu, Zalfa yang sudah siap-siap untuk pulang ke kos nya…


“ Kamu pergi ke terminal sama aku aja. “ Ucap Roby di depan pintu restoran.


“ Tapi… “ Ucap Zalfa lalu dipotong oleh Roby.


“ Nggak usah banyak tanya… yuk naik. “ Ucap Roby membuat Zalfa menaiki motor gede itu.


Disisi lain, Wulan yang mau membantu mama Mia memasak, lagkahnya terhenti saat melihat foto keluarga Andri terpampang di ruang keluarga…

__ADS_1


“ Kamu lagi lihat apa? “ Tanya Andri membuat Wulan terkejut.


“ Astaga… kamu buat jantung aku copot Ndri… Oh ya wanita ini siapa? “ Tanya Wulan saat melihat foto Tari.


“ Itu Tari adikku. Tapi dia sekarang di rumah sakit jiwa karena mengalami trauma berat karena kecelakaan yang mengakibatkan pacarnya mati. Dan itu semua gara-gara orang yang tidak bertanggung jawab. Aku bersumpah aku akan menghancurkan kehidupan orang itu sebagaimana dia telah menghancurkan kehidupan adikku. “ Ucap Andri.


“ Kalau boleh tahu siapa orangnya? “ Tanya Wulan membuat Andri bingung.


“ Adalah… kamu nggak usah tahu. Ntar kamu nggak focus kuliah.” Jawab Andri bohong.


" Oh ya Mama udah nunggu kamu tuh di dapur. " Ucap Andri mengalihkan pembicaraan membuat Wulan langsung menuju ke dapur.


Dia sengaja merahasiakan siapa pelaku sebenarnya karena Wulan masih mencintai Raihan. Dia takut andai Wulan tahu, dia akan merusak rencana yang dibuatnya selama ini. Karena otomatis Wulan akan melindungi Raihan. Namun itu cuman dalam fikiran Andri saja… tidak kenyataan. Kenyataanya Wulan hanya ingin menghancurkan keluarga Permana melalui Raihan. Cinta yang sempat tumbuh antara Wulan dan Raihan sudah punah karena mereka jarang ketemu dan sikap Raihan yang berubah terhadapnya semenjak Indah hadir di tengah-tengah mereka.


Setelah tiba diterminal, Roby menunggu Zalfa untuk menaiki bus. Saat Zalfa menaiki bus…


(“ Hati-hati dijalan ya sayang. “ Ucap Roby menelfon Zalfa diluar bus.


(“ Iya sayang… kamu juga hati-hati disini. “ Ucap zalfa melihat Roby dari jendela bus.


(“ Bye sayang… I miss you. “ Ucap Roby.


(“ I miss you tu. “ Ucap Zalfa dan bus pun berjalan.


Waktu menunjukkan pukul 22.00 Raihan dan Indah sejak dari tadi mengerjakan pekerjaan kantor karena harus diselesaikan hari ini juga membuat...


" Kamu nggak apa-apa mas? " Tanya Indah panik melihat wajah Raihan yang pucat.


" Aku nggak apa-apa... Mungkin kecapekan aja. " Ucap Raihan.


" Astaga... badan kamu panas sekali mas... Bentar aku ambil kompres sama obat demam dulu. " Ucap Indah langsung pergi keluar.


Sampainya dikamar, Indah langsung mengasih obat demam ke Raihan untuk diminum. Tapi...


" Kenapa nggak mau? " Tanya Indah.


" Kamu tahu sendiri kalau aku nggak suka obat tablet. Lagian obatnya gede banget. " Ucap Raihan.


" Ya ampun mas.... mau sampai kapan kamu minum obat dihancurin dulu? Sekarang kamu minumnya lihat aku. " Ucap Indah dengan tatapan manisnya.


Raihan hanya bisa pasrah dengan istrinya itu. Raihan minum obat itu sambil memandang Indah secara tidak sadar, obat itu tertelan oleh Raihan...


" Gimana? Mati kamu minum obat secuil itu? Wkwk. " Ledek Indah.


" Ya... Makasih istriku. Kamu memang istri terbaik bagiku. " Ucap Raihan sambil mencium bibir Indah yang seksi.


" Sama-sama... Yaudah sekarang aku kompresin kamu agar demam kamu turun. " Ucap Indah membuat Raihan rebahakan badanya.


" Kamu kenapa tiba-tiba seperti ini mas? " Tanya Indah terkejut melihat Raihan memeluk dirinya.

__ADS_1


" Kamu nggak usah ngeyel... ini vitamin plus aku agar aku bisa sembuh besok. " Ucap Raihan membuat Indah membalas pelukan Raihan. Dan mereka pun tertidur.


__ADS_2