Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 41 " Hati yang Tersakiti. "


__ADS_3

Pernikahan adalah sebuah ikatan suci yang harus dijaga setiap pasangan. Namun, setiap pernikahan pasti ada badai yang selalu menerpa rumah tangga mereka. Dan merekapun harus bisa menjaga rumah tangga mereka agar badai itu tidak merobohkan rumah tangga mereka.


Setiap pasangan yang sudah menikah pasti ada cobaan-cobaan yang selalu menghampiri mereka seperti yang dirasakan oleh Indah dan Raihan. Cobaan itu bermula saat Indah dinyatakan kemungkinan untuk hamil sangat kecil hal itu membuat mereka bersedih karena harapan untuk mempunyai anak pupus sudah.


Namun, yang sangat bersedih saat ini adalah Indah karena kemungkinan untuk hamil sangat kecil dan ditambah lagi perkataan Raihan yang membuat hati Indah menjadi sakit seperti saat ini.


Indah yang mendengar Mommy Dewi memanggil dirinya, dia langsung menghapus air matanya dan keluar untuk menemui Mommy Dewi.


" Ada apa Mom? " Tanya Indah dengan wajah yang sembab.


Mommy Dewi merasa kasihan dengan keadaan menantunya itu. Karena keadaan ini dia pernah mengalaminya. Mommy yang mengerti perasan menantunya itu, dia langsung masuk kekamar menantunya dan dia berusaha menenangkan menantunya.


Setelah Mommy Dewi menenangkan Indah, dia langsung bertanya keberadaan Raihan. Hal itu langsung membuat Indah panik dan tidak tahu harus jawab apa. Akhirnya dia...


" Mas Raihan pergi kekantor Mom. Karena ada pekerjaan yang harus dia selesaikan hari ini juga. " Ucap Indah bohong.


Indah sama sekali tidak tahu dimana keberadaan suaminya sekarang. Namun, saat melihat isi chat dari orang suruhannya untuk mengikuti Raihan kemanapun dia pergi hati Indah langsung sakit melihat suaminya itu berjalan dengan wanita lain yang bukan lain Wulan.


Indah berusaha tidak mengeluarkan air matanya karena Mommy masih berada disana. Namun, melihat ekspresi Indah seperti itu membuat Mommy Dewi...


" Dari siapa Ndah? " Tanya Mommy Dewi dengan penasaran.


" Dari teman kampus ma. " Jawab Indah gugup bohong.


" Yaudah sekarang kamu bersih-bersih dulu. Setelah itu kita ketaman untuk berkebun. " Ucap Mommy Dewi langsung meninggalkan kamar Indah.


Setelah Mommy keluar, Indahpun langsung melihat handphonenya. Dia tak kuasa melihat suaminya yang sedang berduaan dengan pelakor itu bermesraan didalam foto yang dikirim oleh orang suruhannya.

__ADS_1


Hatinya terasa sakit sekali. Disaat kondisi saat ini, dia butuh penyemangat dari suaminya. Tapi suaminya malah pergi bersenang-senang dengan pelakor itu.


Indah dengan segera langsung membersihkan wajahnya yang sudah dipenuhi oleh benih-benih kristal yang dia keluarkan dan wajahnya sangat sembab sekali seperti bapao.


Setelah Indah bersih-bersih diapun langsung menemui Mommy yang sedang berkebun dibelakang rumah.


" Gimana keadaan kamu? " Tanya Mommy Dewi.


" Udah mendingan Mom. " Jawab Indah.


" Yaudah kamu pilih-pilih stroberi yang masak itu dan masukan kedalam keranjang ini. " Ucap Mommy Dewi sambil memberikan keranjang kepadanya.


Sambil memilih-milih stroberi yang sudah masak dibatang, tiba-tiba terdengar bunyi handphone didalam saku baju Indah dan ternyata yang nelfon adalah...


(" Ada apa Ti? " Tanya Indah dengan penasaran.


(" Cuman apa? " Tanya Indah dengan kesal.


(" Cuman aku bosan aja di apartemen. Temanin aku jalan-jalan yuk. " Ajakan Shakti.


(" Kita berdua? " Tanya Indah lagi.


(" Iya Ndah. " Jawab Shakti.


(" Yang lain gimana? Nggak diajak? " Tanya Indah.


(" Nggak usah ajak yang lain. Aku mau sama kamu aja. Lagian mereka pasti sibuk dengan pasangan mereka masing-masing. " Ucap Shakti membuat Indah berfikir.

__ADS_1


Indah berfikir-fikir dia pergi sama Shakti bisa membuat beban fikiranya yang diberi Raihan bisa sedikit hilang. Dan diapun langsung setuju untuk pergi dengannya.


Setelah mematikan telfonnya, Indah langsung menghampiri Mommy Dewi yang sedang memetik stroberi disana.


" Mom aku izin pergi keluar sama teman boleh? " Tanya Indah.


" Pergi sama siapa Ndah? " Tanya Mommy Dewi balik.


Indah memberi tahu kalau dia pergi sama Shakti sahabatnya sejak SMA itu. Dan Mommy pun setuju. Karena saat ini Indah membutuhkan ketenangan untuk semua cobaan yang dia hadapi ini.


Setelah mendapatkan izin dari mommy, Indahpun langsung bergegas untuk bersih-bersih karena dia merasa gerah sekali. Sakit yang dia rasakan saat ini sudah mulai baikan dan setelah bersih-bersih, diapun langsung berdandan lengkap dengan kacamata besarnya.


Indah langsung pergi ke restoran yang sudah mereka tentukan. Mereka janjian disana karena Indah tidak mau Shakti menjemputnya dirumah Raihan.


Tak butuh waktu lama untuk menempuh kesana. Lima belas menit dari rumah Indahpun sampai di cafe itu sama supir bribadinya.


Saat Indah tiba didepan cafe, dia melihat mobil yang sangat dia kenal itu parkir disana.


" Ini kan mobil mas. Jangan-jangan... " Gumam Indah didalam hati.


Dan diapun langsung masuk ke cafe itu. Namun, langkahnya terhenti saat melihat orang yang dia cintai itu lagi bermesraan dengan wanita yang dia kenal. Sakit hatinya yang sudah baikan, sekarang hatinya bertambah sakit makin mendalam.


Hati mana yang tidak tersakiti saat melihat suaminya lagi bersuap-suapan dengan mesra dihadapannya. Dia terus melihat suaminya itu sambil mengeluarkan benih-benih kristal diwajahnya.


Dia ingin sekali melabrak mereka berdua. Namun, ia ingat disana ada Shakti dan komitmen yang sudah ia buat sebelum menikah.


Tak kuasa melihat suami yang sedang bermesraan dengan dirinya, Indahpun langsung pergi meninggalkan cafe itu. Namun seseorang memanggil namanya yang membuat sepasang mata tertuju kepadanya.

__ADS_1


__ADS_2