
Jendela yang terbuka membuat cahaya matahari masuk ke ruangan itu. Raihan yang tertidurpun terbangun karena cahaya itu. Dia melihat istrinya yang tidak ada disampingnya.Diapun langsung pergi cuci muka dan menuju ke meja makan untuk sarapan bersama.
Disana sudah ada Indah yang lagi nyiapin sarapan untuk suami tercintanya.
" Penampilan kamu kayak gitu lagi? " Kata Raihan melihat istrinya berpenampilan cupu.
" Iya tuh Raihan ibu sudah melarang dia memakai itu tapi dia keras kepala " Sindiran Fitri
" Aku udah kangen berpenampilan kayak ini mas... " Kata Indah dengan manjanya.
" Yaudah. Terserah kamu " Ucap Raihan membuat Indah senang.
" Kamu lagi Indah. Sekarang kamu sudah jadi istrinya Raihan Permana, kalau rekan kerjanya melihat penampilan kamu kayak gini dimana letak muka suami kamu? " Kata Afdal membuat Indah sedikit bete.
" Aku tau ayah... kan mas memperbolehkan aku berpenampilan kayak gini. Kalau saat kerja mana mungkin aku berpenampilan kayak gini " Kata Indah
" Udah udah... Yuk makan udah mau dingin tu makanannya " Kata Fitri.
Setelah selesai makan, tiba-tiba datang seseorang yang usianya lebih kurang 65 tahun dengan berpakaian putih dan menggunakan peci hitam.
" Assalamualaikum.... assalamualaikum.... " Kata pria itu.
" Siapa tu pagi-pagi udah datang " Kata Fitri.
" Biar aku aja yang lihat bu.. " Kata Indah langsung menghampirinya.
Saat Indah menghampiri orang itu...
" Kakek " Kata Indah dengan bahagia
" Cucuku... " Kata kakek langsung memeluk Indah.
Indah mempersilakan kakeknya yang baru saja pulang dari arab itu masuk dan duduk di sofa ruang tamu. Fitri yang penasaran langsung menghampiri mereka.
" Ayah... kok pulang nggak bilang-bilang, kan aku sama Afdal bisa jemput ayah ke bandara... " Kata Fitri
" Ayah nggak mau merepotkan kamu Fit, apalagi sekarang cucuku sudah menikah, pasti kamu sibuk " Kata kakek sambil menyandarkan badannya di sofa itu.
Tak lama kemudian tibalah Raihan, Afif dan Dzaky ke ruangan itu.
" Kakeeekkk " Sapa Dzaky dan Afif yang sudah kangen kakeknya itu langsung memeluknya.
Setelah Dzaky dan Afif melepaskan pelukan itu, Kakek melirik tajam ke Raihan yang belum dia kenal. Fitri yang menyadari tatapan ayahnya langsung...
" Perkenalan yah ini suaminya Indah " Kata Fitri
" Ha-halo kek. " Kata Raihan sambil mencium tangan kakek.
__ADS_1
" Ooooo jadi kamu yang namanya Raihan ya? " Tanya kakek dengan tatapan nyelidik.
" I-iya kek " Kata Raihan dengan gugup.
" Pentasan saja cucuku tergila-gila sama kamu " Kata kakek membuat Indah menjadi salah tingkah
" Apain sih kakek " Kata Indah wajahnya yang sudah seperti kepiting goreng.
" Oh ya kek mana oleh-oleh untuk Dzaky? " Tanya Dzaky
" Itu didalam kardus. Kalian bagi aja... didalam itu ada qurma, air zam-zam, tasbih dan kue tradisional dari arab " Kata Kakek yang membuat Dzaky dan Afif membuka isi kardus itu.
Setelah mengeluarkan semua isi dalam kardus itu, Indah yang tidak kebagian jatah, langsung mengadu ke kakek.
" Kakek...mana oleh-oleh untukku? " Kata Indah dengan manjanya.
" Buat pengantin baru spesial " Kata Kakek sambil mengambil oleh-oleh dari tasnya dan membuat Indah gembira
" Ini buah zuriat asli dari arab supaya kamu cepat memberi kakek cicit " Ucap Kakek membuat raut wajah Indah langsung berubah seketika.
" Makasih kakek " Kata Indah dengan senyum terpaksa.
Semakin asyiknya mereka mencicipi oleh-oleh dari kakek, membuat Dzaky langsung teringat dengan janji Raihan kepadanya.
" Bang Raihan kapan kita perginya, udah jam 10 ni " Rengek Dzaky
" Belum tau sih bu " Jawab Raihan
" Bagaimana kita pergi ke kebun... soalnya semenjak kamu nikah ayah belum ngecek kebun " Usulan Afdal
" Boleh yah lagian mas Raihan belum lihat perkebunan kita " Kata Indah
" Trus kamu pergi seperti itu? " Tanya Afdal sambil melihat Indah yang berpenampilan cupu.
" Iya ayah... boleh kan mas? " Jawab Indah sambil bertanya ke Raihan
" Boleh " Jawab Raihan
Akhirnya mereka semua pergi ke perkebunan milik keluarga Indah itu termasuk kakek. Setelah tiba diperkebunan, mereka semua duduk di sebuah pondok yang ada di kebun sawit.
Indah dan Raihan memutuskan pergi berdua untuk berjalan-jalan menikmati keindahan perkebunan itu. Semakin asyiknya mereka jalan-jalan di kebun teh, Indah yang sangat ceroboh langsung tergelincir karena tanahnya yang licin.
" Aduh... " Kata Indah yang kesakitan itu.
Raihan yang melihat keadaan istrinya langsung membantunya.
" Indah.... harus berapa kali mas bilang... kalau jalan itu hati-hati... tuh lihat kakimu bengkak kan... " Kata Raihan dengan kesalnya
__ADS_1
" Ya...mas cerewet... " Kata Indah sambil tersenyum kepada suami cerewetnya itu.
Raihan langsung mendirikan Indah namun tidak bisa. Akhirnya...
" Ayo cepat naik " Kata Raihan sambil membelakangi Indah
Tanpa ragu-ragu Indah langsung menaiki punggung suaminya itu. Hati Indah langsung berbunga-bunga karena baru pertama kali ia merasakan sebagai sepasang kekasih. Begitupun Raihan yang menggendong Indah merasakan...
" Seperti ini rasanya sebagai sepasang kekasih halal... meskipun terasa lelah tapi nyaman... " Gumam Raihan di dalam hati
Indah dan Raihan meneruskan berkeliling ke kebun teh, terus mereka lanjut ke kebun nenas. Indah melihat suaminya itu kecapean menggendongnya. akhirnya mereka berhenti di sebuah pondok dikebun nenas itu. Dan Raihan langsung mencari air hangat untuk mengkompres kaki Indah.
Setelah mendapatkan air hangat, Raihanpun langsung mengkompres kaki Indah. Indah yang melihat suaminya sedang mengkompres kakinya itu merasa terharu.
" Kamu kenapa nangsis? " Tanya Raihan dengan penasaran
" Nggak apa-apa kok. Aku cuman terharu aja karena aku mendapatkan suami yang sebaik kamu mas... " Ucap Indah membuat Raihan menjadi salah tingkah.
" Yaudah. Besok-besok kamu harus lebih hati-hati lagi jalanya ya? " Kata Raihan dengan lembut sambil memegang kepala Indah.
" Siap mas cerewet " Jawab Indah dengan manjanya.
Setalah Raiahn mengkompres kaki istrinya itu, tak lama kemudian datanglah seorang penjaga kebun sambil membawakan nenas yang sudah dikupas oleh penjaga itu. Indahpun langsung mencicipi nenas itu...
" Waaahhhh manis rasanya mas... " Kata Indah sambil mencicipi nenas itu.
" Manis ya rasanya? " Tanya Raihan membuat Indah curiga
" Mas nggak suka nenas? " Tanya Indah dengan penasaran
Raihan hanya terdiam sambil melihat nenas seperti melihat obat pahit. Indah melihatnya langsung mengeluarkan ide jahilnya...
" Mas disana ada apa tu? " Tanya Indah pura-pura yang sudah siap dengan aksinya.
" Mana? Haap " Tanya Raihan sambil melihat Indah yang sudah menyuapkan nenas kepadanya.
" Makan mas.... " Kata Indah dengan manjanya.
Raihan pasrah memakan nenas itu seperti makan obat yang pahit. Setelah ia menelan nenas itu, matanya langsung bersinar karena nenas itu manis juga.
Akhirnya Raihan kecanduan dengan nenas itu. Dia makan hampir 5 buah nenas yang membuat Indah langsung...
" Mas sudah makannya... nanti perut mas sakit nanti... " Kata Indah dengan cemas
" Ini enak kali Ndah... kalau aku sakit perut kan ada kamu... " Kata Raihan sambil makan nenas.
" Issshh kamu mas... "Kesal Indah.
__ADS_1
Setelah nenas itu habis dimakan Raihan, mereka memutuskan untuk kembali ke kebun sawit karena waktu makan siang sudah tiba.