Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 93 " Kepanikan Raihan dan Rencana Indah "


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul 16.00 saatnya jam pulang kantor. Wulan yang kini sudah duduk manis menunggu Raihan untuk pulang.


" Oh ya sayang. Nanti ke acara inaugurasi barengan yuk. " Ucap Wulan.


" Barengan? " Tanya Raihan.


" Iya kenapa sayang? Nggak mau? " Ngambek Wulan.


" Bukan gitu... tapi aku pulang dulu mau bersih-bersih dan dirumah ada grandma. Apa kamu nggak apa-apa ketemu sama grandma? " Tanya Raihan.


" Nggak apa-apa. Justru aku malah senang ketemu sama grandma kamu. Lagian aku sudah bersih-bersih dulu sebelum kekantor kamu. Its oke... nggak masalah. " Jawab Wulan membuat Raihan panik.


" Yaudah sekarang kamu tunggu di lobi dulu ya karena aku harus menyelesaikan berkas-berkas ini sama bawahan aku. Takutnya ada kamu nanti nggak fokus kita. " Ucap Raihan membuat Wulan pergi meninggalkan ruangan itu.


Saat Wulan pergi, dengan sombongnya dia melihat Indah seakan-akan dia menang merebut Raihan. Tapi itu salah besar Wulan... Raihan dekati kamu untuk mengetahui sisi gelap kamu agar bisa mengakiri hubungan kamu dengan Raihan. Sungguh bodoh kamu Wulan.


Indah hanya diam dan senyum sinis. Dan tak lama kemudian, Raihan mengkode Indah agar masuk kedalam ruangan.


" Ada apa pak? " Tanya Indah.


" Gimana nih? Masa aku bawa Wulan kerumah? Apa kata grandma nanti Ndah? " Tanya Raihan balik.


" Yaudah kamu bawa aja kerumah mas... Nanti masalah grandma biar aku yang bicara. Yang penting suami aku ini jangan tergoda sama wanita lain. " Ucap Indah sambil merapikan jas Raihan dengan suara yang menggoda.


" Kamu ini benar-benar godain aku ya? " Tanya Raihan penasaran.


" Memang iya kenapa? Salah godain suami sendiri? " Tanya Indah sambil mendekatkan wajahnya dengan wajah Raihan.


Raihan kali ini mematung dan heran melihat sikap Indah yang agresif ini. Kenapa setelah bicara sama Rere sifat Indah berubah drastis? Apa yang dikatakannya? Sungguh Raihan penasaran banget.


" Kalau kamu godain mas lagi... mas akan lakukan disini. Kamu mau? " Ucap Raihan membuat Indah langsung terdiam dan bingung dengan sikap agresif nya itu.


" Maaf mas... aku agresif ya tadi? " Tanya Indah.


" Bukan agresif lagi kamu... tapi udah menggoda macan yang sedang tenang. Kalau macan nya bangun baru tahu rasa wkwk. " Ucap Raihan.


" Isshh mas ini. kalau mas bicara seperti itu, mengingatkan aku tentang kejadian itu. " Ucap Indah.


" Maaf... mas bukan maksud seperti itu. Tapi semenjak kamu bicara sama Rere sikap kamu berubah. Emangnya apa yang kalian bicarakan? " Tanya Raihan penasaran.


" Bukan apa-apa. Masalah wanita. Yaudah mas bawa aja Wulan pulang... Ntar aku ke apartemen aja. " Ucap Indah.


" Okelah. Tunggu bentar. " Ucap Raihan sambil mengambil handphone di saku jasnya.


" Sekarang kalian ke lapangan. " Ucap Raihan.


" Baik bos. " Ucap seseorang di telfon itu dan Raihan langsung memutuskan panggilan.

__ADS_1


" Siapa mas telfon? " Tanya Indah penasaran.


" Orang suruhan kamu. Ntar dia yang antar kamu ke apartemen dan disana ada dua orang penjaga untuk jaga kamu. " Ucap Raihan.


" Kamu ini mas... Makasih ya mas kamu peduliin aku. " Ucap Indah sambil memeluk badan kekar Raihan.


" Itu sudah kewajiban aku sebagai seorang suami untuk melindungi kamu. Aku takut ini rencana Andri yang melibatkan Wulan didalamnya. " Ucap Raihan.


" Iya juga ya mas... tiba-tiba aja Wulan mau temenin kamu sampai jam pulang kantor. Kita harus waspada sama mereka berdua ini mas. " Ucap Indah.


" Iya... kamu juga hati-hati. Yaudah kita ke lobi aja yuk. Ntar Wulan datang lagi keatas. " Ucap Raihan membuat mereka pulang dari kantor itu.


Sampainya di lobi, Indah langsung menaiki taksi yang didalamnya terdapat orang suruhan Indah yang dihubungi Raihan tadi.


" Sudah siap buk Indah? " Tanya sopir itu.


" Sudah pak... kita langsung jalan aja ya pak. " Ucap Indah.


" Baik buk. " Ucap sopir itu kemudian menancapkan gas nya.


Disisi lain, Raihan yang sudah melihat istrinya menaiki taksi itu, merekapun langsung menaiki mobil yang sudah disiapkan sopir rumah. Kali ini dia menggunakan mobil yang biasa dinaiki sama Wulan.


Setengah jam perjalanan, akhirnya mereka sampai di kediaman keluarga Permana. Saat Wulan menginjakkan kakinya di kediaman itu, dia merasa sangat senang dan bangga akhirnya setelah penantian panjang, dia bisa menginjakkan kakinya di rumah mewah itu.


Mereka pun langsung disambut oleh pembantu rumah saat memasuki rumah itu.


" Selamat datang den Raihan dan Non Wulan. "Ucap Raihan membuat Wulan bingung.


Yang memberi tahu orang rumah kalau Raihan datang bersama Wulan adalah Indah...


(" Assalamualaikum grandma. " Sapa Indah di telfon.


(" Waalaikumussalam ada apa Ndah? Dikantor baik-baik saja kan? " Tanya Indah balik.


(" Dikantor baik-baik aja grandma. Gini... mas Raihan nanti pulang bawa Wulan karena... " Jawab Indah sambil menjelaskan alasan kenapa Wulan dibawa kerumah.


(" Oooo gitu. Yaudah nggak apa-apa. " Ucap grandma.


(" Grandma marah ya? Mas Raihan masih berhubungan sama Wulan? " Tanya Indah.


(" Nggak marah. Justru grandma dukung kalian agar sisi gelap wanita itu terbongkar dan kalian bisa hidup dengan tenang dan bahagia. " Ucap grandma.


(" Baiklah grandma... Oh ya foto pernikahan kami di ruang tamu jangan lupa dipindahkan kekamar mas Raihan aja biar aman grandma. " Ucap Indah.


(" Oke Ndah. Terus kamu pulang kemana? " Tanya grandma lagi.


(" Indah pulang ke apartemen grandma. Disini sudah ada orang suruhan mas Raihan yang buat jaga aku. " Ucap Indah.

__ADS_1


(" Sukurlah... Yaudah grandma mau bilang sama pak Adi jaga rumah agar dipindahkan semua berhubungan dengan kalian ke kamar Raihan. " Ucap grandma.


(" Baik grandma... see you. " Ucap Indah.


******


Tak lama kemudian....


" Kalian sudah datang ya. " Ucap grandma.


" Iya grandma. Kenalin ini Wulan pacar aku grandma. " Ucap Raihan takut-takut.


" Oooo yaudah yuk duduk dulu. " Ajakan grandma membuat Raihan heran dengan sikap grandma.


" Oh ya grandma aku mau bersih-bersih dulu. Wulan kamu temani grandma ya. " Ucap Raihan langsung menaiki ke lantai atas.


Sampainya dikamar, Raihan melihat bingkai foto keluarga saat dihari pernikahan terletak dibawah samping lemari beserta foto yang menyangkut status mereka.


" Astaga.... berantakan sekali kamar ini. " Keluh Raihan.


Dan diapun langsung menghubungi istrinya itu...


(" Gimana mas? Aman? " Tanya Indah sambil video call


(" Aman sih... tapi lihat kamar kita berantakan sekali. Kayak gudang. " Cerewet Raihan.


(" Yaelah mas... sabar... ingat tujuan kita. Oh ya pintu kamar sudah kamu kunci belum? Ntar Wulan main nyelonong aja masuk. " Tanya Indah.


(" Sudah kok... Oh ya kamu mandi lagi... baunya sampai kesini. " Canda Raihan sambil menutup hidungnya.


(" Isshh mas lagi. Walaupun bau... mas tetap suka kan? " Goda Indah.


(" Mas suka apa yang ada pada dirimu. Yuk mandi bareng wkwk. " Goda Raihan balik.


(" Maksudnya? Mandi bareng virtual? " Tanya Indah lalu Raihan menganggukan wajahnya.


(" Nggak deh mas... Ntar diretas orang. Banyak sekali hacker yang retas akun kita. Lagian nggak asyik kayak gitu... Asyiknya secara langsung wkwk. " Goda Indah lagi.


(" Awas ya... selesai acara ini mas nggak beri ampun. " Ucap Raihan.


(" Coba aja kalau bisa wkwk. " Ucap Indah.


Setelah mereka selesai video call, Raihan pun langsung bersih-bersih. Sedangkan Wulan lagi asyik bercerita sama grandma di ruang tamu.


" Oh ya grandma sampai lupa... tadi grandma masak cake karena kamu mau datang. Bentar ya... " Ucap grandma meninggalkan Wulan di ruang tamu.


Wulan menatap sekelilingnya dengan penuh kagum. Perabotan yang super mewah tertara rapi di ruangan itu seolah-olah seperti kediaman kerajaan.

__ADS_1


Tatapannya terhenti saat melihat foto keluarga permana yang didalamnya terdapat 3 orang. Dan diapun langsung menuju ke foti keluarga itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan...


"Gara-gara kalian keluarga aku hancur... Lihat saja aku akan hancurkan keluarga kalian sebagaimana kalian telah menghancurkan keluargaku. " Gumam Wulan.


__ADS_2