Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 102 " Setelah tak lama Bertemu. "


__ADS_3

Pagi yang sangat cerah, Indah dan Raihan sudah siap untuk pulang ke Bandung karena Indah sudah kangen sekali sama keluarganya.


" Kamu sudah siap? " Tanya Raihan.


" Sudah mas... Yuk langsung berangkat aja takutnya macet sekarang weekend. " Ucap Indah.


Dua jam perjalanan, akhirnya mereka sampai didepan rumah yang Indah rindukan. Saat memasuki rumah, Indah langsung memeluk ibunda tercintanya...


" Ibu aku rindu sekali. " Ucap Indah.


" Ibu juga rindu sama kamu Ndah. " Ucap ibu Fitri.


" Kakak. " Sorak Dzaky langsung memeluk kakaknya itu.


" Kalian gimana kabarnya? " Tanya ibu Fitri.


" Alhamdulillah kami baik Bu... Oh ya Ayah mana Bu? " Tanya Raihan.


" Ayah pergi ke perkebunan, bentar lagi dia pulang. Kalian istirahat saja dulu pasti lelah kan. " Ucap ibu Fitri membuat mereka masuk kedalam kamar.


Saat memasuki kamar itu, rasanya baru kemarin dia memasuki kamar itu bersama Raihan...


" Masih sama ya mas nggak ada berubah... seperti waktu kita baru-baru nikah. " Ucap Indah.


" Iya... rasanya seperti pengantin baru lagi padahal udah masuk 4 bulan kita menikah. " Ucap Raihan.


" Yaudah kamu istirahat aja dulu... Aku mau menyiapkan makan siang nanti. " Ucap Indah meninggalkan Raihan.


Saat makan siang, mereka semua berkumpul di meja makan dan menikmati makan dalam keadaan hening. Setelah selesai makan...


" Oh ya gimana hasil ujian akhir kamu Fif " Tanya Raihan.


" Alhamdulillah bang berjalan lancar dan hasilnya lulus. " Jawab Afif.


" Alhamdulillah... Terus rencana kamu mau kuliah dimana Fif? " Tanya Raihan lagi.


" Masih bingung bang... Soalnya kemaren dapat jalur prestasi di luar negeri tapi ibu sama ayah tidak diizinkan. " Jawab Afif lesu.


" Bukan nggak diizinin tapi kamu punya riwayat asma Fif... Kami tidak sanggup melepaskan kamu ke negeri orang sendirian. " Ucap ayah Afdal.


" Tapi aku bisa jaga diri disana yah. " Ucap Afif.


" Iya ayah tahu kamu bisa jaga diri disana. Tapi kalau asma kamu kambuh lagi bagaimana? Penyakit kamu itu kalau kambuh susah diobati nggak bisa cuman dengan obat semprot harus di nebu. " Ucap Ayah Afdal.


" Ayah betul juga Fif. Nanti kalau kambuh gimana? Kamu cuman sendirian disana. " Ucap Indah.


" Emangnya kamu minat di jurusan apa? " Tanya Raihan.


" Aku minat di jurusan desain grafis bang. " Ucap Afif.


" Wahh bagus tuh. Kebetulan di kampus abang baru buka jurusan desain komunikasi visual. Mending kamu disana aja lagian ada kami yang jagain kamu. " Ucap Raihan.


" Oh iya aku baru ingat mas... Mending kamu disana aja Fifi bisa satu kampus sama kakak dan mas Raihan. " Ucap Indah.


" Nanti aku pikirkan deh kak. " Ucap Afif.


Setelah mereka bercengkrama, mereka semua kembali ke aktivitas masing-masing. Raihan dan Indah sampainya dikamar...

__ADS_1


" Oh ya Ndah untuk mengenai project di Bandung gimana? " Tanya Raihan.


" Dari laporan yang aku terima semuanya berjalan lancar mas. " Jawab Indah.


" Bagus besok kita ke sana untuk meninjau sampai mana dan apa kekurangan disana. " Ucap Raihan.


Disisi lain, Monic dan Shakti sudah tiba di Bandung. Tadinya mereka tidak pergi bersama karena Monic pergi dengan travel langganannya. Namun, Shakti juga pulang ke Bandung menggunakan mobil jadi mereka pergi bersama.


Sampainya di depan rumah Monic...


" Makasih ya Ti kamu telah tumpangi aku sampai ke rumah. " Ucap Monic.


" Sama-sama. " Ucap Shakti.


" Apa kamu nggak mampir dulu? " Tanya Monic.


" Aku langsung pulang aja udah gerah soalnya. Bye. " Ucap Shakti.


Saat Monic masuk kedalam rumah...


" Assalamu'alaikum buk. " Salam Monic sambil mencium tangan ibunya.


" Wa'alaikumsalam. " Salam ibu Sri.


" Siapa yang ngantar kamu tadi Nic? Tanya ibu Sri penasaran.


" Shakti Bu... " Jawab Monic


" Oooo kenapa dia tidak mampir dulu? " Tanya ibu Sri lagi.


" Ayah lagi bajak sawah. " Jawab Bu Sri.


" Terus di kantor siapa Bu? " Tanya Monic.


" Sekarang hari Minggu Nic... masa kamu lupa sama hari? wkwkwk. " Ucap Bu Sri sambil menggelengkan kepalanya.


" Hehehe maaf bu... Yaudah aku langsung ke kamar aja ya buk. " Ucap Monic langsung pergi.


Hari telah berganti menjadi malam... Indah dan Raihan yang sudah mengerjakan beberapa berkas, mereka pun langsung turun kebawah untuk makan malam bersama.


Setelah makan, Raihan dan Indah langsung ke kamar. Sampainya dikamar...


" Mas aku mau kebawah dulu ambil minum ya. " Ucap Indah membuat Raihan menganggukkan kepalanya sambil memainkan handphone tanpa memperdulikan istrinya itu.


Namun saat Indah masuk, betapa terkejutnya dia....


" Aggghhh " Sorak Indah namun Raihan yang melihat istrinya itu diapun bersorak pula.


" Kamu lagi mas... bikin aku kaget aja. Kirain aku kamu hantu loh... Soalnya tumben-tumbennya kamu pakai maskeran. " Ucap Indah.


" Enak aja aku dibilang kayak hantu. Kamu tuh pakai piyama warna putih, rambut panjang pakai maskeran pula udah kaya kunti kamu. " Ucap Raihan.


" Isshh mas nih. " Ucap Indah.


Akhirnya mereka duduk di balkon kamar sambil menikmati secangkir kopi sambil udara malam...


" Oh ya Ndah... tadi aku bahas sama teman-temanku untuk pergi ke pulau. Kita pergi di akhir bulan. Kamu nggak apa-apa sendirian ke Jakarta? " Tanya Raihan.

__ADS_1


" Nggak apa-apa mas... lagian ada Afif juga yang temanin aku besok. Berarti kamu tahun baru di pulau?" Jawab Indah.


" Iya Ndah aku tahun baru disana... Syukurlah aku bisa tenang meninggalkan kamu sendirian. Soalnya aku takut kalau Andri akan memanfaatkan situasi ini. " Ucap Raihan.


" Kamu nggak usah khawatir mas... yang penting kamu harus ingat janji kamu kalau kamu tidak akan mengkhianati aku dari belakang. Jujur aku takut kalau Wulan akan melakukan berupaya cara untuk bisa dekat dengan kamu. " Kegelisahan Indah.


" Soal itu kamu nggak usah khawatir... Aku akan jaga diri disana. Karena kamulah wanita yang menggoda aku pertama hingga aku terbuai olehnya wkwkwk. " Ucap Raihan.


" Dasar gombal. " Ucap Indah.


" Biarin gombal sama istri sendiri. " Ucap Raihan.


" Yaudah kita tidur yuk mas... besok pagi kita ke proyek kan. " Ajakan Indah membuat mereka tidur.


Disisi lain, Monic yang sedang memainkan handphone nya...


" Kamu lagi apa Nic? " Tanya ayah Danu.


" Eh ayah nggak apa-apa. " Jawab Monic gugup.


" Kamu masih suka sama Shakti ya? " Tanya ayah Danu penasaran.


" Hehehe ayah bisa aja. " Jawab Monic malu-malu.


" Apa kamu yakin Shakti mencintai kamu juga? Takutnya kamu kecewa nanti... Ayah tidak mau putri kesayangan ayah kecewa gara-gara laki-laki. " Ucap ayah Danu.


" Monic yakin yah kalau Shakti suatu saat akan mencintai Monic. " Ucap Monic yakin.


" Oh ya gimana kerjaan ayah? " Tanya Monic.


" Alhamdulillah kerjaan ayah dikantor lancar dan di sawah pun lancar. " Jawab Ayah Danu.


" Alhamdulillah... Oh ya meskipun ayah sekarang jadi kepala desa kenapa ayah tetap mau kerja di sawah? Dan tidak tinggal dirumah dinas?" Tanya Monic penasaran.


" Itu kebiasaan ayah sejak dulu... kamu tahu kan... Lagian sawah yang ayah kerjakan adalah sawah peninggalan nenek kamu. Soal rumah... rumah ini banyak sekali memorinya dan kamu tentu tidak mau pindah dari kamar kesayangan kamu kan? Biarlah rumah yang kita tempati ini kecil asalkan nyaman dari pada rumah dinas yang besar tapi malah tidak nyaman? " Ucap Ayah Danu membuat Monic paham.


" Baiklah sekarang kamu istirahat... sudah larut malam. " Ucap ayah Danu membuat Monic pergi ke kamarnya.


Sampainya dikamar, Monic tidak langsung tidur melainkan dia memandang foto Shakti di layar handphone nya... Tak lama kemudian masuklah panggilan video call dari Shakti yang membuat Monic bahagia.


(" Kamu lagi apa Nic? " Tanya Shakti.


(" Nggak ada lagi tiduran aja? Kenapa emang? " Tanya Monic biasa aja.


(" Suntuk sendirian disini... semenjak nenek meninggal rumah ini terasa sepi. " Ucap Shakti dengan emoticon galau.


(" Oooo yaudah kalau gitu aku temanin kamu tidur ya? " Ucap Monic membuat Shakti terkejut.


(" Serius? Ini udah malam betul Nic... lagian kamu kesini dengan apa? " Tanya Shakti membuat Monic ketawa.


(" Shakti... Shakti... maksud aku kita vc nya sambil tiduran aja. Bukan aku kesana wkwkwk. Kalau aku kesana malam-malam gini bisa-bisa ayahku ngamuk. " Ucap Monic.


(" Hehehe iya yah. " Ucap Shakti.


Merekapun saling bercengkrama tak terasa waktu menunjukkan pukul 02.00 dini hari membuat Shakti tertidur. Monic yang memperhatikan Shakti sedang tidur diapun...


" Kamu lelaki baik Shakti. Nggak salah aku menyukai kamu. Aku harap suatu saat kamu akan menyukai aku... Bye sayangku. " Pungkas Monic dan mengakhiri video call tersebut.

__ADS_1


__ADS_2