
Saat menatap foto itu, Wulan dikejutkan dengan...
" Wulan. " Panggil grandma sambil membawa sepiring cake membuat dia langsung meninggalkan foto itu.
" Wahhh dari bentuknya aja menggoda selera. Boleh aku coba grandma? " Tanya Wulan.
" Silakan ini buat kamu. " Ucap grandma sambil mengasih cake itu kepada Wulan.
" Hmmm rasanya enak sekali grandma. Wulan suka cake nya. " Ucap Wulan.
" Syukurlah kamu suka Lan... Oh ya ngomong-ngomong kamu berasal dari mana? " Tanya grandma.
" Aku dari Surabaya grandma. " Jawab Wulan.
" Jauh juga ya... kamu disini kos atau tinggal sama orang tua? " Tanya grandma lagi.
" Aku tidak kos grandma tapi aku beli rumah sendiri. Meskipun rumahnya kecil yang penting itu udah milik kita sendiri. " Ucap Wulan.
" Wahh mandiri banget kamu ya Lan. Grandma bangga sama kamu. Terus orang tua kamu bagaimana? " Tanya grandma lagi.
" Orang tuaku telah meninggal sejak 3 tahun lalu akibat kecelakaan di Surabaya saat kami pulang kampung. Dan sekarang hanya aku yang tinggal seorang saja didunia ini. "Jawab Wulan sambil meneteskan air matanya.
" Maafkan grandma ya... grandma tidak tahu. " Ucap grandma sambil memeluk Wulan.
" Nggak apa-apa grandma. " Ucap Wulan.
Kehangatan yang diberikan grandma membuat Wulan merasakan kehangatan itu lagi yang telah lama hilang semenjak keluarganya meninggalkan dirinya seorang.
" Boleh grandma tahu Surabaya dekat mananya? " Tanya grandma lagi.
" Di Sidoarjo grandma. " Jawab Wulan membuat grandma terkejut.
Saat mendengar Sidoarjo, grandma semakin penasaran sekali siapa Wulan ini. Apakah dia adalah perempuan yang dicari Dewi dan Irhas selama ini?
Memang benar iya, berarti mereka telah menemukan korban kecelakaan yang selamat waktu itu. Sesuai janji, mereka akan mengangkat Wulan sebagai keluarga Permana.
Namun, disisi lain Wulan adalah wanita berbahaya. Akibat kebencian dan dendam terhadap keluarga Permana, segala macam cara dia halalkan agar rencananya berhasil.
" Emangnya kenapa grandma nanya lokasinya dimana? " Tanya Wulan
" Bukan apa-apa. Grandma cuman penasaran aja. " Jawab grandma bohong.
__ADS_1
Matahari telah berganti menjadi bulan saatnya waktu shalat Magrib masuk.
" Oh ya waktu shalat udah masuk. Kamu nggak lagi palang merah kan? " Tanya grandma.
" Nggak grandma. " Jawab Wulan.
" Yaudah kita shalat berjemaah bareng. " Ucap grandma membuat mereka siap-siap untuk shalat.
Setelah selesai shalat dengan di imami oleh Raihan, Wulan dan Raihan langsung pamit menuju ke auditorium kampus untuk acara inaugurasi.
" Kalian nggak makan dulu? Sudah masuk waktu makan malam. " Ucap grandma.
" Nanti dijalan aja grandma. Takutnya macet di jalan dan telat datang. " Ucap Raihan membuat grandma mengerti.
Saat di perjalanan, Raihan melihat ada warung kaki lima di pinggir jalan. Dan diapun langsung...
" Kita makan disini aja ya. " Ucap Raihan.
" Baiklah... lagian aku juga lapar. " Ucap Wulan.
Saat mereka duduk di kursi yang telah disediakan, pelayan yang ada disana langsung menghampirinya...
" Mau makan apa? " Tanya pelayan itu.
" Aku pecel ayam deh sama es teh satu. " Jawab Wulan.
" Baik... ditunggu ya. " Ucap pelayan itu kemudian pergi.
Disisi lain, Indah yang sudah siap untuk menghadiri acara inaugurasi dengan tampilan cupunya diapun langsung berangkat menuju ke auditorium kampus.
" Sudah siap buk? " Tanya heran penjaga pintu kamar itu.
" Sudah. Kamu jangan heran melihat saya dengan tampilan seperti ini. Karena ini penampilan saya apabila berada di kampus. " Jawab Indah membuat keheranan orang-orang penjaga itu mengerti.
Tak butuh waktu yang lama akhirnya Indah tiba juga di auditorium kampus itu. Semua mahasiswa dan para wisudawan berdatangan. Dan ada juga sebagian mereka yang berfoto-foto di photobooth yang sangat cantik itu.
" Hei Ndah. " Sapa Monic, Zalfa dan Shalda.
" Eh kalian udah datang ya? Yuk kita foto disana. " Ajakan Indah sambil nunjuk photobooth.
Raihan dan Wulan yang sedang menikmati makan, tiba-tiba ada segerombolan anak-anak yang menghampiri mereka dengan wajah yang lesu
__ADS_1
" Om... minta sedekah om. kami belum makan 3 hari om. " Ucap anak itu dengan lesu.
" Isshh ngapain disini. Sana pergi! " Ucap Wulan membuat Raihan terkejut.
Selama dia menjalani hubungan dengan Wulan, baru pertama kali dia melihat Wulan bersikap kasar dengan anak-anak. Berbeda sekali dengan Indah yang senang dan suka melihat anak-anak.
Dari situ dia mengetahui sisi lain dari Wulan yang tidak suka sama anak-anak. Mau bagaimana punya anak sedangkan dia tidak suka sama anak-anak? Terus bagaimana dengan anak-anak kita andaikan kita menikah? Sungguh Raihan sangat tidak suka melihat Wulan seperti itu. Dan untungnya, dia mendapatkan wanita yang lebih baik yaitu Indah yang suka sekali sama anak-anak.
" Kamu kenapa kasar seperti itu sih? Apa masalahnya? " Tanya Raihan.
" Lihat pakaian dia... kumuh. Banyak kuman jijik. " Ucap Wulan membuat Raihan marah namun dia tahan karena tempat umum.
" Baiklah sekarang kalian pesan aja makan disini. Ntar om yang bayar. " Ucap Raihan membuat anak-anak itu senang.
" Makasih ya om... Semoga rezeki om yang baik ini dilancarkan dan dipermudah segala urusannya Amin... " Ucap anak itu langsung di aminkan oleh Raihan.
Waktu menunjukkan pukul 20.00 semua hadirin termasuk Raihan dan Wulan sudah berdatangan dan duduk di kursi yang telah disediakan. Tak lama kemudian, MC pun buka suara.
Setalah kata pembuka dilontarkan dari MC, saatnya masuk acara pertama yaitu sepatah kata dari ketua yayasan di kampus itu dan termasuk sepatah kata dari pemilik saham dikampus itu yang tak bukan lain orang tua Raihan lewat virtual.
" Jadi orang tua bang Raihan merupakan pemilik saham dikampus ini? Wow... kamu memang beruntung banget Ndah mendapatkan suami seperti bang Raihan. " Ucap Shalda
" Issh kalian ini... jangan kayak gitu. Ntar kedengaran sama orang gimana? Ucap Indah.
" Hehehe... sorry. Soalnya aku takjub aja lihat suami kamu Ndah. Sebesar itukah harta kekayaannya? " Ucap Shalda lagi.
" Iya sih... aku takjub juga saat masuk kedalam keluarga permana. Padahal kelihatan dari luar mereka seperti biasa-biasa aja. " Ucap Indah.
Setelah beberapa acara formal selesai, selanjutnya masuk kedalam acara bebas yang dibuka oleh nyanyi dari wisudawan. kemudian dilanjutkan dengan penampilan drama oleh mahasiswa.
Wulan yang tadinya bisa berduaan dengan Raihan, sekarang dia malah terjebak dengan Andri yang duduk di sebelahnya. Saat Raihan melihat penampilan drama tersebut, terlintas dibenaknya untuk membuat kejutan untuk Indah.
Setelah drama itu selesai, dengan tepuk tangan yang meriah, tak disangka MC menyebutkan...
" Acara selanjutnya yaitu persembahan lagu yang dibawakan oleh Indah. Kepada Indah dipersilakan. " Ucap MC itu membuat Indah terkejut.
Semua orang disana bersorak agar Indah maju ke pentas untuk menyumbangkan sebuah lagu. Saat dia melirik Raihan, Raihan langsung memberikan kode yang membuat dia tahu siapa dalang dibalik semua ini.
Akhirnya, Indah naik keatas panggung...
" Baiklah saya akan menanyanyikan sebuah lagu yang berjudul tak kan terganti. " Ucap Indah.
__ADS_1
Saat dia bernyanyi, betapa merdunya suaranya sebagus namanya yaitu Indah. Raihan yang melihatnya merasa kagum dengan suara merdu istrinya itu. Tatapannya tidak terlepas dengan Raihan yang penuh kagum terlihat sekali dari wajahnya.
Indah sangat menghayati lirik lagu itu yang membuat air matanya jatuh. Memang lirik lagu itu mengandung betapa beruntungnya memiliki dia dan tidak bisa terganti dengan siapa pun. Itulah yang dirasakan Indah saat ini dia sangat beruntung memiliki Raihan dan sampai kapan pun Raihan tidak bisa tergantikan oleh siapapun didalam hatinya.