
Waktu menunjukkan pukul 10.00 mereka semua menikmati ikan bakar dari hasil memancing tadi. Mereka bersenda gurau sambil makan tak terasa waktu menunjukkan pukul 12.40 Saatnya untuk menghidupkan kembang api dan petasan. Semuanya sudah siap untuk menyambut tahun baru dan tepat pukul 12.00 petasan di hidupkan membuat langit di malam itu indah.
Wulan yang melihat Raihan menikmati indahnya malam tahun baru, dia memberikan sebuah minuman yang sudah dicampurkan obat ke Raihan. Raihan yang haus saat itu diapun langsung meminumnya membuat Wulan…
“ Bagus… habisin sayang. Hari ini dan seterusnya kamu tidak bisa meninggalkan aku begitu saja. Dan Indah tidak bisa masuk kedalam hatimu. Dan aku akan menjadi nyonya Wulan Permana. “ Gumam Wulan sambil tersenyum.
Malam semakin larut. Kapal yang sudah berada ditepi pantai membuat mereka semua turun...
“ Udah jam 1 ges… kita turun dulu ya. “ Ucap Dita yang sudah ngantuk itu.
“ Ya… kalian dulu aja. Ntar semuanya aku sama Raihan yang beresin. “ Ucap Wulan.
“ Makasih ya… bye. “ Ucap Intan dan meninggalkan Wulan dan Raihan diatas kapal itu.
Saat mau membersihkan sisa makanan tadi, tiba-tiba Raihan merasa pusing yang membuat Wulan…
“ Kamu kenapa sayang? “ Tanya Wulan pura-pura.
“ Nggak tahu… tiba-tiba aja aku pusing. “ Ucap Raihan dan langsung pingsan
Melihat Raihan yang sudah pingsan, Wulan pun langsung menjalankan aksinya. Dia langsung memberi kode kepada orang suruhannya itu untuk membantu mengangkat dia.
Sampainya dikamar kapal itu…
“ Aduh… beratnya lagi. “ Keluh Toni meletakan Raihan diatas ranjang.
“ Nggak usah banyak cerita. Waktu obat biusnya cuman setengah jam… kita harus gerak cepat. “ Ucap Wulan.
Wulan pun langsung tidur di samping Raihan. Dan Toni pun langsung membuka baju Raihan dan mengambil beberapa gambar menggunakan kamera Wulan yang digunakan saat mengabadikan moment-moment tadi.
Wulan pandai sekali dalam berpose seperti artis-artis di luar yang kelihatan nyata sekali padahal itu hanya sebuah rekayasa belaka.
Setelah semuanya selesai…
“ Gimana Toni? Udah diambil? “ Tanya Wulan.
“ Sudah buk. Ini hasilnya. “ Jawab Toni sambil memperlihatkan hasil jepretan itu.
“ Bagus-bagus… Oh ya jagain bentar saya mau ke toilet bentar. “ Ucap Wulan meninggalkan Toni.
Saat Wulan pergi, Toni pun langsung mengambil kamera pocket yang sudah merekam semua aktivitas Wulan sejak tadi dan diapun langsung menyimpannya.
Setengah jam kemudian Raihan pun terbangun dari pingsannya. Saat membuka mata, betapa terkejutnya melihat dia sudah diatas ranjang dan terdengar suara tangisan yang dia kenal.
__ADS_1
“ Hiks… hiks… hiks. “ Drama Wulan.
“ Astaga... apa yang kamu lakukan? “ Ucap Raihan melihat Wulan yang memakai dalaman di samping Raihan.
“Justru aku yang nanya kenapa kamu lakuin ini kepadaku? Kamu jahat Raihan… hiks.. hiks. Tapi makasih ya sayang. Malam ini tak akan pernah aku lupakan. “ Ucap Wulan dengan senyuman.
Raihan mencoba mengingat semuanya namun dia ingat hanya sebatas dia mau membersihkan sisa-sisa bakar-bakar tadi.
“ Kamu yang ngelakuin ini semuanya? “ Marah Raihan.
“ Kalau iya kenapa? Toh kamu juga menikmatinya kan? “ Ucap Wulan.
“ Kamu benar-benar wanita murahan. “ Emosi Raihan membuat Wulan terkejut.
“ Apa? Kamu juga murahan. Aku cuman hanya mesra-mesra aja sama kamu. Kamu yang ingin lebih dariku. “ Ucap Wulan tak kalah emosi.
“ Kamu benar-benar wanita jijik yang pernah aku temui. “ Ucap Raihan mendekap wajah Wulan membuat dia sakit tak berdarah.
Wulan sungguh tak sangka kalau Raihan akan berkata seperti itu. Tetapi dia cukup bahagia karena rencana kali ini berhasil memikat Raihan meskipun sekarang Raihan marah besar.
Sungguh dia tidak ingat apa-apa kejadian ini. Diapun langsung meninggalkan Wulan sendirian di kapal itu. Raihan terduduk di tepi pantai sambil meratapi dirinya yang telah berbuat dosa dan melanggar janji terhadap istrinya.
“ Aggghh kenapa hal ini terjadi. “ Sorak Raihan sambil menangis dan petir pun menggema di langit seolah-olah langit marah kepada Raihan.
Sedangkan Indah yang baru selesai shalat malam, entah kenapa petir terus menggema di langit dan foto pernikahan mereka jatuh berderai yang membuat hati Indah tidak tenang…
“ Kenapa perasaan aku tidak enak gini sama mas Raihan? Apa terjadi sesuatu sama dia? Ya tuhan... lindungilah suami hamba dimana dia berada sekarang.“ Ucap Indah dalam dirinya.
Semakin tak tenang, seakan alam memberi tahu kalau Raihan dalam kondisi tidak baik-baik saja. Indah pun langsung menghubungi Raihan namun tak ada sinyal. Entah kenapa sinyal hilang saat itu. Sungguh membuat Indah tidak tenang. Dan diapun mencoba untuk berfikir positif agar kegelisahan yang dia rasakan hilang.
Disisi lain Wulan yang mau menuju ke kamar buat istirahat, diapun langsung terkejut ada seseorang yang menarik tangannya ke kamar lain yang bersebelahan dengan kamarnya.
“ Andri? Kamu kenapa bisa ada disini? Kamu mabuk? “ Tanya Wulan penasaran.
Andri yang sudah dibakar api cemburu dan mabuk, diapun cuman diam dan mendorong Wulan keatas ranjang dan diapun langsung menyerang bibir seksi Wulan dengan rakusnya yang membuat…
“ Kamu kenapa Andri? “ Tanya Wulan setelah melepaskan ciuman itu.
“ Kamu cuman milikku Wulan… nggak ada yang bisa memiliki kamu selain aku. Dan hari ini aku mau kamu menjadi milikku seutuhnya. “ Ucap Andri membuat Wulan ketakutan.
“ Maksud kamu? “ Tanya Wulan ketakutan.
Andri pun langsung menyerang bibir Wulan lagi dan tangannya pun sudah memencar ke daerah lain. Wulan yang tidak bisa berbuat apa-apa karena tenaga Andri sangat kuat dan terbakar api cemburu membuat dia cuman bisa menangis dan terjadilah hubungan terlarang itu.
__ADS_1
Keesokan harinya, Indah yang sudah melakukan tes kehamilan, diapun merasa deg-degan dengan hasilnya. Disaat dia melihat alat itu, betapa terkejutnya ternyata hasilnya garis dua yang menandakan Indah positif hamil.
“ Gimana hasilnya Ndah? “ Tanya ibu Fitri melihat raut wajah Indah yang lesu.
“ Aku… hamil buk. “ Ucap Indah tiba-tiba gembira.
Mereka semua bersyukur dan bahagia atas berita kehamilan Indah. Mommy Dewi yang mendengarnya langsung memeluk menantunya sambil berkaca-kaca…
“ Akhirnya kamu hamil juga Ndah… terimakasih ya tuhan. “ Ucap mommy Dewi.
Suasana di kediaman keluarga Afdal sangat bahagia berbeda sekali suasana di pulau. Raihan yang sudah melakukan perbuatan itu diapun cuman bisa termenung bagaimana cara menjelaskannya kepada Indah. Wulan pun merasa sedih karena mahkota yang dia jaga selama ini dirampas oleh Andri membuat hatinya sakit.
“ Kamu jahat Ndri. “ Ucap Wulan.
“ Maafkan aku Wulan… aku bukan bermaksud untuk menodai kamu. Tapi ini semua salah kamu sendiri kamu bermesraan dengan Raihan yang membuat aku dibakar api cemburu. Padahal kamu sudah janji untuk tidak bermesraan lagi dengan dia. Aku akan bertanggung jawab atas kamu Lan. “ Ucap Andri dengan tatapan yakin.
Wulan yang mengalami kesakitan di bagian sensitifnya membuat Andri langsung membantunya.
“ Nggak usah kamu bantu aku! Aku benci kamu. “ Ucap Wulan.
Andri hanya bisa diam melihat Wulan yang marah besar kepadanya. Apa yang dia perbuat semalam sungguh memalukan seorang dosen menodai seorang mahasiswa? Sungguh perbuatan yang sangat keji. Namun inti siapa salah disini adalah Wulan. Dia sudah berjanji untuk tidak bermesraan seperti itu bersama Raihan. Namun, dia ingkari membuat Andri terbakar api cemburu
Fauzi, Falih, Dita, Intan dan Cici yang sudah siap untuk pulang ke Jakarta. Namun, dia tidak melihat dua sejoli itu dan mereka pun mencarinya. Saat Falih tiba di kamar Raihan, dia mencoba mengetuk pintu namun tak ada jawaban. Dan kebetulan kamar Raihan tak terkunci membuat Falih langsung masuk yang membuat dia…
“ Astaga… kamu kenapa Han? “ Tanya Falih melihat Raihan yang duduk terpojok dengan sisa air matanya.
“ Udah jam berapa sekarang? “ Tanya Raihan dengan tatapan kosong membuat Falih khawatir.
“ Sekarang udah jam 9 Han. Siapa yang buat kamu seperti ini Han? Apa Wulan? “ Tanya Falih membuat Raihan marah mendengar nama wanita itu.
“ Jangan kamu sebut nama wanita itu lagi! “ Emosi Raihan.
“ Baiklah… sekarang kamu bersih-bersih dulu ntar kita terkena macet di jalan. “ Ucap Falih sambil membimbing Raihan berdiri.
Falih tidak meninggalkan Raihan sendirian dikamar itu. Dia khawatir dengan sahabatnya itu kenapa-napa nantinya.
“ Apa mereka bertengkar besar malam tadi? Sehingga membuat Raihan seperti itu?“ Gumam Falih bingung.
Hai para readers setia cupu, cerewet and love... Yuk dukung author dengan like, comment and vote novel ini !!!!
Rate, like comment and vote kalian sungguh berharga 😊😊🙏🏻
__ADS_1