
Perasaan suami yang mana tidak sedih melihat istri yang sedang tertidur dengan mata yang sayu, akibat perkataan menyakitkan yang keluar dari mulutnya.
Raihan sangat bersedih melihat Indah yang seperti itu akibat emosi tadi malam yang tak bisa dia kendalikan sehingga melontarkan perkataan yang membuat hati Indah sakit tak berdarah.
Setelah tiba dikampus, Wulan langsung menghampiri pacarnya itu sambil menggandengnya. Raihan yang entah kenapa saat ini, dia langsung melepaskan tangan Wulan dari gandengannya.
" Kamu kenapa Sayang? " Tanya Wulan penasaran.
" Nggak enak dilihat orang Lan. " Jawab Raihan.
" Apa tadi? Wulan kamu panggil? " Tanya Wulan lagi.
Raihan biasanya memanggil pacarnya itu dengan panggilan " Sayang. " Tapi hari ini entah kenapa dia memanggil Wulan dengan panggil nama sehingga membuat Wulan curiga.
" Kamu kenapa Sayang? " Tanya Wulan lagi.
Raihan tidak bisa menjawab pertanyaan Wulan. Semenjak melihat Indah seperti tadi, rasanya dia ingin sekali dekat dengan istrinya itu dan meminta maaf. Tapi karena gengsinya, dia tidak bisa melakukan itu.
Namun, saat Raihan berfikir tentang istrinya itu, tiba-tiba ada sosok pria yang mendekati istrinya yang baru sampai didepan kampus yang membuat Raihan langsung terbakar api cemburu.
" Hai Shakti. " Sapa Indah.
" Kamu kok nggak nelfon aku? Aku kan bisa. jemput kamu di apartemen? " Tanya Shakti.
" Nggak usah Ti. Aku sudah terbiasa jalan sendiri kok. Yuk kita ke kelas. " Ajakan Indah dengan santainya.
Raut wajah Raihan langsung berubah melihat Indah yang sangat santai bicara dengan Shakti. Seolah-olah kejadian tadi malam tidak ada. Dan akhirnya, Raihan langsung menuju kekelas tanpa mempedulikan Wulan dibelakang. Emosi Raihan yang sudah mereda dari tadi, sekarang langsung naik seperti gunung merapi yang sudah siap mengeluarkan laharnya.
Indah dan Shakti sangat santai dan canda tawa saat menuju ke kelas. Dan saat mereka memasuki kelas, raut wajah Monic langsung berubah seketika saat Shakti...
" Oh ya Ndah nanti kita kuliah sampe jam 11.00 kan? " Tanya Shakti.
" Iya. Emangnya kenapa Ti? " Tanya Indah penasaran.
__ADS_1
" Gimana nanti siang kita lunch bareng? " Ajakan Shakti.
Indah seketia terkejut mendengar ajakan Shakti didepan kelas yang membuat seisi kelas itu langsung gosip mereka berdua. Monic yang tidak tahan mendengar gosipkan orang disekitarnya, dia langsung keluar tanpa sebab yang membuat Shalda dan Zalfa heran.
" Kenapa dia? " Tanya Zalfa membuat Shalda mengangkat bahunya.
" Nggak deh Ti. Soalnya aku harus ke kantor untuk menyelesaikan semua kerjaanku. " Tolak Indah.
Indah sengaja menolak ajakan Shakti karena dia tahu ekspresi sahabatnya tadi yang cemburu melihat dia bersama cowok yang dicintai Monic selama ini.
" Oh ya gimana kamu ajak Monic untuk lunch bareng? Dia kan sahabat kita juga? " Usulan Indah yang membuat Shakti terpaksa menerimanya setelah Indah memaksa beberapa kali.
Raihan yang sudah memasuki kelas, dia merasa gelisah sekali seperti cacing kepanasan yang membuat Fauzi...
" Kamu kenapa Han? Seperti cacing kepanasan aja? " Tanya Fauzi penasaran.
" Nggak ada kok. " Jawab Raihan bohong.
" Nggak mau cerita ya nggak apa-apa. Aku nggak maksa kamu Han. " Ucap Fauzi langsung duduk di kursi.
Satu jam berlalu, semua mahasiswa angkatan baru telah berkumpul di auditorium kampus. Mereka duduk sesuai jurusan mereka masing-masing. Selagi menunggu ketua bem masuk, Shalda langsung...
" Ndah bang tampan mana? " Bisik Shalda.
" Nggak tahu. " Ucap Indah dengan tampang tak berdosa.
" Masak kamu nggak tahu? Kamu kan istrinya. " Tanya Shalda membuat Indah langsung mencubit pahanya.
" Aduh. Sakit tahu. " Kesal Shalda sambil memegang paha yang sakit itu.
" Makanya, jangan bilang itu disini. " Ucap Indah yang membuat Shalda mengerti.
Tak lama kemudian, semua mahasiswi baru menjadi histeris saat idola para mahasiswi itu masuk keruangan itu. Salah satunya orang yang duduk disamping Indah yang bernama Vika.
__ADS_1
" Waahh gantengnya ketua bem ini. Bersih, putih, mancung lagi. Idaman para wanita. " Puji Vika yang membuat Indah geram dengan pujian temannya itu.
" Biasa aja tuh. Nggak ada tampan-tampannya. " Kesal Indah.
" Eh cupu lo kenapa sih. Orang setampan itu dibilang nggak tampan? Atau jangan-jangan mata lo kena lagi. " Ucap Vika.
" Mata ku sehat-sehat aja. Aku udah biasa sih lihat orang-orang seperti itu. Udah sering aku lihat. " Ucap Indah dengan centilnya.
" Aduh cupu... lo pasti lagi halu. Orang setampan itu udah sering lo lihat? Orang setampan itu langka tahu? " Kesal Vika.
" Jangan lihat dari fisiknya aja Vika. Tapi lihat juga didalamnya. Untuk apa memiliki wajah tampan tapi dia selalu cerewet dan menyakiti hati orang lain. " Ucap Indah membuat Vika terdiam seperti patung.
Indah merasa heran kenapa Vika yang centil itu tiba-tiba diam seperti patung. Dan saat Shalda menkode Indah, Indahpun langsung terkejut saat menoleh kedepan.
" Siapa yang kamu bilang cerewet dan menyakiti hati orang lain? " Tanya Raihan membuat semuanya langsung tertuju kepada mereka.
" Bukan bilang siapa-siapa bang. Aku cuman bilang siapa yang merasa aja. " Jawab Indah membuat tatapan Raihan tajam kepadanya.
Kata-kata yang dikeluarkan dari mulut Indah membuat Raihan merasa bersalah karena kejadian semalam. Akhirnya diapun langsung pergi melangkah kedepan untuk membicarakan tentang kemah bakti mahasiswa.
Setelah Raihan menyampaikan beberapa informasi dari kampus bahwasanya kemah bakti akan dilaksanakan besok dan keperluan yang akan dibawa, diapun langsung membagi kelompok.
Raihan dan panitia membagi semua mahasiswa yang berjumlah 500 orang dari semua jurusan menjadi beberapa kelompok. Setiap kelompok terdapat 20 orang yang terdiri dari semua jurusan.
Indah yang tadinya senang kalau dia dan gengnya satu kelompok tapi kenyataannya, dia satu kelompok dengan Vika dan Shakti yang membuat dirinya merasa bersalah lagi kepada Monic.
Ekspresi Monic langsung berubah saat Indah dan Shakti satu kelompok. Indah tidak bisa merubah keputusan panitia dan sangat terpaksa dia menerimanya.
Satu mahasiswa itu langsung bergosip tentang Indah yang dekat dengan Shakti. Salah satunya teman kelompok Monic yang bernama Farah.
" Kalian tahu nggak sicupu itu kan lagi dekat sama Shakti mahasiswa baru itu. Kemarin gue lihat mereka pergi berduaan dengan motor. Jangan-jangan pacar sicupu yang konglomerat itu dia lagi. Dia kan termasuk keluarga konglomerat juga? " Gosip Farah membuat Monic tambah sakit hati.
Monic ingin sekali menemui Indah untuk menanyakan semuanya. Tapi dia tidak berani karena ada Shakti disana. Kalau dia tanya sekarang, bisa-bisa Shakti akan menjauh dirinya karena Shakti menganggap Monic hanya sebatas sahabat tidak lebih.
__ADS_1
Setelah semua kelompok dibagi, saatnya Raihan memberi tahu siapa kakak pendamping mereka. Dan saat Raihan mengumumkan kalau dia dan Wulan menjadi kakak pendamping kelompok terakhir membuat jantung Indah copot seketika. Karena kelompok terakhir itu adalah kelompoknya.