
Semua hadirin undangan langsung memberi tepuk tangan yang meriah kepada Raihan dan Indah yang atas pertunjukan dansa spektakuler itu. Tetapi tidak untuk Wulan dan Shakti.
Wulan merasa sangat cemburu disaat pacarnya itu berdansa dengan sicupu. Dia ingin sekali melabrak mereka dan mengungkapkan status mereka di acara itu yang dihadiri oleh pebisnis. Tetapi Andri mencegahnya dan mengancamnya...
" Kalau kamu sampai melabrak mereka... aku akan ungkapkan hubungan kita... dan, nilai kamu langsung aku kasih E. " Ancam Andri.
Shakti yang melihat mereka berdansa, merasa cemburu karena wanita yang dia cintai selama ini malah berdansa dengan orang yang selama ini membully dia dikampus. Seharusnya yang berdansa dengan Indah adalah dirinya bukan laki-laki itu.
Monic yang melihat Shakti seperti itu...
" Kamu kenapa tidak semangat Ti? " Tanya Monic.
" Aku cuman kecapean aja Nic. " Jawab Shakti bohong.
Monic sebenarnya tahu kalau Shakti lagi galau karena Indah yang berdansa dengan Raihan. Tapi, dia tidak mau membahas hal itu. Yang terpenting sekarang Shakti duduk dekat dengan dirinya.
Setelah acara selesai, mereka semua menikmati makanan yang telah disediakan oleh tuan rumah. Raihan dan Indah menikmati makanan itu dengan lahapnya. Setelah selesai makan...
" Indah aku cari udara segar dulu diluar ya... " Ucap Raihan.
" Iya mas. " Jawab Indah yang sedang makan makanan penutup sama Mommy Dewi dan Papi Irhas.
Saat Raihan berada diluar ruangan itu, tiba-tiba ada sosok perempuan yang dia kenal menghampirinya...
" Hai sayang. " Sapa Wulan.
" Wulan? Ngapain kamu disini? Nanti mommy sama papi lihat gimana? " Tanya Raihan panik.
" Mereka nggak lihat kita kok. Tuh lihat... mereka menikmati makanan mereka. " Jawab Wulan.
" Terus kenapa kamu kesini? " Tanya Raihan.
" Nggak boleh aku kesini? Yaudah aku pergi aja. " Jawab Wulan namun Raihan menahannya.
" Kenapa kamu sayang? Kamu cemburu saat aku dansa sama Indah tadi? " Tanya Raihan lagi.
" Kalau iya kenapa? Jujur aku sakit hati Han melihat kamu dansa seperti itu sama sicupu. " Ucap Wulan dengan kesedihan.
" Maafin aku Lan... akupun terpaksa melakukannya agar mommy sama papi bahagia. " Ucap Raihan.
Di ujung sana ada seoarang wanita yang sedang mendengarkan pembicaraan mereka. Indah yang mendengar ucapan suaminya itu merasa sakit hati sekali atas apa perkataan dia dan perlakuan dia tadi saat berdansa itu hanya semu demi kebahagiaan Mommy dan Papi. Indahpun langsung pergi dan meninggalkan mereka.
" Serius? Itu tadi hanya paksaan? " Tanya Wulan sekali lagi.
" Iya sayangku. " Jawab Raihan bohong.
" Sekarang aku mau tanya sama kamu... Kamu masih cinta nggak sama aku? " Tanya Wulan membuat Raihan terdiam.
Raihan terdiam sejenak karena dia tidak tahu tentang perasaannya saat ini. Di suatu sisi dia mencintai Wulan. Disisi lain, dia tidak mau berpisah dengan Indah meskipun dua sudah menyakiti dan mengecewakan Indah berkali-kali.
__ADS_1
" Sayang kok kamu diam aja? " Tanya Wulan penasaran.
" Aku masih mencintai kamulah... Kamu wanita satu-satunya yang aku cintai. " Jawab Raihan.
" Serius? " Tanya Wulan lagi.
" Iya aku mencintaimu Wulan. " Ucap Raihan.
" Janji ya... kita akan bersatu untuk selamanya sampai maut memisahkan. " Ucap Wulan.
" Kita akan bersatu selamanya sampai maut memisahkan. " Ucap Raihan.
Setelah mengucapkan kata itu, suara petir langsung bergema dilangit seolah-olah langit tidak setuju dengan ucapan mereka. Petir terus bergema dilangit membuat trauma Raihan kambuh lagi.
" Ya tuhan... kenapa dia datang disaat seperti ini? Raihan kamu harus kuat agar tidak ketahuan sama orang. " Gumam Raihan.
Raihan langsung menutup telinganya seperti orang ketakutan. Dan tak lama kemudian hujanpun turun. Raihan tidak bisa bergerak saat petir dan hujan datang. Dia hanya terdiam dan terpaku duduk dilantai sambil menutup telinganya.
Indah yang sedang membersihkan air matanya di toilet akibat perkataan suaminya itu, diapun langsung teringat dengan trauma Raihan saat suara petir bergema dilangit.
Saat ini, Raihan hanya membutuhkan Indah untuk menenangkan dirinya. Wulan dan para tamu lainnya yang sudah masuk ke dalam ruangan, Wulanpun memanggil Raihan untuk masuk ke dalam ruangan itu karena hujan sangat deras ditambah petir yang terus bergema di langit.
" Indah kamu dimana? Tolong aku Ndah... aku sudah nggak kuat lagi... " Gumam Raihan.
" Raihan kamu kenapa disana? Ayo masuk nanti kamu sakit. " Sorak Wulan disana.
Indah langsung berlari kedalam ruangan itu seperti dikejar setan. Semua orang memperhatikan Raihan yang seperti itu termasuk Mommy Dewi dan Papi Irhas.
Mommy Dewi dan Papi Irhas tidak tahu keadaan anaknya seperti ini. Mereka merasa cemas sekali mommy Dewi ingin sekali menolong anaknya itu. Namun, saat dia menerobos hujan, tiba-tiba Indah dengan lari ngos-ngosan langsung menghampiri suaminya itu.
Indah langsung memeluk suaminya itu dengan hangat. Raihan yang sudah tidak bisa tahan lagi, dia tuangkan langsung didalam dekapan Indah.
" Indah... aku bukan pembunuh Ndah... " Ucap Raihan.
" Iya mas... aku tahu kamu bukan pembunuh... " Ucap Indah sambil memeluk Raihan.
" Ndah... bawa aku dari sini. Aku takut. " Ucap Raihan.
Indah langsung membawa Raihan pergi dari ruangan itu. Semua mata yang melihat termasuk Wulan dan sahabat Indah merasa heran.
Indah langsung membawa Raihan ke tempat resepsionis untuk memesan kamar karena hujan semakin deras dan tidak mungkin membawa Raihan pulang dalam keadaan seperti ini.
Namun, saat Indah memesan kamar hotel, ada seseorang yang memperhatikan Indah dan Raihan yang basah kuyup dari belakang.
" Mbak saya mau memesan kamar untuk sekarang bisa? " Tanya Indah.
" Yang tipe mana mbak? " Tanya resepsionis itu.
" Yang mana bagus aja mbak. Soalnya suami saya lagi sakit... berapa harganya saya bayar nanti. " Ucap Indah.
__ADS_1
Resepsionis itu tidak percaya kalau Indah dan Raihan suami istri. Karena paras wajah mereka seperti anak sekolahan. Indah memperlihatkan sebuah kartu yang diberikan KUA saat pernikahannya.
Shakti yang melihat semuanya merasa kecewa karena wanita yang dia cintai selama ini sudah menikah dengan orang lain yang bukan lain orang yang sudah membully Indah .
" Indah... kamu sudah nikah sama dia? " Tanya Shakti menghampirinya.
" Iya Shakti... aku sudah menikah dengan mas Raihan. Maafkan aku karena telah merahasiakan ini dari kamu. Aku permisi dulu ya. " Ucap Indah langsung menuju lift.
Hati Shakti hancur berkeping-keping mendengar hal itu. Diapun langsung pergi keluar dari hotel itu. Saat dia pergi tiba-tiba ada sosok perempuan yang menghampirinya.
" Kamu mau kemana hujan-hujan ini Ti? " Tanya Monic.
" Kamu nggak usah ikut campur urusan aku. Aku mau sendiri sekarang. " Ucap Shakti emosi langsung menaiki mobil mewah itu.
" Aku ikut sama kamu. " Ucap Monic langsung menaiki mobil itu.
Di sepanjang jalan, Shakti mengemudi dengan tidak terkontrol membuat Monic khawatir....
" Shakti kita mau kemana? " Tanya Monic tapi Shakti hanya diam dan melajukan mobilnya dengan kencang.
Melihat Shakti seperti itu, Monic langsung menaikan rem tangan dan membuat mobil itu langsung berhenti.
" Kamu kenapa Shakti? Tolong jawab aku. " Ucap Monic.
Shakti langsung melampiaskan kesedihannya dalam pelukan Monic...
" Aku kecewa Nic... Aku hancur... Hatiku sakit... melihat wanita yang aku cintai telah menikah sama orang lain. " Ucap Shakti dalam kesedihan.
" Maksud kamu Indah? " Tanya Monic lagi.
" Siapa lagi bukan dia... hanya dia yang aku cintai Nic... Tapi dia malah memilih laki-laki lain. " Jawab Shakti.
Sebenarnya Monic merasa sakit sekali saat Shakti melontarkan peekataan kalau dia mencintai Indah. Tapi dia tahan karena pria yang dia cintai selama ini sedang sakit dan kecewa.
" Rasanya aku ingin mati aja Nic. " Ucap Shakti langsung mengambil pisau disampingnya.
" Kamu jangan kayak gini Shakti... aku tahu kamu lagi kecewa. Tapi ingat orang tua kamu gimana? Siapa yang merawat dia? Coba kamu fikirkan semuanya... Jangan gara-gara perempuan kamu seperti ini. " Emosi Monic langsung mengambil pisau itu.
Shakti terdiam mendengar Monic bicara seperti itu. Apa yang dikatakan Monic benar adanya...
" Dan Indah itu bukan jodoh kamu Shakti... Mungkin jodoh kamu ada diluar sana. Dan tuhan pasti mempertemukan jodoh kita dengan jalan yang tak disangka. " Ucap Monic.
" Dan aku minta sama kamu... jangan kayak gini... jujur aku takut melihat kamu kayak tadi Ti. " Ucap Monic membuat Shakti menjadi tenang.
" Maafkan aku Nic... aku nggak bermaksud menakuti kamu. " Maaf Shakti.
" Makasih ya Nic... kamu telah menenangkan aku. " Ucap Shakti memeluk Monic.
" Iya sama-sama. " Ucap Monic yang membuat kebaperanya langsung muncul.
__ADS_1