
Hati seorang istri mana yang tidak sakit melihat suaminya berpelukan mesra sama selingkuhan didepan mata kepalanya sendiri. Hal itulah yang dirasakan Indah saat ini melihat suaminya berpelukan bersama Wulan.
Raihan yang melihat Indah memperhatikan mereka diujung sana, diapun langsung melepaskan pelukan itu yang membuat Wulan penasaran...
" Kamu kenapa sayang? " Tanya Wulan penasaran.
Raihan bingung mau menjawab apa. Tak lama kemudian terdengar bunyi chat masuk dari grup BEM kalau mereka sudah berkumpul untuk rapat.
" Ini ada chat masuk dari grup BEM kalau aku sudah ditungguin untuk rapat. Yaudah aku duluan ya... bye sayang. " Ucap Raihan langsung pergi.
Disisi lain, Indah yang sudah berada di suatu tempat dimana dia dan Raihan melepaskan semua keluh kesah mereka. Tempatnya berada dibelakang kampus terdapat sebuah danau yang Indah dan diseberang danau ada banyak pepohonan yang membuat mata memandangnya merasa sejuk dan tenang.
Banyak dari mahasiswa yang tidak tahu tempat yang indah itu karena letaknya dibelakang kampus. Sehingga Indah dan Raihan sering bertemu diam-diam disana.
Indah duduk di rumput tepi danau dengan rasa sakitnya. Dan dia mengeluarkan buku diari untuk meluapkan isi hatinya...
" Buku harian ini adalah tempat aku mencurahkan dan cerita semua isi hatiku ini...
Sekarang aku berada di dasar jurang setelah engkau membawa aku terbang melayang. Tak ada satu orangpun yang ada didalam jurang itu. Aku kesepian dan engkau pergi bersamanya terbang... Sikapnya selalu berubah-ubah tiba-tiba dia manis terhadapku... dan tiba-tiba dia melukai hatiku... Ya tuhan... kenapa aku bisa jatuh cinta sama orang seperti dia? " Curah hati Indah didalam diari.
Setelah Raihan selesai rapat, diapun langsung mencari keberadaan istrinya itu. Namun Wulan menghampirinya...
" Sayang... kamu udah kasih tugas dari pak Andri? " Tanya Wulan.
" Oh ya... aku sampai lupa ngasih tugas. Yuk kita sama-sama pergi keruangannya. " Ajakan Raihan.
Saat tiba diruangan Andri, kaki Raihan dan Wulan gemetaran lantaran takut dengan tampang Andri yang kiler. Dan akhirnya Raihan...
" Permisi pak... " Ucap Raihan sambil membuka pintu.
" Oh kalian... silahkan masuk. " Ucap Andri.
" Ini tugas saya pak. " Ucap Raihan sambil mengasih tugas itu ke Andri.
" Ini tugas saya pak. " Ucap Wulan.
Mereka berdua langsung cemas saat Andri memeriksa tugas itu. Setelah Andri memeriksa tugas itu...
" Kalian boleh pergi. " Ucap Andri membuat Raihan dan Wulan bingung.
" Maksudnya pak? " Tanya Raihan penasaran.
" Tugas kalian saya terima... dan kalian silakan keluar karena saya lagi sibuk. " Jawab Andri membuat Raihan dan Wulan lega.
Setelah keluar dari ruangan itu, Raihan langsung pamit ke Wulan untuk pergi meeting dengan klien. Padahal Raihan cuman alasan pergi meeting karena dia mau mencari keberadaan istrinya.
Raihan mencari kesana kemari namun tak menemukan Indah. Monic, Shalda dan Zalfa yang kebetulan lewat di lorong kampus. Raihan yang melihat mereka langsung menemui mereka...
__ADS_1
" Monic apakah kamu lihat Indah? " Tanya Raihan cemas.
" Aku nggak ada lihat bang... mungkin dia ke kantor. Katanya hari ini ada meeting. " Jawab Indah.
" Nggak jadi meetingnya... Coba abang hubungi orang kantor dulu. " Ucap Raihan.
Setelah menghubungi orang kantor, Raihan langsung tampak cemas karena Indah tidak masuk kantor.
" Terus Indah dimana ya? " Tanya Shalda.
" Abang juga nggak tahu... Abang cari Indah dulu ya. Nanti kalau kalian lihat Indah langsung hubungi abang. " Ucap Raihan.
" Tumben cemas bang Raihan? " Tanya Zalfa setelah Raihan pergi.
" Nggak tahu mungkin kepalanya terbentur tadi wkwkwk. " Canda Shalda.
" Isshh kalian. Harusnya kalian senang dong berarti hubungan Indah dan bang Raihan sudah ada peningkatan. " Ucap Monic.
" Semoga aja ya... " Ucap Zalfa.
Raihan terus mencari Indah di sekitar kampus. Namun Indah tidak ditemukan. Raihan yang sudah buntu otaknya untuk mencari Indah, tiba-tiba dia teringat dengan tempat rahasia mereka. Dan diapun langsung menuju ke tempat itu.
Saat tiba ditepi danau belakang kampus, dia merasa lega karena dia melihat istrinya itu lagi duduk disana. Namun, Indah langsung terbaring dirumput membuat Raihan langsung menghampirinya...
" Indah... Indah bangun... jangan tinggalkan aku Ndah... " Histeris Raihan.
" Kamu mas? " Tanya Indah.
" Iya ini aku. Kamu nggak pingsan? " Tanya Raihan penasaran.
" Siapa yang pingsan mas? Aku itu cuman ngantuk aja mas karena angin sepoi-sepoi ditepi danau ini. " Jawab Indah.
" Syukurlah kamu nggak pingsan. " Ucap Raihan
" Tumben panik... biasanya nggak. " Ledek Indah.
" Ya panik lah... nanti kalau kamu pingsan nanti mommy marah lagi sama mas." Bohong Raihan.
" Yaudah kita pulang yuk... Mas udah capek nih. " Ajakan Raihan.
Saat diperjalan, Raihan merasa bersalah dengan Indah terhadap sikapnya tadi bersama Wulan. Sebenarnya sebagai seorang suami, Raihan harus menjaga hati istrinya itu. Meskipun status mereka belum diungkapkan.
" Indah... aku minta maaf atas sikap aku tadi. Seharusnya aku nggak seperti itu sama Wulan... aku tahu kamu sakit hati melihat aku berpelukan sama Wulan... sekali lagi aku minta maaf ya. " Ucap Raihan.
Indah tidak menyaut omongan Raihan membuat dia penasaran. Dan saat dia menoleh kesamping, dia melihat Indah yang sudah tertidur lelap. Raihan melihat wajah istrinya yang lelah itu merasa bersalah.
Sampainya di kediaman keluarga permana, Raihan langsung menggendong Indah yang tidur itu kekamar nya. Mommy Dewi dan Papi Irhas melihat kemesraan mereka...
__ADS_1
" Hmmm kayaknya udah mulai jatuh cinta nih... Sampai-sampai digendong segala. " Ledek Mommy Dewi.
" Isshh mommy... Aku nggak tega aja bangunin dia... Yaudah aku keatas dulu ya mom. " Ucap Raihan.
Sampainya dikamar, Raihan langsung meletakkan Indah diatas ranjang dengan hati-hati. Kemudian, Raihan langsung membersihkan badanya yang sudah lengket itu.
Waktu menunjukkan 17.30 membuat Indah terbangun dari alam mimpinya. Saat dia membuka mata, betapa terkejutnya dia sudah berada diatas kasur. Dia melihat Raihan yang sedang kerja, diapun langsung...
" Mas... kok aku sudah berada dikasur? Siapa yang bawa aku mas? " Tanya Indah.
" Siapa lagi bukan suami kamu ini... Yaudah kamu bersih-bersih sana deh. " Ucap Raihan.
Setelah Indah bersih-bersih, dia tersenyum sendiri karena Raihan suaminya masih peduli sama dia. Raihan yang melihat istrinya senyum-senyum sendiri..
" Kamu aman kan Ndah? " Tanya Raihan.
" Apaan sih mas... aku masih sehat kok? Kamu kira aku gila? " Kesal Indah.
" Terus kenapa senyum-senyum sendiri kayak orang gila aja. " Ucap Raihan.
" Nggak apa-apa... aku kebawah dulu ya mas... mau nyiapin makan malam. " Ucap Indah.
Saat dimeja makan, Mommy Dewi melihat kemesraan anaknya tadi, diapun langsung...
" Oh ya Ndah. Tadi kamu digendong loh sama Raihan. Katanya dia tidak tega membangunkan kamu. " Ucap Mommy Dewi membuat Indah baper dan Raihan salah tingkah.
" Apaan sih mom... biasa aja kok kalau suami gendong istrinya sendiri. Dan suami mana yang tak tega melihat istrinya capek seperti itu. " Ucap Raihan.
Indah hanya diam karena saat ini dia baper dengan perhatian Raihan. Karena sebagai seorang suami, Raihan petama kali memberikan rasa kasih sayang terhadap istrinya.
Setelah mereka selesai makan malam, mereka langsung menuju kekamar masing-masing. Raihan yang sudah tiba dikamar, diapun langsung merebahkan badanya diatas ranjang lantaran dia sudah capek.
Indah yang melihat wajah tampan suaminya itu, diapun langsung mencium pipi nya membuat Raihan membuka matanya lantaran terkejut.
" Kenapa kamu cium pipi aku Ndah? Tanya Raihan.
" Emangnya aku nggak boleh nyium pipi suami aku sendiri? " Ucap Indah membuat Raihan salah tingkah.
" Boleh sih... yaudah kita tidur yuk. Mas sudah capek. " Ucap Raihan.
Disisi lain, Mommy Dewi dan Papi Irhas yang sudah dikamar...
" Mas aku salut sama Raihan yang mulai perhatian sama Indah. " Ucap Mommy Dewi.
" Iya dek... berarti hubungan mereka sudah ada peningkatan. " Ucap Papj Irhas.
" Semoga mereka mencinta satu sama lain ya mas... " Ucap Mommy Dewi.
__ADS_1
" Semoga " Ucap Papi Irhas.