Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 79 " Aku Menerima Kekuranganmu. "


__ADS_3

Setelah Raihan memberi kecupan hangat didepan teman-teman Indah, membuat dirinya langsung...


" Isshh mas... main nyosor aja. Lihat tempat dong... aku malu jadinya. " Ucap Indah.


" Kenapa harus malu? Kamu istri sah aku dan sudah sepantasnya kamu mendapatkan perlakuan ini dari suami kamu. " Ucap Raihan.


Mereka semua langsung memberikan ucapan selamat dan doa kepada Indah dan Raihan agar menjadi keluarga samawa. Begitupun Shakti meskipun dia sangat mencinta Indah, tetapi dia harus move on...


" Selamat ya Ndah... dan aku berharap kalian bisa menjadi pasang suami istri yang menjaga rumah tangganya dari badai-badai diluar sana. Dan aku berharap kamu tidak pernah dibully lagi sama suami kamu ini ya wkwk. " Ucap Shakti.


" Soal itu tidak usah kamu fikirkan Ti... abang sebagai suami Indah akan selalu mejaganya. " Ucap Raihan.


Setelah itu, mereka langsung makan ayam bakar dan sosis bakar buatan Monic dan Shakti...


" Enak sekali ayam bakar buatan kamu Nic. " Ucap Zalfa.


" Iya sosisnya enak sekali... terasa bumbunya. " Ucap Shalda.


" Iya tambah enak karena buatnya lagi baperan satu sama lain. " Ledek Indah membuat Monic dan Shakti malu.


Saat mereka makan, Shakti melihat diwajah Monic ada celemotan dengan spontan dia membersihkan nya dengan tissu. Semua mata langsung tertuju kepada mereka.


Monic pun terkejut dan baper melihat sikap Shakti yang perhatian itu...


" Itu... ada celemotan tadi disana. " Ucap Shakti gugup.


Tak lama kemudian, Indah teringat ada grandma dirumah dan mereka harus pulang karena grandma tidak bisa tidur kalau cucu dan cucu menantu nya belum pulang.


Akhirnya mereka memutuskan untuk pulang karena jam menunjukkan pukul 10.30 malam. Sebelum pulang, mereka semua beres-beres alat yang mereka gunakan untuk bakar-bakar tadi.


" Indah semua alat ini kamu aja yang bawa ya? Karena kami semua pake motor. " Ucap Shalda.


" Iya Shalda. " Ucap Indah.


" Oh ya Nic... kamu sama Shakti aja pulangnya. Lagian kalian satu arah juga kan? " Ucap Indah.


" Oke deh Ndah. " Ucap Monic.


Setelah semua selesai, mereka pulang kerumah masing-masing. Saat dijalan, Indah melihat pemandangan malam kota Jakarta dengan sejuknya menghirup udara malam.


Tetapi...


" Oh ya mas... aku mau nanya sama kamu. " Ucap Indah.


" Nanya apa Ndah. " Ucap Raihan.


" Apakah kamu tidak keberatan kalau seandainya nanti kita tidak punya anak? Karena aku sulit mendapatkan keturunan. " Tanya Indah membuat mobil berhenti.


" Aku sudah bilang tadi kalau aku mencintaimu Ndah... Dan sudah aku putuskan untuk mencintai kamu seorang. Berarti aku sudah menerima kekurangan kamu Ndah... Jadi kamu nggak usah fikirkan kalau kamu susah punya anak. Aku selalu optimis untuk itu asalkan kita tetap berusaha selebihnya kita serahkan sama yang maha kuasa. " Jawab Raihan sambil membelai rambut Indah.


" Makasih ya mas... kamu mau menerima kekurangan aku. " Ucap Indah memeluk badan kekar suaminya itu.

__ADS_1


" Kamu mencintai aku kan mas? " Tanya Indah dengan kepastian.


" Kamu mau mendengar kata itu lagi? " Tanya Raihan dan Indah menganggukkan kepalanya.


" AKU MENCINTAIMU INDAH WULANDARI PERMANA. " Ucap Raihan diluar jendela mobilnya yang membuat Indah malu dan baper.


" Kamu ini ada-ada aja mas. " Ucap Indah


" Kamu sendiri yang minta aku untuk mengucapkan lagi... jadi biar tahu orang diluar sana kalau aku mencintaimu Ndah. " Ucap Raihan.


" Oh ya mas... grandma gimana? " Tanya Indah.


" Tenang aja grandma sudah aku suruh tidur... jadi nggak usah khawatir. " Jawab Raihan.


*****


Semakin terlelap mereka tertidur, tidak terdengar alarm jam berbunyi dan saat waktu menunjukkan pukul 07.30...


" Jam berapa nih? Astaga udah jam segini... mas... mas bangun kita telat kuliah mas. " Ucap Indah membuat Raihan terbangun.


" Astaga kita lelap kali tidurnya. Udah jam segini... hari ini ada kuliah pagi pula. " Ucap Raihan.


" Yaudah aku mandi duluan. " Ucap Indah.


" Nggak usah. Sama-sama kita mandi. " Ucap Raihan membuat mata Indah terbelalak.


Raihan langsung membuka pintu kamar mandi...


" Mandi lah mas... tapi... " Jawab Indah dipotong Raihan.


" Nggak ada waktu lagi main-main Ndah... lagian kita suami-istri... nggak masalah kalau kita mandi bareng. " Ucap Raihan membuat Indah terdiam.


" Lama kali kamu Ndah. " Kesal Raihan langsung menarik tangan istrinya itu masuk ke kamar mandi.


Saat dikamar mandi, Raihan langsung menghidupkan airnya dan langsung mandi. Sedangkan Indah hanya melihat suaminya itu sedang mandi dengan ketampanan yang dipancarkannya.


" Kamu kenapa lihat aku seperti itu? " Tanya Raihan penasaran.


" Nggak apa-apa. " Jawab Indah malu-malu.


Raihan dengan ide jahilnya, dia mengambil air lalu menyiram nya ke Indah membuat dia basah dengan baju handuknya.


" Issh mas... basah baju handuk ku. " Kesal Indah.


" Kamunya sih... nggak mandi-mandi makanya aku siram kamu biar cepat selesai mandi kita. " Ucap Raihan.


Indah kesal dengan perilaku suaminya itu yang membuat bibir seksinya manyun. Raihan yang sadar akan hal itu langsung menegang...


" Indah... jangan kamu pancing-pancing aku. " Ucap Raihan membuat Indah sadar.


" Yaudah sana... gantian mandinya lagi. " Ucap Indah sambil menutup kain tirai kamar mandi.

__ADS_1


Raihan yang sudah menegang itu sama sekali tidak keluar dari kamar mandi dia nunggu Indah dibalik tirai itu. Tak lama kemudian...


" Mas... tolong ambilkan shampoo aku disana. " Ucap Indah membuat Raihan langsung mengambilnya.


Raihan langsung mengasihnya dengan tatapan tak bisa diartikan. Saat Indah menerima shampoo itu, dia menutup badanya dengan tirai seperti orang mandi di WC kampung-kampung yang ditutupi pintunya dengan tirai. Setelah menerimanya, dia langsung tutup kembali tirai itu yang membuat...


" Indah... Indah... masa kamu malu sama suami kamu ini? Dan akupun sudah melihat bentuk tubuh kamu dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dasar kayak anak bocah. " Ucap Raihan membuat wajah Indah nongol seperti hantu dibalik tirai.


" Biar aku bocah... dari pada mas... mesum dulu pikiran nya wkwkwk. " Ledek Indah.


" Astaga... Indah... bikin jantung aku copot aja. " Ucap Raihan dengan terkejutnya.


Setelah selesai mereka mandi, Raihan dan Indah langsung bergegas memakai kostum andalan mereka sebagai mahasiswa. Namun, saat Indah merias wajahnya menjadi cupu...


" Indah ayo... nanti telat kita. " Ucap Raihan menuju kebawah sambil memegang pergelangan tangan Indah.


" Tapi aku belum siap dandan mas. " Ucap Indah.


" Yaudah di mobil aja lanjut dandan. " Ucap Raihan langsung kebawah dengan Indah.


Sesampainya mereka dibawah...


" Kalian nggak sarapan dulu? " Tanya grandma.


" Nggak grandma. Kami buru-buru. " Ucap Raihan.


" Yaudah biar grandma siapkan bekal sarapan kalian... nanti kalian bisa sarapan dimobil. " Ucap grandma.


" Mas duluan aja ke mobil... nanti aku nyusul. " Ucap Indah membuat Raihan pergi untuk keluarkan mobil dari bagasi.


Setelah grandma siapkan bekal, Indah langsung keluar dan naik mobil yang sudah ditunggu oleh suaminya.


Sepanjang jalan, Indah berdandan sebagai sicupu yang membuat Raihan...


" Apakah kamu nggak bosan dengan penampilan kamu cupu gini? " Tanya Raihan.


" Aku nggak pernah bosan mas... ini kebiasaan aku apabila dikampus. Kalau diluar kampus penampilan aku berbeda membuat mas Raihan terpukau denganku. " Goda Indah.


" Bisa-bisanya ya... pagi-pagi kamu godai aku. " Ucap Raihan.


" Biarin aja... emangnya salah kalau aku godai suami aku sendiri? " Ucap Indah dengan centilnya


Setelah selesai dandan, Indah langsung membuka isi bekal yang telah disiapkan grandma.


" Apaan tu Ndah? " Tanya Raihan yang lagi fokus nyetir.


" Ini roti bakar sama susu hangat. Makanan kesukaan kamu mas. " Jawab Indah


" Mau dong... suapin. " Manja Raihan membuat Indah langsung menyuapkannya ke Raihan.


" Kamu nggak makan juga? " Tanya Raihan.

__ADS_1


" Iya mas... nih aku makan. " Jawab Indah langsung makan.


__ADS_2