Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 107 " Rencana Wulan. "


__ADS_3

Sedangkan Raihan and geng, mereka langsung pergi ke kamar masing-masing untuk bersih-bersih. Setelah shalat magrib, para cewek-cewek langsung menyiapkan makan malam dan para lelaki menyiapkan api unggun ditepi pantai.


Mereka berkumpul disana dengan pasangan masing-masing sambil menikmati api unggun dan moment kemesraan. berbeda dengan Cici yang jadi nyamuk melihat kemesraan mereka...


“ Makanya cari pacar Ci wkwk. “ Ledek Intan.


“ Iya tu Ci... jaman sekarang nggak penting kriteria yang penting dia sayang sama kita. Kayak aku sama Raihan. “ Ledek Wulan dengan manjanya dengan Raihan.


Mereka bercanda tawa, nyanyi bersama dan tak lupa mengabadikan moment-moment ini menggunakan kamera Wulan. Disaat foto bersama, Wulan dengan beraninya mencium bibir Raihan membuat semuanya terkejut dan…


“ Kamu apa-apaan Wulan? “ Emosi Raihan.


“ Kenapa? Ada yang salah? Toh aku nyium pacar aku sendiri. “ Ucap Wulan membuat Raihan kesal.


Raihan ingin sekali pergi dari sana melihat Wulan yang kelewatan manjanya namun dia tahan karena takut curiga sama teman-temannya. Andri yang melihat sikap Wulan diapun mencoba menahan. Sungguh Wulan membuat dua pria risih dengan sikapnya itu.


Keesokan harinya bertepatan dengan akhir tahun, Raihan and gengs sudah siap untuk memancing di kapal pesiar milik keluarga Permana…


“ Wahh ini benar punya kamu Han? Bagus sekali. “ Kagum Fauzi.


“ Isshh kalian ini jangan norak gitu. Yuk masuk. “ Ajakan Raihan.


Semenjak kejadian kemarin, Raihan tidak mengacuhkan Wulan. Dia benar-benar marah besar dnegan sikap Wulan yang berani seperti itu.


Wulan yang merasakannya diapun mempunyai ide jahat agar Raihan terpikat olehnya dan tujuannya tercapai untuk menghancurkan keluarga Permana.


Disaat mereka asyik memancing…


“ Ges… aku ke belakang bentar ya. “ Ucap Wulan meninggalkan mereka.


Setelah tiba dibelakang, dia menelfon seseorang untuk melancarkan rencananya malam ini. Tak lama kemudian…


“ Kamu lagi nelfon sama siapa? Serius amat. “ Tanya Dita penasaran membuat Wulan terkejut.


“ Bukan apa-apa… kenapa kamu kemari? “ Tanya Wulan balik.


“ Itu bahan-bahan bakarnya dimana kamu letakkan? “ Tanya Dita lagi.


“ Itu ada di dapur. Yuk kita siapkan bahan-bahannya. “ Ajakan Wulan.


Disisi lain, Indah yang sedang duduk-duduk di halaman rumah, diapun terkejut kedatangan sepasang orang yang dia kenal yang membuat dia…


“ Halo mommy. “ Sapa Indah sambal mencium tangan keduanya dan memeluk Mommy Dewi.


“ Kamu gimana kabarnya? “ Tanya mommy Dewi.


“ Alhamdulillah aku baik mom. Mommy sama Papi gimana kabarnya? “ Tanya Indah balik.


“ Alhamdulillah kami sehat. “ Ucap mommy Dewi dan Indah pun mempersilahkan mereka masuk.

__ADS_1


Sampainya didalam, Fitri langsung memeluk sahabatnya sekaligus besannya. Begitupun Afdal yang langsung memeluk Irhas yang sudah tak lama bertemu.


“ Oh ya Raihan mana Ndah? “ Tanya Mommy Dewi.


“ Mas Raihan pergi liburan ke pulau sama teman-temannya mom. “ Jawab Indah.


“ Raihan ini benar-benar… nggak peduli sama istrinya malah dia pergi ke pulau sama teman-temannya. “ Kesal Mommy Dewi.


“ Jangan marah sama mas Raihan mom… Dia sebenarnya tak ingin ikut tapi, dia terpaksa karena teman-temannya yang maksa. Ntar kalau nggak di iyain nanti mereka curiga. " Ucap Indah membuat mommy Dewi paham.


Mereka mengobrol satu sama lain. Namun tiba-tiba Indah mual-mual yang membuat seisi rumah itu panik.


“ Kamu kenapa Ndah? “ Tanya mommy Dewi penasaran.


“ Nggak tahu mom. Belakangan ini aku sering merasa pusing dan mual-mual. “ Jawab Indah.


“ Apa jangan-jangan kamu hamil. Apa kalian sudah melakukan... “ Ucap mommy Dewi membuat Indah malu-malu.


“ Sudah sih mom… tapi nggak mungkin aku hamil. Lagian mommy tahu sendiri kondisi aku. “ Ucap Indah yang sudah pesimis.


“ Dicoba aja dulu Ndah… siapa tahu rezeki kalian kali ini. “ Ucap ibu Fitri.


Disisi lain Raihan, Falih dan Fauzi yang sedang menunggu umpan dimakan ikan, tiba-tiba pancingan Fauzi bergerak membuat dia langsung menarik pancingan itu. Dan benar Fauzi berhasil mendapatkan ikan yang besar membuat Raihan dan Falih tak mau diam.


“ Kamu hebat sayang. “ Ucap Intan sambil memberikan minuman kepada Fauzi.


“ Aku udah ada satu nih… kalian mana? Dari tadi belum dapat juga wkwk. “ Ledek Fauzi tak lama kemudian pancingan Falih bergerak.


“ Kamu jangan menyerah sayang… kamu harus buktikan kalau kamu akan dapat ikan yang sangat besar. “ Support Wulan sambal memberikan minum.


Apa yang dikatakan Wulan betul. Raihan mendapatkan ikan tuna yang besar dan mengalahkan teman-temannya.


“ Gimana? Ikan siapa yang paling besar? Wkwk. “ Ledek Raihan membuat Falih dan Fauzi diam.


Setelah memancing, mereka memainkan game ludo online dengan cerianya. Siapa yang kalah dia mendapatkan hukuman. Saking asyiknya mereka bermain, tiba-tiba Cici menikung Dita yang membuat dia masuk kandang...


“ Isshh kamu ini Ci.. nggak boleh tikung-tikung itu. “ Kesal Dita.


“ Sorry kepencet Dit wkwk. “ Ucap Cici membuat Dita pasrah dan melanjutkan permainan.


Tak terasa matahari mulai terbenam dan suasana berubah menjadi sunset yang membuat mereka menikmati keindahan sunset di atas kapal


" Sayang... indah sekali sunset nya ya? " Ucap Wulan menikmati sunset.


" Iya sayang... indah sekali. " Ucap Raihan.


Dalam diam, dia berfikir gimana keadaan istrinya itu. Apakah dia menikmati sunset juga atau tidak?


Disisi lain...

__ADS_1


" Bagus sekali sunset nya... Apakah kamu menikmati sunset juga mas? Pasti kamu menikmati bersama Wulan... Aku harap kamu tidak menghianati aku ya mas. " Ucap Indah menikmati sunset di balkon jendela sambil meminum secangkir sirup.


Sunset telah berganti menjadi malam, Ikan dari hasil pancingan mereka tadi yang sudah dibersihkan, langsung diletakkan diatas pemanggang yang sudah disiapkan.


Mereka menikmati suasana malam itu. Tapi tidak dengan Wulan. Dia langsung mempersiapkan rencana yang dia buat tadi bersama orang suruhan tadi.


Andri yang sedang makan di cafe villa itu, dia melihat seseorang yang dia kenal sedang duduk disana sambal menelfon seseorang.


Andri yang penasaran…


(“ Baik buk… saya akan segera ke TKP. “ Ucap orang itu mengakhiri obrolan mereka.


” Dari siapa? “ Ucap Andri membuat orang itu terkejut.


“ Eh bos besar. Tumben bos disini. “ Tanya Toni merupakan anak buah Andri yang selalu menyerang Raihan dan Indah.


“ Kamu lagi ngapain disini? “ Tanya Andri balik.


“ Ada tugas dari luar bos besar. “ Jawab Toni.


“ Dari siapa? Pasti Wulan kan? “ Tebak Andri melihat layar handphone bertuliskan “nyonya bos besar” membuat Toni terkejut.


“ I-iya bos. Dari buk Wulan. “ Jawab Toni.


Flashback


Wulan mengenal Toni disaat dia berada dirumah Andri. Waktu itu, Toni datang sambil membawa berita kalau Raihan akan pergi liburan bersama teman-temannya tanpa membawa Indah.


“ Kamu bicara sama siapa? “ Tanya Wulan penasaran.


“ Itu orang suruhan aku. Dia memberi info tentang orang yang telah membuat adikku menderita. “ Jawab Andri bohong.


Wulan pun tersentak dengan rencana yang selama ini. Dan diapun langsung meminta nomor handphone Toni kepada Andri.


“ Untuk apa? “ tanya Andri penasaran.


“ Nggak ada… untuk jaga-jaga seandainya ada orang yang ingin mencelakai aku, aku bisa hubungi Toni. Takutnya kalau aku hubungi kamu, kamu sibuk. “ Ucap Wulan bohong dan Andri pun memberikan nomor handphonenya.


*****


“ Apa yang kalian rencanakan? “ tanya Andri membuat Toni pasrah dan membocorkan rencana busuk Wulan.


Setelah mendengar, Andri pun terkejut dan merasa dikhianati sama Wulan. Diapun tidak tinggal diam dan diapun memerintahkan Toni untuk melakukan sesuatu.


Meskipun Wulan tidak sungguh akan melakukan hal itu, tetapi Andri yang mendengarnya merasa cemburu. Dia sengaja memberikan sebuah kamera poket untuk merekam semua aktivitas Wulan terutama disaat rencananya berjalan. Gunanya adalah untuk jaga-jaga seandainya Wulan meninggalkannya dia bisa gunakan itu sebagai senjata.


 


Hai para readers setia cupu, cerewet and love... Yuk dukung author dengan like, comment and vote novel ini !!!!

__ADS_1


Rate, like comment and vote kalian sungguh berharga 😊😊🙏🏻


__ADS_2