Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 56 " Keharmonisan. "


__ADS_3

Dua insan yang tertidur pulas akhirnya terbangun juga dari alam mimpinya. Indah dan Raihan langsung bergegas untuk makan malam karena waktu makan malam sudah tiba.


Di dapur, mommy Dewi dan para pembantu sibuk menyiapkan makan malam untuk anggota keluarga terutama untuk putra dan menantu kesayangannya.


Indah dan Raihan segera turun kebawah untuk menemui kedua orangtua mereka. Saat mereka tiba dibawah, mereka hanya menemukan papi Irhas yang sibuk memainkan handphone...


" Serius banget baca artikel nya pi. " Ucap Raihan membuat papi Irhas terkejut.


" Syukurlah akhirnya kalian selamat. Kalian tidak kenapa-napa kan? " Tanya papi Irhas penasaran.


" Kami tidak kenapa-napa pi. Oh ya mommy mana pi? " Tanya Raihan.


" Mommy ada didapur lagi nyiapin makan malam. " Jawab papi Irhas.


Raihan dan Indah segera menghampiri mommy ke dapur. Mommy Dewi yang asyik menyiapkan makan malam, tidak ngerasa kalau putra dan menantunya dibelakangnya. Dan mereka langsung...


" Mommy... Kami rindu... " Ucap Indah dan Raihan sambil memeluk mommy Dewi.


" Astaga... kalian benar-benar ya? Jantung mommy hampir copot rasanya tau? " Kesal mommy Dewi walaupun dia senang sekali melihat putra dan menantunya kembali dengan selamat.


" Hehehe maaf mom. " Ucap Indah.


" Iya nggak apa-apa. Kalian bagaimana bisa berada dihutan? Dan bagaimana keadaan kalian? " Tanya Mommy Dewi cemas.


" Kami nggak apa-apa mom. " Jawab Indah.


" Serius? " Tanya Mommy Dewi lagi.


" Serius mom.. mommy bisa lihat sendiri kami tidak kenapa-napa. " Ucap Raihan.


" Syukurlah kalau begitu. Oh ya kalian langsung aja ke meja makan ya? bentar lagi makanan nya udah siap. " Ucap Mommy Dewi.


" Baik mom... tapi ada yang bisa kami bantu nggak mom? " Tanya Indah.


" Nggak usah lagian kalian masih capek kan? " Jawab mommy Dewi.


" Kami nggak capek kok. Betul kan mas? " Ucap Indah sambil mengkode suaminya.


" Iya mom... kami nggak capek kok. Yang ini biar kami aja yang bawa ke meja makan. " Ucap Raihan sambil mengambil sebuah mangkok berisi sayuran.


" Yang ini biar Indah aja yang bawa mom... biar mommy nggak capek. " Ucap Indah sambil mengambil piring yang berisikan ikan yang sudah disajikan.


Mommy Dewi melihat mereka seperti itu merasa bahagia sekali. Terutama pada putranya yang sudah banyak berubah ke lebih baik semenjak menikah dengan Indah.


Setelah semuanya siap, mereka pun langsung menyantap makanan yang ada dimeja dengan lahapnya. Terutama Raihan yang makannya seperti anak kecil makan. Indah yang melihat suaminya penuh celemotan, diapun langsung...


" Mas kamu makan jangan seperti anak kecil dong... lihat bibir kamu celemotan. " Ucap Indah sambil membersihkan nya.


Raihan merasa baper melihat kepedulian Indah terhadapnya. Detak jantungnya seketika berdetak kencang melihat wajah Indah yang cantiknya alami.


Mommy Dewi dan papi Irhas merasa bahagia melihat anak semata wayangnya bermesraan bersama istrinya. Dan mommy Dewi pun...

__ADS_1


" Waahh mommy terharu melihat kalian yang mesra seperti ini. " Ucap Mommy Dewi membuat Indah merasa malu dan dia dengan segera membersihkan ccelemotan itu.


" Kenapa cepat betul? Ini masih ada celemotan tau? " Kesal Raihan yang tiba-tiba Indah berubah.


" Maaf mas... tapi aku malu. " Ucap Indah.


" Kenapa harus malu Ndah? Kalian kan suami istri. Jadi bermesraan didepan orang tua tidak masalah. " Ucap mommy Dewi.


" Betul tu Ndah... kamu ini pemalu sekali. " Kesal Raihan.


Akhirnya mereka lanjut makan dengan dalam keadaan hening. Setelah makan malam, papi Irhas pun membuka pembicaraan...


" Oh ya Han... Papi mau tanya. Kenapa kalian bisa nyasar sampai ke hutan? " Tanya Papi Irhaa penasaran.


" Jadi gini ceritanya pi..... " Ucap Raihan menjelaskan kejadian yang menimpa dirinya dan Indah.


Mendengar penjelasan dari Raihan, membuat papi Irhas dan Mommy Dewi terkejut...


" Apa? Ada orang yang bertopeng yang menyerang kalian? " Tanya Papi Irhas.


" Iya pi. Yang lebih anehnya, mereka tahu kalau Indah adalah istriku pi. " Jawab Raihan.


" Siapa yang sudah berani menyerang kalian? " Tanya papi Irhas sambil befikir.


" Menurut aku mungkin saingan bisnis permana corp. Karena dia bisa aja cari tahu tentang kita kan pi? " Ucap Raihan.


" Betul juga... tapi siapa? Saingan bisnis permana corp ada tiga perusahaan. " Ucap papi Irhas.


Indah semakin terharu melihat kebijakan suaminya itu. Dia sama sekali tidak mau mencampurkan orang tua dalam masalah sebesar ini. Biarlah masalah ini mereka yang hadapi.


" Oh ya Han... selama di hutan kalian ngapain aja? Apakah kalian sudah... " Kepo Mommy Dewi.


" Sudah mom. " Jawab Raihan membuat Indah terkejut.


" Apa serius? " Tanya Mommy Dewi lagi.


" Iya mom... betul kan Ndah? " Tanya Raihan sambil memberi sebuah kode.


" I-iya mom. "Ucap Indah terbata-bata.


" Syukurlah akhirnya kalian melakukan kewajiban kalian sebagai suami istri. Walaupun didalam hutan wkwkwk. " Ucap Mommy Dewi.


Raihan sengaja memberi jawaban itu agar mommy Dewi tidak bertanya-tanya lagi soal hubungan mereka. Dan agar, mommy Dewi dan Papi Irhas tidak curiga permasalahan rumah tangga yang mereka hadapi.


Karena tidak mau mommy Dewi kepo lagi, akhirnya Raihan dan Indah memutuskan untuk kembali kekamar agar besok mereka fresh untuk kuliah.


Sesampai dikamar, Indah langsung...


" Mas... Kenapa mas jawab seperti itu tadi? " Tanya Indah.


" Maksud kamu apa? " Tanya Raihan balik.

__ADS_1


" Itu... masalah kita sudah melakukan... " Ucap Indah.


" Oooo. Aku sengaja ngomong seperti itu agar, mommy tidak kepo dan curiga terhadap masalah rumah tangga kita. " Jawab Raihan.


" Lagian aku berhak atas kamu. Jadi kapan aku mau... kamu harus siap melayani aku. " Ucap Raihan dengan tatapan menggoda.


" Isshh kamu mas... Bikin aku kesal aja. Kita sudah berkomitmen mas... " Ucap Indah.


" Iya mas tahu... Tapi kalau mas khilaf gimana? Mau nggak mau kamu harus layani. " Ucap Raihan membuat Indah kesal dan langsung tidur.


Indah tidak bisa tidur akibat ucapan suaminya tadi. Dia mulai berfikir kemana-mana. Indah saat ini sebenarnya belum siap untuk hubungan itu. Karena malam semakin larut, akhirnya Indah tertidur.


Saat Indah tertidur, tiba-tiba Raihan memanggil dirinya dengan suara yang menggoda...


" Indah... kamu istriku... layani aku sekarang. " Ucap Raihan.


Indah yang kaget dia langsung berteriak yang membuat Raihan yang sedang tidur terbangun akibat teriakannya.


" Kamu kenapa sih Ndah? Malam-malam gini kamu berteriak? Sakit telinga aku dengarnya. " Kesal Raihan.


" Syukurlah... ini cuman mimpi. " Ucap Indah.


" Emangnya kamu mimpi apa? " Tanya Raihan penasaran.


" Bukan mimpi apa-apa kok. " Malu Indah.


" Jujur... pasti kamu mimpi kita lagi... " Ucap Raihan membuat Indah seperti kepiting goreng.


" Isshh apaan sih mas... Yaudah tidur lagi besok kamu ada quis kan sama pak Deni? " Ucap Indah.


Malam hari, Raihan berada di taman sendirian. Dan tak lama kemudian, datanglah sok-sok pria yang tidak dia kenal menggunakan baju serba putih.


" Kamu siapa? " Tanya Raihan.


" Aku Ilham... Sahabat kamu... " Ucap orang itu.


" Apa? Nggak mungkin kamu kan sudah meninggal? " Tanya Raihan lagi.


" Aku kesini hanya untuk mengingatkan kamu Han... Kamu harus tepati jani kamu untuk menjaga adikku. " Ucap Ilham


" Aku tidak akan lupa dengan janji itu Ham... Tapi adik kamu siapa Ham? " Tanya Raihan bingung.


" Adik aku itu cantik sekali. Dan dia sudah bertemu dengan kamu Han. " Ucap Ilham.


" Siapa Ham? " Tanya Raihan.


" Dia orang yang tulus mencintai kamu Han. " Jawab Ilham.


" Kamu harus tepati janji kamu Han... atau nggak kamu akan menyesal dikemudian hari. " Ucap Ilham langsung meninggalkan Raihan dalam kebingungan.


" Ilham... Ilham... kamu dimana Ham... kamu belum jawab pertanyaan ku... Ham... " Teriak Raihan membuat Indah terbangun.

__ADS_1


__ADS_2