
Hari ini Indah dan Raihan sudah siap untuk bertempur di kampus. Mereka berangkat pagi sekali karena takut macet dan terlambat saat ujian.
Sampainya di kampus, seperti biasa Indah dengan tampilan cupunya diapun langsung memasuki kelas.
" Indah sini. " Ucap Monic yang sudah mempersiapkan kursi disampingnya dan Indah pun duduk disana.
Waktu menunjukkan pukul 08.00 saatnya waktu ujian dimulai, semua mahasiswa mengeluarkan alat perkakas nya dan semua handphone dan tas dikumpulkan di depan.
Semua mahasiswa fokus terhadap ujian tersebut termasuk Indah dan teman-temannya. Mereka fokus sekali menjawab soal-soal itu. Hal itu sama dengan Raihan. Dia menjawab soal-soal itu dengan sungguh-sungguh.
Begitu pun dengan Wulan. Biasanya dia mengharapkan jawaban orang, kali ini dia serius sekali membuat sahabatnya heran melihatnya.
Saat waktu di kampung, Wulan dan Andri bukan pergi jalan-jalan melainkan belajar tambahan karena Andri tahu kelemahan Wulan. Makanya dia mengajak Wulan untuk pergi healing agar tidak stres.
Sebagai seorang dosen, mereka harus membimbing mahasiswa nya agar tidak mendapatkan nilai rendah lagi. Hal itu yang dilakukan Andri terhadap Wulan. Meskipun dia pacar Wulan, dia tidak mau memberikan nilai kasihan samanya. Makanya dia membimbing Wulan agar lulus di semester ini.
" Waktu ujian udah selesai. " Ucap pengawas ujian itu sambil mengumpulkan lembaran jawaban ujian.
" Alhamdulillah... ujian hari pertama ini berjalan lancar ya? " Ucap Monic saat keluar dari ruangan ujian.
" Alhamdulillah... mudah-mudahan ujian kedepannya lancar ya... Amin. " Ucap Indah lalu diaminkan semua teman-temannya.
****
Hari berganti hari, tibalah dimana hari terakhir pertempuran semua mahasiswa kampus itu. Raihan dan Indah sedang dalam perjalanan, tiba-tiba...
" Kenapa kamu berhenti mas? " Tanya Indah namun tak dijawab oleh Raihan dan diapun langsung keluar.
" Astaga... ban mobil pake kempes segala lagi. " Kesal Raihan.
" Terus gimana dong mas? " Tanya Indah sudah berada diluar mobil.
" Jam segini masih belum ada buka bengkel lagi. " Ucap Raihan.
Tiba-tiba...
" Ada tuan Permana sama Nyonya Permana tuh. " Ucap orang suruhan Andri yang kebetulan lewat sana.
" Ayo kita hajar bos. " Ucap salah seorang anggota geng itu membuat mereka mengepung Raihan dan Indah.
" Ya Tuhan... kalian lagi. Apa kalian nggak bosan ganggu kami. " Tanya Raihan melihat orang suruhan Andri telah mengepung mereka.
" Sampai kapanpun kami tidak bosan akan mengganggu kalian karena itu adalah tugas kami hahaha. Serang dia. " Ucap orang itu mengarahkan anak buahnya.
Perkelahian itu terjadi. Hari ini Raihan sangat kesal sekali belum masalah mobil beres ditambah lagi orang-orang suruhan Andri menghajarnya.
Indah saat itu lengah, sehingga membuat dia...
" Hahaha kena kau. " Ucap orang itu sambil menahan tangan Indah.
Raihan yang melihatnya...
" Kamu lepaskan istri saya. Kalau sampai dia terluka, habis kalian semua. " Ancam Raihan namun tak dihiraukan oleh orang-orang itu
" Oke kita akan lepaskan istri kamu. Tapi kamu harus menerima ini dan jangan lawan. " Ucap orang itu sambil memukul Raihan.
__ADS_1
" Mas kamu jangan lakukan itu... Lepaskan aku. " Teriak Indah namun tangannya terkunci erat dan susah dilepaskan.
Raihan pun menerima pukulan dari orang-orang itu dan direkam. Setelah Raihan babak belur, orang pun pergi meninggalkan Raihan yang sudah tak berdaya.
" Mas... kenapa kamu lakuin ini semua? " Tanya Indah sambil meneteskan air matanya.
" Aku nggak mau kamu kenapa-napa. Biarlah aku dihajar oleh orang-orang itu dari pada melihat kamu terluka. Aku nggak bisa melihat kamu terluka lagi Ndah. " Ucap Raihan membuat Indah terharu.
" Kamu nggak usah lakuin ini mas... Aku nggak apa-apa terluka sama orang-orang itu. Asalkan kamu nggak kayak begini. Lain kali jangan kayak gini. " Ucap Indah.
" Iya istriku. " Ucap Raihan.
Akhirnya Indah membawa Raihan ke rumah sakit menggunakan taksi untuk diobati karena lebam-lebam nya cukup parah. Sampainya dirumah sakit...
" Gimana kondisi suami saya dok? Tanya Indah cemas.
" Pak Raihan nggak apa-apa cuman lebam-lebam biasa... nggak ada luka yang serius. Tapi pak Raihan harus istirahat total agar pemulihannya cepat. " Ucap dokter itu.
" Syukurlah... baik dokter. Terimakasih. " Ucap Indah dan dokter itu pergi.
" Kamu mau kemana mas? " Tanya Indah melihat Raihan turun dari ranjang.
" Kita ke kampus udah jam berapa sekarang Ndah? " Tanya Raihan.
" Astaga... aku lupa kalau kita ada ujian hari ini. Terus gimana mas? Apa diundur aja ujiannya? Tanya Indah balik.
" Nggak usah diundur... besok kita mau pulang kampung kan? Kalau diundur kapan? Tergantung dosennya... Mending sekarang aja. " Ucap Raihan.
" Terus kondisi kamu... " Ucap Indah dipotong oleh Raihan.
" Aku nggak apa-apa. " Ucap Raihan akhirnya mereka berangkat ke kampus sama sopir rumah.
" Astaga kalian kenapa? " Tanya buk Dara melihat kondisi Raihan yang diperban.
" Saya nggak apa-apa buk... cuman ada kecelakaan kecil aja tadi. " Bohong Raihan.
" Kenapa kalian tetap maksa ke kampus? Ujiannya nanti bisa disusul. " Ucap buk Dara.
" Tadi Indah sudah beri tahu buk... Tapi mas Raihan maksa untuk ujian hari ini. " Ucap Indah.
" Kalau ujian susul kapan buk? Tergantung dosennya juga nanti kan buk? Mending sekarang aja cepat selesai. " Ucap Raihan membuat semua dosen didalam itu geleng-geleng kepala.
" Yaudah kalau kalian mau ujian hari ini. Silahkan duduk disana. " Ucap buk Dara membuat mereka duduk di meja bundar itu.
Saat mereka ujian, mereka sama-sama fokus dalam menjawab soal itu. Saking fokusnya, Indah dan Raihan tidak berbicara satu sama lain layaknya mahasiswa lainnya yang sedang ujian.
Namun, saat ada soal sulit dijawab Indah, diapun langsung memikirkan. Namun pandangannya terhenti melihat ketampanan suaminya itu sedang ujian.
Buk Dara yang sadar akan hal itu...
" Kamu sudah selesai Ndah? " Tanya buk Dara membuat mereka terkejut.
" Belum buk.. " Ucap Indah salah tingkah membuat Raihan heran.
" Indah... Indah dalam ujian ini masih saja kamu lihat ketampanan suami kamu seperti itu. " Ucap buk Dara membuat Indah seperti kepiting goreng.
__ADS_1
Raihan yang mendengarnya hanya bisa tersenyum melihat tingkah laku istrinya itu. Setelah ujian selesai, Raihan dan Indah langsung pulang ke rumah agar Indah istirahat total. Namun ditengah jalan...
" Sayang... kamu kenapa? " Tanya Wulan panik.
" Aku nggak apa-apa kok. Cuman luka dikit aja. " Jawab Raihan bohong.
" Syukurlah kamu nggak kenapa-napa. Tapi sicupu ini kenapa dia masih disini? " Tanya Wulan membuat mereka panik.
" Dia cuman bantu aku aja sayang... nggak usah berlebihan deh. " Ucap Raihan membuat Wulan percaya.
" Baiklah bang... aku pergi dulu ya. " Ucap Indah setelah melihat kode dari Raihan.
Wulan pun membantu Raihan untuk masuk kedalam mobil... sampainya di mobil...
" Kamu kenapa masuk sayang? " Tanya Raihan penasaran.
" Aku mau merawat kamu lah... Lagian dirumah cuman ada grandma aja kan? " Jawab Wulan membuat Raihan panik.
" Sungguh aku nggak apa-apa sayang... takutnya aku merepotkan kamu. " Tolak Raihan secara halus.
" Aku nggak merepotkan kamu kok... Tenang aja sayang. " Ucap Wulan
" Baiklah kalau kamu maksa. " Ucap Raihan.
Raihan bingung sekali sekarang harus berbuat apa agar Wulan tidak pergi pulang bersamanya. Namun, saat Raihan tengah berfikir tiba-tiba...
" Bisa kita bicara? " Tanya Andri mengetok pintu kaca mobil Raihan.
Wulan yang melihatnya sangat kesal sekali. Karena tak mau buat Raihan curiga, akhirnya Wulan turun dan menemuinya.
" Bisa ikut saya ke kantor? Ada sesuatu yang harus saya sampaikan ke kamu. " Ucap Andri.
" Yaudah kamu ikut aja sama pak Andri. Takutnya ada sesuatu hal yang penting. " Ucap Raihan setelah melihat Wulan yang bingung.
Akhirnya Raihan merasa lega setelah Wulan pergi bersama Andri. Raihan bukan pulang ke rumah melainkan ke apartemen karena Indah sudah menunggu disana.
Sampainya di apartemen...
" Kayaknya ada yang lagi kasmaran nih? " Ucap Indah melihat Raihan yang datang senyum-senyum sendiri.
" Maksud kamu apa? " Tanya Raihan penasaran.
" Tu habis ketemu sama pacar haram tadi. " Jawab Indah membuat Raihan ketawa.
" Hahaha... jadi kamu cemburu? " Tanya Raihan ketawa.
" Siapa yang cemburu? " Ucap Indah dengan gengsinya.
" Sayang sini dong duduk. " Ucap Raihan membuat Indah duduk di sofa.
Raihan menjelaskan alasan senyum-senyum sendiri karena melihat kejadian Wulan yang hampir saja ikut dengannya pulang. Untungnya Andri datang tepat waktu akhirnya Wulan pergi bersama Andri.
" Ooo gitu ceritanya. Okelah suamiku. " Ucap Indah manjanya.
Disisi lain, Andri dan Wulan sudah di ruangan...
__ADS_1
" Ini nilai kamu ada kurang batas KKM. Jadi sekarang kamu melakukan remedial soalnya aku beberapa hari kedepan sibuk. " Ucap Andri.
Sebenarnya Andri bisa saja melakukannya besok namun dia melihat Wulan berjalan dengan Raihan tadi membuat dia terbakar api cemburu.