
Hari berganti hari, minggu berganti minggu. Sekarang sudah memasuki minggu terakhir libur semester. Raihan dan Indah habis bertempur tadi malam mereka pun langsung bergegas bersih-bersih untuk melaksanakan shalat subuh berjemaah. Setelah shalat subuh…
“ Gimana permainan aku tadi malam? “ Tanya Raihan dengan gombalnya.
“ Isshh mas ini. “ Ucap Indah malu-malu sambal mencubit perut Raihan yang membuat dia kesakitan.
“ Awww… sakit tahu. Gimana seru kan? “ Tanya Raihan membuat Indah seperti kepiting goring.
Setelah beberapa detik hening…
“ Sayang… yuk lanjut lagi ronde 2 wkwkwk. “ Ajakan Raihan membuat Indah terkejut.
“ Baru semalam mas… Nggak deh ntar kamu telat. “ Tolak Indah.
“ Ayolah sayang… masih ada dua jam lagi. Toh kita lama pula LDR nya nanti. “ Ucap Raihan.
“ Yaelah mas… cuman 3 hari aja. “ Ucap Indah.
Raihan memohon kepada Indah seperti anak kecil menginginkan sesuatu. Melihat tingkah laku suaminya seperti itu, membuat Indah pasrah dan Raihan pun langsung menyerang bibir seksi Indah dan Indah pun digendong ke tempat ranjang dan mereka pun mulai bertempur.
Setelah semuanya selesai, Raihan dan Indah langsung kebawah untuk sarapan…
“ Aura kalian beda ya? Habis hmm… hmm “ Ledek ibu Fitri melhat dua sejoli itu senyum-senyum.
“ Ishhh ibu apaan sih… tuh ada Dzaky. “ Ucap Indah malu-malu dan mereka pun langsung menikmati sarapan dalam keadaan hening.
Selesai sarapan, Indah mengantarkan Raihan ke depan rumah karena dia pergi ke pulau bersama teman-temanya yang sudah disepakati harinya…
" Kamu jaga diri baik-baik ya Ndah. " Ucap Raihan.
" Kamu juga mas. " Ucap Indah.
“ Oh Ya nanti aku titip salam aja sama Indri dan Chicco ya. “ Ucap Raihan.
“ Iya mas… ntar aku sampaikan. “ Ucap Indah.
" Iya sayangku. Yaudah aku langsung pergi ya... Takutnya macet di jalan. " Ucap Raihan sambil mencium kening Raihan.
" Ingat janji kita ya mas. " Ucap Indah.
" Iya sayangku... aku selalu ingat dengan janji kita. " Ucap Raihan dan diapun langsung masuk ke dalam mobil.
Jujur hati Indah tidak tenang melihat kepergian suaminya itu. Setelah Raihan pergi jauh yang tak nampak lagi dengan kasat mata, Indah pun bersiap-siap untuk menghadiri acara pernikahan Indri dan Chicco. Setelah dia berdandan lengkap dengan kacamata besarnya, diapun langsung pergi bersama Monic dan Shakti…
“ Astaga Indah… penampilan kamu kenapa kayak gini? “ Tanya Monic saat Indah masuk kedalam mobil.
“ Kamu tahu sendiri kan? “ Tanya Indah membuat Monic terdiam.
“ Ya aku tahu tapi ini acara wedding Indri loh. Ntar takutnya Indri akan ledekin kamu disana. “ ucap Monic sambal ngebayangin apa yang dia ucapkan.
“ Nggak bakalan… lihat saja nanti. “ Ucap Indah dengan pedenya.
__ADS_1
Sampainya mereka di tempat acara itu, semua undangan memperhatikan Indah si cupu sedang berjalan menuju ke pelaminan. Sampainya di pelaminan, dia memberikan salam kepada Indri dan Chicco begitu pun Shakti dan Monic. Monic merasa heran dengan sikap Indri yang begtu baik sama Indah tidak seperti biasanya.
“ Selamat ya Indri… semoga kalian menjadi keluarga sakinah, mawadah, dan warohmah. “ Ucap Indah sambal cupika dan cupiki.
“ Sama-sama Indah… terimakasih kamu telah hadir. Btw suami kamu mana? “ Tanya Indri penasaran.
“ Dia ada urusan diluar. Dia titip salam aja buat kalian. “ Ucap Indah.
Saat menyalami Chicco, suasana menjadi tegang. Gimana rasanya saat hadir dan menyalami mantan? Itulah yang dirasakan Indah dan Chicco saat ini meskipun diantara mereka sudah tidak ada perasaan sama sekali.
Setelah turun, mereka menghampiri teman-teman SMA dan mereka pun bercengkrama satu sama lain…
“ Oh ya Ndah katanya kamu sudah nikah. Suami kamu mana Ndah? “ Tanya Winne merupakan teman sekelas saat SMA.
“ Suami aku ada urusan makanya dia tidak bisa hadir. “ Jawab Indah.
Disisi lain, Raihan and gengs yang sudah sampai di pulau, mereka pun memutuskan untuk istirahat sejenak. Raihan yang sudah sampai dikamar, diapun langsung menghubungi istrinya karena kangen sekali baru cuman beberapa jam di tinggalkan namun namanya orang bucin... Kebetulan Raihan seorang diri saja dikamar itu lantaran Falih dan Fauzi satu kamar di kamar sebelah.
(“ Halo sayangku. “ Gombal Raihan.
(“ Halo juga sayangku. Sudah sampai ya? “ Tanya Indah.
“ Iya nih baru sampai… kita istirahat bentar dulu. Oh ya kamu dimana sekarang? Kok rame gitu suasananya? “ Tanya Raihan balik.
“ Aku lagi tempat resepsi Indri. “ Jawab Indah membuat Raihan terkejut.
“ Ke tempat resepsi dengan pakaian seperti itu? “ Tanya Raihan.
“ Astaga Indah… kamu itu istri aku. Seharusnya kamu mencerminkan sebagai seorang istri dari Raihan Permana. “ kesal Raihan.
“ Maaf mas… lagian kalau aku dandan sebagai seorang istri Raihan Permana takutnya para kaum adam disini terpesona dengan kecantikan istri kamu ini wkwk. “ Jawab Indah membuat Raihan tertawa.
“ Hahaha yaudah terserah kamu aja. Oh ya aku tutup dulu ya… mau istirahat dulu. “ Ucap Raihan memutuskan video call tersebut.
Setelah dari acara resepsi, Indah, Monic dan Shakti singgah ke rumah lama Indah karena dia rindu sekali sama kakek dan mencari tahu siapa sok-sok Ilham Kurniawan kakaknya apakah betul Ilham yang dimaksud suaminya itu adalah kakaknya atau tidak.
" Assalamualaikum kek. " Sapa mereka.
" Wa'alaikumsalam... eh ternyata kalian. Yuk masuk. " Sapa kakek.
" Tumben kalian kesini ada apa? " Tanya kakek penasaran.
" Kami rindu sama kakek. " Ucap Monic.
Meskipun Monic dan Shakti hanya teman Indah, tetapi kakek memperlakukan mereka seperti cucu sendiri. Hal itu membuat mereka sayang sama kakek.
" Kebetulan kakek mau ke kebun mau panen buah nanas... kalian mau ikut? " Ajakan kakek.
" Aku disini aja kek. Lagian aku mau bersih-bersih rumah. Kasihan kakek bersihin rumah ini sendiri. " Ucap Indah.
" Aku juga disini juga kek... Aku mau siapin makanan buat kita nanti. " Ucap Monic.
__ADS_1
" Aku ikut kakek aja... Udah lama sekali nggak ke kebun. " Ucap Shakti dan mereka pun pergi dengan urusan masing-masing.
" Oh ya kek. Boleh aku masuk ke kamar bang Ilham? " Tanya Indah.
" Masa kamu tanya juga Ndah? Itu kan kamar abang kamu... jadi kamu boleh masuk kapan saja kamu mau. " Ucap kakek.
" Hehehe." Tawa Indah dan kakek pun pergi ke kebun bersama Shakti.
Saat memasuki kamar Ilham, Suasananya berubah menjadi rindu. Indah kangen sekali sama abangnya itu. Meskipun mereka bertemu cuman sebentar saja. Dia melihat tempat tidur, lemari dan meja belajar tidak berubah sedikit pun.
Tatapannya langsung terhenti di sebuah lemari tua. Dia pun langsung membuka lemari itu dan melihat baju abangnya yang terlihat kusam dan berdebu. Disaat dia mau menutup lemari itu, tiba-tiba ada sebuah kotak misterius di rak lemari paling atas. Dan diapun langsung membukanya.
Saat dibuka kotak itu, dia melihat sebuah gelang persahabatan berinisial R I BFF. dan ada beberapa foto. Gelang itu tak asing dia lihat, dia mencoba mengingat kembali akhirnya...
" Apa? Ini gelang sama dengan gelang mas Raihan yang aku temukan di gudang. " Ucap Indah.
Diapun langsung melihat foto-foto itu dan setelah dia samakan dengan foto Raihan masa kecil di handphonenya, membuat dia terkejut karena Ilham yang dimaksud Raihan selama ini adalah abangnya sendiri.
" Astaga... ternyata benar dugaan aku selama ini kalau Ilham yang dimaksud mas Raihan adalah bang Ilham. Ya Tuhan... terimakasih kamu telah memberikan aku petunjuk sehingga permasalahan ini terpecahkan. " Ucap Indah sambil menangis.
“ Kamu kenapa nangis Ndah? “ Tanya monic didepan kamar itu.
“ Nggak apa-apa… cuman aku kangen sama bang Ilham. “ Ucap Indah bohong.
“ Oooo yaudah aku mau nyiapin makanan dulu. “ Ucap Monic sambal membawa bungkusan makanan yang telah dia pesan.
Waktu menunjukkan pukul 13.00 Raihan and gengs yang sudah istirahat, mereka langsung pergi ke pantai untuk bermain disana. Mereka bermain yang ada di pantai seperti banana boat, rolling donut dan jetski.
Namun saat bermain jetski, Mereka bermain dengan pasangan mereka masing-masing tetapi Raihan…
“ Raihan… kenapa kamu nggak ngajak Wulan? “ Tanya Dita.
“ Iya kamu kenapa sih sayang.. “ Bete Wulan.
“ Kirain aku kamu takut naik jetski. Yaudah yuk naik. “ Ucap Raihan pasrah yang sebenarnya dia tidak mau main jetski bersama Wulan.
Asyiknya mereka main jetski ada sepasang mata memperhatikan Wulan dan Raihan. Andri diam-diam mengikuti mereka karena dia merasa gelisah disaat Wulan pergi jalan-jalan sama halnya yang dirasakan Indah.
Setelah makan siang, Indah memutuskan untuk pergi ke makam Ilham sendirian. Dia ingin sekali kasih tahu ke Raihan siapa Ilham yang dia cari selama ini. Namun, waktu yang tak tepat, membuat dia mengurungkan niatnya.
“ Assalamualaikum bang. Gimana kabar abang? Maafkan Indah beberapa waktu belakangan ini jarang sekali kesini. “ Ucap Indah sambal membersihkan rumput-rumput di makam itu.
“ Abang... seandainya abang ada di dunia ini pasti abang merasa senang karena melihat adik abang perempuan satu-satunya bahagia bersama orang yang dia cintai yaitu sahabat abang mas Raihan… Dia itu orangnya penyayang sekali sama aku. Meskipun saat awal kenal dia itu sering membully Indah wkwk. “ Ucap Indah mencurahkan isi hatinya disana seolah-olah dia mau cerita sama abang tercintanya itu.
Saking enaknya dia curhat bersama makam abangnya, tak terasa Indah hari semakin sore membuat dia meninggalkan makam itu.
----------------
Hai para readers setia cupu, cerewet and love... Yuk dukung author dengan like, comment and vote novel ini !!!!
__ADS_1
Rate, like comment and vote kalian sungguh berharga 😊😊🙏🏻