
Dita yang mendengar obrolan disekitar, membuat dia kepo dan langsung bertanya kepada sicupu itu.
" Eh cupu siapa sih pacar lo? " Tanya Dita membuat Indah terkejut.
" Oooh aku tahu jangan-jangan OB dikampus lagi atau sapam diluar. Mahasiswa disini mana mau sama sicupu ini? " Ucap Dita dengan centilnya membuat Monic geram.
" Oh ya? Asalkan kakak tahu ya kalau pacar dari sahabat aku ini adalah seorang konglomerat. " Jawab Monic membuat Dita tertawa terbahak-bahak.
" Apa? Konglomerat? Hahahaha. Dasar wanita halu. " Cemooh Dita membuat Monic tidak bisa mengendalikan dirinya.
Melihat Monic seperti harimau yang sudah siap memangsa musuhnya, membuat Zalfa langsung meleraikannya dengan cara...
" Gengs lima menit lagi kita masuk sama buk Dara. Ayo cepat! " Ucap Zalfa membuat mereka berlari menuju kelas dan disusul oleh Monic dari belakang.
Raihan yang dari tadi sangat penasaran siapa pacar dari istrinya itu. Untuk saat ini, dia tidak bisa untuk berkomunikasi dengan Indah. Karena disampingnya ada Wulan yang sedang bersandar dibahunya.
Setelah beberapa menit kemudian, akhirnya Wulan beranjak dari tempat duduknya karena dia mau pergi nonton bersama sahabatnya itu.
Wulan ingin sekali mengajak pacarnya itu untuk nonton karena film yang akan mereka nonton adalah film romantis. Tetapi Raihan tidak bisa untuk menemani pacarnya itu karena habis dari sini dia ada rapat dengan pengurus bem untuk membentuk ketua sekaligus pengurus bem baru. Dengan sangat terpaksa dia pergi sendiri sedangkan sahabatnya pergi sama gebetan mereka masing-masing.
Saat Raihan tiba diruang rapat, Ternyata rapat dimulai sepuluh menit lagi. Selagi dia menunggu, dia langsung chat istrinya itu. Namun chatnya belum direspon oleh Indah yang membuat Raihan menjadi kesal. Dia menspam beberapa kali yang membuat Indah menjadi resah.
Saat Indah tiba dikelas tadi, dia lupa untuk mematikan nada deringnya. Sehingga bunyi chat masuk terdengar seisi ruangan itu. Bunyi chat masuk itu terus berbunyi sehingga membuat buk Dara geram.
" Bunyi handphone siapa itu? " Tanya buk Dara dengan tatapan yang menakutkan.
" Bunyi handphone Indah buk. Dia lagi chating sama pacarnya. " Jawab Tari yang kebetulan duduk disamping Indah.
__ADS_1
Buk Dara yang mendengar ucapan Tari, membuat dia langsung naik darah. Karena dia sangat benci sekali ada mahasiswanya yang sedang chating dengan pacarnya diwaktu jam ngajarnya.
" Sekarang kamu keluar dari kelas saya! " Ucap buk Dara dengan suara lantang.
" Tapi buk... " Ucap Indah langsung dipotong oleh buk Dara.
" Keluar! " Ucap buk Dara yang membuat Indah nyerah dan keluar.
Indah keluar dari kelas itu. Dan dia duduk ditaman kampus sambil membaca buku yang dia bawa tadi agar tidak ketinggalan materi terlalu banyak. Meskipun dia kena hukuman, tetapi dia tidak pernah menggunakannya untuk bersantai atau cabut dari kampus.
Melihat Indah keluar, membuat Shakti untuk minta izin keluar dengan alasan pergi ke toilet padahal dia izin keluar untuk menemani Indah wanita yang dia cintai itu meskipun wanita itu telah mempunyai pacar.
Dia mencari kesana-kemari namun tak ada wujudnya. Dan akhirnya dia memutuskan untuk kembali ke kelas. Namun, langkahnya terhenti saat melihat sicupu itu membaca buku pelajaran. Dengan segera dia langsung menghampirinya.
" Hai. " Sapa Shakti membuat Indah terkejut.
" Astaga Shakti kamu bikin jantung aku copot ya? " Sebal Indah.
" Aku lagi baca buku. " Jawab Indah sambil membaca buku itu.
" Aku salut sama kamu Ndah. Meskipun kamu dihukum, tapi kamu tidak pernah meluangkan waktu kamu untuk bersenang-senang seperti yang lainnya. Justru kamu belajar mandiri disini. " Kata Shakti membuat Indah tersentuh.
Tanpa mereka sadari, ada sepasang mata yang melihat mereka dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Rasanya dia ingin melabrak pebinor itu. Tetapi tidak bisa karena komitmen yang telah mereka buat.
Shakti terus menyemangati Indah yang membuat hati Indah berbunga-bunga. Indah langsung sadar akan statusnya sekarang yang telah menjadi istri orang. Tidak baik memiliki rasa terhadap orang lain.
Indah langsung meninggalkan Shakti tanpa sebab yang membuat Shakti penasaran. Saat dia berjalan, tiba-tiba ada seseorang yang menarik tangannya ke sebuah ruangan kosong.
__ADS_1
Indah langsung terkejut saat melihat cowok yang menarik tangannya adalah suaminya. Tatapan Raihan sangat berbeda dengan biasanya. Indah mau bertanya kenapa suaminya seperti itu, tapi saat dia mau bertanya, Raihan langsung bertanya kepada Indah.
" Siapa pacar kamu? " Tanya Raihan membuat Indah terkejut.
" Maksud kamu? " Tanya Indah balik.
" Nggak usah pura-pura tidak tau. Aku mendengar semuanya tadi saat dikantin. Trus chat aku nggak dibalas lagi. " Kesal Raihan membuat Indah tertawa.
" Kenapa kamu ketawa? Aku nggak bercanda ya? Ooh jangan-jangan cowok yang ditaman tadi pacar kamu ya? " Tanya Raihan kesal.
" Maksud mas Shakti? " Tanya Indah balik
" Iya siapa lagi? " Kesal Raihan.
" Mas mas. Shakti itu sahabat aku waktu SMA. Kalau nggak percaya tanya saja sama Monic. Dan mas ketahui juga aku nggak pernah ada rasa cinta atau suka selain suamiku sendiri. " Penjelasan Indah membuat Raihan bingung.
" Trus kalau kamu nggak ada rasa cinta atau suka selain aku berarti pacar kamu siapa? " Tanya Raihan meyakinkan dirinya.
" Kamu mau tahu atau tahu banget? " Tanya Indah dengan centilnya membuat Raihan bertambah kesal.
Melihat Raihan seperti itu, Indah langsung mencium bibir tipis Raihan itu yang membuat jantung Raihan seakan mau copot. Saat Indah melepaskan ciuman itu, membuat Raihan diam seribu bahasa.
" Pacar aku adalah dia yang sedang berdiri dihadapanku sekarang yaitu Raihan Permana. " Kata Indah membuat hati Raihan tersentuh.
Raihan langsung memeluk istrinya itu karena dia tidak bisa berkata apa-apa semakin tersentuhnya oleh kata-kata Indah tadi. Untung saja diluar ruangan itu tidak ada satu oarangpun yang lewat sehingga membuat dua insan yang berada didalam itu terbakar api mesra.
Mereka semakin memanas akan ciuman mereka sehingga secara tidak sadar kancing baju Raihan dan Indah terbuka. Dan mereka hampir melakukan hubungan suami istri didalam ruangan itu.
__ADS_1
Indah langsung menyadari perbuatan suaminya itu dan dia langsung menghentikan permainan suaminya itu.
" Mas jangan sekarang. Ingat komitmen kita. " Ucap Indah membuat Raihan sadar dan mereka langsung merapikan pakaian mereka yang sudah compang camping itu. "