Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 52 " Trauma Raihan.


__ADS_3

Saat orang-orang itu berdiri, Raihan dan Indah langsung lari ke tengah hutan karena panik. Saat mereka berlari, tiba-tiba kaki Indah terbentur membuat kakinya menjadi keseleo.


" Mas... kakiku sakit... nggak bisa digerakin. " Keluh Indah.


Raihan yang melihat istrinya seperti itu, diapun langsung menggendongnya dan bersembunyi disuatu tempat.


" Kayaknya kita aman sini. " Ucap Raihan.


Apa yang dikatakan Raihan itu betul. Saat orang-orang itu mencari keberadaannya, mereka tidak menemukan Indah dan Raihan. Dan mereka langsung mencari ke tempat lain.


Namun, saat Indah dan Raihan berjalan tiba-tiba orang itu datang lagi kehadapan mereka. yang membuat mereka langsung...


" Indah kamu cari tempat yang aman. " Ucap Raihan.


" Nggak mas. Aku mau bantu kamu. " Ucap Indah.


" Indah ayo pergi. " Ucap Raihan lagi.


" Nggak mas... izinkan aku untuk bantu kamu... aku kasihan lihat kamu diserbu oleh orang-orang itu. " Ucap Indah.


" Yaudah. Tapi kamu harus hati-hati. " Ucap Raihan.


Merekapun langsung menyerang Indah dan Raihan. Indah yang memiliki ilmu silat, diapun langsung mengeluarkan jurus-jurus silat yang diajarkan kakeknya.


Namun, mereka menyerbu Indah tidak satu orang saja melainkan tiga orang yang membuat Indah kewalahan. Indah yang memiliki jiwa tangguh, diapun tidak menyerah dan langsung melawan orang-orang itu.


Begitupun Raihan. Dia tidak menyerah sama sekali meskipun wajahnya sudah memar-memar.


" Ayo Raihan Permana... Segitu aja kemampuan kamu hahaha. " Ucap orang memakai topeng itu.


Raihan yang sudah memuncak emosinya, diapun langsung menyerang orang-orang itu dengan sekuat tenaganya. Namun, disaat dia mau menyerang, tiba-tiba...


" Aaaaagggghhh " Teriak Indah.


Indah hampir jatuh ke dasar jurang karena orang-orang itu terus menyerangnya. Untung saja Indah memegang akar pohon yang menjalar di hutan itu. Raihan yang melihat istrinya itu, diapun langsung meraih tangan istrinya itu.


" Mas... tolong. " Ucap Indah.


" Iya.... kamu pegang tangan aku. " Ucap Raihan sambil memegang tangan Indah.


Namun, orang-orang itu justru mendorong Raihan membuat mereka berdua jatuh kedasar jurang. Dan orang-orang itu langsung pergi meninggalkan Raihan dan Indah yang pingsan di dasar jurang.

__ADS_1


Salah satu orang yang menyerang Indah dan Raihan, diapun langsung...


(" Kami sudah membuat mereka celaka bos. " Ucap orang itu.


(" Bagus... nanti sisanya saya transfer. " Ucap orang itu di telefon.


Setelah beberapa menit mereka pingsan, akhirnya Raihan bangun duluan. Dan saat melihat istrinya masih pingsan, diapun...


" Ndah... bangun Ndah... " Ucap Raihan sambil mengangkat kepala Indah ke pahanya.


Tak lama kemudian Indahpun bangun...


" Syukurlah kamu akhirnya bangun juga. Kamu nggak kenapa-napa kan? " Tanya Raihan dengan kecemasan


" Aku nggak kenapa-napa kok mas. " Jawab Indah


" Kayaknya hari mau hujan Ndah... kita cari tempat untuk berteduh yuk. " Ucap Raihan.


Saat mereka mencari tempat, tiba-tiba terdengar suara petir dari langit yang membuat Raihan langsung menutup telinganya. Melihat sikap Raihan seperti itu, membuat Indah menjadi penasaran.


Suara petir terus bergema dilangit yang membuat Raihan mengingat peristiwa pahit itu kembali dimana sahabatnya meninggal akibat kecelakaan. Indah yang ingat dengan ucapan grandma, diapun langsung menenangkan Raihan.


" Mas... kamu tenang mas... ada aku disini. "Ucap Indah sambil memeluk Raihan.


" Indah... aku bukan pembunuh Ndah. hiks hiks hiks. " Histeris Raihan.


" Iya mas... aku percaya kalau kamu bukan pembunuh. " Ucap Indah sambil melepaskan pelukan itu.


" Sekarang kamu rileks dan buang semua pikiran itu dengan cara ambil nafas lalu buang nafas. " Instruksi Indah.


Setalah suara petir itu tidak ada lagi, Raihan langsung mempraktekan apa yang di instruksikan Indah. Dan apa yang dikatakan Indahpun benar. Raihan yang tadinya gelisah, sekarang dia merasa jauh lebih rileks.


" Gimana mas? Udah lebih rileks mas? Tanya Indah penasaran.


" Udah Ndah. Makasih ya... kamu telah menenangkan aku. " Ucap Raihan.


" Kamu nggak usah berterimakasih mas. Ini sudah kewajiban aku sebagai seorang istri untuk menenangkan suami yang sedang gelisah. " Ucap Indah membuat Raihan langsung diam.


Raihan langsung baper mendengar ucapan dari istrinya itu...


" Indah... kamu sungguh baik sekali.... hati kamu terbuat dari apa Ndah? Setelah aku menyakiti hati kamu, kamu masih peduli sama aku. " Gumam Raihan.

__ADS_1


" Mas kamu kenapa menatap aku seperti itu? " Tanya Indah penasaran.


" Siapa yang natap kamu? Jangan geer. Yaudah kita cari tempat untuk berteduh. Bentar lagi hujan mau turun. " Ucap Raihan.


Saat mereka berjalan, tiba-tiba hujanpun turun selebat-lebatnya. Indah dan Raihan langsung berlari ke sebuah gubuk yang ada disana untuk berteduh.


Setelah mereka berteduh di gubuk itu, mereka sama-sama menatap hujan yang turun dari atas langit sambil menghangatkan tangan mereka dengan nafas yang keluar dari mulut.


Sikap Indah seketika berubah seperti orang yang kedinginan. Raihan sebagai seorang suami tidak rela kalau istrinya kedinginan dan diapun langsung...


" Kamu kedinginan kan? Kamu pake jas almet aku ini. " Ucap Raihan sambil melepaskan jas almetnya.


" Makasih mas. " Ucap Indah. dengan tatapan yang penuh arti.


" Kamu nggak usah baper. Aku lakuin ini supaya kamu tidak sakit. Kalau kamu sakit nanti panjang urusannya. " Gengsi Raihan.


" Iya aku tau kok. Kamu lagi ngapain mas? " Tanya Indah.


" Aku mau buat api unggun biar badan kita hangat. " Ucap Raihan sambil mengangkat kayu yang ada digubuk itu.


Disisi lain semua mahasiswa baru telah selesai membersihkan padang rumput itu. Sekarang waktunya mengumumkan pengumuman siapa pemenang dari perlombaan kemarin.


Saat MC mengumumkan siapa pemenangnya, mereka semua langsung deg-degkan...


" Pemenang dari lomba tarik tambang..... adalah.... kelompok.... 4. " Ucap MC itu.


Semua kelompok Shakti langsung bahagia karena kelompoknya menang dalam perlombaan itu. Namun, saat Shakti maju kedepan dia merasa ada yang aneh tapi tidak tahu apa itu.


Tetapi Shakti tidak berfikir apa yang aneh itu karena salah satu dosen langsung memberikan sebuah hadiah kepadanya membuat semua kelompok memberikan tepuk tangan yang meriah.


Setelah Shakti menerima hadiah, MC pun langsung mengumumkan juara perlombaan mengambil koin dalam kelapa. Monic yang kesal sama Shakti, diapun malas mendengarkan pemenangnya.


Namun, saat MC mengumumkan pemenangnya betepa terkejutnya Monic saat mendengarnya. Ternyata yang menang adalah kelompok Monic. Monic merasa bahagia dan diapun langsung menuju ke depan untuk menerima hadiahnya itu.


Shakti yang melihat Monic seperti itu merasa bahagia karena dialah yang memberitahukan kalau Monic lah pemenangnya kepada panitia. Shakti sengaja melakukan hal itu karena dia merasa kasihan kepadanya.


" Kebenaran pasti akan terungkap. Dan keadilan pasti ditegakkan. Makanya kamu jangan suka main curang... " Ucap Monic sambil melangkahkan kaki ke tempatnya.


Shakti hanya diam dan senyum sendiri melihat tingkah Monic seperti itu. Setelah semua perlombaan diumumkan, saatnya untuk membereskan perlengkapan mereka. Karena mereka akan pulang setelah tiga hari kemah bakti.


Mereka semua tidak sadar kalau ada kejanggalan diantara mereka. Monic, Shakti, Zalfa dan Shalda tidak sadar akan kejanggalan itu karena mereka sedang merasa berbahagia akhirnya mereka bisa pulang. Begitupun Wulan yang sibuk bergosip bersama sahabatnya.

__ADS_1


__ADS_2