Cupu, Cerewet And Love

Cupu, Cerewet And Love
BAB 74 " Terlanjur Mencintai Sicupu. "


__ADS_3

Pagi mentari yang menyinari rumah keluarga Permana itu, membuat Indah terbangun dari mimpinya. Dan saat dia membuka matanya, dia melihat boneka beruang besar yang lucu di sampingnya...


" Kamu begitu berubah mas... sejak kamu meresmikan hubungan kita sebagai suami istri. " Ucap Indah dengan senangnya sambil memeluk boneka itu.


Indah langsung bergegas untuk bersih-bersih. Setelah selesai dandan sebagai cupu, diapun langsung turun kebawah untuk bantu para bibi disana. Namun...


" Bi mas Raihan mana ya? " Tanya Indah penasaran.


" Saya nggak tahu non. Dari tadi malam sampai sekarang nggak turun-turun dari kamar. " Ucap Bi Sari membuat Indah cemas.


Indah dan Raihan saat ini pisah kamar karena permintaan dirinya. Karena kecemasan dia terhadap suaminya itu, diapun langsung menuju kekamar.


Perasaan Indah sebagai seorang istri tidak pernah salah. Saat dia membuka pintu kamar itu, dia melihat Raihan menyelimuti dirinya dengan selimut sambil menggigil kedinginan.


" Ya ampun mas... demam kamu tinggi sekali mas. Tidak biasanya seperti ini. " Ucap Indah sambil memeriksa keadaan Raihan.


" Aku nggak tahu Ndah... tiba-tiba aja badanku terasa dingin malam tadi. " Ucap Raihan.


" Kenapa kamu tidak beri tahu aku mas? " Tanya Indah.


" Aku nggak mau merepotkan kamu Ndah. " Ucap Raihan dengan senyum manisnya.


" Kamu nggak usah bicara seperti itu. Aku ini istri kamu. Sudah kewajiban aku untuk mengurusmu. Lain kali jangan seperti ini... Kalau ada apa-apa langsung beritahu aku! " Ucap Indah.


" Iya istriku. " Ucap Raihan membuat Indah baper.


" Yauudah aku ambil kompres dulu... Kamu nggak usah kuliah hari ini. Nanti aku temui dosen yang mengajar kelas mas nanti. " Ucap Indah keluar mengambil air kompres.


Setelah mengambil kompres, diapun langsung membawanya kekamar dengan perasaan rasa bersalah. Karena keinginan dirinya kemarin membuat suaminya sakit seperti itu.


Sampai dikamar...


" Ini semua salahku mas... gara-gara aku minta naik wahana yang menentang adrenalin itu membuat kamu seperti ini. Maafin aku mas. " Ucap Indah.


" Ini bukan salah kamu Ndah... justru ini awalnya salahku yang telah mengikari komitmen kita. Aku ingin memperbaiki kesalahanku agar kamu tidak dingin seperti ini kepadaku. Jujur aku tersiksa melihat sikap kamu dingin seperti ini Ndah. " Ucap Raihan.


" Tersiksa? Maksudnya? " Tanya Indah penasaran.


" Astaga... kenapa aku keceplosan sih? Ntar dia malah baper. Tapi nggak apa-apa juga jadi aku tahu apakah dia mencintai aku atau tidak. " Gumam Raihan


" Bukan apa-apa... lupain aja. " Ucap Raihan.

__ADS_1


Indah yang mendengar ucapan Raihan merasa baper. Namun kebaperan Indah harus disembunyikan agar rencana dia ang gengs berhasil.


" Oooo. " Ucap Indah dingin.


Raihan sangat kesal sekali dengan respon Indah yang tidak sesuai dengan eskpetasinya. Akhirnya...


" Aku udah mendingan. Kamu pergi aja kuliah sana... nanti kamu telat. " Kesal Raihan.


" Kalau kamu nggak apa-apa yaudah... aku pergi dulu. " Ucap Indah dingin membuat Raihan tambah kesal.


" Dasar istri tidak peka... udah tahu suaminya sakit malah ditinggalin. " Cerewet Raihan.


Sebenarnya Indah tidak tega meninggalkan suaminya itu. Lagian hari ini cuman satu mata kuliah tetapi dosennya tidak masuk. Namun, dia mempunyai alasan lain kenapa dia harus kekampus sekarang.


Setelah tiba dikampus naik ojek online, diapun langsung ke ruangan ibuk dara...


" Selamat pagi buk. " Sapa Indah sambil membuka pintu.


" Pagi... ada apa Ndah? " Tanya buk Dara.


" Begini buk... bang Raihan izin tidak bisa masuk hari ini karena dia sakit buk. Jadi saya kesini mau minta materi sekaligus mau tanya apakah hari ini ada tugas untuk kelas bang Raihan... agar dia tidak ketinggalan perkuliahan buk. " Ucap Indah.


" Indah... Indah... kamu memang perhatian sekali sama suami kamu. Ibuk kagum sama kamu. " Ucap buk Dara membuat Indah terkejut.


" Dari bapak Irhas. Bahkan semua dosen disini sudah tahu... Bahkan beberapa dosen termasuk ibuk melihat kalian berdua masuk ke ruangan BEM trus tirai nya ditutup lagi. Lagi ngapain kalian? " Canda buk Dara.


" Ibuk lagi... kami nggak mungkin lakukan hal-hal seperti itu dikampus... kami tahu tempat juga buk. Kemarin kami lupa lepasin cincin pernikahan kami makanya tirai nya kami tutup agar tidak ketahuan sama orang. " Ucap Indah.


" Oooo nggak usah serius kali Ndah... ibuk cuman canda aja. Lagian ibuk lihat Raihan sudah cinta sama kamu Ndah. " Ucap buk Dara.


" Mana mungkin bang Raihan cinta sama aku cupu gini buk. Dia cintanya sama kak Wulan buk. " Ucap Indah


" Dari matanya terlihat jelas Ndah... kalau Raihan sudah mencintai kamu... ibuk sebagai orang psikologi tahu mana orang yang telah jatuh cintai dan tidak jatuh cinta. " Ucap buk Dara membuat Indah terdiam


" Oh ya Ndah... sampai lupa ibuk memberikan materi hari ini dan ada tugas juga untuk kelas Raihan. " Ucap buk Dara lagi.


Setelah buk Dara memberikan materi dan tugas untuk Raihan, Indah langsung keluar dari ruangan itu. Dia duduk disebuah taman kampus sambil memfikirkan perkataan buk Dara tadi.


" Apa iya mas Raihan sudah mencintai aku? Tapi kenapa dia tidak mengungkapkan nya? Jujur aku sendiri sudah terlanjur mencintai kamu mas... Tapi apa yang dikatakan buk Dara tadi betul dari matanya jelas kalau dia mencintai aku... Dia rela menaiki wahana yang berbahaya demi aku. " Gumam Indah.


Disisi lain, Raihan yang kesalnya langsung turun kebawah untuk sarapan...

__ADS_1


" Bi Indah mana? " Tanya Raihan


" Non Indah pergi kekampus den. " Jawab Bi Sari.


" Memang istri pekanya tidak ada. Jadi nggak nafsu makan. " Cerewet Raihan langsung meninggalkan meja makan.


" Den mau kemana? " Tanya Bi Sari.


" Mau jalan-jalan dulu. Suntuk aku dirumah bi. " Jawab Raihan langsung pergi.


Indah yang termenung memfikirkan perkataan buk Dara tadi, membuat dia ingat harus pulang kerumah untuk mengurus Raihan. Dan diapun langsung pulang naik taksi.


Sepanjang jalan, Indah terus memfikirkan hubungan mereka. Tiba-tiba taksi itu berhenti sendiri...


" Kenapa pak? " Tanya Indah.


" Aduh... maaf dek taksinya mogok. Cari taksi yang lain aja dek. " Jawab sopir taksi itu.


" Yaudah nggak apa-apa pak... lagian jaraknya dekat lagi... " Ucap Indah sambil memberikan ongkos.


Setelah turun ditaksi, Indah berjalan kaki sambil bermenung. Dan saat menyeberang jalan, tiba-tiba ada mobil melintas. Raihan yang kebetulan lewat jalan itu melihat istrinya jalan sambil bermenung, diapun langsung menolongnya...


" Indah awas... " Sorak Raihan langsung merangkulnya.


Mereka berdua saling tatapan satu sama lain dan detak jantung merekapun berdetak kencang. Indah melihat mata Raihan yang Indah itu dengan tatapan yang manis seolah-olah mata Raihan mengungkapkan kalau dia jatuh cinta kepadanya.


Namun...


" Makanya kalau jalan jangan bermenung... untung ada aku... coba nggak ada aku pasti kamu sekarang ada di rumah sakit. " Cerewet Raihan.


" Iya mas maaf... oh ya mas kenapa keluar rumah? Mas kan lagi sakit? " Tanya Indah.


" Aku suntuk dirumah Ndah... makanya aku keluar cari udara segar. " Jawab Raihan.


" Oh ya bukanya kamu kuliah hari ini? Kenapa kamu pulang? " Tanya Raihan balik.


" Aku nggak jadi kuliah mas... dosennya nggak masuk dan hari ini dan hari ini cuman satu mata kuliah aja. " Jawab Indah.


" Terus kenapa kamu kekampus? " Tanya Raihan lagi.


" Aku kekampus untuk izinin kamu sama buk Dara sekaligus minta materi agar kamu tidak ketinggalan materi mas. " Jawab Indah membuat Raihan baper.

__ADS_1


" Kamu memang istri idaman Ndah... sampai-sampai perkuliahan aku diperhatikan. Sungguh kamu istri terbaik Ndah... Dan aku tidak menyesal menikah dengan kamu Ndah. "


__ADS_2