
Setelah Raihan mengumumkan kalau dia dan Wulan menjadi kakak pendamping kelompok terakhir, membuat jantung Indah copot seketika. Karena kelompok terakhir adalah kelompoknya.
Istri mana yang tidak resah saat mengetahui kalau suaminya dan pelakor menjadi kakak pendamping kelompoknya. Indah tidak masalah kalau Raihan menjadi kakak pendampingnya. Yang jadi permasalahan sekarang adalah Wulan.
Indah tidak bisa berkutip disana, karena banyak sekali panitia yang duduk didepan. Kalau dia protes membuat semua mahasiswa itu curiga terhadap dirinya dan Raihan. Akhirnya diapun menerima dengan terpaksa.
" Ya tuhan kenapa engkau berikan cobaan ini kepadaku? Jujur aku tidak sanggup melihat suamiku berduaan dengan Wulan saat kemah bakti nanti. " Rintih Indah sambil menghayalkan kemesraan Raihan dan Wulan saat kemah bakti nanti.
Setelah selesai pertemuan, Indah dengan segera langsung keluar auditorium karena dia tidak sanggup melihat suaminya yang sedang bermesraan dengan Wulan. Saat Indah berada di lorong kampus sambil melamun, tiba-tiba Indah dikejutkan dengan suara Monic yang membuat Indah...
" Kamu kenapa lamun Ndah? " Tanya Monic.
" Aku nggak apa-apa. Kenapa kamu kesini Nic? " Tanya Indah penasaran.
" Aku mau nanya benar kamu kemarin pergi. berduaan dengan Shakti? " Tanya Monic balik.
Indah langsung terdiam saat Monic bertanya. Dia tidak tahu harus jawab apa. Kalau dia jawab sebenarnya dia takut Monic akan salah paham kepadanya. Dan akhirnya...
" Betul Nic. Aku sama Shakti pergi berduaan ke perpustakaan Jakarta untuk membeli beberapa buku. Kebetulan mas Raihan nggak bisa antar aku. Kamu tahu sendiri kan? Jadi yaudah aku sama Shakti dan kebetulan Shakti lagi cari buku juga. " Jawab Indah bohong yang membuat Monic paham.
" Oooo gitu ceritanya. " Ucap Monic.
" Ngomong-ngomong kenapa kamu tanya tentang Shakti? Kamu suka ya? " Tanya Indah membuat Monic langsung terkejut.
" I-iya Nic. Aku suka padanya sejak SMA. Tapi kamu tahu sendiri baper aku tingkat dewa kalau melihat Shakti. Makanya aku tahan perasaan ini Ndah. Aku harap kamu ngerti perasaan aku. " Jawab Monic yang sudah berkaca-kaca.
" Iya aku tahu kalau kamu suka sama Shakti. " Ucap Indah membuat Monic terkejut.
" Dari mana kamu tahu? " Tanya Monic.
" Dari ekspresi kamu itu. Aku kan sahabat kamu. Jadi aku tahu kamu suka sama Shakti. " Jawab Indah dengan tawa.
Tak lama kemudian, Indahpun dapat chat dari suaminya bahwasanya dia segera ke parkiran karena waktu semakin sore dan Raihanpun merasa lelah.
Indah dengan segera meninggalkan Monic di lorong kampus dan menuju ke parkiran. Setelah tiba di parkiran Indah melihat kesana kemari, agar tidak ketahuan sama mahasiswa lainnya kalau Indah menaiki mobil Raihan.
" Cepat masuk! " Ucap Raihan kesal.
__ADS_1
" Iya ya mas. " Ucap Indah sambil membuka pintu mobil.
" Kamu tu lelet banget. Udah 10 menit aku nunggu kamu. " Kesal Raihan.
" Iya mas. Aku minta maaf. Aku tadi habis bicara sama Monic. " Kata Indah namun tak dihiraukan oleh Raihan dan langsung menancapkan gasnya.
Diperjalanan, Indah dan Raihan hanya diam. Tak lama kemudian, Indah teringat akan perlengkapan yang harus dibawa besok. Dan dia langsung...
" Mas kita kepasar dulu untuk mencari perlengkapan besok. " Ajak Indah.
" Kenapa harus sama aku? Emangnya kelompok kamu nggak ada yang mau cari apa? " Tanya Raihan.
" Kamu kan suami aku. Dan teman kelompok aku sudah memberi kepercayaan kepadaku untuk membeli perlengkapan mas. " Jawab Indah.
" Aku memang suami kamu. Tapi hanya diatas kertas. Dan aku senior kamu dikampus. Jadi kamu pergi aja sendiri cari perlengkapan itu. " Ucap Raihan yang membuat hati Indah sakit.
" Yaudah mas kalau nggak bisa nggak apa-apa. Aku sama Shakti aja pergi. " Ucap Indah membuat Raihan langsung berhenti mendadak.
" Kenapa harus sama dia? Tidak ada teman kamu yang lain? " Tanya Raihan.
" Nggak ada mas. " Ucap Indah langsung memalingkan wajahnya.
" Jangan geer kamu. Aku temanin kamu cuman gara-gara mommy. Nanti mommy tanya kenapa kamu pergi dengan pria lain? Kenapa nggak sama aku? Bisa-bisa aku kena marah. " Ucap Raihan membuat raut wajah Indah langsung berubah.
" Iya mas. Aku tahu. " Ucap Indah.
Hari semakin sore para pedagang mulai membereskan barang dagangannya. Hal itu membuat Indah kesal karena belum terbeli satupun perlengkapannya.
" Gara-gara mas kan. Pasarnya udah mau tutup. " Kesal Indah.
" Kenapa salah aku? Itu salah kamu karena kamu lelet. " Ucap Raihan.
" Terus gimana mas? " Tanya Indah.
" Yaudah kita ke supermarket aja. " Ajakan Raihan yang membuat Indah menolak.
Indah menolak ajakan Raihan karena uang yang diberi oleh teman-temannya tidak cukup karena harga barang di supermarket jauh lebih mahal dibanding pasar.
__ADS_1
" Uang kamu kan ada? Pake aja itu dulu. " Ucap Raihan.
" Uangku nggak ada mas. " Ucap Indah membuat Raihan naik darah.
" Apa? Nggak ada? Jadi selama ini uang yang aku kasih kamu apakan? Atau kamu pergi foya-foya ya? Dasar kamu tidak pandai berhemat. " Tuduh Raihan.
" Maaf mas. Uang yang kamu kasih terlalu banyak sehingga sebagian aku gunakan untuk pembangunan mesjid di kampung dan memberi makan fakir miskin. Dan sisanya aku tabung untuk keperluan kuliah mas. " Ucap Indah membuat Raihan merasa bersalah.
" Dan mas telah membeli semua pakaian yang bagus untukku. Jadi untuk apa uang sebanyak itu aku simpan? Mending aku gunakan untuk hal kebaikan. " Ucap Indah lagi membuat Raihan salut terhadapnya.
" Maafkan aku Ndah karena telah menuduh mu yang bukan-bukan. Ternyata uang yang aku beri kamu gunakan untuk membangun mesjid dan memberi makan fakir miskin. Aku salut punya istri sebaik kamu Ndah. " Gumam Raihan didalam hati.
" Kamu kenapa mas? " Tanya Indah.
" Nggak. " Jawab Raihan singkat.
Raihan langsung pergi ke supermarket. Setelah tiba di supermarket, Raihan langsung turun dari mobil mewahnya itu. Dan saat dia memasuki supermarket itu, semua karyawan menyapanya yang membuat Indah bingung.
" Selamat datang Pak Raihan dan Buk Indah. " Sapa salah seorang karyawan itu membuat Raihan mengaggukan kepalanya.
" Bapak mau cari apa pak? " Tanya karyawan itu lagi.
" Saya mau cari perlengkapan untuk sekretaris saya. " Jawab Raihan bohong karena disana banyak sekali pengunjung.
Raihan dan Indah langsung mencari beberapa perlengkapan seperti beras, telur, gula, teh dan keperluan lainnya. Indah yang masih bingung dengan kejadian tadi, membuat dia langsung...
" Mas. Kenapa semua karyawan hormat kepada mu? " Tanya Indah dengan penasaran.
" Ini adalah supermarket milik aku sendiri. Dan aku merintisnya sejak awal kuliah dengan uang gajiku di tabungan. " Jawab Raihan membuat Indah terkejut.
Mendengar jawaban dari suaminya itu, membuat Indah bangga dengan suaminya itu, Meskipun dia terlahir dari keluarga konglomerat, dia tetap berusaha sendiri tanpa bantuan tangan orang lain.
Dan Indahpun sudah berkaca-kaca yang membuat Raihan...
" Kamu kenapa Ndah? " Tanya Raihan.
" Nggak mas. Aku bangga punya suami yang pekerja keras seperti kamu. " Jawab Indah membuat Raihan baper.
__ADS_1
Setelah selesai memilih semua perlengkapan, Indah langsung pergi kekasir untuk membayarnya. Meskipun supermarket itu milik suaminya, tetapi Indah tetap membayar kekasir karena hal itu diajarkan oleh keluarga permana.
Setiap anggota keluarga permana yang membeli sesuatu di mall milik keluarga, atau restoran harus membayar agar nantinya mereka tidak bergantungan dengan semua yang dimiliki oleh keluarga permana.