Di Balik Dosa Anindiyah

Di Balik Dosa Anindiyah
BAB 24 . AKHIRNYA JADIAN


__ADS_3

"Mau gak mau kamu harus mau!"


"Idih maksa banget jadi manusia."


"Bodoh amat, yang penting sekarang gue gak jadi jones lagi."


"Terserah." Kini pun aku pasrah.


"Ok. Deal kita pacaran, semoga hubungan kita bisa sampai ke istana satu hari dengan gelar raja Dan ratu."


Serah apa yang di omongin, ya coba ajalah dulu siapa tau memang dia jodoh yang di siapkan tuhan buat gue, gumamnya dalam hati.


"Hye kenapa kamu bengong gitu, pasti lagi mikirin aku ya,"


"Sue nih orang ya, jadi orang gak usah kepedean gak baik buat jantung sama hati tau gak."


"Mulai dah, galaknya keluar kalah guk. Ini mah,"


"Apa Kakak bilang!"


"Nah loh kan, baru juga di omongin."


"Bisa diam gak!" teriakku padanya karena merasa kesal karena sedari tadi di buat hampir meledak ini kepala. Eh udah mirip tabung gas dong ya..


Niko pun langsung terdiam dari tawanya, dan tak berkata apapun lagi setelah mendapat bentakan dari Anin.


"Nah anak pintar, sekarang Naik dan nyalain itu motor." Titahnya pada Niko.


Dan Niko pun menuruti apa yang di katakan Anin, dengan segera Niko menancap gas dan melajukan motor yang saat ini tengah ditumpanginya.


Lama Niko terdiam, sambil memikirkan bagaimana bisa iya menuruti apa yang di ucapkan oleh gadis yang sekarang berada di belakangnya.


Aih, kenapa bisa gue jadi kucing ya? dan nurut sama itu bocah. Niko terdiam bukannya apa-apa yang sedang berpikir bagaimana bisa ia menjadi penurut.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sudah lima jam mereka menempuh perjalanan dan sekarang mereka ingin mengisi perut yang keroncongan karena sekarang sudah jam lima sore. Dan saat ini mereka berdua tengah mencari rumah makan yang menyediakan lalapan makanan favorit mereka berdua selain bakso.


"Nin, kita mampir makan dulu ya?"


"Iya karena aku juga lapar Kak," ujar Anin.


"Eh, kenapa tangan gue melingkar di perut ini orang ya." Tanpa sadar Anin pun melepaskan tangannya dari perut Niko.

__ADS_1


"Kenapa di lepas," tanya Niko kepada Anin.


"Enak tau kalau di peluk kek gini." Ucapnya lagi.


"Yeah.. Itu mah mau kamu."


"Ya gak papa kali,"


"Tau ah."


"Kak, itu di depan ada rumah makan sepertinya menyediakan lalapan soalnya rumahnya terbuat dari bambu." Anin pun memberi tahu Niko, kalau di depan ada rumah makan dan sepertinya cukup rame pengunjung.


"Kita coba berhenti ya." Timpal Niko.


Tak berapa lama mereka sudah di area parkir di mana mereka berada di rumah makan saat ini. dan memang benar kalau rumah makan ini di penuhi pengunjung, dan bisa di pastikan kalau menu yang di sediakan oleh pemilik rumah makan ini terlihat enak-enak.


Kini mereka sudah turun dari motor yang dikendarainya. Dan mereka pun berjalan beriringan namun Anin tiba-tiba berhenti karena merasa tangannya di pegang oleh Niko.


"Kenapa berhenti," tanya Niko pada Anin.


Lantas Anin menaikan tangannya yang di gandeng oleh Niko.


Hehehe.. Bukanya di lepaskan malah ia tertawa, lantaran Niko menurunkannya dan di gandeng lah tangan milik Anin dengan begitu erat.


"Biar romantis dikit napa." Ujar Niko pada Anin, dan seketika Anin memicingkan matanya karena menurutnya Niko terlalu lebay.


"Iya Mas, salah satu dari pelayan itu menghampiri meja di mana mereka duduk kini.


Dan setelah mereka melihat-lihat menu yang berada di meja tersebut, dan mereka menjatuhkan pilihannya dengan memesan lalapan Ayam panggang.


"Mbak, ayam panggang nya dua, sama es jeruk juga dua ya mbak,"


"Baik Mas, tunggu sebentar ya." Ucap pelayan itu sembari berlalu pergi menuju ruangan belakang.


Drtt..drtt.. Suara dari arah tas milik Anin, gawai yang di taruh di dalamnya terus saja bunyi dan bergetar.


"Angkat saja siapa tau ada yang penting," ucap Niko.


Anin pun tak membalas ucapannya dan ia membuka tas untuk melihat siapa yang sedari tadi menelpon nya.


Intan mau apa dia, tumben ini anak dan tak seperti biasanya dia mengganggu di saat gue ada urusan gumam Anin dalam hati.


"Siapa Nin,"

__ADS_1


"Bukan siapa-siapa kok."


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di lain tempat.


Intan pun uring-uringan tak jelas karena merasa di abaikan oleh sahabatnya itu.


"Ampun dah ini anak, di hubungi susah amat. udah gitu terlanjur janji pula sama itu orang, entar kalau orangnya nanya gue mesti jawab apa coba" Sambil memakan semangkok mie, Intan terus ngedumel terus menerus karena semenjak tadi Anin susah untuk di telepon.


Ya sudah lah coba gue kirim pesan saja. celotehnya lagi.


Nah udah kan semoga Anin cepat bacanya, dan semoga saja apa yang gue tawarkan ke dia. Itu anak gak nolak, sambil tersenyum Intan tengah membatin sahabatnya dan sekaligus berdoa supaya Anin cepat membalas pesan yang di kirimannya barusan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sedangkan di rumah makan.


Kini mereka tengah asik menikmati menu yang tadi mereka pesan, serta memakannya dengan hikmat.


"Gimana menurut kamu Nin, enak gak makanan di sini?" tanya Niko pada Anin.


"Juara banget Kak, dan rasanya Top markotop dah." Ujar Anin, karena menurutnya memang menu yang ia makan saat ini tiada tandingan dan rasanya pun sungguh nikmat.


"Ya sudah kapan-kapan kita mampir sini lagi ya buat makan di tempat ini."


"Boleh Kak, kapan-kapan kita singgah lagi kesini."


"Bentar, kalau makan jangan kek anak kecil kenapa? nih lihat," seru nya pada Anin, karena di bibirnya terdapat satu nasi yang menempel.


" orang kagak tau, tiba-tiba tuh nasi main namplok gitu saja."


Jawaban yang di berikan Anin, sontak membuat Niko menggelengkan kepala. Bagai mana tidak, di saat masalah terus saja di hadapinya namun tak sekalipun ia membawa kesedihan yang mendalam untuk dipikirkan. Dan berusaha menghibur diri dengan kata-kata yang menurutnya lucu.


"Ya sudah habiskan jika masih lapar maka pesan lah lagi." Ia menawarkan untuk menambah lagi lah di kira ini perut karung apa! kalau pun di suruh pesan itu pun untuk di bawanya di kos tancap gas dah kalau soal makanan.


Setelah menghabiskan makanannya mereka tak langsung berdiri melainkan duduk sebentar supaya nasinya melorot kalau kata orang tua jaman dulu. Dan Anin pun teringat akan gawai nya, karena Intan tadi sempat menghubunginya beberapa kali.


Ternyata benar Intan mengirim pesan padanya yang berisikan tentang tawaran pekerjaan yang ia berikan kepada Anin,


Dan kalau deal, maka jadilah besok ia akan melakukan pekerjaan itu dengan iming-iming yang lumayan.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


Nikmatilah hidup selama masih bernyawa, susah senang yang penting di nikmati. Pada dasarnya roda kehidupan terus berputar. Manusia bisa menciptakan kunci Dan tentunya pasti ada gemboknya, begitu pula dengan hidup..


Untuk para pembaca thor ucapin makasih ya udah mau sempetin mampir, dan jangan lupa tinggal kan jejak dengan cara like komen dan vote🥰🥰🥰🥰


__ADS_2