
Sungguh Alex merasa di permainkan oleh Ibunya, dan ia tak menyangka karena Ibunya sukses membuat ia seperti orang linglung. Bagaimana bisa coba orang HP, milik Alex koit, dan di waktu Ibunya menelpon ya pastilah suara perempuan yang mengangkat, orang yang menjawab operator. Hadeuh tobat punya Ibu macam Bu Lita, yang ada darah tinggi kali ya.
.
.
.
.
.
"Bu, Hp saya tak bernyawa, walaupun sampai akhir tahun ya tetep yang jawab perempuan, siapa lagi kalau bukan operator."
Ampun- ampun punya Ibu kek dia.
"Lantas kesalahan Ibu dimana, kan Ibu bener kalau yang nerima telepon perempuan."
"Tapi Ibu, gak bilang kalau itu pihak operator kan."
"Ah, kamu nya saja yang lelet tanggapnya, di mana-mana kalau HP koit, yang jawab siapa?"
"Seorang perempuan."
"Nah bener kan Ibu, terus salahnya di mana coba,"
Alex pun seketika mati kutu di buatnya bagaimana bisa ia menjadi sebodoh ini. sungguh di luar dugaan.
Dan Alex bukannya menjawab pertanyaan Ibunya malah dirinya duduk sambil tersenyum, membayangkan gadis berkulit matang sawo pipi chubby serta hidung bangir yang di miliki Anin.
Apa Alex, sedang gagar otak karena jeweran ku tadi ah masa ia segitu parahnya sampai dia seperti ini. Batin Bu Lita, karena melihat anaknya tengah tersenyum sendiri bagai orang gila.
Bu Lita, yang tak tahan melihat Putra sulungnya itu, dan baginya ini adalah kejadian langka di sepanjang hidupnya karana baru kali ini ia melihat Alex tersenyum seperti ABG, yang tengah di mabuk asmara.
__ADS_1
"Apa kamu sakit, sehingga membuat kamu seperti ini," tanya Bu Lita.
"Aish Ibu, ini apaan sih!" lantas Alex menyingkirkan tangan Ibunya dari keningnya dengan di iringi rasa kesal karena sudah mengganggu nya yang sedang berselancar di dunia kehaluan.
"Habisnya kamu, sudah mirip orang yang gak waras senyum-senyum sendiri."
Seketika ia terdiam karena merasa bablas dengan pikiran yang membawa nya di dunia khayalan, yang tangah membayangkan sosok wanita.
"Kenapa diam, kamu juga belum jelasin kemana kamu selama dua hari ini gak ada pulang."
"Eh anu Bu, itu Perempuan yang bakal di kenalin sama Ibu, sedang sakit. jadi Saya nengok sambil nungguin badannya enakan." Jelas Alex pada Ibunya. akhirnya Ibunya diam karena mendengarkan penjelasan dari sang putra.
"Ya sudah lain kali saja di bawa kesini kalau dia sudah benar-benar sembuh." Ujar Bu Lita.
Sesaat Bu Lita, mengendus-ngendus bagai kucing yang mencium ikan, dan berhenti di badan milik Alex.
"Ih jorok kamu! bau acem, sudah sana mandi." titah Bu Lita dengan menutupi hidungnya, bagaimana tak bau dua hari Alex tak mandi.
🍀🍀🍀🍀
Di kampung halaman orang tua Anin.
Sudah beberapa bulan ini setelah Anin, di usir oleh Ibunya, kehidupan mereka agak miris. Dulu sebelum mereka melepaskan ikatan darah, Anin lah yang menanggung semua beban keluarga. Namun sekarang tak ada yang menopang seluruh beban yang kini di rasakan oleh Ibu Indah.
"Ed, kamu cari lah kerja jangan hanya mengandalkan Ibu, Ibu lelah jika terus-terusan begini."
"Mau cari kerja di mana Bu, sulit cari kerjaan, dan ini kan sudah menjadi tanggung jawab Ibu, sebagai orang tua."
"Kamu bukan lah anak kecil lagi, ia kalau kamu seperti adik kamu, kamu kan normal."
"Malas kalau harus menjadi kuli bangunan! kalau ada lowongan di pabrik ya aku mau Bu."
"Kebutuhan kita semakin hari semakin banyak, jadi kamu jangan pilih-pilih kerjaan mau kamu kita jadi gelandangan!" bu Indah begitu geram dengan Anak sulungnya yang terlalu pemilih dalam pekerjaan.
__ADS_1
"Salah sendiri sok ngusir Anin, repot sendiri kan."
Bu Indah mendelik kan matanya seketika ke arah Edi, dan ada benarnya juga apa yan di katakan oleh anaknya. Dulu sewaktu masih ada Anin, semua nya tinggal minta dan tak perlu susah payah harus bekerja. Tapi kini apa-apa harus di lakukan nya sendiri. Karena terlalu gegabah hingga berakhir seperti ini.
"Dulu Ibu emosi, dan kamu kan anak laki-laki maka kamu pun wajib menafkahi Ibu, dan segeralah cari kerjaan jangan hanya bisa minta doang." Gertak Bu Indah.
Mungkin ini lah yang di sebut karma, bukan mendoakan namun keluarga Anin, harus menerima apa yang mereka tanam sendiri. Guncangan hidup yang sulit terus saja menghampiri di tambah putra yang ia banggakan tak sesuai ekspetasi.
"Dan Ibu gak mau tau mulai besok kamu harus mendapatkan pekerjaan."
Dan sang anak menanggapi dengan santai tanpa memperdulikan Ibunya yang terus saja mengoceh, karena merasa punya anak lelaki pun tak ada gunanya dan hanya bisa menyusahkan.
Bodoh kenapa aku dulu mengusir Anin, ladang mata uang ku, jika saja itu anak mau nurut buat nikah mungkin nasib ku tak seperti ini, dasar anak tak tau di untung bukannya terimakasih malah nolak buat nikah sama orang kaya.
seperti itulah yang berada di dalam hati Bu Indah, mengumpat anaknya habis-habisan karena menolak sebuah keinginan. Dan bukan rasa penyesalan yang ada saat ini, namun rasa ego yang besar hingga ia meminta yang tak bisa Anin, lakukan. jika sudah begini maka ia pun tak bisa berbuat apa-apa.
"Bujuk Anin, supaya mau mengirimi uang dengan alasan yang kamu buat."
"Gak mungkin Bu, mana dia mau! Ibu sendiri yang membuat ia pergi terus sekarang Ibu juga yang menjilati ludah sendiri."
"Itu tugas kamu bagaimana cara untuk menyakinkan itu anak, karena Anin, orang yang tak tegaan, pastinya dengan kamu memberi alasan yang masuk akal siapa tau nanti luluh.
" Nanti di coba buat ngehubungi Anin, moga saja dia terlena akan bualan yang aku berikan."
"Bagus." terlihat senyum yang tanpa dosa terus mengembang di bibir orang tua yang tak tau diri.
Dan lagi-lagi Anin, yang menjadi mangsa bagi mereka di kala tak menemukan makanan lagi, sampai kapan Ibu serta Kakaknya Akan sadar dan tobat dengan apa yang di lakukan nya sekarang.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Karena hidup itu garis takdir yang harus di jalani. Dan hidup itu seperti kupu-kupu, butuh proses untuk menggapainya, menyerah bukan lah alasan yang tepat, berusaha dan berusaha hingga menjadi indah pada waktunya. yah semua akan indah pada saatnya jika rintangan itu dapat lewati, seperti halnya Kera sakti demi sebuah kitab suci maka ia pun harus melewati rintangan yang begitu banyak bukan, begitu juga dengan kita, hadapi dan hadapi.
Hye reader bantu aku ya buat nemuin setitik kebahagiaan untuk Anin, dengan cara tinggal kan jejak kalian dengan cara Rate komen Vote, dan satu lagi kalau kasih like jangan pake angin ya sob🤣🤣🤣😇😇😇😇🥰🥰🥰🥰🥰
__ADS_1