
"Sayang, aku bisa jelasin. Ini ... ini tidak seperti yang kau pikiran. Aku ... "
Zafira mengangkat tangannya memberikan isyarat agar Alvian mengehentikan penjelasannya. Nafas Alvian tercekat. Ia benar-benar khawatir sekarang. Bagaimana kalau Zafira tiba-tiba ingin pergi meninggalkannya?
"Sayang," ucap Alvian sekali lagi membuat Zafira menoleh ke arahnya dengan sorot mata mendelik tajam. Alvian sampai menelan ludahnya kasar saat melihat sorot mata itu.
Zafira melangkahkan kakinya mendekat ke arah Merlyn yang kini sudah berkacak pinggang menata nyalang Zafira. Zafira yang tak mau diintimidasi, lantas tersenyum sinis. Dipandanginya penampilan Merlyn dari atas hingga ke bawah. Gaya berpakaian Merlyn memang tidak terbuka, tapi cukup seksi karena dress yang dikenakannya membentuk lekukan tubuhnya dengan jelas.
"Kau ... siapa? Dan mengapa kau memeluk suamiku?" tanya Zafira dengan sorot mata dingin membekukan.
Merlyn menyeringai sinis, "aku ... kekasih Alvian. Kenapa? Wajar kan seorang perempuan memeluk kekasihnya sendiri," jawab Merlyn acuh tak acuh membuat Zafira melotot ke arah Alvian.
"Merlyn, jangan sembarang bicara di depan istriku. Kita hanya teman dan tak pernah lebih," sentak Alvian kesal dengan jawaban yang Merlyn lontarkan.
"Sudahlah kak, tak perlu ditutup-tutupi lagi. Lagian kamu sih nggak sabaran banget nunggu aku selesaikan S2 ku. Terus milih nikah sama janda itu. Kayak kehabisan stok gadis aja. Eh tapi kalau sama gadis entar mereka malah susah dilepaskan ya? Atau kalian sebenarnya cuma nikah kontrak?" ucap Merlyn dengan memasang tampang polos membuat Zafira menarik salah satu sudut bibirnya.
"Merlyn?" sentak Alvian mulai kesal. "Jaga mulutmu. Sejak kapan kita jadi kekasih? Jangan mengada-ada kamu!" geram Alvian dengan wajah merah padam.
Lalu Zafira berjalan ke sisi Alvian dan melingkarkan lengannya di lengan Alvian sambil tersenyum manis.
"Mau kamu kekasih Alvian kek, mau kamu tunangan, ataupun calon istri, tetap yang menang itu istri sah. Dengar kan kataku, ISTRI SAH. Posisiku memiliki kekuatan hukum, sedangkan kamu? Ck ... hanya seseorang yang mengaku-ngaku. Apa rasa malumu telah hilang?" Cibir Zafira sambil bergelayut manja di lengan Alvian. "Sayang, emangnya dia siapa sih? Kok berani-beraninya peluk kamu?" Mata Zafira sudah beralih menatap Alvian yang raut wajahnya tampak cemas. Lalu Zafira mengeluarkan tisu basah dari dalam tasnya dan membersihkan bagian tubuh Alvian yang sempat disentuh Merlyn seolah-olah tangan Merlyn merupakan sumber virus mematikan.
"Dia hanya teman, sayang. Mantan tetangga juga waktu kecil. Nggak lebih. Dia baru pulang dari Aussie. Kalau nggak percaya, tanya aja sama Luthfi. Mereka juga berteman. Dan Abang nggak ada hubungan apa-apa sama dia," jelas Alvian jujur tak ingin membuat istrinya salah paham.
"Teman? Teman tapi mesra? Begitu?" delik Zafira.
"Nggak. Hanya teman biasa. Nggak lebih." Sanggah Alvian cepat.
"Al, kok kamu lebih milih janda ini sih? Emang apa sih kehebatan dia? Mending sama aku yang masih ting -ting." Protes Merlyn sambil mencebikkan bibirnya.
"Yakin kamu masih ting-ting?" sergah Zafira.
"Ya iyalah. Kalau Al mau coba buktiin, ayo!" ucap Merlyn tanpa tahu malu membuat mata Alvian melotot, pun Luthfi yang baru saja muncul. Mendengar kata-kata itu, Zafira lantas menoyor dahi Merlyn membuat Merlyn melotot tajam.
"Merlyn ... " seru Alvian.
"Kamu ..." pekik Merlyn.
__ADS_1
"Kenapa?" tantang Zafira.
Tangan Zafira sudah terangkat ke atas ...
1 detik
2 detik
3 detik
"Mbak Firaaaaaa ... Lyn, kangeeeeeen .... " pekik Merlyn tiba-tiba yang langsung berhambur ke pelukan Zafira. Zafira pun menyambut Merlyn ke dalam pelukannya. Kemudian mereka melompat-lompat sambil berpelukan persis seperti anggota Teletubbies membuat semua orang melongo terutama Alvian.
Meta dan Luthfi yang tadinya was-was terjadi pertumpahan darah pun tak kalah bingung. Mereka semua sampai cengo melihat kedua orang yang tadinya berdebat tampak bermusuhan, tapi kini mereka justru berpelukan sambil melompat-lompat. Alvian lantas meminta Luthfi dan Meta keluar, meninggalkan Alvian, Zafira, dan Merlyn di dalam ruangan itu.
"Ya Allah mbak Fira, Lyn kangen banget tau. Lyn benar-benar nggak nyangka bisa ketemu mbak di sini. Maafin kata-kata Lyn yang tadi ya mbak. Lyn nggak ada hubungan apa-apa kok sama Aku, sumpah. Cowok kamu persis tembok kayak dia, gimana mau selingkuh. Bisa nikah sama mbak aja rasanya surprise banget tau nggak sih mbak." Cerocos Merlyn membuat Alvian garuk-garuk kepala.
"Mbak juga kangen. Gimana kuliah kamu? Mbak benar-benar nggak nyangka bisa ketemu kamu di sini."
"Ini Lyn baru nyelesaiin S2 Lyn di Aussie."
Kedua perempuan itu sibuk bercerita sampai lupa kalau masih berada di dalam kantor Alvian. Bahkan mereka sampai lupa dengan orang-orang yang ada di sekitarnya.
"Kurang ajar loe ya udah buat gue ketar-ketir. Kalau sampai Fira salah paham tadi, awas loe. Gue pasti balas." Alvian mendelik tajam. Padahal tadi ia sudah benar-benar ketar-ketir. Ia pikir saat Zafira melihatnya berdua saja dengan Merlyn tadi, Zafira akan marah dan pergi begitu saja meninggalkannya tanpa meminta penjelasan. Lalu ia akan seperti laki-laki dalam novel-novel yang pernah ia baca saat senggang dimana ia akan ditinggalkan dan baru berjumpa lagi setelah sekian tahun berlalu. Lalu istrinya menggandeng seorang anak kecil yang mirip sekali dengannya membuatnya tenggelam dalam penyesalan.
Merlyn cekikikan mendengar ungkapan kekesalan Alvian, "tapi aku serius patah hati lho, Al. Gimana nggak patah hati mbak, Lyn tuh udah sejak kecil suka sama tuh mister ice, tapi cinta Lyn nggak pernah berbalas. Awalnya, Lyn nggak terima Al nikah sama janda, tapi setelah tahu istri Al itu mbak Fira, Lyn ikhlas. Kayak kata Luthfi, mau Lyn kejar Al sampai encok pegelinu pun kalo Al bukan jodoh Lyn, ya mau gimana lagi." Ucap Merlyn sambil memasang wajah sok tabah membuat Zafira tak mampu menahan tawanya.
"Tunggu, tunggu, kalian kok bisa saling kenal sih? Sumpah Yang, Abang bingung banget. Sejak kapan kalian bisa saling kenal?" cecar Alvian yang memang sudah sangat bingung saat tahu fakta Zafira dan Merlyn ternyata saling mengenal. Bahkan mereka tampak akrab.
Zafira dan Merlyn saling menoleh kemudian tersenyum, "dulu pas kuliah aku ngekost di sini terus yang punya kost-kostan itu mamanya Lyn. Waktu itu Lyn masih SMA. Untuk cari uang tambahan biaya sehari-hari, aku ngajar les bang nah yang jadi muridku itu salah satunya ya Lyn. Dari situlah kami saling kenal terus akrab," papar Zafira. Alvian mengangguk paham.
"Tapi Yang, kok kamu datang nggak kabarin lagi?"
Mendapat pertanyaan itu membuat mata Zafira memicing, "memangnya kenapa kalau aku nggak ngabarin dulu?"
"Eh, jangan salah paham, Yang. Abang cuma heran aja. Gimana kalau pas kamu ke sini, Abang nggak ada kan kasian kamunya Yang," jelas Alvian membuat Merlyn terkekeh.
"Wow, Al, loe bisa bucin juga ternyata. Mbak Fira emang the best." Merlyn mengacungkan kedua jempolnya pertanda ia kagum karena Zafira mampu menaklukkan si mister ice.
__ADS_1
Zafira menepuk dahinya, "oh iya. Fira sampai lupa kalau Fira datang kesini mau kasi kejutan buat Abang," ucapnya membuat Alvian penasaran.
"Kejutan? Apa itu?" tanya Alvian tak sabaran.
Lalu Zafira mengeluarkan sebuah foto dari dalam tasnya dan menyerahkannya pada Alvian. Alvian pun menerimanya dengan dahi yang mengernyit.
"Ini ... apa?" tanya Alvian yang tidak mengerti karena baru kali ini ia melihat foto seperti itu.
"Wah, mbak , kamu hamil lagi? Wah, selamat ya, mbak!" seru Merlyn antusias.
"Apa ... apa kamu bilang tadi? Hamil? Sayang, kamu beneran hamil? Hamil anak aku? Bibit kecebong aku udah tumbuh di dalam sini?" seru Alvian tak kalah antusias. Ia bahkan meletakkan telapak tangannya di atas perut Zafira dengan semangat.
"Iya, papa. Selamat ya! Bibit kecebongnya udah tumbuh jadi calon baby." Ucap Zafira membuat Alvian langsung meluruhkan tubuhnya di lantai kemudian melakukan sujud syukur.
"Alhamdulillah, Ya Allah. Terima kasih ya, sayang. I love you. Very-very love you," seru Alvian yang kini sudah memeluk dan mencium seluruh wajah Zafira dengan perasaan yang membuncah.
Merlyn yang melihat adegan mesra di depannya hanya mencebikkan bibir.
"Woy, peluk-pelukan dan cium-ciumannya bisa dipending dulu nggak? Nggak kasian apa sama jomblo satu ini?" sembur Merlyn kesal membuat Alvian tergelak kencang.
"Tenang aja, bentar lagi juga jodoh lu datang. Kalau nggak terima aja calon yang disodorin mama lu itu."
"Aamiin kalo ketemu jodoh, tapi ogah kalau terima perjodohan. Nehi, nehi pokoknya."
"Eh, ortu lu juga pasti mikirin yang terbaik buat lu kali terima aja kenapa."
"Pokoknya ng-,"
Tok tok tok ...
Klek ...
Tiba-tiba kata-kata Merlyn terpotong bersamaan dengan pintu yang terbuka dan memunculkan sesosok pria tampan nan gagah membuat mata Merlyn terbelalak seketika.
"Masya Allah, apa dia jodohku." Celetuk Merlyn tiba-tiba membuat Alvian dan Zafira saling menoleh dengan tatapan yang ... entahlah.
...***...
__ADS_1
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...