Dibuang Karena Hamil Anak Perempuan

Dibuang Karena Hamil Anak Perempuan
Menjadi pusat perbincangan


__ADS_3

Setelahnya, keempat pasang mata itupun tampak fokus ke atas podium. Mereka seakan tak sabar lagi menantikan nama Refano disebut sebagai pengusaha muda terbaik tahun ini sama seperti tahun sebelumnya.


Namun seketika harapan mereka sirna saat justru nama orang lainlah yang disebutkan. Dan mata mereka seketika terbeliak dengan sempurna saat melihat sosok yang naik ke atas podium itu.


"Pengusaha terbaik tahun ini jatuh kepada ... Saudara Alvian Altakendra, CEO dari Alta Corp. Kepada saudara Alvian Altakendra, silahkan naik ke atas podium untuk menerima penghargaan dan menyampaikan sepatah dua patah kata," seru pembawa acara yang suaranya telah menggema di ballroom hotel itu. Lampu sorot yang jatuh tepat kepada Alvian sontak mengalihkan pandangan semua hadirin untuk melihat sosok pengusaha muda berbakat hingga meraih penghargaan sebagai pengusaha terbaik tahun ini. Semua orang tampak bertepuk tangan saat melihat Alvian berdiri. Dan sorak sorai kian menggema saat tangan Alvian terulur dan meraih tangan Zafira untuk berdiri kemudian menggandengnya naik ke atas podium. Wajahnya tampak begitu sumringah. Berbanding terbalik dengan Zafira yang sudah deg-degan karena akan naik ke atas podium mendampingi Alvian. Seharusnya laki-laki itu bisa naik seorang diri ke atas sana, tapi Alvian tak mau. Ia memaksa Zafira agar mendampinginya naik


Di atas podium, Alvian menyampaikan beberapa patah kata sebagai ungkapan bahwa ia pun benar-benar terkejut karena telah dinobatkan sebagai pengusaha terbaik tahun itu. Ia pun mengucapkan terima kasih pada semua penyelenggara acara juga pada semua hadirin atas apresiasinya.


"Ya ... Oh, kalian bertanya-tanya siapa perempuan cantik yang ada di samping saya?" beo Alvian saat mendengar seruan pembawa acara yang menanyakan siapa Zafira. "Perkenalkan, dia adalah Zafira, sekretaris saya. Untuk saat ini dia hanya menjabat sebagai sekretaris di kantor, tapi tidak lama lagi dia akan menjadi sekretaris saya dalam segala urusan. Kalian mengerti kan maksudnya?" ujar Alvian seraya tersenyum lalu mengalihkan pandangannya pada Zafira yang tersenyum rikuh karena menjadi pusat perhatian di acara tersebut. Penonton dapat melihat, tatapan itu penuh pemujaan. Mereka langsung bisa menebak ada hubungan tak biasa diantara keduanya. "Ya, kalian benar, dia akan segera menjadi istri saya. Doakan kami ya! Kalau begitu, terima kasih," seru Alvian seraya mengembalikan microphone kepada pembaca acara.


Sorak sorai makin menggema disertai tepuk tangan karena menyukai aksi gentle Alvian yang mengakui Zafira terang-terangan sebagai calon istrinya.


Sementara itu, di meja bundar yang diisi Marwan, Refano, Liliana, dan Saskia, keempatnya tampak hening dengan pikiran berkecamuk. Sedari awal melihat Alvian yang menggandeng Zafira naik ke atas podium, menimbulkan tanda tanya di benak masing-masing. Seperti Marwan, ia sampai tertegun saat melihat wajah Alvian. Wajah itu begitu familiar. Wajah wanita yang masih dicintainya tercetak jelas di wajah Alvian. Senyuman cerianya, raut wajahnya, walaupun tidak serupa 100% tapi tetap saja wajah mereka nyaris serupa. Bisa dibilang Alvian merupakan Ayu versi laki-laki.

__ADS_1


'Ayu? Kenapa dia sangat mirip dengan Ayu?' batin Marwan bertanya-tanya.


Liliana pun juga menyadarinya, tapi ia justru lebih terpaku pada sosok perempuan yang mendampingi Alvian. Wajah itu sangat-sangat familiar. Bagaimana tidak, wajah perempuan itu berada di rumah besarnya hampir 7 tahun lamanya, tentu ia sangat mengenali wajah itu.


'Kenapa dia mirip sekali dengan Zafira? Tapi mana mungkin. Apalagi tadi dia bilang dia sekretarisnya. Mana mungkin perempuan udik itu bekerja sebagai sekretaris seorang CEO. Pasti mereka hanya kebetulan saja memiliki kemiripan. Apalagi Zafira yang ini tampak benar-benar cantik dan anggun, sangat berbeda dengan perempuan udik itu.' Batin Liliana.


'Zafira?' gumam Refano dalam hati. Ia sampai mengerjapkan matanya beberapa kali untuk memastikan yang dilihatnya benar-benar Zafira atau bukan. 'Apa mungkin itu Zafira? Tapi ... ia tampak berbeda. Mungkin dia sekedar mirip saja.'


"Tuan Alvian memang sangat pintar ya cari calon istri. Selain cantik, dia juga cerdas lho." Terdengar obrolan dari meja yang tak jauh dari meja Refano cs.


"Ya, dia sangat cantik, anggun, dan berkelas. Tadi aku juga sempat berbincang dengan tuan Alvian, sesekali sekretarisnya ikut menimpali. Dari tutur katanya yang lembut, aku bisa melihat alasan tuan Alvian menjadikannya calon istri. Dia benar-benar definisi wanita idaman, sudah cantik, cerdas, sopan, lembut, ramah, menyenangkan, dan berwawasan luas juga."


"Dan kau tahu yang lebih hebat lagi, menurut sepupuku yang bekerja di Alta Corp, sekretarisnya itulah yang memuluskan jalan Alta Corp mendapatkan suntikan dana segar dari investor sekelas Mr. Jay. Padahal saat itu perempuan itu baru menjabat menjadi calon sekretaris pengganti, tapi ia mampu melakukan presentasi dengan baik. Bahkan ternyata ia pun mengenal Mr. Jay dan putranya. Ternyata putra Mr. Jay sudah lama tertarik dengan perempuan itu, tapi perempuan itu justru tiba-tiba menghilang 7 tahun yang lalu." Ucap seseorang yang merupakan sesama pengusaha muda tersebut. "Dan yang lebih menakjubkan lagi, Mr. Jay sendiri langsung menawarkan investasi 10 kali lebih besar bila perempuan itu mampu membuat proposal penawaran terbaru dan kabar baiknya proposal itu diterima dengan baik oleh Mr. Jay. Benar-benar perempuan hebat dan menarik."

__ADS_1


"Sangat wajar bila Tuan Alvian menjadikannya calon istri, tentu ia akan mendapatkan keuntungan yang berkali-kali lipat. Kalau aku menjadi tuan Alvian pun, aku pasti takkan melepaskan perempuan hebat seperti itu. Bahkan baru pertama kali bertemu saja, sebenarnya aku sudah tertarik. Tapi sayang, dia sudah punya pawangnya."


"Janur kuning belum melengkung, bro. Tidak mau mencoba untuk menikung?" selorohnya yang disambut dengan tawa menggelegar oleh mereka.


Refano, Marwan, Liliana, dan Saskia yang sejak tadi menjadi pendengar diam-diam pun kian penasaran dengan sosok Zafira. Bahkan fokus Marwan yang sejak tadi tertuju pada Alvian yang sangat mirip dengan Ayu, langsung ikut mengalihkan atensinya kepada Zafira. Dipandanginya Saskia yang selama menjabat sebagai sekretaris, tidak memiliki kemampuan khusus apa-apa. Ia hanya bisa melaksanakan tugas standarnya saja, tapi tidak bisa mengemukakan ide apalagi melakukan sesuatu yang bisa menarik investor seperti yang Zafira lakukan.


'Coba saja Refano belum menikah, pasti menyenangkan memiliki menantu hebat seperti perempuan itu. Bila dia menjadi menantuku, pasti aku takkan mengalami kesulitan keuangan seperti ini. Benar-benar perempuan hebat. Sebenarnya siapa dirinya?' batin Marwan yang penasaran dengan sosok Zafira.


Sungguh malang, mereka tidak tahu, perempuan yang dipuja-puja itu dulu berada sangat dekat dengan mereka. Hanya karena status sosialnya, ia dan anak-anaknya dibuang. Tanpa mereka tahu, perempuan itu bukanlah perempuan biasa yang tidak bisa apa-apa. Bila mereka tahu siapa perempuan itu sebenarnya, akankah mereka menyesal telah mengusirnya???


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2