
Hari yang Alvian tunggu-tunggu akhirnya tiba. Hari dimana ia bisa menghalalkan wanitanya. Ya, wanitanya, wanita pujaan hatinya, wanita yang baru dikenalnya beberapa bulan ini akhirnya telah resmi jadi miliknya. Tadi, tepat pukul 10 pagi, ia telah mengucapkan ikrar ijab Kabul. Seruan kata 'sah' menggema di ballroom hotel menandakan Alvian telah resmi memutus masa lajangnya, berganti status menjadi seorang suami dari Zafira Febriantika.
Acara tidak berhenti sampai di situ. Acara langsung dilanjutkan dengan resepsi. Acara pernikahan ini dimulai sejak pukul 9 sampai jam 3 sore. Para tamu tampak antusias apalagi saat melihat Regina naik ke atas panggung dan membawakan lagu Beautiful in White milik Shane Filan.
Makna lagu Beautiful in White cukup mendalam. Lagu ini menceritakan seorang pria yang bertemu dengan wanita cantik dengan mata yang indah. Ia kemudian jatuh cinta, mengungkapkan perasaannya, hingga lanjut ke pernikahan. Shane Filan dalam lagu ini pun berharap agar hubungannya berlanjut hingga akhir hayat.
Sama seperti yang Alvian alami. Ia bertemu wanita cantik dengan mata indah dan senyuman menawan. Kemudian tanpa sadar ia jatuh cinta pada wanita tersebut yang merupakan sekretarisnya sendiri. Saat itu Alvian belum mengungkapkan perasaannya, tapi langsung menyatakan keinginan menjadikan Zafira pendamping hidupnya. Alvian bersyukur, Zafira menerima pinangannya, bahkan kini mereka telah resmi menikah. Sama seperti lagu Beautiful in White milik Shane Filan, ia pun berharap hubungannya berlanjut hingga akhir hayat.
Zafira terperangah tak percaya melihat sang putri yang beberapa hari ini tidak ditemuinya ternyata tengah bernyanyi di atas panggung dengan bahasa Inggris yang fasih. Ya, beberapa hari ini Regina dan Refina diculik agar menginap di rumah calon ayah sambungnya. Tanpa sepengetahuannya, selama menginap di sana, mereka berdua latihan untuk memberikan persembahan pada sang ibu di hari istimewanya.
Bila Regina sedang menyanyikan lagu Beautiful in White, maka Refina tampak berdiri di depan sebuah kertas karton berukuran cukup besar dengan beberapa kuas dan cat warna. Dengan lincah, tangan kecil itu menggambar seorang wanita dewasa yang menggendong seorang bayi, kemudian seorang anak perempuan, lalu ada anak perempuan yang lebih kecil lagi. Kemudian Refina menggambar matahari dan awan-awan berarak, langit tampak cerah. Rumput-rumput hijau dan bunga warna warni bermekaran. Mereka saling bergandengan sambil tersenyum lebar. Lalu terakhir, Refina menggambar seorang laki-laki dewasa di belakang kedua anak perempuan itu, memeluk mereka dari belakang sambil tersenyum.
Sebuah lagu yang indah yang dinyanyikan Regina, lalu ditambah live performance menggambar Refina yang menunjukkan sebuah keluarga bahagia dengan ketiga anaknya membuat semua penonton terkesima. Belum ada yang tahu siapa 2 anak manis itu. Yang mereka tahu, Refina adalah adik dari Regina, penyanyi cilik yang sedang viral.
Hingga saat kedua anak kecil tersebut selesai melakukan live performance mereka, kemudian berlari menuju dimana ibu dan ayah sambungnya berada. Lalu mereka segera memeluk dan mencium kedua orang tuanya, membuat semua baru menyadari kalau ternyata kedua bocah cilik itu adalah putri dari sang pengantin wanita.
Semua orang bertepuk tangan merasakan kagum atas kepiawaian anak-anak pintar tersebut. Yang satu berbakat dalam hal menyanyi, sedangkan yang satu lagi berbakat dalam hal menggambar.
__ADS_1
Dari salah satu meja yang terletak di area depan panggung, tampak keempat orang yang sejak tadi menonton, ikut terkesima. Mereka tak menyangka, kedua anak perempuan yang mereka anggap tidak berguna ternyata memiliki bakat luar biasa. Terlebih Marwan dan Liliana. Apalagi saat mereka mendengar puji-pujian untuk kedua bocah cilik itu. Semua orang tampak kagum pada kedua anak perempuan itu. Membuat rasa tak terima dalam diri mereka sebab anak-anak berbakat itu telah menjadi milik orang lain.
Kemudian Regina kembali ke tempatnya semula. Suara musik kembali terdengar, tapi kali ini ia akan menyanyikan sebuah lagu yang merupakan soundtrack sebuah drama Korea ternama. Lagu berjudul I think i love you yang merupakan soundtrack dari drama Korea berjudul Full House. Sontak saja tamu-tamu perempuan bersorak saat Regina mampu membawakan lagu tersebut dengan begitu merdu. Bagi penggemar drama Korea, pasti akan langsung mengenali lirik lagu yang Regina lantunkan. Meski termasuk lagu lawas, tapi lagi itu cukup melekat di hati para penggemar drama Korea.
Saat ini meja yang diduduki Marwan, Liliana, Refano, dan Saskia masih tampak begitu tenang. Meskipun dalam hati mereka merengut masam, tapi di bibir mereka tetap tersungging senyum manis. Hanya Refano yang tetap datar. Sorot matanya begitu sendu. Arah pandangannya selalu tertuju pada orang-orang yang pernah begitu dekat, tapi terasa jauh.
Ya, meskipun mereka satu rumah, di bawah atap yang sama, jarak mereka juga begitu dekat, tapi mereka terasa begitu jauh. Seperti ada batas tak kasat mata yang membentang tinggi dan berdiri kokoh. Refano bisa apa selain mengikhlaskan. Dalam hatinya ada dua harapnya, pertama Zafira dan anak-anaknya menemukan kebahagiaan yang tak pernah bisa ia berikan, dan kedua ia memiliki kesempatan untuk menjelaskan segalanya serta meminta maaf.
'Sialan. Ternyata anak-anak itu memang memiliki bakat luar biasa. Untung saja mereka sudah ada perjanjian tidak boleh mengusik perempuan itu dan anak-anaknya setelah mereka resmi bercerai. Bila tidak, bisa-bisa aku dibuang, lalu mereka dipungut kembali.'
Namun ketenangan yang dipertahankan keempat orang itu hanya bertahan tidak begitu lama. Semuanya tiba-tiba berubah saat ada seorang wanita paruh baya yang sangat cantik sambil menggendong seorang bayi laki-laki yang sangat tampan lalu menyerahkan bayi itu ke dalam gendongan Zafira.
"Ayu ... Apakah dia benar Ayu? Lalu bayi laki-laki yang digendong Zafira itu ... siapa? Bukankah bayi Zafira berjenis kelamin perempuan?" gumam Marwan dengan mata melotot. "Ma, saat kau menyuruh Refan menceraikan Zafira, apa kau sudah memastikan jenis kelamin bayinya?" tanya Marwan dengan raut wajah kacau.
Liliana yang wajahnya pucat pasi karena terkejut melihat sosok Ayu di atas panggung dan bayi laki-laki dalam gendongan Zafira seketika tersentak saat Marwan tiba-tiba menanyainya.
"Ti-tidak, pa. Kami ... tidak melihatnya sama sekali," jawab Liliana takut-takut.
__ADS_1
"Kenapa kalian tidak memastikannya terlebih dahulu, hah? Bagaimana bila bayi laki-laki itu benar anak Zafira?" hardik Marwan dengan rahang mengeras.
Saat melihat seorang wanita yang baru saja turun setelah mengantarkan susu untuk bayi dalam gendongan Zafira, Liliana pun segera menghampirinya dan menanyakan siapa bayi yang ada dalam gendongan pengantin wanita itu. Dunia Liliana seketika tergoncang saat mengetahui fakta tak terduga ternyata bayi laki-laki itu benar anak Zafira.
"Pa, dia ... dia bayi Zafira. Ternyata bayinya ... laki-laki."
Tungkai Liliana, Marwan, dan Refano lunglai seketika. Mereka tidak pernah menyangka ternyata bayi itu berjenis kelamin laki-laki. Refano jadi teringat saat Zafira memintanya melihat bayinya terlebih dahulu. Ia baru mengerti maksudnya pasti agar ia tahu kalau bayinya berjenis kelamin laki-laki. Seandainya ia tidak pergi begitu saja saat ibunya menyuruhnya pulang, mungkin ia masih memiliki kesempatan mempertahankan rumah tangganya sebab bayinya seorang laki-laki.
"Kurang ajar. Sepertinya dia sengaja mempermainkan kita dengan menyembunyikan kebenaran ini," geram Marwan dengan rahang mengeras.
"Ma, mama tidak apa-apa?" tanya Saskia saat melihat wajah pucat Liliana.
"Mama ... tidak apa-apa," jawabnya sambil menghela nafasnya. Sekuat tenaga ia mengontrol detak jantungnya yang sudah kian tak beraturan. Namun semua seketika berubah saat ada seorang wanita menyapa mereka.
"Halo kakak tiriku. Halo kakak iparku. Apa kabar kalian?" sapanya ceria membuat jantung kedua orang yang disapa itu mencelos dengan wajah pucat pasi.
...***...
__ADS_1
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...