Dibuang Karena Hamil Anak Perempuan

Dibuang Karena Hamil Anak Perempuan
SHOCK


__ADS_3

Acara terus berlanjut hingga langit mulai larut ditelan kegelapan. Kini para tamu undangan dijamu penyelanggara acara dengan berbagai hidangan. Di kesempatan itu, banyak sesama pengusaha saling berkenalan, bertukar kartu nama, bahkan tak sungkan-sungkan mempromosikan bidang usaha mereka dan menawarkan beragam kerja sama untuk memperluas cakupan usaha mereka.


Begitu pula Marwan yang tak mau membuang kesempatan sekecil apapun untuk mendapatkan klien yang tertarik untuk menjalin kerja sama dengan perusahaannya.


"Oh jadi Anda owner YG Group?" ujar salah seorang pengusaha dari daerah Kalimantan.


"Benar tuan. Produk kamu sudah terdistribusi hingga ke berbagai daerah dan pelosok, pasti akan menyenangkan bila kita bisa menjalin kerja sama. Prospek di daerah Anda saya lihat cukup bagus, siapa tahu Anda berniat ingin mengembangkan usaha di bidang manufaktur khususnya di bidang bahan konsumsi," ujar Marwan yang dengan percaya diri menawarkan kerja samanya dengan pengusaha yang berasal dari Kalimantan tersebut.


"Apa yang Anda tawarkan terdengar begitu menarik," ucap pengusaha itu membuat Marwan tak dapat menyembunyikan senyuman sumringahnya. Ia yakin, ia akan dapat menggaet pengusaha tersebut agar berminat menjalin kerja sama dengan perusahaannya. "Tapi sayang, saya tidak berminat. Bukankah perusahaan Anda sedang diambang kebangkrutan? Saya tidak mau menanggung risiko sehingga membuat uang saya melayang sia-sia," tukasnya santai, namun cukup menohok relung jiwa Marwan.


"Itu hanya rumor, tuan. Perusahaan kami masih berdiri kokoh meskipun belum lama ini kami baru saja menanggung kerugian besar karena pabrik baru kami mengalami kebakaran hebat," sergah Refano yang tidak mau membenarkan rumor itu. Meskipun perusahaan mereka sedang goyah, tapi hingga kini mereka belum benar-benar tumbang hingga pantas disebut diambang kebangkrutan.


"Oh ya? Tapi tetap, saya tidak mau menanggung risiko. Lebih baik saya bekerja sama dengan perusahaan yang benar-benar menjanjikan seperti Alta Corp. Bahkan investor asing sekelas Mr. Jay saja bisa mempercayakan uang mereka dengan Alta Corp, membuat saya pun ikut tertarik. Anda lihat, semua pengusaha itu, mereka bukan pengusaha sembarangan dan mereka berduyun-duyun mendekati CEO Alta Corp, sudah bisa dilihatkan, yang mana terlihat lebih menjanjikan!" ucap laki-laki itu sambil menepuk pundak Marwan bergantian dengan Refano. Setelahnya, pengusaha paruh baya itu ikut bergabung dengan beberapa pengusaha lainnya yang tampak ingin berkenalan dan menawarkan kerja sama dengan Alvian.


Marwan mengepalkan tangannya melihat semua orang tampak berbincang dengan tawa menggelegar. Diperhatikan, Alvian dan Zafira tampak begitu serasi dan begitu cepat membaur dengan pengusaha-pengusaha yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Perbincangan mereka terlihat begitu menarik dan seru. Bahkan pengusaha-pengusaha itu sampai mengangguk-anggukkan kepalanya saat Alvian dan Zafira bergantian menyampaikan entah apa pada mereka.


Di sebelahnya, Refano merasakan hatinya tak nyaman. Ada rasa sesak, kesal, marah, panas, entah apa sebabnya. Ia pun bingung sendiri dengan perasaannya sendiri.


'Aku sebenernya kenapa? Kenapa aku seperti tak suka melihat perempuan itu tampak berbincang dengan mereka semua?' desah Refano dalam hati.


Di meja lain, tampak Liliana dan Saskia sedang membaur dengan para pengusaha wanita dan para pendamping pengusaha laki-laki yang turut diundang ke acara tersebut.


Liliana dan Saskia tampak jengah sendiri sebab perbincangan mereka ternyata tak jauh dari membahas Alvian dan Zafira. Mereka mengungkapkan kekaguman mereka pada Alvian dan Zafira. Namun ada juga yang iri dengan Zafira karena bisa menjadi pendamping Alvian. Namun dari perbincangan tersebut, satu yang ia tangkap, mereka pun tidak tahu Zafira berasal dari keluarga mana?


'Sebenarnya siapa perempuan itu? Ah, coba saja dia yang dulu menjadi sekretaris Refano, pasti dia yang akan menjadi menantuku dan dapat aku pastikan semua orang ini akan mengagumiku karena memiliki menantu hebat seperti dia. Dan yang lebih pasti lagi, perusahaan kami akan menjadi perusahaan nomor 1,' batin Liliana.


Saat tengah memperhatikan Zafira, ia melihat Zafira sepertinya hendak pergi ke toilet. Liliana seketika tersenyum lebar, ia pun bergegas melangkahkan kakinya menuju toilet.


"Mama mau kemana?" tanya Saskia melihat ibu mertuanya hendak beranjak meninggalkannya begitu saja.


"Mama mau ke toilet sebentar. Kamu diam di sini saja. Jangan kemana-mana, dengar!" peringat Liliana yang diangguki Saskia.


Setibanya di toilet, bertepatan dengan Zafira yang juga baru saja keluar dari dalam sana.


Brukkk ...

__ADS_1


"Ah, maaf, maafkan saya, nona. Saya tidak sengaja," seru Liliana meminta maaf pada perempuan ya g ditabraknya yang tak lain adalah Zafira. Ia sengaja menabrakkan dirinya dengan Zafira berharap agar bisa berkenalan dengan perempuan cantik itu.


Gleg ...


Keduanya tertegun di tempatnya. Liliana yang melihat Zafira dari dekat dapat melihat kalau perempuan itu sangat-sangat mirip dengan mantan menantunya.


'Apa dia kembaran perempuan itu?' batinnya bertanya-tanya.


"Dia ... "


Rahang Zafira seketika mengeras dengan sorot mata tajam dan menghibur relung jiwa.


"Nona, maafkan saya. Saya benar-benar tidak sengaja. Anda tidak apa-apa kan?" tanyanya pada Zafira yang wajah cerianya telah berubah menjadi datar dan dingin.


Zafira mengerutkan keningnya, saat sadar kalau mantan ibu mertuanya itu tidak mengenali dirinya.


"Saya tidak apa-apa," ucap Zafira singkat yang langsung saja hendak berlalu dari sana. Tapi Liliana justru menahannya dan menyelipkan sebuah kartu nama ke tangan Zafira.


"Itu kartu nama putraku. Dia calon pewaris YG Group. Hubungi saja nomor itu bila kau butuh bantuan atau butuh pekerjaan baru," ujar Liliana membuat Zafira terbelalak.


Acara pun berakhir, satu persatu tamu undangan pulang ke tujuan masing-masing. Ada yang langsung pulang ke rumah, ada yang menginap di hotel, ada juga yang langsung bertemu teman-temannya di bar yang ada di hotel tersebut.


Begitu pula Alvian, dia langsung menggandeng Zafira untuk mengantarkannya pulang. Ia pun mencemaskan anak-anak sambungnya bila ditinggalkan terlalu lama. Meskipun ia seharusnya tenang sebab sang calon ibu mertuanya lah yang menjaga calon anak-anak sambungnya. Tapi tetap saja, ia tak sampai hati meninggalkan mereka dalam waktu yang cukup lama.


Saat sedang berjalan menuju pintu keluar ballroom, tiba-tiba Marwan, Refano, Liliana, dan Saskia menghadang mereka dengan senyuman cerah. Alvian dan Zafira sampai saling menoleh merasa heran dengan tujuan keempatnya menghadang mereka. Dari keempatnya, tiga orang tersenyum manis, sedangkan satunya berwajah masam. Dia adalah Saskia. Sepertinya ia tidak suka dengan ide ketiga orang itu yang ingin menemui Zafira dan Alvian.


"Maaf, kalau kami menghalangi jalan Anda. Perkenalkan, saya Marwan CEO YG Group, dan ini putra saya, COO YG Group, ini Liliana, istri saya, dan itu Saskia, menantu saya. Salam kenal," ujar Marwan mencoba beramah tamah.


"Salam kenal juga. Ada apa ya? Saya harus segera pulang mengantarkan calon istri saya segera." Ujar Alvian dingin dan datar. Sikapnya sangat berbeda sekali dengan para pengusaha lainnya.


"Oh, maafkan kami. Kami hanya ingin menyapa dan berkenalan, siapa tahu di masa depan kita bisa saling bekerjasama. Apalagi kita bekerja di bidang usaha yang sama." Tukas Marwan tetap berusaha beramah tamah meskipun respon Alvian datar dan dingin. Lalu Marwan menyodorkan kartu namanya pada Alvian. Alvian pun menerimanya dengan sebelah tangan tetap merangkul pinggang Zafira. "Kalian benar-benar sangat serasi," puji Marwan tiba-tiba.


Menyadari arah pandangan Refano sejak tadi terfokus pada Zafira, Alvian pun mengeratkan rangkulannya.


"Terima kasih atas pujiannya. Sampai jumpa lagi," tukasnya sebelum mengambil langkah untuk melewati keempat orang itu yang hanya memandangnya dengan tatapan penuh arti. Apalagi wajah-wajah itu terasa begitu familiar dengan ingatan mereka.

__ADS_1


Saat Alvian telah berada di sisi Refano, tiba-tiba ia mencondongkan sedikit tubuhnya ke arah Refano yang menatapnya bingung.


"Oh ya tuan Refano, ada yang ingin saya ucapkan." Ucap Alvian tiba-tiba.


"Apa?" tanya Refano bingung.


"Terima kasih."


"Hah!" Refano kebingungan, begitupula ketiga orang yang berada di dekatnya.


"Ya, terima kasih. Terima kasih karena telah melepaskan wanita secantik, secerdas, dan semenawan Zafira. Tanpa bantuan tidak disengaja olehmu, mungkin aku masih akan terus dalam pencarian cinta sejati," ujarnya yang kini sudah mengalihkan pandangannya pada Zafira yang mengulas senyum padanya.


Sontak saja keempat orang itu menegang kaku. Dialihkan pandangan mereka ke arah Zafira yang membalas tatapan mereka dengan tatapan datar.


Jantung keempatnya memacu dengan kencang.


"Ti-tidak mungkin," racau Liliana dengan mata melotot, tapi Alvian justru tersenyum santai.


"Ayo sayang, anak-anak pasti sudah menunggu kita," ujarnya sambil membawa Zafira keluar dari ballroom tersebut membuat keempat orang itu benar-benar shock dan nyaris terkena serangan jantung.


"Di-dia ... benar-benar Zafira ... " Gumam Saskia dengan mata membulat.


"Nggak mungkin itu dia. Itu ... pasti salah." Liliana terlalu shock sambil memegang dadanya yang tiba-tiba berdenyut nyeri.


"Za-fira ... " lirih Refano yang sejak tadi menyadari kalau perempuan itu adalah mantan istrinya.


"Bagaimana bisa?" gumam Marwan yang juga tidak menyangka mantan menantu yang ia anggap sampah ternyata kini begitu berkilauan.


...***...


...Halo kakak, yang semalam nunggu double update tp nggak kunjung nongol, maafkeun. Hayati lelah terus ketiduran pas lagi ngetik. 😄...


...Semoga suka part pagi ini! 🥰🥰🥰...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2