Dibuang Karena Hamil Anak Perempuan

Dibuang Karena Hamil Anak Perempuan
Aku menyesal


__ADS_3

Semenjak melihat Ayu tempo hari, beberapa kali juga baik Marwan maupun Liliana tanpa sengaja melihat wajah seseorang yang sangat mirip dengan Ayu. Jelas saja apa yang mereka alami membuat perasaan mereka gundah gulana, namun dengan jenis perasaan yang berbeda.


Bila Marwan dihantam rasa sesal karena telah mengkhianati Ayu dan memperkosanya, maka Liliana dihantam rasa takut sekaligus was-was. Liliana takut Ayu muncul kembali untuk membalaskan dendamnya. Tapi rasa ragu terus saja menyelinap, benarkah sosok yang mereka lihat itu adalah Ayu? Atau ... sekadar mirip?


Saat sedang melamun di ruang menonton, tiba-tiba ponsel Liliana berbunyi. Liliana pun segera mengambil ponselnya dan membuka notifikasi pesan masuk tersebut.


Mata Liliana tiba-tiba terbelalak dengan tenggorokan yang tercekat. Oksigen di sekitar tiba-tiba seakan lenyap, membuat nafas Liliana terasa sesak.


[NIKMATILAH HARIMU SEBELUM HARI KEHANCURANMU DATANG!]


Deg ...


Brakkk ...


Sontak saja Liliana melemparkan handphonenya karena terkejut melihat pesan bernada ancaman tersebut. Tangannya berkeringat dingin, peluh pun telah membanjiri pelipisnya. Perasaannya kian kacau.


"Siapa itu? Siapa orang yang berani-beraninya mengancam ku? Awas saja kalau aku tahu siapa yang sudah mencoba main-main denganku! Aku pastikan takkan melepaskannya," desis Liliana dengan gigi bergemeluk.


...***...


Hari ini tepat satu bulan sejak Zafira melahirkan, dan di hari ini pula Zafira dan Alvian akan melakukan meeting bersama Mr. Jay. Pertemuan ini dimajukan menjadi lebih awal dari waktu yang ditentukan sebab beberapa bulan ke depan, Mr. Jay dijadwalkan akan melakukan perjalanan bisnis ke beberapa negara di Eropa. Untung saja, proposal pengajuan kerja sama perusahaan Alta Corp telah rampung dan hari ini Zafira akan segera mempresentasikan ide-ide cemerlangnya.


Butuh waktu selama 2 jam untuk melakukan presentasi dan sesi tanya jawab tersebut. Setelah Zafira selesai melakukan presentasi dan menjawab semua pertanyaan yang diajukan Mr. Jay dan tim, ia pun bergegas duduk. Kakinya sudah merasa begitu lelah. Melihat Zafira akan segera duduk, Alvian pun bergegas berdiri dan menarik kursi untuknya. Setelahnya Alvian juga menyodorkan botol air mineral yang tutup kemasannya telah ia buka terlebih dahulu. Sikap dan perlakuan Alvian yang tidak biasa tentu saja menjadi bahan sorotan Mr. Jay. Bukankah biasanya pemimpin yang diperlakukan demikian oleh bawahannya, tapi yang ia lihat justru sebaliknya. Alvian memperlakukan Zafira dengan penuh perhatian dan kelembutan.


"Wah, Anda sungguh perhatian sekali Tuan Alvian! Jarang ada pimpinan yang begitu perhatian dengan bawahannya seperti Anda!" seru Mr. Jay dengan tatapan menyelidik.

__ADS_1


"Tentu saja. Tapi saya melakukan ini bukan ke sembarang bawahan. Tapi khusus untuk wanita di sebelah saya saja." Ucap Alvian sambil menatap penuh cinta pada Zafira. Sontak saja semua yang ada di dalam ruangan itu mengernyitkan dahinya. Merasa penasaran, ada hubungan spesial apa pimpinan Alta Corp itu dengan sekretarisnya?


"Khusus?" beo Mr. Jay.


"Ya, khusus sebab tidak lama lagi saya akan melakukan lamaran dan akan segera menikahinya." Ucap Alvian penuh kesungguhan dan mata berbinar cerah.


"Really?" beo Mr. Jay seraya menatap Alvian dan Zafira secara bergantian.


"I'm so serious, ya kan sayang?" tanya Alvian seraya menatap Zafira dengan penuh cinta membuat Zafira tak mampu menutupi rasa malunya. Wajahnya sudah bersemu. Namun ia tak mungkin diam saja saat Alvian menanyainya, itu sama saja tidak mengakui pernyataan laki-laki itu dan itu bisa mempermalukannya.


"Apa yang dikatakan pak Alvian benar, tuan," jawab Zafira malu-malu membuat semua orang membulatkan matanya.


"Bukankah kata Rey kau telah menikah?"


"Emmm ... itu ... "


"Kenapa kau tidak bilang? Padahal kau tahu, Ray sudah lama menunggu dirimu." Ucap Mr. Jay yang sedikit kecewa baru mengetahui fakta perceraian Zafira. "Tapi ya sudahlah, mungkin kalian memang tidak berjodoh. Meskipun saya pun sangat berharap memiliki menantu seperti dirimu, tapi mau bagaimana lagi. Semoga kalian bahagia. Dan Anda tuan Alvian, saya memang tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi saya yakin Anda laki-laki yang baik dan sangat pantas serta mampu membahagiakan Zafira. Selamat. Saya tunggu undangan pernikahan dari kalian. Dimana pun saya berada, saya pasti akan mengusahakan untuk datang," ucap Mr. Jay dengan tersenyum sumringah. Tak mungkin ia akan marah hanya karena ia telat mengetahui fakta perceraian Zafira. Seperti yang ia katakan tadi, mungkin putranya memang tidak berjodoh dengan Zafira.


"Terima kasih, Mr. Jay. Kami pasti akan mengundang Anda nanti." Jawab Alvian dengan seringai bahagia.


...***...


"Ra, Minggu malam nanti aku mendapat undangan acara penghargaan untuk para pengusaha muda Young Entrepreneur Achievement Under 45 dan Profession Achievement Awards 2022. Kamu mau kan jadi pendampingku hadir di acara itu?" tanya Alvian yang kini sudah duduk di ruang kerjanya.


"Apa harus, Al?" tanya Zafira sambil menimang Baby Zafran. Tadi saat meeting, Baby Zafran ia titipkan dengan salah satu karyawan Alvian yang terpercaya. Tak hanya berdua saja, untuk berjaga-jaga, Alvian menitahkan Luthfi untuk ikut menemani mereka.

__ADS_1


"Tentu dong, Ra. Tak mungkin kan aku datang seorang diri ke sana. Kalau aku diculik ciwi-ciwi cantik di sana bagaimana? Mereka kan pasti mikirnya aku masih single," ujar Alvian dengan memasang ekspresi menyebalkan.


"Maunya kamu itu mah. Kalo kamu mau, ya silahkan. Aku fine-fine aja," ketus Zafira sambil melengos.


"Beneran nih nggak papa? Entar ada yang nangis-nangis lagi?" goda Alvian.


"Idih, ogah. Buat apa nangisin orang yang nggak setia."


Alvian tergelak mendengar kata-kata ketus Zafira.


"Tenang aja sayang, aku ini laki-laki super setia. Cinta dan sayangku cuma buat kamu seorang. Kehadiranmu itu adalah penantianku selama 28 tahun ini. Takkan ku sia-siakan dirimu karena aku sungguh-sungguh mencintaimu," ucap Alvian yang mampu membuat jantung Zafira kian berdebar kencang. Pipinya mendadak bersemu merah. Dipalingkannya wajahnya agar tidak bersirobok dengan netra Alvian yang sedang menatapnya intens.


"Gombal," cicit Zafira sambil mengulum senyum. Alvian tahu Zafira tengah menyembunyikan wajah malu-malunya membuat ia pun ikut tersenyum.


"Gombal sama calon istri sendiri, boleh kan? Lagipula ini merupakan pertama kalinya aku menggombali seorang perempuan jadi nggak masalah kan!"


"Benarkah ini yang pertama kali? Mustahil." Zafira merasa sanksi dengan apa yang Alvian ungkapkan.


"Beneran. Kalau nggak percaya, nggak masalah. Tapi aku jujur. Kau boleh tanyakan pada bunda. Aku selalu terbuka dengan bunda. Apapun yang aku rasakan dan lalui, semua aku ceritakan pada bunda. Bahkan jujur, kau adalah cinta pertamaku dan aku tidak pernah sekalipun jatuh cinta pada perempuan lain selain dirimu," ucap Alvian membuat Zafira mengalihkan pandangannya ke netra Alvian. Ditatapnya netra hitam kecoklatan itu dengan intens seolah sedang mencari kebohongan di dalamnya. Namun yang ia lihat hanyalah kesungguhan.


"Tapi Al, apakah kau tidak akan menyesal menikahi diriku. Kau sangat tahu, kau bukanlah yang pertama, bukan hanya di hati tapi juga ... " Zafira tak mampu melanjutkan ucapannya. Nafasnya terasa tercekat. Ia merasa tak pantas untuk Alvian yang nyaris tidak memiliki celah.


"Aku menyesal," potong Alvian tiba-tiba membuat dada Zafira seketika terasa sesak. "Aku akan benar-benar menyesal bila sampai kehilanganmu. Kau ... hanya kau yang aku inginkan, bukan yang lain. Tak peduli aku bukan yang pertama, tapi akan aku pastikan kalau akulah yang akan menjadi laki-laki terakhir yang bukan hanya menghuni hatimu tapi juga menjadi pendampingmu hingga ke ujung waktu," imbuhnya membuat Zafira tak mampu menutupi buncahan rasa bahagia yang seketika membuncah memenuhi relung hati dan jiwanya.


...***...

__ADS_1


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...


__ADS_2