
Setelah kepergian James dan keluarganya, di sinilah Merlyn berada. Dengan tatapan kosong dan pikiran berkecamuk, ia menunggu penjelasan orang tua mengenai apa yang mereka bicarakan tadi. Sungguh, ia merasa kebingungan dengan apa yang mereka bicarakan.
Ia telah kehilangan kesuciannya?
Bagaimana bisa? Sedangkan ia selalu menjaga dirinya sebaik mungkin. Meskipun ia kuliah di luar negeri dan banyak teman-temannya yang biasa saja saat melakukan hubungan terlarang itu dengan kekasihnya, tapi ia tak pernah sekalipun tertarik untuk melakukannya sebab baginya yang berhak memiliki dirinya seutuhnya hanyalah laki-laki yang telah bergelar sebagai suaminya. Laki-laki halalnya. Kekasih halalnya. Jadi bagaimana bisa ia telah tidak suci lagi. Bahkan dengan pacarnya terdahulu pun ia tak pernah melakukan lebih selain bergandengan tangan dan cium tangan.
Lalu ... bagaimana ia bisa kehilangan kesuciannya?
Untuk itulah Merlyn menunggu penjelasan kedua orang tuanya.
"Tolong jelaskan apa yang mama dan papa bicarakan tadi? Bagaimana bisa? Bagaimana mama dan papa mengatakan aku tak suci lagi? Meskipun aku sebenarnya tidak menyetujui pertunangan ini, tapi bukan berarti aku senang mereka membatalkan pertunangan ini karena mengira diriku ini perempuan murahan. Aku yakin mereka benar-benar membenciku, ma, pa. Mereka pasti membenci diriku. Mereka pasti mengira aku perempuan murahan. Padahal ... aku ... aku selalu menjaga diriku. Mengapa kalian mengatakan hal buruk itu, ma, pa? Mengapa? Jelaskan padaku."
Merlyn tergugu pilu. Ia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Air matanya jatuh berderai. Ia tak habis pikir, mengapa orang tuanya sendiri mengatakan sesuatu yang tidak benar seperti itu.
Ibu Merlyn pun tak mampu menahan desakan air matanya. Ia pun beringsut dari tempatnya dan duduk di samping Merlyn. Dipeluknya tubuh anak perempuannya yang menangis pilu.
"Maafkan mama dan papa, nak. Seharusnya kamu telah menceritakan perihal ini sejak lama. Tapi apa yang kami memang benar adanya, nak. Mana mungkin mama dan papa ingin menjelekkan nama anak kami sendiri. Tidak. Kami punya alasannya, nak." Ujar ibu Merlyn sambil memeluk tubuh putrinya.
"Bagaimana bisa, ma? Bagaimana bisa? Aku bahkan tak pernah melakukan hal terlarang itu dengan kekasihku dahulu, lalu bagaimana bisa aku tak suci lagi. Kalian jangan mengada-ada!" pekik Merlyn yang benar-benar frustasi dengan apa yang barusan dikatakan orang tuanya. Mendengar teriakan Merlyn, adik dan kakaknya pun segera ikut bergabung. Mereka pun penasaran sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa pihak laki-laki tiba-tiba saja pergi dengan wajah penuh kemarahan.
__ADS_1
"Lyn, kamu kenapa?" tanya kakak laki-laki Merlyn.
"Mbak Lyn kenapa? Ma, pa, sebenarnya apa yang sudah terjadi? Mengapa Mbak Lyn nangis? Dan kenapa kak James dan orang tuanya pergi begitu saja padahal acara pertunangan seharusnya sudah dimulai sejak beberapa menit yang lalu," cecar adik perempuan Merlyn.
Ayah Merlyn menghela nafas kasar, mungkin sebaiknya ia ceritakan masa lalu Merlyn agar gadis itu paham apa yang pernah menimpanya dimasa lalu.
"Tadi ... James mendengar pembicaraan mama dan papa tentang Merlyn," ucapnya. Lalu ayah Merlyn kembali menghela nafas panjang, "Lyn, maafkan papa, seandainya papa bisa melindungi kamu, kamu nggak mungkin akan mengalami kejadian tragis itu."
"Kejadian tragis?" beo kakak Merlyn.
"Ya, kejadian ini terjadi saat Merlyn masih kelas 8 SMP. Kamu ingat, Ran, dulu, Merlyn pernah dirawat cukup lama di rumah sakit. Kamu sampai bertanya-tanya, Merlyn sakit apa kok sampai berbulan-bulan dirawat, tapi mama dan papa tidak bisa menceritakannya sebab saat itu merupakan saat-saat terendah Merlyn. Sebenarnya Merlyn saat itu dirawat karena mengalami depresi. Dia ... mengalami pelecehan oleh beberapa anak SMA yang tengah mabuk. Kejadiannya terjadi saat Merlyn baru pulang sekolah. Ia yang sedang menunggu angkot lewat di halte yang tak jauh dari sekolah, justru ditarik paksa masuk ke dalam sebuah mobil yang di dalamnya ternyata ada beberapa siswa SMA yang tengah mabuk. Mereka membawa Merlyn ke sebuah gudang kosong. Lalu mereka ... mereka ... mereka melecehkan Lyn dengan kasar. Setelahnya, mereka meninggalkan Lyn begitu saja dalam keadaan pingsan. Mama dan papa sampai kelimpungan mencari keberadaan Lyn sebab sudah 2 hari Lyn menghilang. Berkat bantuan pihak kepolisian, akhirnya mama dan papa bisa menemukan, Lyn. Namun ... keadaan Lyn sangat kacau. Ia hanya terbaring dengan tatapan kosong. Adikmu ... Lyn, depresi. Semenjak itu, Lyn sering mengamuk, menjerit, bahkan ... Lyn hampir bunuh diri."
"Oleh sebab itu, untuk mengatasi hal tersebut, mama dan papa meminta tolong ahli hipnoterapi untuk menghapus kenangan buruk itu. Karena itulah, Lyn tak pernah mengingat peristiwa itu hingga hari ini sebab kenangan itu memang sengaja dihapus demi kesehatan mental Lyn. Mama dan papa tak sanggup melihat Lyn terpuruk seperti itu." Lanjut ayah Merlyn yang benar-benar membuat Merlyn shock.
Kepala Merlyn sontak berputar. Angannya tiba-tiba melayang. Sekelebat peristiwa pemer kosaan itu melintas dalam ingatannya. Merlyn mencengkram erat kedua sisi kepalanya. Matanya terpejam membuat kedua orang tua juga saudara Merlyn khawatir.
"Merlyn, nak, sadar, nak? Kamu nggak papa kan, nak? Lyn, mama mohon, jangan nakutin mama? Merlyn, sayangnya mama? Istighfar, nak." Pekik Ibu Merlyn khawatir.
"Mbak Lyn ... " pekik adik Merlyn tak kalah panik.
__ADS_1
"Merlyn ... " seru ayahnya khawatir.
"Dek, adek nggak papa kan? Dek ... Merlyn ... " panggil Rendi panik sambil menepuk pelan pipi Merlyn. Lalu Merlyn pun membuka matanya membuat semua orang bernafas lega.
"Ma, pa, bagaimana dengan nasib para bajingaan itu? Apa mereka telah mendapatkan hukumannya? Atau ... mereka masih bisa melenggang bebas di luar sana?" tanya Merlyn tiba-tiba dengan sorot mata kosong.
Ibu Merlyn mengusap punggung Merlyn, "kau tenang saja, mereka semua, tanpa terkecuali telah mendapatkan balasannya. Setelah melakukan perbuatan bejat itu, mereka mencoba kabur. Tapi di tengah perjalanan mereka mengalami kecelakaan dan mati di tempat. Mereka semua telah mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatan bejat mereka. Sebenarnya mama belum puas, tapi mama mencoba ikhlas. Sebaik-baiknya hukuman adalah hukuman dari sang pencipta. Semua sudah jadi masa lalu, Lyn. Jangan terlalu kau pikirkan." Ucap ibu Merlyn mencoba menenangkan putrinya.
"Jangan terlalu Lyn pikirkan? Bagaimana Lyn tidak pikirkan, ma? Lyn kotor. Lyn menjijikkan. Siapa yang mau menerima perempuan kotor seperti Lyn? Nggak ada, ma. Bahkan laki-laki bejaat pun mencari perempuan baik-baik untuk pasangan hidupnya, untuk mengandung calon anak-anaknya, sedangkan Lyn? Lyn hanya perempuan kotor. Hina. Menjijikkan. Lyn ... "
Merlyn meraung meratapi nasibnya. Perlahan, ingatan yang telah dihapuskan itu melintas dalam memorinya. Meskipun hanya sekelebat bayangan, tapi peristiwa itu begitu mengerikan. Bagaimana ia ditampar, dijambak, lalu pakaiannya dilucuti satu persatu secara paksa. Setelahnya ia digauli secara paksa dan kasar membuat kepalanya kembali sakit hingga jatuh pingsan. Dan sejak itu pula sikap Merlyn berubah. Tak ada lagi Merlyn yang ceria, ceriwis, dan murah senyum. Hanya ada Merlyn yang muram, pendiam, datar, dan dingin. Ia seperti kehilangan separuh jiwa dan semangat hidupnya.
...***...
Calon cerita othor yang baru. Kalau nggak ada halangan, release awal bulan ini. Setelah cerita ini tamat dulu tentunya. 😉
Jangan lupa follow akun othor ya supaya bisa mendapat update cerita selanjutnya. 🥰🥰🥰
__ADS_1
...HAPPY READING 🥰🥰🥰...