Dibuang Karena Hamil Anak Perempuan

Dibuang Karena Hamil Anak Perempuan
Cerita 1


__ADS_3

Terdengar suara keributan dari sebuah kamar rawat VIP di rumah sakit Cinta Medika. Refano yang memang hendak masuk ke kamar itu benar-benar terkejut saat mendengar suara teriakan melengking dari seseorang yang ia kenali di dalam sana. Refano pun bergegas masuk ke dalam ruangan perawatan itu. Refano membelalakkan matanya saat melihat keadaan sang ibu yang berbalut perban di area kepala, tangan dan leher di gips, dan entah bagaimana keadaan kakinya. Tampak dua orang perawat sedang berusaha menenangkan ibunya, tapi ibunya terus saja mengamuk sampai-sampai selang infus yang menancap di pergelangan tangannya tertarik. Tampak darah mengalir masuk ke dalam selang infus, tapi tak dihiraukan wanita yang telah melahirkannya ke dunia itu.


"Tidaaak ... aku tidak mungkin cacat. Kenapa kalian mengamputasi kakiku tanpa izin, hah? Aku tidak mau cacat, tidaaaak," teriak Liliana dengan berderai air mata.


Refano mencelos dengan mata terbelalak saat mendengar teriakkan itu. Refano lantas menoleh ke arah samping. Ternyata sang ayah telah berdiri menjulang sambil bersandar dan menutup kedua matanya. Ia seakan menulikan pendengarannya. Seolah acuh tak acuh akan jeritan tangis Liliana.


"Mas, kenapa kau suruh mereka memotong kakiku, hah? Kenapa kau tidak bertanya padaku dahulu? Aku tidak mau jadi wanita cacat, mas. Aku nggak mau jadi wanita cacat ... " Liliana terus berteriak histeris membuat Marwan jengah sendiri.


"Lantas kau mau apa? Kau mau bagaimana, hah? Kau ingin kakimu dibiarkan membusuk lalu dikerumuni belatung, begitu? Aku pun terpaksa melakukannya. Kakimu hancur. Kakimu terjepit sehingga tulangnya remuk. Bila dibiarkan akan menyebabkan pembusukan. Lalu lama-lama tubuhmu pun habis membusuk dimakan ulat, itu maumu?" Marwan menatap tajam Liliana yang telah tampak begitu kacau.


"Kenapa ... kenapa ini menimpaku? Aku tidak mau jadi cacat. Huhuhu ... " Liliana terus sesegukan membuat Refano iba. Namun ia hanya diam tak bergeming. Mungkin ini salah satu teguran dari Yang Maha Kuasa agar ia mampu menyadari kesalahan-kesalahannya. Akan tetapi, mungkinkah seseorang seperti Liliana mampu menyadari kesalahannya dan bertobat?


Oleh karena Liliana yang terus-menerus histeris dan belum bisa menerima kenyataan, dokter pun segera menyuntikkan obat penenang pada Liliana.


"Ini semua gara-gara Ayu sialan. Tunggu saja, aku akan membalas perbuatanmu lebih menyakitkan dari ini," lirih Liliana sebelum benar-benar hilang kesadarannya.


...***...


Sementara itu, di sebuah kamar yang ukurannya cukup luas, tampak Zafira sedang melamun sambil bersandar di kepala ranjang. Alvian yang baru saja selesai mengganti pakaian pun segera menghampirinya. Dahinya mengernyit saat sang istri tak menyadari keberadaannya karena sibuk melamun.

__ADS_1


"Kamu ngelamunin apa sih, Yang? Kok kayak serius banget sampai nggak sadar aku udah duduk di samping kamu," ujar Alvian menyentak lamunan Zafira. Zafira menelan ludah kasar, ia benar-benar tak sadar suaminya telah duduk di sampingnya. Pikirannya tadi sibuk melayang ke momen saat ia hendak pulang dari kantor Alvian, dimana ia melihat ponsel suaminya berdering dan di sana nama mantan suaminya lah yang tertera. K Refano. Entah apa arti dari abjad K di depan nama mantan suaminya itu.


Bukan hanya itu yang menjadi beban pikiran Zafira, tapi juga foto yang menjadi layar profil mantan suaminya itu. Bukankah selama ini Refano tak pernah memedulikan anak-anaknya, tapi kenapa foto profil mantan suaminya itu justru foto Regina dan Refina. Meskipun ia tahu, foto itu diambil dari sosial media sebab foto itu merupakan foto saat Regina dan Refina memenangkan lomba di mall tempo hari. Foto saat Regina dan Refina mendapatkan hadiah lalu diedit menjadi satu foto bergandengan sebab mereka mendapatkan penghargaan di waktu yang berbeda.


Sebenarnya ada apa? Zafira lagi-lagi terkenang sorot mata sendu mantan suaminya itu saat menatap dirinya. Pun anak-anaknya saat berada di atas panggung di pesta pernikahan beberapa waktu lalu. Sampai saat ini Zafira masih belum paham arti sorot mata itu. Seperti ada kerinduan, kesedihan, luka, dan ... cinta. Tapi bagaimana mungkin, pikirnya. Selama 7 tahun ini saja, Refano tak pernah menunjukkan rasa kasih sayangnya.


"Aku ... aku nggak ngelamunin apa-apa kok," kilah Zafira. Dirinya berharap, Alvian sendiri yang membuka cerita sebenarnya ada hubungan apa suaminya dan mantan suaminya tersebut. Apa mereka terlibat bisnis bersama? Ya, dia tahu, suaminya sekarang dan mantan suaminya itu memiliki perusahaan yang bergerak di bidang yang sama. Bisa saja kan mereka menjalin kerja sama.


"Jaman bohong! Abang tahu, ada yang kamu pikirkan. Malah kamu jadi kayak gini sepulangnya dari kantor Abang kemarin. Sebenarnya ada apa? Kalau ada yang kamu pikirkan, baiknya tanyakan langsung. Abang nggak mau kamu memendam rasa penasaran yang berujung salah paham. Abang bukan cenayang yang bisa paham isi hati dan pikiranmu tanpa diberitahu. Cuma isi baju dan celanamu doang yang bisa Abang ketahui tanpa bertanya," ucapnya dengan mimik wajah serius tapi terdengar menyebalkan.


"Apa sih? Awal-awal nanyanya serius ujung-ujungnya nyeleneh, dasar omes," cibir Zafira sambil mengerucutkan bibir membuat Alvian akhirnya tergelak.


"Emangnya kalau Fira nanya sesuatu yang Abang rahasiain, Abang bakal jawab?"


"Ya tergantung. Terkadang ada sesuatu yang harus kita rahasiakan dulu untuk kebaikan bersama. Namun, Abang nggak pernah berniat menyembunyikan apapun dari kamu. Ya, meskipun jujur ada hal yang sedang Abang sembunyikan dan belum bisa Abang ceritakan, tapi percayalah, bila sudah waktunya, Abang pasti akan cerita. Emangnya mau nanya apa sih? Siapa tahu, Abang sedang berbaik hati mau jujur," tanyanya sambil menatap lekat netra Zafira yang tampak sekali menunjukkan dia sedang berpikir keras.


"Fira nanya satu dulu aja, kan tempo hari Abang pernah bilang bunda kenal sama mamanya mas Refano, bisa ceritakan masalah apa itu?" tanyanya membuat Alvian menghela nafasnya. Mungkin inilah saatnya Zafira untuk tahu kisah kelamnya, pikirnya.


"Kamu siap dengerin?"

__ADS_1


"Kok nanyanya gitu, emang ceritanya panjang plus nyeremin ya?"


"Bukan hanya itu, tapi menyedihkan. Bila abang bilang Bunda sama wanita itu merupakan saudara tiri, percaya nggak?"


Gleg ...


Zafira ingat, Liliana memang pernah mengatakan itu. Dia juga bilang bunda merupakan adik tirinya yang terbuang. Maksudnya bagaimana? Zafira pun penasaran dibuatnya.


"Fira nggak tahu. Tapi Fira akan mendengarkan cerita Abang. Apalagi Fira kan udah jadi istri Abang, udah sepatutnya Fira mengetahui apa yang rahasia Abang untuk menghindari kesalahpahaman di kemudian hari, benar kan?"


Alvian mengusap pipi Zafira dengan sayang, "kamu benar. Okelah, Abang akan mulai bercerita," ujarnya. Lalu Alvian pun mulai menceritakan sejak awal mula masuknya Liliana ke rumah orang tua bundanya sampai percobaan pembunuhan dan bundanya yang ditolong sepasang suami istri yang kemudian hari menganggapnya anak. Bahkan hingga kini nama belakang Alvian pun memakai nama belakang kakek angkatnya itu. Mereka yang tidak dikaruniai keturunan membuat pasangan suami istri itu begitu menyayangi bundanya pun dirinya. Mereka sudah dianggap seperti seorang anak dan cucu mereka sendiri. Bahkan semua orang pun mengira mereka membuat anak cucu pasangan suami istri tersebut.


Zafira yang mendengar cerita sang suami pun terisak pilu. Tak terbayangkan penderitaan mertua dan suaminya itu dahulu. Ibu mertuanya dikhianati kekasihnya yang notabene adalah mantan ayah mertuanya. Kemudian ia diperkosa, diusir, lalu hamil di luar nikah. Seakan penderitaan tiada habisnya, ia pun ingin dibunuh mantan ibu mertuanya. Suaminya juga harus tumbuh besar tanpa kasih sayang seorang ayah sama sekali. Bahkan yang lebih tak terduga lagi, ternyata suaminya dan mantan suaminya ternyata bersaudara. Mereka merupakan saudara satu ayah beda ibu. Sungguh miris nasib suaminya. Namun meskipun ia tumbuh tanpa kasih sayang orang tua yang lengkap, tapi suaminya tumbuh menjadi pria yang baik dan bertanggung jawab. Untung saja dahulu memasukkan nama anak ke dalam KK tidak memerlukan akta kelahiran seperti saat ini, bila tidak, mungkin sampai sekarang suaminya tidak bisa memiliki identitas yang diakui oleh negara.


Melihat istrinya terisak pilu, Alvian pun segera memeluknya. Diusapnya punggung sang istri untuk memberikan ketenangan hingga perlahan isak tangis itupun mereda.


...***...


...HAPPY READING 🥰🥰🥰...

__ADS_1


__ADS_2