
"Kamu kemana saja Ayu, telepon rumah kan sudah tidak bisa dihubungi, terakhir kita bicara kamu sudah mulai sibuk bekerja, terus kenapa tidak pernah berkabar sama sekali? " Suara Gung de terdengar khawatir dan bercampur sedikit kesal
Aku memandangnya sejenak sebelum menjawab " Mmm terus terang aku memang sibuk bekerja, kan namanya karyawan baru hari libur hanya minggu. Itupun karena sering kelelahan hari minggu aku pakai tiduran sepanjang hari. Kalau tidak percaya boleh tanya ke orang rumah, beneran deh" Sahutku serius
"Terus kenapa tidak mengabari sedikitpun selama itu?, kalau aku tahu dimana kamu tinggal sudah kesana aku mencarimu! "
"Namanya baru patah hati, wi Gung kan tahu aku sedang dalam masa patah hati waktu itu, yang terpikirkan hanya mengalihkan pikiranku untuk hal-hal lain selain mantan"
"Aku tahu, dan aku sangat khawatir, sampai-sampai aku berfikir terjadi sesuatu yang buruk sama kamu"
"Maaf wi Gung, aku juga nggak tahu nomor ponselmu setelah itu berapa, kalau main ke sini sepertinya tidak semudah sewaktu aku hanya seorang training biasa"
"Biang sama Aji nanyain kamu terus waktu itu, bahkan kamu tahu setiap ada teman wanitaku yang berkunjung mereka selalu bertanya " Ayu punapi kabarnya Gung de? Kok ten taen meriki nggih? " (Ayu apa kabarnya Gung de, kok tidak pernah kemari?)
" Pasti waktu itu yang datang itu calon mantu yah?" Tanyaku bermaksud menggoda Gung de
" Nggak usah mengalihkan pembicaraan, kebiasaan, gini nih kalau dia sudah mulai nggak nyaman " Gung de menoleh ke arah Galang.
Aku hanya bisa menggigit bibir bawahku sambil tersenyum geli melihat Gus de kesal, "Eh iyah sampai lupa sehat semua wi, Biang , Aji sama Gung gek Ita? Mereka apa kabarnya? "
"Iyah mereka sehat, main dong ke rumah, nggak ada aku juga nggak papa Yuk, kunjungi orang tuaku sekali-sekali mereka kangen"
"Iyah Gung, aku mengerti"
"Kalian kenal di mana" Tanya Galang tiba-tiba
"Mmm kalau tidak salah ingat aku sempat melamar Sales admin di Hotel sekitaran Ubud, trus dapetnya disebelah Guest House yang dikelola keluarganya selama setahun yah kalau tidak salah" Aku menoleh ke Gung de
" Ibuku jatuh didepan Guest house karena licin, dia yang nolongin waktu hujan lebat. Makanya akrab sama semua orang rumah. Sering banget dia mampir kerumah. Kecil begini tenaganya Samson banget loh Galang dia ngangkat terus gendong biang sendiri hahaha" Gung de terkekeh
"Hahahaha itu karena aku panik.
Biang tiba-tiba pingsan di pinggir jalan, sepi nggak ada orang sampai teriak-teriak juga nggak ada yang dengar. Terpaksa kuangkat sendiri. Sampai didalam rumah kan semua kaget, sampai kamu juga pikir aku yang nabrak Biang sampai jatuh hehehe"
"Setelah dia resign dia kerja di Denpasar, sesekali datang dan akhirnya nggak pernah datang sama sekali" Wajah Gung de berubah muram.
" Salam nggih buat Biang sama Aji ma yang lain juga "
"Nggak mau, kamu harusnya datang jenguk mereka" Kata Gung de ketus
"Iyah wi aku jenguk, tapi gak dalam waktu dekat yah aku kerja di wedding Organizer. Mulai minggu ini sudah mulai bulan sibuknya orang Wedding. Aku pasti luangin waktu untuk jenguk, sampunang nak e nguwel malih atu (jangan marah lagi atu /pangilan formal) " Aku mencoba meredakan emosinya, tangannya ku tepuk pelan.
"Minta nomor WA mu yuk"
__ADS_1
Aku mengetik nomorku di ponsel Gung de.
"Galang hati-hati yah Anak ini ahli memikat dan sekaligus melarikan diri hahahah" Canda Gung de tiba- tiba.
"Wah aku harus hati-hati ini bener" Kata Galang menimpali.
"Issh aku ke toilet bentar yah" Aku beranjak dari tempatku duduk.
Sementara Nami yang sedang merasa perasaannya malam itu campur aduk, Galang merasa senang mengetahui cerita masa lalu Nami. Termasuk Hubungan-hubungan Nami dengan orang- orang yang dia baru ketahui.
"Kerja atau punya usaha sendiri Galang"? Gung de berkata.
" Aku punya usaha jasa arsitek Gung, baru jalan sekitar 2 tahun ini, ada teman- teman yang ikut membantu juga. Mereka Lebih ke freelance "
"Banyak proyek? "
"Lumayan"
"Wah bidang kita sama, saya juga arsitek Galang. Saya lebih tertarik sama arsitektur Bali dan contemporer, kalau Galang gimana?"
"Wah kebetulan saya lagi butuh partner, ada proyek besar di Nusa Dua, yang punya pengin bangunannya arsitektur Bali tapi tidak berat, tadi saya sempat beli beberapa buku referensi, sapa tahu bisa bantu saya join untuk proyek ini" Tawar Galang
"Why not, saya juga lagi kosong hanya mengurusi beberapa proyek kecil dan usaha keluarga ini"
"Nomor ponsel gung berapa? "
"Ok dalam minggu ini saya kesini lagi deh nanti janjiannya lewat chat yah Gung"
"Ok, tiang tunggu. Ngomong- ngomong kenal Ayu dimana? "
"Nami?, baru kenal kok, akrabnya juga baru dari semalam"
"Baru kenal tapi kalian kelihatan akrab sekali, tapi kalau sama Ayu orang jadi memang cepat akrab dengan dia"
"Nggak juga Gung, aku bahkan butuh waktu lama untuk bisa sekedar menyapa dia"
"Kenapa begitu?"
"Atasannya di kantor sekarang itu teman baik saya, saya berkali- kali berkunjung, tak sekalipun dia menyapa. Lebih sibuk dengan pekerjaannya sendiri. Dia di kantor pendiam loh, saya saja baru tahu ternyata anaknya seramai dan seseru ini"
"Mmm seingat saya dari awal kenal dia anaknya yah seseru itu, tapi entahlah mungkin penilaian saya yang salah"
Aku melangkah kembali ke meja kami, aku memperhatikan mereka bercakap- cakap seru dan serius sekali ,sampai merasa mereka seperti sudah kenal lama.
__ADS_1
"Seru banget, ngomongin apaan? "
"Ngomongin kamu Nam"? Seru Galang
" Iyah ngomongin gimana caranya biar kamu nggak kabur lagi hahaha" Jawab Gung de.
"Ihhh dibilangin nggak kabur, pulang yuk Galang aku cape banget hari ini, besok aku ada breakfast meeting di Hyatt Nusa dua sama Ibu Ida"
" Iyah deh ayuk pulang" Galang berdiri dari tempat duduknya "
" Aku cek billnya dulu dibawah yah" Kata Galang kemudian berlalu menuju tangga
" Aku pamit pulang dulu yah Gung"
"Inget main kesini lagi, sudah lama kita nggak ngobrol Yuk"
"Iyah wi" Aku menjawabnya sambil sama-sama menuju ke lantai bawah
Tangan Gus de mengucek rambutku dan melingkarkan tangannya dipundak ku sambil menuruni anak tangga.
Aku menunggu Galang dipintu masuk Resto
"Cantik banget restonya, makanannya enak banget"
"Cantiknya kayak kamu, sendunya juga" Kata
Aku terdiam tak tahu harus berkata apa, Galangpun telah selesai melakukan pembayaran dan menyusul kami
"Terimakasih sudah mampir, sering-sering yah"
"Iyah bakalan jadi tempat makan favorit aku di Ubud Gung" Jawab Galang
"Jaga Ayu yah Galang, Hati-hati dijalan mulai hujan lagi nih kayaknya"
"Ok nanti via chat saja yah kitanya"
"Sip"
Gung de memelukku lagi erat
"Sampai jumpa Yuk" Katanya lagi dengan mata sendu
"Iyah Gung aku pulang dulu yah"
__ADS_1
Gung de menaikkan jempolnya kearahku
Tampak Gung de melambaikan tangannya ke arah kami, kamipun membalas lambaian tangannya.