
Sementara mereka berdua asyik mengobrol, di satu mall yang terletak di daerah Kuta terlihat Galang sedang gusar dengan ponselnya. Ada seorang wanita cantik di sebelahnya yang terlihat murung seperti merasa bersalah dan seorang anak kecil lucu di gendongannya.
"Hapenya mati yah Galang?"
"Iyah dia sepertinya kesel banget, aku sih keterlaluan, gara-gara dikirimin foto itu tadi jadi emosi kan. Harusnya aku lebih percaya sama dia ketimbang mantannya"
"Terus rencanamu apa sekarang? "
"Aku kayaknya mau kerumah dia aja deh"
"Sebaiknya sih begitu, nggak usah anter kita berdua pulang, kan bisa naik taksi" Ucap wanita itu pelan
"Nggak papa yah? Kasian kalian, maaf yah nggak bisa nemenin seperti sebelum-sebelumnya"
"Iyah nggak papa aku ngerti kok, aku senang kamu akhirnya menemukan wanita idamanmu"
"Terimakasih yah, eh Satria gimana? Kalian masih komunikasi kan?"
"Masih aku lupa bilang, minggu depan dia ke Bali sekalian mau minta maaf sama orang tuaku, dan ingin memulai lagi dari awal" Jawab wanita ini sambil tersenyum gembira
"Akhirnya yah, aku dengernya juga senang, kabarin aku kalau ada apa-apa"
"Iyah mudah-mudahan orang tuaku mau mengerti dan menerima dia kembali"
"Kalau demi cucunya kenapa nggak kan? Lagian dia juga pergi karena ada sesuatu yang memang tidak bisa untuk dihindari, nanti aku bilang orang tuaku biar mereka bisa bantu membujuk orang tuamu"
"Aku banyak berhutang sama kamu Galang"
"Duh nggak usah gitu aku ikhlas bantuin kamu, kita kan sudah seperti keluarga, pokoknya aku doakan yang terbaik buat kalian berdua"
"Ya sudah aku pergi dulu yah, sayang ayah ada urusan penting harus pulang duluan besok-besok kita pergi bareng lagi yah" Galang beralih ke anak kecil dalam gendongan,
Anak kecil itu tersenyum dan mengangguk kemudian mengulurkan tangan minta pelukan. Galang memeluk dan mencium pipi anak lucu itu dan kemudian bergegas pergi.
"Ben sudah pukul setengah tujuh, kamu nggak malam mingguan? "
"Astaga sampai lupa aku ada janji nganterin Shinta beli Baju katanya merk baju kesukaannya lagi ada sale, aku pulang dulu yah Nam, lain kali kita ngobrol lagi" Beni mengemasi barang-barangnya yang tergeletak diatas meja kedalam tas.
"Iyah, makasi yah Ben"
"Apa sih cuman ngobrol doang" Beni tersenyum dan memelukku erat
"Salam buat shinta yah" Kataku sembari membalas pelukannya sama eratnya.
"Iyah, kabarin kalau kalian jadi nikah tahun depan"
"Apa sihhh hahahaha"
"Hahahaha ya sudah dah Nami, kamu nggak pulang?"
" Iyah bentar lagi hati-hati dijalan yah"
"Iyah kamu juga"
Beni melambaikan tangannya dan bergegas menuju parkiran.
Sepeninggalan Beni, aku menghidupkan kembali ponsel ku terlihat banyak pesan yang dikirimkan dan beberapa kali Missedcall dari Galang
Aku membaca pesannya
Galang : "Maaf sayang kamu pasti marah"
Galang: "Aku nggak bermaksud membuat kamu marah, aku cemburu"
Galang: "Aku tadi bayangin kalian bersenang-senang itu bikin kesal Nami😒"
Galang: "Aku lupa kalau kamu bukan wanita kayak gitu 😓😑"
Galang: "Ponselmu mati😟"
__ADS_1
Galang: "Aku lagi dirumahmu😘"
Galang: "Nungguin pacar yang lagi marah ☹😟"
Galang: "I miss you 💗😘"
Galang: "Nami.... 😢"
Aku tersenyum membaca pesan dari Galang, kuputuskan untuk membalas pesannya
Aku: "Bentar lagi aku pulang 😘"
Bergegasku menuju parkiran motor dan pulang dengan perasaan senang
Sampai dirumah aku melihat mobil Galang terparkir didepan rumahku, ku memasukkan motorku ke dalam garasi dan kututup pintu pagar kemudian menuju kamarku.
Kulihat Galang duduk di teras depan kamar memandangku dengan senyumannya yang membuat jantungku mulai berdebar kembali.
Aku melihat sekeliling mencari-cari Ibu, bapak atau kakakku.
"Mereka semua lagi keluar, orang tuamu pergi ke pasar malam yang baru buka di lapangan dekat sini, kakakmu bilang ada acara sama temannya" Galang berkata seperti mengerti bahasa tubuhku.
Aku mendekat kearah Galang yang langsung mengambil tanganku dan menarikku pelukannya.
"Maafin aku Nami sudah bikin kamu kesal"
"Jangan gitu lagi yah aku nggak suka" Aku menjawab sambil memeluk Galang erat
Galang mengangguk
"Masih marah? "
"Nggak, kalau masih marah aku nggak balas pesanmu" Aku melepas pelukannya dan duduk disebelah Galang
Galang masih memegang kedua tanganku
"Seperti biasa kalau ketemu dia pasti seru"
" Kamu sudah makan? "
Aku menggeleng,
"mau aku pesankan sesuatu? "
"Nggak usah sepertinya ibu masak, kalau nggak, aku kepengin yang berkuah, mie instan pake telor sama rawit aja deh, sudah lama nggak buat, Bli dah makan? "
"Sudah, aku temenin kamu aja, apa aku buatin kamu mie aja mau?"
"Serius? "
"Seriuslah, kamu pikir aku nggak bisa masak mie instan, kalau ketagihan buatanku nanti ada syaratnya hehehe"
"Bener yah" Aku tarik tangan galang ke Dapur dan menyerahkan bahan-bahannya
"Aku mandi dulu yah" Aku tersenyum lebar
"Aku nggak boleh ikut? "
"Ihhh nggak boleh"
"Kalau nanti resmi boleh dong yah"
"Hah? Maksudmu suami istri?? *Dheg! Ngomongin jadi suami istri tiba-tiba jantungku makin berdebar
" Iyah kalau sudah suami istri yah boleh"
"Kapan yah? "
"Ih apa sih Galang Pacaran juga baru sehari hahahaha"
__ADS_1
"Hahahaha Iyah sih" Galang mendekat dan memeluk pinggangku
Kita berpandangan, " Kalau kayak gini terus aku kapan mandi sama makan mie nya " Kataku memecah keheningan
"Hehehe ya sudah mandi dulu gih" Galang mencium rambutku
Aku melepas tangannya dari pinggangku dan berjalan santai kekamarku untuk mandi.
Wangi mie instan kuah menyergap hidungku ketika keluar dari kamar seusai mandi, hanya dengan memakai kaos kebesaran berwarna pink pucat dan celana pendek dari kamar
aku berlari kecil menuju dapur. Di meja makan sudah tersedia mie kuah beserta cabai dan telurnya. Galang duduk diseberang meja.
Tidak sabar aku mengambil tempat duduk dan akan menyantapnya
"Eh bentar sabar, ciumnya dulu dong"
" kan tadi nggak ada syaratnya "
" Hehehe sekarang ada"
Aku mendekat kearah Galang dan mengecup bibirnya
Galang memandangku lekat dan menggigit bibir bawahnya, kemudian beringsut berdiri dan ikut duduk disebelahku.
Kunikmati mie kuah buatan Galang dengan lahap.
"Enak yah?! " Tanya Galang sambil tersenyum
Aku mengangguk sambil mengunyah
"Keahlian ini aku dapat dari bertahun-tahun hidup jauh dari orang tua saat kuliah"
Ku akui mie instan kuah yang aku santap ini teksturnya kenyal dan kuahnya lebih kental jadi lebih enak dari buatanku sendiri.
"Cie yang sering buatin mie kuahuntuk pacar jaman kuliah hehehe" Kataku iseng
" Kalau beneran gitu kamu bete nggak? "
" Hmmm bete nggak yah?" Aku memutar bolamataku
" Tuh kan nggak usah mulai yah sayang"
" Hahahaha iya iyah"
" Tapi aku nggak pernah buatin orang lain sih sebelumnya "
"Gombal"
"Serius, buat kamu apa sih yang nggak, pacarmu yang ganteng macam artis Korea ini selalu siap"
"Hahahaha kayak iklan keluarga berencana"
"Hahahaha " Galang terbahak mendengar ucapanku
"Eh kalau jadi arsitek mesti jago gambar nggak sih? Aku nggak bisa gambar, gambarku jelek banget "
"Nggak harus bisa banget tapi kalau menurutku yang terpenting harus punya jiwa seni, kan menuangkan ide dalam bentuk gambar agar sesuai permintaan itu gak gampang"
"Artinya bisa gambar dong"
"Bisa"
"Mana aku mau lihat"
"Mana kertasnya bawa kesini"
"Ok bentar aku rapihin mangkok dulu sebentar"
Aku beranjak untuk mencuci mangkok dan mengambil selembar kertas serta pulpen dari dalam kamarku.
__ADS_1