
Akhirnya kita sampai di depan kantorku, Galang menepikan kendaraannya, aku mengambil tas beserta tumblerku, dan bersiap untuk turun.
"Makasih yah Galang, nanti aku kabarin lewat char yah"
"Iyah Nami"
Aku turun dari mobil Galang dan melambaikan tangan
Galang tersenyum dan melambaikan tangannya
Aku masih memandang Kendaraan Galang yang menjauh dari kantorku.
"Duh yang diantar pacar pergi ke kantor"
Tiba-tiba Bu Ida sudah disebelahku, entah dari kapan beliau ada disana
"Teman bu hehehe" Jawabku sambil tertawa kecil
"Iyah teman, lama-lama bisa jadi teman hidup loh hahaha" Ibu Ida terkekeh
Aku Pun ikut tertawa mendengar candaannya
"Itu lelaki yang kamu ceritakan beberapa hari yang lalu itu? "
"Iyah Bu" Dari pertanyaannya sepertinya Ibu Ida tidak mengetahui yang mengantar ternyata Galang temannya Pak Dito
"Yuk ah masuk kedalam" Kata Bu Ida semangat
"Hayuk bu"
Hari sudah sore ketika E-mail terakhir kukerjakan dan ku kirim, aku melirik jam yang tertera di pojok bawah layar komputerku, pukul 17.10 menit.
Bu Ida terlihat sudah mengemasi barang-barangnya bersiap untuk pulang.
Sesaat kemudian beliau beranjak dari tempat duduknya "Saya duluan yah Nami, eh iya saya baru ingat hari Senin ada meeting jam 10 pagi sama Travel Buana, kemarin rencana kita yang mau site inspection ke villa yang punya tempat Wedding Daerah Payangan jadi jam berapa? "
" Kemungkinan pindah hari Bu, Pak Mega bagian sales hotelnya sedang ikut table top, mungkin minggu depannya lagi baru bisa"
"Ya sudah kamu atur aja yah, selamat malam mingguan Nami" Bu Ida mengedipkan matanya kearahku sambil tersenyum dan berlalu
"Sama-sama Bu happy weekend" Aku menjawab sambil tersenyum.
Aku menelepon Galang karena sedang malas mengetik pesan, bunyi tuttt terdengar tiga kali
"Halo hi" Galang menjawab teleponku dan entah kenapa aku menjadi super semangat mendengar suaranya, jantungku jadi berdetak cepat.
"Hi, aku sudah mau siap-siap pulang, jam berapa mau jemput? Masih sibuk yah? "
"Aku sudah dijalan, bentar lagi sampai"
" Kabarin kalau sudah sampai didepan yah"
"Iyah Nami"
Aku memutus teleponnya dan bergegas berkemas. Aku mengambil tas kecil makeup dari dalam tas untuk sedikit memperbaiki make-up yang sudah mulai tampak memudar sedari pagi dan menambahkan lipstik serta tidak lupa memakai parfum.
15 menit kemudian suara "Ting!" Terdengar dari ponselku, pesan We A dari Galang
__ADS_1
"Sudah didepan"
Aku mengambil tas kerjaku dan bergegas keluar kantor, semua staff sepertinya sudah mendahului pulang, yang terlihat hanya Pak Suta yang berjaga didepan, yang aku tahu beliau berjaga sampai pukul 22.00.
"Saya pulang duluan pak" Sapaku pada Pak Suta
"Iyah mba, hati-hati dijalan"
"Terimakasih pak"
Kumenuju mobil Galang yang tampak menunggu di bawah Pohon agak jauh dari Kantor
"Jauh banget parkirnya"
"Katanya biar nggak ketahuan"
"Aku lupa bilang, semua staff sudah pulang kecuali aku"
"Yah tahu gitu aku jemputnya didepan aja tadi"
"Hehehe sudahlah, kita ke toko mainan sebentar yah sama toko kue, mau beli puding mungkin"
"Coba cek di google disekitar sini ada toko mainan nggak"
"Ini lagi cek, aku sempat browsing tadi kayaknya disekitar sini aku menunjuk ponselku didepan Galang untuk arah jalan yang kumaksud"
"Ok ke kiri yah perempatan ini"
Akhirnya setelah pelan mencari kita menemukan tempatnya, aku pilih beberapa mainan yang cocok dengan usia anak sekitar 5-6 tahun. Setelah membungkus mainan tersebut kita menuju toko kue yang biasa menjadi langgananku.
Toko Kuenya tidak terlalu luas tapi kue , roti pastry yang mereka miliki selalu fresh dan rasanya tentu saja enak.
"Mau beliin calon mertua oleh-oleh yah hehehe" Galang menggodaku
Aku mencubit pinggangnya gemas dan berlalu kekasir
"Aduh"! Galang meringis
"Galak banget sih mbaknya" Galang berbisik di telingaku saat mengantri dikasir membuatku kaget, hembusan nafasnya yang hangat di telingaku membuat lututku otomatis lemah, dengan sisa kekuatan dan kesadaran yang kumiliki aku menoleh lalu mengernyitkan dahi dan hidungku kearah Galang dan kembali menghadap kearah kasir
Kudengar Galang tertawa geli dibelakangku.
Selesai membayar kita pun langsung menuju Ubud.
Sepanjang perjalanan aku lebih banyak diam dan membuka applikasi twitter, karena sibuk seharian aku jadi tidak tahu berita apa yang lagi heboh hari ini.
"Coba kamu lakukan muka yang tadi itu lagi" Sahut Galang membuyarkan konsentrasiku membaca timeline twitter
"Yang mana? "
"Itu loh barusan saat kamu mengantri dikasir"
"Nggak ah muka jelek itu"
"Hahaha lucu tahu"
"Muka jelek nggak lucu, karena kesel aja tadi"
__ADS_1
"Lagi dong"
"Nggak mau, coba kamu aja aku mau lihat"
"Aku kan nggak pernah muka jelek, pasti keren " Sahutnya pede
"Pasti Ibunya yang bilang gitu dari kecil yah, duh sayang anak ibu paling keren, paling ganteng, gitu-gitu yah makanya jadi begini"
"Hei kamu pun mengakui kan aku seganteng aktor Korea itu hahahaha" Galang tertawa
"Hahahaha tidakkkkk, masih inget aja" Akupun ikut tertawa kencang
"Masih, yang bagus-bagus memang harus tetap diingat hahahaha aku penasaran kamu sama Beni ngomongin apa aja sih sebelum kita akrab"
"Hahahaha kasih tahu nggak yah??? Iyah deh hmm jangan marah ya, aku pikir kamu sama pak Dito pasangan Gay"
"Buahahaha what?! " Galang terbahak
"Kan tiap kekantor selalu ketemu pak Ditonya lama banget. Dua-duaan kan kita jadi curiga hahaha"
" Tapi kan Dito dah punya istri? "
"Yee jangan salah malah itu memperkuat dugaan kita. Siapa tahu nikahnya formalitas hahahaha" Aku terbahak
"Duh nggak bener ini, sekarang setelah kenal gimana Nam? Apa aku masih terlihat seperti itu?! "
"Sepertinya sih aku salah mengira, tapi nggak tahu juga sih aslinya hahahaha" Aku menggodanya
" Wah aku perlu membuktikan kejantananku ini, apa aku harus menepi disini? Hahahaha "Galang terkekeh"
" Mo ngapain?! Hehehehe" aku kembali tertawa geli
"Gemes banget akutuh sama kamu" Galang mencubit kecil pipiku
"Cubit mas... cubit lagi... Hahaha " Aku menggodanya lagi sambil tertawa
"Awas yah kucubit beneran nanti"
"Udah ah hahaha tapi bukan gay kan?, eh kenapa belakangan jarang ke kantor?"
"Yah bukanlah, kenapa Jarang kekantor? Kan sudah mulai sibuk lagi akunya, mau ketemu aku tiap hari yah? "
"Nggak gitu juga hehehe biasanya kan paling nggak seminggu satu sampai dua kali"
"Jadi nggak mau ketemu tiap hari? "
"Ihh pertanyaannya nggak gitu Galang"
"Hehehehe iyah iyah ngerti, aku mulai sibuk, Dito juga jarang dikantor kan sekarang"
"Iyah sih pak Dito memang jarang kekantor belakangan, eh kok udah deket rumahnya Gungde aja loh, untung nggak macet, nggak hujan juga
" Iyah Gung Biang ma Gung Aji pasti seneng banget ketemu kamu apalagi Gungde yah? " Kata Galang dengan senyuman dikulum
Aku menghela nafas
"Udah deh parkir dulu, itu sebelah kanan ada central parkir dari sana kita jalan kaki aja, pasti parkir didepan Hotelnya penuh"
__ADS_1
Setelah mendapat parkir yang nyaman kita pun berjalan sekitar 200 meter untuk menuju ke rumah Gustu, tanganku penuh dengan bungkusan Kue, sedangkan Galang ikut membawakan hadiah untuk Gung gek.