Dikejar Cinta Tyson

Dikejar Cinta Tyson
Satu hari yang indah 3


__ADS_3

"Bli bengong aja, foto yuk!? " Suara Nami menyadarkannya kembali. Nami terlihat sibuk menjepret pemandangan sekitar, melakukan swafoto dan juga tidak lupa beberapa kali ia mengajak Galang ikut serta.


"Untung bawa sweater yah bli"


"Mmm Iyah, dingin banget disini, kok aku jadi ngantuk " Kata Galang


"Sini" Aku menarik tangannya dan menepuk pahaku, agar Galang mau tidur di pangkuanku


Galang tersenyum geli dan menuruti keinginan ku. Dia merebahkan kepalanya di pangkuanku.


"Seperti mimpi rasanya aku bisa bertemu wanita seperti kamu Nami, hari-hari kulalui penuh warna saat bersamamu. Aku sebenarnya sama sekali tidak berniat untuk melepaskanmu sayang. Aku akan kehilangan sebagian dari jiwaku setelah ini. Hyang Widhi kuatkanlah aku menjalani ini semua. Kuatkan Nami juga untuk menjalani hari-hari nya tanpa aku" Pikiran Galang berkecamuk, banyak hal yang berputar dalam pikirannya.


Galang menatapku lama sekali. Aku mengelus rambut Galang yang hitam dan sedikit ikal sambil membalas tatapan Galang yang membuat ku merasa seperti masuk kedalam pikirannya, aku bisa merasakan kesedihan yang teramat sangat hanya dari matanya.


Galang kemudian memejamkan matanya, aku merasa dia tertidur.


"Tiba- tiba saja pelupuk mataku telah tergenang manakala dia menatapku lekat. Aku pejamkan mataku untuk mengelabuinya. Aku tidak mau dia melihatku sedih seperti ini" Galang bergumam dalam hati.


Sejenak kami hanya berteman dengan kesunyian. Hujan pun turun semakin lebat.


Mungkin karena lelah akhirnya aku benar-benar tertidur di pangkuannya. Ketika aku terbangun aku melihat Nami sedang bermain dengan ponselnya sambil mengunyah sesuatu. Dalam diamku , aku menikmati pemandangan ini.


"Dia masih mengunyah seperti marmut, imut sekali, kemudian dia tertawa-tawa sendiri sambil menutup mulutnya. Kemungkinan dia sedang membaca linimasa salah satu sosial media yang sudah lama dia ikuti"


Setelah beberapa lama dia tertidur dan aku mulai sibuk dengan urusanku sendiri, aku merasa wajahku seperti ada yang memperhatikan. Aku menoleh kearahnya, dia memang sedang memandangiku sambil tersenyum masih diatas pangkuanku.


Galang beringsut bangun dan mengelus rambutku, "Aku ketiduran lama yah" Katanya


Aku melihat ponselku "lumayan 30 menit "


"Jalan-jalan yuk hujannya sudah reda" Galang meraih tanganku.


Kami berkeliling area kebun raya sambil mengobrol tentang banyak hal termasuk tentang koleksi anggrek, kaktus dan beberapa tanaman lain yang ada disana. Pengetahuan umum yang dimiliki Galang selalu bisa membuatku kagum. Mungkin ini salah satu alasan kenapa aku menyukainya.


"Oh iya aku lupa bilang sama kamu, Bumi sudah menikah loh sama tunangannya" Sahut Galang ditengah-tengah obrolan seru kami.


"Bagus dong kalau gitu"


"Duh padahal mantan tercinta yah "


"Ihhhh bodo amat" Jawabku malas


Galang tergelak mendengar respon ku.

__ADS_1


"Aku menemui orang tuanya Bumi, karena kesal dia selalu saja mengganggu hubungan kita. Yah aku ceritakan saja semuanya, terus Bumi dinikahkan cepat-cepat deh"


" Kok dia mau? "


"Gimana nggak, diancam dikeluarkan dari KK, artinya nggak dapat hak waris juga kan hahahaha" Galang terkekeh lagi


"Kasihan, biarin aja lah"


"Cie kasihan sama mantannya"


Aku memukul pelan lengannya , dia kembali terkekeh dan kembali merangkulku.


Kami memutuskan melanjutkan perjalanan kami ke kebun strawberry. Letaknya tidak jauh dari Kebun Raya. Setelah keluar dari area Kebun Raya kami harus menempuh perjalanan lagi sekitar 10 menit. Setelah membayar tiket kami pun bergegas masuk. Kami beruntung, belum banyak orang yang masuk kemari. Kebunnya juga sedang berbuah lebat dan belum dipanen. Aku merasa seperti burung yang lepas dari sangkarnya, bebas kesana kemari. Aku memetik buah Strawberry paling besar yang aku lihat disana, langsung saja aku makan. "Ya Tuhan ini surga!! " Aku berteriak kencang. Galang hanya bisa tertawa melihat tingkahku.


"Ini manis banget bli, seumur-umur aku baru kali ini nemu buah Strawberry sebesar ini terus rasanya manis asem segar. Enakkk banget" Kataku bersemangat.


Galang mendekat dan menyuapkan buah yang kurang lebih sama besarnya dengan yang tadi aku makan. Saat aku sedang mengunyah, Galang mengecup bibirku dengan cepat "bagiku ini buah yang paling manis yang pernah aku coba" Bisiknya sambil tersenyum.


Aku mengernyitkan hidungku kearahnya. Galang tertawa kemudian memelukku dan mengecup rambutku dengan mesra.


"Ini hari yang paling Indah untukku bli, makasi yah sayang " Aku balas memeluknya erat.


"Ternyata gampang yah bikin kamu senang, makan dipasar, jalan-jalan murah, makan Strawberry. Apa sih itu makanan mahal? kiriman rangkaian bunga besar? berlebihan sekali " Katanya dengan nada nyinyir


Aku hanya bisa tertawa kecil mendengarnya. "Pokoknya kalau sama bli aku pasti happy" Sahutku yakin. Galang hanya bisa menghela nafasnya dan menggenggam erat tanganku.


"Hmm sate kelinci yuk?!? "


"Kasihan kelincinya, udah kecil, lucu dipotong-potong bli"


"Kalau nggak mau kita makan di tempat lain aja " Kata Galang menatapku sambil merapikan anak-anak rambutku yang menyembul disana sini.


"Tapi aku mau coba deh, sekalian pesan sate ayam aja yah siapa tahu aku nggak suka"


"Loh belum pernah nyoba sate kelinci? "


"Belum, tiap mau nyoba ingat lucunya kelinci lagi, malah kasihan "


"Ya sudah yuk ke pasar "


Aku hanya mengangguk.


Pasar Bedugul sepertinya sedang ramai didatangi pengunjung. Terlihat orang-orang berlalu lalang disekitar kami. Para pedagang juga terlihat sibuk menjajakan dagangannya. Dipasar ini biasanya wisatawan bisa membeli oleh-oleh, seperti sayur mayur yang segar, berbagai makanan kecil khas bedugul seperti kerupuk opak, buah-buahan segar, tanaman hias sampai cenderamata khas Bali lainnya.

__ADS_1


Galang memilih satu lapak sate kelinci dan mengajakku untuk duduk di salah satu kursi yang tersedia disana. Selang berapa saat sate kami telah siap. Aku dengan ragu mencobanya. "Dagingnya empuk yah mirip daging ayam" Kataku kemudian.


"Memang mirip, terus jadi pesan sate ayam? " Aku menggeleng "nggak usah deh "


Kami pun menghabiskan makanan kami dengan cepat.


Setelah kembali kedalam mobil, Galang melihat ponselnya "udah jam 1 aja, cepet banget " Ujar Galang dengan wajah kecewa.


"Masih ada setengah hari lagi, abis ini kita kemana bli? "


" Hmm kemana yah? "


"Jatiluwih yuk" Kataku bersemangat , Mudah-mudahan padinya masih belum di panen"


"Ayok aja" Galang menoleh padaku


"Tahu nggak rumahku dekat sana, mau mampir nggak?" Katanya lagi


"Nggak ah, jangan sekarang. Aku malu" Sahutku sambil tertawa geli.


Galang hanya menyunggingkan senyum sambil menggeleng.


Sepanjang jalan menuju ke Jatiluwih kami hanya terdiam dengan pikiran kami masing-masing. Aku duduk sambil memeluk kakiku dan bersandar miring pada jok mobil.


Mungkin karena kelelahan aku tertidur cukup lama.


Aku terbangun saat tangan Galang mengelus rambutku "Sayang kita udah sampai" Kata Galang pelan.


Aku menggeliat "aku ketiduran yah? "


"Nggak tega bangunin, rasanya nyenyakkkk banget yah tidurnya"


Aku masih mengumpulkan kesadaranku. Galang menyodorkan air mineral ke hadapanku. Aku mengambil dan meneguknya.


Ku buka sweaterku "disini cuaca lebih hangat "


Kulihat Galang juga sudah tidak mengenakan sweaternya lagi. Kemudian Galang mengambil lagi ranselnya di jok belakang dan memakai kacamata hitamnya.


"Bukan hangat tapi panas, yuk turun" Ajaknya


"Ih ganteng banget sih bli" Kataku sambil turun dari mobil dan ikut memakai kacamata hitam beserta topi Bucket hitamku.


Kami menuju ke papan peta penunjuk rute trekking yang terpasang di pinggir jalan.

__ADS_1


"Kita ambil rute yang pendek yah" Kata Galang sambil membaca petunjuk rutenya.


"Boleh" Kataku bersemangat.


__ADS_2