Dikejar Cinta Tyson

Dikejar Cinta Tyson
Rencana Beni


__ADS_3

Setelah puas tertawa Galang berujar " ternyata Kocak banget sih dia"


" Emang, hmm gimana kalau kalian ketemuannya diluar aja, saya yang atur. begini Galang… . "


Tampak mereka berbicara serius merencanakan pertemuan Galang dengan Nami


"Kalau dia marah gimana? " Kata Galang khawatir


"Kalau dia marah biarin aja lah dia ngomel, dengerin aja tenang. Kalau sudah selesai ngomelnya peluk aja langsung, pasti luluh kok. Aku yakin 90% "


" Yang 10 % nya gimana? " Kata Galang lagi


"10% berdoa saja Galang hahahaha candain aja dia nanti dia bakalan selow lagi kok" Jawab Beni yakin. 


"Hahahaha ya deh aku tunggu teleponmu besok yah"


" Iyah tenang aja, Aku ngabarin dia jamnya yah"


Beni membuka aplikasi chatnya untuk menghubungi Nami. 


Sementara Nami yang masih berada di kantor merasa alisnya gatal dan beberapa kali kakinya tidak sengaja menendang benda-benda di sekelilingnya. 


"Aku kenapa sih hari ini " Aku membathin sendiri. 


Ponselku bergetar pertanda ada chat yang masuk. 


Beni:" besok aku jemput jam 5 yah


Aku: "kok jam segitu? Acaranya mulai kan jam 7? 😌 


Beni: " Bawel 😂 , aku mau ngobrol bentar sama klienku yang buat acara ini"


Aku : " Kok aku tiba-tiba jadi males nonton konsernya yah? "


Beni : " Mungkin karena Galang nggak ikut kali yah 😜? "


Aku : " Ya udah Aku datang sendiri aja yah, nggak usah dijemput "


Beni: " Duh Jangan, kok sendiri ??? Idihhh yang lagi ngambek 😁 btw bawa kedua tiketnya yah. Punyaku ketinggalan dirumah Sinta, males ambil kesana"


Aku : "ck! Yha! "


Beni: " Awas loh telat, kalau telat aku suruh Galang yang jemput 😆"


Aku : " Nggak lucu"


Beni: "cie yang lagi pisah ranjang 😅" 


Aku : " Bodo ah, sanah aku mau sibuk dulu "


Beni : "begitulah cinta Nam, deritanya tiada akhir 🤣"


Aku : 💩💩💩💩💩


Beni : 🥲 dikasih eek 😂🤣 


Aku meletakkan ponselku kembali ke atas meja dengan kesal. 


Di Kedai kopi Beni nampak terkekeh dengan jawaban Nami. 

__ADS_1


"Nih lihat, begini kalau dia lagi badmood"


Beni menunjukkan isi chatnya dengan Nami kepada Galang. 


"Candain aja dia kalau lagi badmood, paling kitanya jadi geli melihat dia kesal hahaha"


"Hahahaha" Galang ikut terkekeh membaca isi chat tersebut. 


Obrolan mereka terus berlanjut dan hari pun beranjak sore. Tetapi obrolan mereka tidak menunjukkan tanda-tanda untuk selesai dalam waktu singkat. 


Nami tiba di rumah sekitar pukul 18.00 . Seluruh badannya terasa pegal luar biasa. Setelah selesai mandi dan makan malam ia seperti biasa ingin cepat -cepat rebahan sebentar di ranjangnya yang empuk. Terdengar olehnya suara ketukan pintu " tok! tok! tok! "


"dek aku masuk ya" ujar bli putu


"Iyah masuk aja bli"


pintu terbuka, bli putu menyembulkan kepalanya


"apaan? " Nami memandang Putu dengan wajah lelah


"mau ngobrol nggak?, atau lagi capek? "


sudah seminggu ini dia tidak sempat mengobrol dengan kakaknya karena sama-sama sibuk. semenjak mereka berdua bekerja waktu untuk bertemu dan mengobrol memang tidak banyak, tidak seperti saat mereka masih bersekolah.


Nami bangun dari tempat tidurnya dan duduk.


"Ngobrolnya disini aja yah"


"Kita jalan yuk dek, dah lama nggak jalan berdua"


"aku lagi capek banget"


" kok mendadak, kalau gitu aku ganti baju dulu yah. Kita jalan deh hari ini" aku menjawab pelan.


"ya udah aku tunggu diluar" putu keluar dan menutup pintu kamar.


Kami membeli banyak cemilan serta beberapa minuman dingin dan memutuskan untuk pergi ke pantai Shindu. Ini biasa kami berdua lakukan saat senggang dan membicarakan banyak hal seputar kehidupan kami masing-masing.


kami memilih duduk di tepi pantai yang pencahayaannya sedikit redup. Angin bertiup semilir , gulungan ombak pun tidak kencang hari ini. Kami pun mulai membuka satu bungkus makanan ringan dan dua kaleng bir dingin.


"sudah hubungi Galang dek? " tanya Bli Putu sambil mengunyah


"belum"


"kok belum, jadi bener nih mau udahan aja sama dia? , nggak kangen dek? "


"kangen" aku memandang kearah laut yang gelap.


" loh kalau kangen nggak usah gengsi lah, telepon aja dia pasti seneng banget"


"Mmm" aku menjawab dengan malas


"kamu kenapa sih dek?, kamu nggak bisa gantung orang kayak begini dek. Coba kamu diposisi dia?, pasti bingung kan"


"Iyah aku tahu, nanti pasti aku telepon. Tapi bukan hari ini"


"Umur kita sudah mulai usia yang harus lebih banyak memikirkan masa depan dek. Aku juga lagi mempersiapkan diri, kayaknya setahun atau dua tahun lagi aku bakalan nikah"


"serius? sama siapa? pacar yang mana?"

__ADS_1


"Ada dek, lagi dekat tapi aku belum berani bawa kerumah"


"kenapa? "


"Tetangga kita dek, anaknya pak Tama yang pertama" kata bli Putu sambil Nyengir ke arah Nami


"Hah?? bukannya mbok (panggilan kakak cewek) Rani itu yang sering di gosipin orang-orang 'nakal' yah?! "


"Iyah, dia dek"


"Dia beneran nakal nggak sih? yang katanya sering sama om-om, pergi siang pulang pagi, jarang di rumah itu kan?"


"Kejam yah gosipnya orang- orang, kamu percaya nggak kalau dia wanita baik-baik yang sangat tangguh"


"Entahlah kan aku nggak kenal baik, memangnya dia sebenarnya kerja apa bli? "


"Dia itu Personal Asisstant perusahaan asing dek, sering bepergian keluar daerah. Harus menemani tamu-tamu atasannya untuk mencari hiburan malam juga. Makanya sering pulang pagi, diantar sopir kantor. Aku awalnya nggak sengaja ketemu dia waktu meeting sama orang di Starbuck Kuta. Orang yang aku ingin ajak meeting tidak jadi datang dan dia memang lagi pengin beli kopi sendiri. Aku ajaklah ngobrol dek ternyata tidak sesuai dengan gosip yang beredar selama ini. "


"Tahu darimana kalau itu hanya gosip"


" Kan setelah itu aku jadi sering chat terus ketemu juga sama dia, kadang makan siang bareng dek jadi aku diceritakan banyak hal"


"Dia ternyata bekerja keras untuk membayar hutang ayahnya. Beberapa tahun lalu ayahnya ditipu orang ikut bisnis investasi bodong. Uang yang ayahnya pakai ternyata pinjaman dari Bank" cerita bli Putu lagi.


" Waduh berat banget kasusnya"


" Kamu tahu kan ayahnya hanya bekerja sebagai petani, kasihan Rani dek. Sudah kerja keras digosipin kencang bertahun-tahun"


"Terus hutangnya udah lunas? "


"Untungnya tinggal 5 kali bayar lagi dek, jadi sebentar lagi dia bisa terbebas dari kewajiban itu"


"Bli tu yakin dia gadis baik-baik? jangan sampai kena jebakan yah bli. Jaman sekarang kan banyak penipu"


"Aku beberapa kali cek tempat dia ketemu klien, ke tempat hiburan malamnya juga nggak ada yang aneh-aneh. Terus terang beberapa kali aku cek loh, misal dia bilang ketemu si A di club B dikuta. Aku kesana juga sesuai jam, dia nggak tahu. Semalaman aku tungguin memang ternyata hanya menemani biasa aja dek. Kadang mulutnya orang memang sekejam itu yah gosipin orang kesana kemari "


" Wah segitunya bli hahahaha, suka banget yah sama mbok Rani? "


"Iyah aku awalnya simpati lama-lama kok jadi terlihat menarik, yah memang dia cantik secara fisik tapi kan yang aku lihat itu lebih dari fisik" Bli Putu menoleh ke arahku dan meninju pelan lenganku


"Dukung aku yah kalau misal jadi, kalau kamu yang ngomong sama meme, pasti lebih bisa dimengerti. Kalau aku sendiri yang bilang ke meme, baru nyebut nama aja pasti langsung diomelin"


"hahahahaha " aku terbahak


"yeee malah ketawa, aku mau ke Jakarta lama. Besok aku mau bilang suka sama Rani dek, biar nggak ditikung yang lain" ujar Putu dengan wajah gelisah


"Iyah aku bantu kalau meme sudah mulai nanya-nanya. Tapi pastikan dulu mbok Rani memang layak untuk perjuangkan seperti ini bli"


"Nah gitu dong, masalah Rani dan gosipnya biar aku yang urus. Aku yakin kita berdua tidak sebodoh itu kan untuk memilih pasangan seumur hidup, bener nggak? " Bli Putu menyenggol lenganku


Aku mengangguk tanda setuju.


Malam makin larut, tapi obrolan kami berdua tak juga surut. Moment-moment inilah yang kami berdua syukuri sebagai saudara sekandung. Kami berdua selalu berharap banyak hal yang baik menanti kami di masa depan.


"Inget dek, kalau sudah merasa lebih baik telepon Galang "


"Iyah bli, aku pasti telepon dia"


Setelah puas mengobrol kami putuskan untuk pulang. Kami berdiri dan membersihkan pakaian kami dari pasir yang menempel dan menuju tempat parkiran sepeda motor.

__ADS_1


__ADS_2