Dikejar Cinta Tyson

Dikejar Cinta Tyson
makan siang


__ADS_3

"Krucuk.. Krucuk" Aku bisa mendengarkan perutku berbunyi "oh Iyah sudah waktunya makan siang" Aku bergumam sendiri sambil melihat ponselku. Ternyata ada pesan masuk dari Galang sekitar satu jam-an yang lalu.


Galang: "aku beli makan dulu terus langsung otw kesana yah baby ❤😘"


Aku : "Udah nyampe dimana? "


Terlihat Galang sedang mengetik balasan


Galang: "udah nyampe di ruangannya Bu Made 😆, sini sayang 🤗"


"Hah?, kok aku sampai nggak tahu dia lewat" Aku bergumam sendiri dengan wajah bingung dan bergegas menuju ruangan Mekde.


Pintu ruangan mekde terbuka, dari suara tertawa mereka aku bisa menebak kalau mereka sudah asyik mengobrol sedari tadi.


"Bli kok dah disini aja? dari jam berapa disini?" tanyaku langsung begitu masuk ke dalam ruangan Mekde.


Mereka berdua memandangiku dengan wajah cerah tersenyum. "Ada setengah jam yang lalu, ck! Kamunya kalau sibuk kan memang fokus banget. Aku nggak mau ganggu" Jawab Galang menatapku penuh cinta.


"Mai gek Ayu, negak malu disamping bli Putu ( Sini Gek Ayu, duduk dulu disampingnya bli Putu)" kata Mekde dengan senyum geli melihat dua anak muda yang sedang jatuh cinta didepannya ini.


"Kalian ngobrolin apa?" Tanyaku pada Galang.


"Ayu kal ajakin nganten kone, kal juang enggal-enggal. Nyak ape sing gek?" ( Ayu katanya mau diajak nikah, mau cepat-cepat dipinang. Mau apa nggak gek?" Goda Mekde sambil mengulum senyumnya


Aku melirik kearah Galang yang terlihat nyengir disebelahku "kan aku udah bilang bli" Ujarku manyun.


"Iyah sayang, itu Bu Made bercanda"


"Hahahaha bercanda yu, takut sekali diajak nikah sekarang. Kalau nunggu bli Putu nikah duluan bisa lama tu" Mekde berkata sambil terkekeh


"Tiang tunggu aja bu, kasian juga bli Putu dilangkahin adiknya" Galang berusaha untuk menghentikan candaan Mekde.


Mekde mengangguk dan tersenyum " Iyah tu, kalau gitu kalian makan siang dulu deh di pantry. Jam segini pantry biasanya sudah sepi.


Saya juga mau makan, tapi disini saja" Mekde berdiri dan duduk di belakang meja kerjanya


"Yuk ke pantry di belakang" Ajakku pada Galang yang sudah berdiri bersiap mengikuti ku


"Mekde aku makan siang dulu yah sama bli Galang" Kataku pada Mekde


"Yah Bu Made saya ke pantry dulu" Kata Galang pada Mekde


"Iyah, makasi sekali lagi makan siangnya Tu"


"Dengan senang hati Bu" Kata Galang sambil berlalu bersamaku keluar ruangan menuju pantry.


Pantry di kantor ini letaknya dibelakang bangunan utama dan terpisah. Didepan pantry terdapat meja dan bangku berjejer mirip warung makan dibawah rindangnya pohon besar. Setelah mencuci tangan, kami memilih meja yang paling teduh. Galang duduk membuka bawaannya, dia mengeluarkan dua kotak nasi bebek goreng sambal ijo dan dua es jeruk manis dari dalam kantong kertas yang ia bawa. Tanpa berbicara lagi aku terlihat sibuk dengan makan siangku. Galang tersenyum melihatku "kalau lagi makan pasti anteng banget" Kata Galang sambil mengusap sisa makanan yang menempel di bawah bibirku dengan tisu.


"Laper banget bli, tadi sibuk kan sampai lupa udah waktunya makan siang. Kalau tadi perutku nggak bunyi pasti aku nggak inget makan siang" Jawabku sembari bibirku mengunyah dengan cepat.

__ADS_1


"Kamu makan kayak marmut, lucu banget" Galang melihat ke sekitar dan mengecup pipiku dengan cepat


Aku mendelik kearahnya "malu kalau dilihat orang bli"


"Biarin aja lah biar semua orang tahu kamu itu pacarku. Biar nggak ada yang ganggu kamu disini" Katanya sambil menaikkan alisnya.


"Nggak akan ada yang berani bli, kan yang punya kantor bibiku hahahaha" Aku terkekeh


"Iyah sih bener" Galang tersenyum lega.


Aku menghabiskan makan siangku dengan cepat, begitu juga dengan Galang. Galang mengeluarkan satu bungkus coklat dari kantong celananya.


"Kamu bawa apalagi sih, Jangan-jangan ini kantong ajaib" Ujarku sambil menepuk kantong celananya.


"Awas salah nepuk, aku belakangan sensitif banget sama sentuhanmu, gara-gara kamu sih hahahaha" Ujarku Galang tergelak, tangannya sibuk membuka bungkus coklat.


"Gara-gara aku?? Bli aja yang nafsuan" Sahutku sambil menjulurkan lidahku kearahnya.


"Sini, gimme that tongue" Galang menatap mataku , aku menggeleng sambil mengernyitkan hidungku.


"Jadi pengin cium kamu. Mau nggak sayang?" Tangan Galang memasukkan coklat ke mulutnya sendiri, dan menahan setengahnya di ujung bibir"


"Hehehe ada-ada aja sih bli" Aku mengusap pipinya.


Galang menggigit coklatnya dan menyuapkan setengahnya padaku "yah, nggak jadi dapet ciuman" Katanya manyun kemudian mengambil ponselnya.


Aku menyisir rambut Galang dengan jari tanganku, tanpa sepengetahuan dia yang sedang sibuk dengan ponselnya aku mengecup bibirnya dengan cepat. Galang menarik pinggang ku mendekat.


"Nanti mampir ke rumah suwung yah, bentar aja. Aku masih kangen" Tangan Galang melepas pinggang ku perlahan dengan wajah memelas.


Aku menghela napasku "Mmm Iyah deh, tapi bentar aja yah"


"Main kerumahku aja pakai mikir, kayak nggak ikhlas"


"Ck! Bukan gitu, aku kan capek juga abis kerja mesti ke suwung dulu, terus nantinya pulang pasti malam dari suwung"


"Tinggal bareng aja yuk" Ujar Galang


Aku terkekeh "nggak ah, nggak boleh bli. Sabar yah nanti malam kita kan ketemu lagi" Aku mengelus lengannya. "Aku tahu Manjanya lagi kumat. Dia begini kadang-kadang, keluarnya kalau dia lagi butuh perhatian lebih seperti hari ini" Aku bergumam dalam hati.


Galang melengos "Iyah deh, kamu balik kerja lagi yah Sayang. Aku juga mau ada ketemu orang bentar lagi. Nanti malam aku tunggu yah dirumah" Galang mengusap belakang kepalaku


Aku mengangguk "makasi makan siangnya, hati-hati dijalan yah bli"


"Iyah, aku balik sekarang" Katanya berdiri, aku mengikutinya ke ruangan Mekde untuk berpamitan.


Sementara Mekde dari ruangannya memperhatikan mereka dari celah jendela. Sedari awal makan siang sampai mereka selesai, mekde hanya bisa tersenyum, kemudian tertawa sepanjang mereka disana. Dua anak ini benar-benar mengingatkan ia akan masa mudanya dengan sang suami. "Duh yang saling jatuh cinta memang akan terlihat serasi kalau cocok, semoga mereka berjodoh ya Tuhan" Gumam mekde didalam ruangan sambil menikmati makan siangnya.


Hari semakin senja, ketika aku menyelesaikan pekerjaanku hari ini. Kantor sudah mulai sepi, Mekde yang sejam lalu ada janji bertemu dengan seseorang, nampaknya belum kembali. Aku tiba-tiba teringat akan rencana orang tua Galang berkunjung kerumah besok malam. Aku sama sekali belum memberitahu orang tuaku dan bli Putu. Aku mengeluarkan ponselku untuk mengabari Bli Putu.

__ADS_1


Aku : "lagi sibuk bli?"


Bli Putu : "nggak, kenapa?"


Aku: "aku balikan sama Galang 😆😜"


Bli Putu: " 😂 tuh kan, apa kubilang. Pasti ada alasan kenapa dia begitu kan? Aku yakin ada hubungannya dengan Sudira"


Aku: "Iyah, nanti deh aku cerita alasannya. besok dia bilang orang tuanya mau kerumah sama dia 😌"


Bli Putu: "hah? kamu mau di idih? (dipinang) "


Aku : "nggak, bukan bli. Dia datang sama orang tuanya mau menjelaskan masalah putus ini sama orangtua kita. Biar kesannya nggak main-main"


Bli Putu: "kirain 😂, tapi aku yakin pasti awalnya dia ngajak nganten yah?😄😄 terus kamu nggak mau cepat-cepat"


Aku: "kok tahu bli? 😄🤣 hiks gimana aku mau nikah sekarang. Aku nggak mau ngelangkahin kamu 🥲"


Bli Putu: "Iyah Dek, tapi aku ikhlas kalau kamu memang mau duluan. Lagian memang sudah waktunya kan dek ☺"


Aku :" nggak ah bli aku mau nungguin bli Putu duluan 😗"


Bli Putu: " ya sudah kalau begitu. Tapi dia gerak cepat yah. Kayak takut ditikung. Mungkin karena masalah Sudira yah makanya dia begini"


Aku : "bisa jadi bli. eh aku dapat surat dari Sudira. dia mau nikah. bentar aku kirim yah"


aku mengirimkan file foto surat dari Dira


-sent-


Bli Putu: "bentaran aku baca deh. Tahu nggak dek kenapa dia kerumah. Bukan cuman tentang masalah kemarin, aku yakin mereka datang besok mau meresmikan hubungan kalian didepan orang tua masing-masing. Dan itu cukup serius dek, kamu diikat dek 🤣🤣🤣 kapok!"


dheg! "ah iya kenapa aku baru sadar sih" aku bergumam dalam hati


Aku: " astaga, bener bli. kok aku nggak kepikiran yah 😳. Ini kayak tunangan yah? haduhhh 😖"


Bli Putu: "Dengan begitu dia akan lebih leluasa kerumah, kamu nggak bisa main-main lagi sama cowok lain. Dah siap dek? pasti siap dong. Kan biasanya juga kamu sendiri kan 😄 santai dek"


Aku :"aku jadi makin nervous ketemu orang tuanya 😆🙄"


Bli Putu: "cie calon mertua datang 🤣🤣🤣 hebat loh Galang. Salut aku sama dia. Tindakannya jelas dek, aku kalau sudah nemu yang cocok pasti juga akan bertindak sama dek biar nggak keduluan orang lain 😄😂"


Aku:" Halah buruan pulang, ajak nganten mbok Rani"


Bli Putu: "Oh tunggu aja kalau yang itu 😄"


Aku : "😄 ya deh aku ngabarin itu aja, mau pulang. aku masih di kantor"


Bli Putu:" Iyah dek ttdj ☺ Baik-baik yah sama Galang. Salam buat dia"

__ADS_1


Aku : "Iyah bli ☺❤"


__ADS_2