Dikejar Cinta Tyson

Dikejar Cinta Tyson
Cerita Galang


__ADS_3

Aku masuk ke dalam rumah Putra dan duduk di teras rumahnya, Galang pun ikut duduk disebelahku. Goldie dengan santai duduk diantara kami. Tampak Pak Tomo sedang menyirami tanaman yang ada di halaman rumah. Pak Tomo menoleh padaku dan tersenyum "sore mba Ayu" Katanya sopan.


"Selamat sore pak Tomo" Jawabku sambil tersenyum.


"Kenapa kamu bisa ada disini? Kamu kenal Putra? " Tanyaku pada Galang yang sedang mengelus kepala Goldie.


"Putra itu temanku Nami, kami berteman sejak di bangku sekolah, dan sampai kuliah pun di jurusan dan kampus yang sama" Jawab Galang tanpa melihat kearahku. Matanya fokus pada Goldie.


Secara sembunyi-sembunyi aku beberapa kali memperhatikan Galang. "Ya Tuhan dia masih saja menawan. Kita baru berpisah sekitar 6 atau 7 bulan yang lalu kalau aku tidak salah ingat. Badannya lebih kekar, mungkin sekarang lebih berotot dibandingkan sebelumnya. Hmm rambutnya sedikit lebih panjang, kulitnya sekarang agak gelap mungkin karena kena sinar matahari yang membakar disiang hari, ck! Makin jantan!! Saat ini bisa kubayangkan bagaimana dia tanpa atasan dan sedang berkeringat" Aku kaget sendiri dengan lamunanku yang aneh ini, aku mengulum senyum kemudian menggigit bibirku menahan tawa geli yang hampir saja menyembur keluar.


"Kok diam Galang, katanya mau ngomong. Kalau begini aku mending pulang aja" Ujarku dengan nada kesal.


"Aku kan lagi menikmati ditatap diam-diam sama kamu" Jawabnya sambil menatap balik mesra kearahku "Kalau mau mandangin aku benar-benar, ngeliatnya langsung aja begini. Aku pasti nggak keberatan" Lanjut Galang lagi sambil mendekatkan wajahnya ke ke wajahku.


Aku kaget dengan reaksinya, dan refleks memalingkan pandanganku ke tempat lain, jantungku berdebar kencang. "Ck! Mudah-mudahan saja dia tidak melihat wajahku yang memerah ini"


Galang terkekeh geli "masih aja bikin gemes" Katanya sambil menyandarkan tubuhnya kembali ke ke sandaran kursi.


"Nami, aku akan menceritakan semua hal yang terjadi sebelum aku memutuskan untuk melepaskanmu pergi. Tapi sebelum aku selesai bercerita aku minta jangan menyela ceritaku yah. Cukup dengarkan saja dulu dengan baik" Ujar Galang pelan.


Aku mengangguk menyetujui permintaannya.


Galang mulai bercerita tentang seorang klien yang merekomendasikan dia kepada pak Sudira. Sampai akhirnya dia ikut serta proyek itu dan juga mengenai masalah keuangan keluarganya.


Galang terlihat tenang saat menceritakan semua ini pada Nami. Sesekali ia mengusap rambutnya yang ikal dan hitam seperti kebiasaannya dulu saat sedang serius bercerita.


Gerakan tangannya mengusap rambutnya tadi membuat aku memikirkan lembutnya rambut Galang yang dahulu sering aku sisir menggunakan jari tanganku.


Sementara itu Pak Tomo nampaknya telah selesai dengan pekerjaannya. Setelah merapikan selang diujung sana, kemudian mendekat kearah kami.


"saya pulang dulu yah Pak Galang, mba Ayu" Kata Pak Tomo berpamitan.

__ADS_1


"Oh Iyah Pak" Jawab Galang


Aku hanya mengangguk dan tersenyum kearahnya. Pak Tomo melangkah perlahan dan nampak menutup pintu gerbang dari luar.


Goldie nampak tertidur dengan nyaman di bawah kami.


Konsentrasiku kembali ke cerita Galang, aku baru mengetahui kalau memutuskan hubungan dengan ku ternyata adalah syarat dari Dira "Yang aku tidak mengerti kenapa Galang tidak menceritakan ini padaku diawal kejadian. Kalau dia bercerita padaku dulu tentu aku tidak akan semarah itu padanya. Aku mengerti posisinya dan tentu saja akan membantunya" Aku bergumam dalam hati


"Kamu pasti bertanya-tanya, kenapa tidak berterus terang saja di awal? Begitu kan?"


"Darimana kamu tahu aku akan menanyakan itu?"


"Karena aku tahu jalan pikiranmu. Kalau cerita di awal, aku tahu kamu akan mengerti keadaanku. Dan aku juga tahu kamu pasti akan membantuku mewujudkannya. Tapi aku merasa itu tidak adil untukmu. Aku juga merasa kalau kamu sampai membantuku, aku seperti tidak punya harga diri sebagai laki-laki Nami" Suara Galang terdengar sedih.


"Bagaimana aku bisa tenang, kalau wanita yang aku cintai berkorban untuk ambisi dan masalahku" Lanjut Galang


"Tapi aku kan bisa berpura-pura benci sama kamu untuk sementara waktu, atau pura-pura menyukai Dira"


"Sebelum kita berpisah pun, Dira sudah memaksa masuk ke kehidupanku Galang. Kamu pikir hidupku baik-baik saja setelah kamu pergi? Aku bahkan sempat diteror orang suruhan Ibunya. Dua kali aku dipepet orang malam-malam waktu pulang kerja. Untungnya aku baik-baik saja"


Galang terkejut mendengar ceritaku


"Ya Tuhan, apa orang itu sampai mencelakai mu? "


"Hampir" Kataku resah? Mengingat kejadian waktu itu.


"Aku minta maaf Nami, aku terlalu fokus dengan masalah keluargaku. Awalnya aku pikir mungkin kalau kamu menolak pak Sudira, dia akan berhenti mengganggumu dan kehidupanmu berjalan seperti biasanya. Atau kalau kamu menerima pak Sudira aku akan ikhlas, bisa jadi hidupmu lebih bahagia bersamanya" Galang tertunduk menyesal


"Dira sudah ku tolak berkali-kali tapi orang itu pantang menyerah. Kalau dia lebih gigih lagi bisa jadi aku menerimanya. Tapi kemudian aku ingat dia memiliki Ibu yang seperti itu. Aku rasa aku takkan mampu menghadapinya setiap waktu.


Kamu pikir kenapa aku mau datang ke acara yang di uluwatu? "

__ADS_1


"Karena kamu mulai menyukai Pak Sudira? " Jawab Galang dengan wajah sedih


Aku menggeleng "bukan, aku ingin menemui ibunya untuk memberi tahu dia aku tidak mencintai anaknya. Dan biar dia mengurus anaknya agar tidak menggangguku lagi"


Galang menoleh padaku dengan wajah tidak percaya


"Tapi kamu tahu, dia menghinaku. Aku dimaki-maki perempuan kampungan, katanya aku hanya mau harta anaknya. Aku sampai simpan rekaman suara Ibunya memakiku"


"Demi agar dia tidak berani mendekatiku, aku rela dimaki Ibunya. Tapi Dira malah makin tertantang mengejarku sampai kerumah" Lanjut ku lagi


Galang tampak kaget mendengar ceritaku.


"Aku benar-benar minta maaf Nami, semuanya di luar dari rencanaku"


"Setiap hari ada orang yang mengintai rumahku selama kurang lebih 3 bulan.Gara-gara orang itu aku resign, pindah dari rumah, memotong pendek bahkan mengecat rambutku sampai menukar motor dengan Bli Putu. Sebegitunya aku menghindari orang itu. Aku menyusun sendiri rencana untuk menyelamatkan diriku sendiri Galang"


"Menurutmu aku egois yah? " Tanya Galang kemudian


"Entahlah" Jawabku dingin. "Kenapa ceritanya baru sekarang??"


" Karena pekerjaanku hampir selesai Nami, hutang ayahku juga sudah lunas. Keuangan kami juga sudah mulai membaik. Orang -orang suruhan Pak Sudira pun tak pernah lagi mengintaiku. Jadi aku pikir inilah saat yang tepat untuk aku mencarimu kembali"


aku menghela napasku.


"Beri tahu aku Nami, bagaimana caranya untuk memperbaiki ini semua. Agar aku bisa kembali bersamamu. Akan kulakukan semuanya" Katanya sambil beringsut dari duduknya dan kemudian berjongkok di depanku. Galang meraih kedua tanganku "Aku benar-benar menyesal telah meninggalkanmu sendiri menghadapi orang itu. Aku mohon beri aku kesempatan untuk memperbaikinya Nami"


Air mataku tiba-tiba saja mengalir saat Galang menyentuh tanganku "aku nggak tahu Galang. Aku takut kalau nanti kita kembali bersama akan ada banyak hal yang terjadi dan kamu meninggalkan aku seperti ini lagi. Terus aku bisa apa Galang?? " Ucapku sambil terisak.


Galang mengeratkan genggamannya "aku tidak akan meninggalkanmu lagi seperti ini Nami. Waktu aku tahu kamu resign aku seperti benar-benar kehilangan harapan untuk kembali padamu di masa depan. Itu membuatku takut dan sangat menyesali keputusanku" Kata Galang menatapku dengan wajah khawatir.


Aku mengatur napasku kembali untuk menenangkan diri.

__ADS_1


__ADS_2