
" Pakai bajunya sayang"
Galang beringsut bangun dan memakai bajunya kembali.
Galang kemudian berbaring telentang. Aku meraih tangan kiri Galang dan membalurkan minyak sedikit lalu memijat nya pelan. Telapak tangannya aku tekan-tekan lalu jemariku menelusup di antara jari tangan Galang kemudian aku tarik pelan.
Tampak Galang menghela nafasnya sambil terpejam.
"Ini juga enak Sayang" Katanya kemudian.
"Ada yang lebih enak, mau nggak? " Kataku, seperti nya kebiasaan isengku mulai kumat.
"Apa? Plus-plus?? Hahaha" Kata Galang asal.
"Bukan, masih berhubungan dengan jari kok "
"Hmmm Finger1n9? " Kata dia lagi sambil menatap aku tajam.
"Ck! Kebanyakan nonton bo**p yah?" Aku berdecak dan menatap Galang balik "bukan, jangan kesana dulu lah" Aku tersenyum jahil
"Hahaha Terus apa? " Katanya lagi penasaran
Aku meraih tangan kanannya dan menjilat jari telunjuk serta jari tengahnya, kemudian aku menghisap jari tengahnya pelan.
"Shhh!! " Galang mendesis dan menahan nafasnya sambil menggeleng pelan.
Ku lepaskan jari tengah galang dan perlahan ku turunkan tangannya.
"Itu tadi apa??" Galang menatapku dengan pandangan sendu dan meraih tanganku.
"Aku hanya ingin memuaskan rasa ingin tahu ku bli hehehehe" Aku tertawa geli
"Untung aku lagi sakit, kalau nggak aku bisa buat kamu "sibuk" seharian disini" Katanya sambil menggigit bibirnya sendiri.
Aku memutar bola mataku
"Yah karena bli sakit aku berani begitu hahahaha" Aku terkekeh lagi
"Nakal yah, diajarin siapa lagi itu? Bumi yah?!" Galang terlihat kecewa
Aku menggeleng, "bukan, ihhh aku sama dia belum pernah seintim itu bli Sayang. Aku dulu suka nonton serial Ally McBeal, ada adegan si Ally melakukan hal tadi ke cowok rekannya. Kalau aku tidak salah ingat dan itu bikin rekannya kaget luar biasa hahahaha"
"Terus kamu pengin tahu efeknya, benar begitu atau hanya karangan film aja, gitu? "
Aku mengangguk cepat .
"Damn you my naughty woman!" Kata Galang kemudian memelukku erat.
Aku hanya bisa tertawa geli.
"Besok-besok kalau mancing-mancing gini lagi jangan salahin aku yang nggak bisa kontrol yah" Kata Galang sambil mencium rambutku berulang-ulang
__ADS_1
"Iya... Iya.. Iya" Jawabku cepat
"Benar yah kata Beni kamu tuh ternyata memang suka iseng" Galang melepaskan pelukannya.
"Dia bilang apa aja sih? pasti hoax semua" Aku. Mengernyitkan dahiku
"Nggak hoax kalau ternyata salah satunya benar" Galang tersenyum geli.
Aku meniru ucapan Galang sambil mencibirnya kemudian aku terbahak sendiri
"Tuh kan" Galang hanya menggeleng melihat kelakuanku.
"Sepertinya Bapak Galang yang budiman sudah sehat seperti sedia kala. Apa sebaiknya saya pulang saja yah" Kataku kemudian lalu melihat jam yang ada di atas meja kerja Galang, ternyata sudah pukul 12 siang lewat 17 menit.
"Jangan pulang dulu, aku masih sakit " Jawab Galang manja
"Hmm kalau begitu aku pesan makan siang aja yah, aku lapar. bli mau maem apa? "
"Nggak laper tapi kalau disuapin aku mau deh dikit, apa aja" Galang nyengir
"Bebek goreng dekat sini ada yang enak nggak? " Aku tiba-tiba ingin makan bebek goreng.
"Coba aku cek di aplikasi ojeknya dulu" Galang mengambil ponselnya dari atas nakas
"Aku aja yang pensenin, nanti bantu aku ambil Kebawah yah beb" Ujar Galang sambil memperhatikan aplikasi ojek online yang ia buka.
"Iya bli"
Seharian di rumah Galang seperti ini ternyata menyenangkan. Banyak hal baru yang kuketahui tentang Galang dari cerita-cerita dia hari ini.
Aku menunggu Galang menjauhkan badannya tapi tak kunjung terjadi, entah bagaimana aku jadi ikut tertidur dalam pelukannya.
Ketika aku terbangun, aku tidak melihat Galang disebelahku. Aku mendengar suara air dari dalam kamar mandi, sepertinya dia ada disana. Ponselku bergetar diatas nakas. Ada pesan masuk dari Beni.
Sedang asyiknya mengobrol dengan Beni, Galang sudah keluar dari kamar mandi.
"Chat sama siapa? " Tanya Galang
"Beni, dia nanya kabar, salam katanya "
"Salam balik yah " Jawab Galang
"Mmm" Aku berkata sambil mengetik
Setelah selesai aku meletakkan ponselku kembali.
"Aku baru ingat waktu kita nonton konser di art Center Beni sempat bilang, jangan pulang bertiga yah. Itu maksudnya apa sayang? "
Aku tergelak mendengar pertanyaan Galang
"Oh itu, candaan kami aja"
__ADS_1
"Kan orang ketiga itu setan bukan sih maksudnya? , masak kamu jadi ketempelan kalau pulang sama aku?!? "
"Hahahaha bukan bli, maksudnya orang ketiga itu aku jadi hamil. Kan orangnya jadi nambah satu lagi"
"Ohh gitu baru mengerti hahahaha aku sempat kepikiran"
"Beni itu orangnya baik yah, supel terus dewasa banget yah Nam, pantas hubungan persahabatan kalian langgeng"
"Iyah ngomel nya udah kayak Emak-emak hahahaha, salah ngomong dikit aja selalu diingetin dia. Kalau dia ikut putri-putrian pasti dapet gelar putri kepribadian terbaik hahaha" aku terbahak lagi.
"Dewi juga baik banget, pasti seru kalau kalian jalan bertiga"
"banget, tapi Dewi beberapa tahun belakangan susah banget diajak jalan karena jadwal shift dia kerja, makanya aku lebih sering sama Beni"
"Nanti kalau Beni menikah pasti lebih sulit untuk bertemu dia" kata Galang lagi
"pastinya, itu pun sudah dari sekarang aku antisipasi biar terbiasa aja"
"Kalau kita sudah nganten (nikah) nanti, aku nggak akan membatasi pertemuan kalian"
"Iyah bli aku tahu. sebentar ini jam berapa
?? " aku menoleh kearah meja kerja Galang "ahh jam 6 lewat 10 menit"
"Aku pulang yah sayang, sudah sore" Aku menatapnya
"Iyah yah cepet banget sorenya"
"Kalau aku nggak pulang sekarang, nanti bisa kemalaman"
"Ya deh sebaiknya begitu, padahal terus terang aku lebih suka kalau kamu nginep disini aja"
"Nggak enak sama orang tuaku bli pasti mereka Kepikiran "
Galang mengangguk.
Aku menyentuh dahinya sekali lagi dengan punggung tanganku "udah nggak naik lagi panasnya"
"Untung punya pacar perawat plus tukang pijat plus plus " Kata galang sambil memeluk ku erat
"Makasi yah sayang, aku merasa jauh lebih baik sekarang. Besok harusnya sudah bisa kerja lagi" Kata dia lagi
"Istirahat lagi sehari bli, biar beneran fit"
"Iyah kalau besok masih lemas mungkin mau istirahat aja"
Aku mengecup bibirnya
"Ya deh aku pulang yah bli" Kataku sambil memasukkan Ponselku kedalam tas.
"Iyah sayang hati-hati yah" galang mengecup keningku
__ADS_1
Kami berjalan beriringan sampai di halaman rumah Galang.
Aku mengendarai motorku dengan santai keluar dari rumah Galang.