Dikejar Cinta Tyson

Dikejar Cinta Tyson
Ancaman


__ADS_3

Meeting pagi ini berjalan dengan lancar dan saat ini aku sudah berada dikantor kembali,  ada beberapa e-mail yang harus dibalas dan tumpukan pekerjaan yang sepertinya akan menyita waktuku seharian ini.Ting!  Ada pesan WA yang masuk, aku melihat ponselku,  pesan dari Galang


Galang : "Sudah selesai meetingnya?"


Aku: "Sudah, baru aja nyampe kantor lagi"


Galang: "Semangat yah 💪"


Aku : "Pasti 😉,  kamu juga yah ☺"


Galang : "👍”


Aku mulai memeriksa E-mail yang masuk, saat sedang sibuk- sibuknya sekitar waktu makan siang telepon dimejaku berbunyi,  dari suaranya sepertinya telepon dari dalam,  bisa jadi dari kantor didepan atau si Bos dibelakang, yang paling mungkin dari kantor depan karena Pak Dito lagi perjalanan bisnis keluar negeri.


Dengan malas aku mengambil telepon tersebut


"Selamat siang ,Marketing, dengan Nami"


"Siang mba,  ini ada tamu menunggu didepan"


"Siapa Ratna? "


"Katanya namanya Bumi"


"Bilang saja saya lagi sibuk yah Rat"


" Aduh mbak saya tanya sudah ada janji apa belum aja orangnya langsung sewot, terus bilang mau masuk keruangan mbak langsung kalau mbak nggak mau keluar"


" Nyusahin banget sih,  bentar lagi saya kesana,  makasi Ratna "


"Ok mbak sama-sama" Nada lega terdengar sekali dari suara Ratna.


Aku beranjak dengan malas menuju kantor depan


"Bu Ida saya kedepan dulu"


"Ada tamu Nam" Tanya Bu Ida


"Ibu inget Bumi yang kemarin itu nggak?"


"Oh yang ganteng yah, Ada perlu apa dia kesini,  wah bener kan dia suka sama kamu seperti yang saya bilang malam itu"


"Nggak tahu saya Bu,  saya temuin dulu yah sebentar" Aku beralasan untuk memperpendek tanya jawab yang menurutku tidak penting ini,  setidak penting Bumi kemari siang- siang seperti ini.


"Iyah Nam, eh sekalian kamu makan siang aja  kan sudah jam makan siang" Bu Ida tersenyum


"Baik bu" Aku mengambil ponsel dan Dompetku


Dengan langkah pelan aku menuju ke kantor depan,  kulihat dia duduk di tempat tunggu tamu dengan mata yang memandang kesal kearahku.


Dia langsung berdiri saat aku telah sampai didepannya.


"Nami"


"Kamu kenapa kemari aku lagi banyak kerjaan"


"Sudah jam makan siang kan?  Makan siang bareng yah sambil ngobrol"


"Kita ngobrol diluar aja" Sahutku sambil berlalu keluar kantor menuju parkiran,  Bumi mengikutiku dari belakang


"Apa sih maumu Bumi?" Tanyaku  sengit


"Aku mau kamu,  kamu pulang acara di tabanan jam berapa?  Sama siapa?  Terus kemarin kemana sampai sore kenapa lama sekali jalan sama Dewi? "

__ADS_1


"Iyah terserah aku dong mau pulang sama siapa,  jalan kemana,  kan bukan urusan kamu!!" Aku berkata ketus


"Kan sudah aku bilang hubungan kita belum berakhir Nam!"


"Terserah kamu deh yang pasti aku sudah nggak bisa sama kamu lagi"


"Kamu pulang jangan-jangan sama Galang yah?  Hati-hati kamu,  jangan mau tertipu,  dia tidak seperti yang kamu tahu Nam hahahha" Bumi tertawa seperti mengejek


"Tertipu?  Bukannya kamu juga penipu? Dengan siapapun aku sekarang bukan urusanmu lagi,  lebih baik kamu kembali ke tunanganmu Bumi"


"Galang yang bilang aku sudah bertunangan? Cepat juga dia,  awas saja nanti kamu menyesal,  karena menolakku kembali dan kamu salah menilai Galang" Ujar Bumi dengan senyum sinis


"Aku tak akan menyesal Bumi atas apapun yang menjadi pilihanku saat ini" Tegasku pada Bumi


"Ingat yah Nam,  aku tidak akan membiarkan kamu bahagia dengan orang lain,  aku tidak terima sama sekali" Nada suara Bumi seperti mengancam


"Terserah " Akupun bergegas meninggalkan dia di tempat parkir


Bumi mengepalkan tangannya dan memandangku berlalu kembali masuk kedalam kantor.


Karena cuaca sangat terik aku meminjam payung kantor,  aku berencana membeli makan siang di food court dekat kantor. Sampai di tempat parkir Bumi sudah hilang entah kemana,  hal ini membuatku lega. 


Hari ini kupilih masakan khas banyuwangi dan memutuskan untuk duduk didekat pohon besar yang teduh.


Sambil menunggu pesananku datang aku kembali terngiang dengan ucapan Bumi,  bukan tentang dia yang ingin merusak kebahagiaanku di masa mendatang,  bukan pula tentang aku yang akan menyesal karena tidak menerimanya kembali,  tapi tentang Galang. "Kenapa dengan Galang yah?  Apa dia seperti yang dituduhkan Bumi?  Aku memang baru saja mengenalnya tapi  aku merasa yakin dia laki-laki yang baik tapi entahlah mungkin saja dia punya sisi yang berbeda yang mungkin belum terlihat olehku,  sepertinya aku harus waspada.  Tapi kenapa aku sampai kepikiran begini hehehe aku tersenyum geli,  belum tentu juga aku nanti pacaran sama Galang. Kalau misal nanya-nanya apa hakku,  pacaran nggak kepo iyah hahahaha," aku bergumam sendiri, menggaruk kepalaku yang tidak gatal.


Pesananku sudah datang dan kunikmati makan siang hari itu dengan lahap.


"Ting!" Hapeku berbunyi,  ada pesan masuk dari Galang


Galang: "Dah makan siang? ☺"


Aku: "Ini lagi makan"


Aku: "Masakan banyuwangi,  food court deket kantor,  malas jauh-jauh panas banget 🔥🔥,  kamu sudah makan? "


Galang: " Sudah tadi,  sekalian meeting"


Aku: tadi Bumi kemari "


Galang: "Tuh orang,ngapain sih? sekarang dah pergi? "


Aku: "Sudah, Kalau dia masih maksa maunya aku panggil security aja 😩"


Galang: "😁 ya sudah,  orangnya juga dah pergi,  nikmatin makan siangnya yah cantik,  aku mesti buru- buru ketemu klien, nanti aku chat lagi"


Aku: "Ok 👌"


Kuhabiskan makan siangku dengan segera karena tiba-tiba teringat masih ada beberapa hal yang harus dikerjakan segera.


Waktu sudah menunjukkan pukul 17.30, aku meregangkan pinggangku dan mengangkat lenganku tinggi-tinggi untuk pelemasan, aku melihat sekeliling staff yang lain sepertinya sudah mendahului pulang,  aku rasa aku juga harus pulang mengingat pekerjaanku juga telah kuselesaikan untuk hari ini. Ku menoleh kearah Ibu Ida yang sudah bersiap-siap pulang.


"Belum selesai Nam?" tanya Ibu Ida yang sadar aku pandangi


"Sudah bu,  bentar lagi saya pulang juga"


"Saking sibuknya saya lupa nanya,  itu Bumi kenapa kemari? Sepertinya ada hal yang penting dan mendesak,  kok sepertinya saya merasa Nami kenal baik dengan Bumi? "


"Darimana Ibu bisa menyimpulkan begitu? "


"Kalau dia tidak kenal,  dia tidak akan datang dengan santainya ke kantor untuk bertemu langsung,  kan kalau ngajak makan siang bareng atau sejenisnya bisa lewat jalur pribadi semacam chat, telepon? "


"Dia nggak punya nomor saya bu hahahaha,  tapi masalah kenal iyah saya kenal dia waktu jaman kuliah"

__ADS_1


"Tuh kan bener,  soalnya saya lihat waktu diacara kemarin dia sepertinya kenal banget sama kamu Nam" Bu Ida mengernyitkan alisnya


"Mantan bu" Akhirnya aku mengakui hal tidak penting ini ke Ibu Ida


"Wahh hahahaha oh begitu,  dia minta balikan?  Benar kan? "


"Iyah tapi saya nggak mau bu,  saya sudah tidak ada perasaan lagi buat dia"


"Kan perasaan memang tidak bisa dipaksakan,  duh jadi pengin muda lagi hahaha" Ibu Ida terkekeh


"Kenapa kamu tidak pertimbangkan kembali,  ganteng loh"  Lanjut bu Ida


"Ganteng aja nggak cukup bu"


"Iyah sih,  apa juga karena kamu lagi deket sama yang lain? "


"Ada sih tapi belum tentu juga bu" Sahut saya sambil menahan malu


"Baik-baik memilih yah Nami lelaki itu kalau ada maunya gombal banget hahaha"


"Bu saya boleh minta saran nggak siapa tahu Ibu punya saran bagus"


"Tentang apa? "


"Jadi laki-laki yang sedang dekat dengan saya ini,  saya dengar dari temannya orangnya sedikit bermasalah tapi orangnya nggak jelasin apa masalahnya,  sedangkan saya kan bukan siapa-siapanya tapi saya kepo bu hahahaha"


"Hmm kamu mulai suka juga artinya kalau kamu concern tentang hal ini hehehe Iyah kan? menurut saya kamu biasa sajalah dulu sambil lihat perkembangan,  main aman saja,  kalau kamu suka lanjut kalau tidak tinggal pergi kan"


"Maunya sih juga begitu bu"


"Jangan terlalu dalam yah namanya pedekate,  maaf yah Nami kalau laki-laki dan perempuan yang saling menyukai biasanya sering lupa diri sering ketemu bergesekan nah itu timbul celah-celah kesempatan disanalah kamu harus berani berhenti kalau menurut kamu berbahaya, mengerti maksud Ibu? "


"Mengerti bu"


"Nami anak gadis yang baik,  saya bisa merasakan makanya ngasih sarannya detail begini"


" Makasih yah bu sarannya"


"Iyah sama-sama Nami,  nah saya pulang duluan yah" Bu Ida memakai jaketnya dan mengambil tasnya dan menepuk lenganku dengan senyuman, kemudian berlalu.


Segera ku kemasi barang-barangku dan bersiap untuk pulang.


Sampai dirumah aku mengganti baju kerja ku dengan kaos yang longgar dan celana pendek,  berniat untuk mandi terlebih dahulu


"Ting! " Pesan dari Galang lagi


Galang: "Sudah dirumah apa masih dikantor? "


Aku: "Dirumah baru mau mandi"


Galang: "Entaran mau ketemuan nggak? "


Aku: "Kayak pacaran aja ngajak ketemuan 😆"


Galang : "Yee memangnya pacaran aja yang boleh ketemuan?  😝"


Aku: " Lagi cape banget 😩  kapan-kapan aja yah"


Galang: "Ok,  mandi dah sana 😅"


Aku: " Iyah ☺


Galang: ☺

__ADS_1


__ADS_2