Dikejar Cinta Tyson

Dikejar Cinta Tyson
Pertama kali, end!


__ADS_3

Setahun berlalu Bli Putu akhirnya menikah dengan Mbok Rani. Semenjak mbok Rani menjadi bagian dari keluarga ini, aku bisa melihat rumah ini menjadi semakin semarak.


Apalagi ditambah Mbok Rani sekarang sudah berbadan dua, Bli Putu terlihat sangat bahagia. Kini aku baru mengerti kenapa Bli Putu memilihnya menjadi pendamping seumur hidup kakakku. Mbok Rani wanita yang sangat baik, sabar dan benar-benar pekerja keras. Perasaanku menjadi lega karenanya, aku tidak perlu khawatir lagi dengan Bli Putu dan juga kedua orang tuaku.


Tepat enam bulan kemudian aku benar-benar dilamar oleh Galang. Perasaanku tentu saja campur aduk antara bahagia dan khawatir secara bersamaan.


Acara pernikahan secara adat kami lakukan dirumah kelahiran Galang di Tabanan. Kami berencana menggelar resepsi pernikahan kami seminggu kemudian di Denpasar. Dengan pertimbangan dari kami yang memiliki lebih banyak kerabat dekat dan teman di Denpasar.


Acara pernikahan kami yang digelar berbarengan dengan resepsi adat untuk keluarga besar dan warga sekitar baru saja selesai. Setelah membantu ibu mertuaku, aku masuk ke dalam kamar lalu duduk di depan cermin untuk menghapus make up ku. Aku memandangi wajahku beserta kebaya putih yang aku kenakan. Aku masih belum percaya kalau aku sekarang sudah resmi menjadi Nyonya Galang. Perlahan aku melepaskan hiasan kepala dan sanggul yang menempel dikepalaku. Galang nampak ikut masuk kedalam kamar dengan perlahan.


"Mau aku bantuin? " Ujarnya, matanya memperhatikan jari-jariku yang nampak sibuk.


"Boleh, coba tarik jepitan rambut kecil-kecil dibelakang bli sama bunga cempakanya juga Aku nggak bisa liat"


Galang membantuku melepaskan satu persatu hiasan diatas kepalaku.


"Kamu hari ini cantikkkk banget, sayang" Galang berkata dengan tangan yang masih sibuk di kepalaku.


"Terimakasih sayang, Bli juga gagah dan ganteng hari ini " Jawabku pelan karena takut kehilangan konsentrasi mencari-cari jepitan yang masih menempel di rambutku.


"Abis ini kalau memang capek, istirahat aja duluan. Aku mau menemani teman-teman masa kecilku sebentar di depan"


"Jangan minum (arak) terlalu banyak bli" Aku menatap matanya dari cermin didepanku


Aku sangat yakin kalau teman-temannya akan mengajaknya mengobrol sambil minum.


"Iyah, tenang aja. Aku paling sekedarnya saja. Sudah lama sekali aku nggak bertemu mereka"


"Iyah" Aku mengangguk cepat. Setelah semua jepitan dan hiasan rambutku lepas, kepala ku terasa jauh lebih ringan. Kulihat Galang melepas semua pakaian adatnya kemudian menggantinya dengan selembar kain dan kaos berlengan pendek. Ia lalu mencuci wajahnya dengan cepat.

__ADS_1


Galang mengecup tanganku "aku tinggal bentar yah sayang"


"Iyah bli" Jawabku tersenyum, aku masih sibuk membersihkan wajahku dari make up berat hari ini.


Mandi dan keramas dengan air hangat di jam 9 malam, setelah hari yang sibuk rasanya sangat menyenangkan. Tubuhku terasa lebih rileks. Karena capai luar biasa, tanpa menunggu Galang kembali aku sudah lebih dulu masuk ke alam mimpi dibawah gelungan selimut.


Entah berapa lama aku tertidur, dengan mata yang masih terpejam karena mengantuk aku sempat merasakan sesuatu yang dingin menyentuh dadaku. Seingatku tiga hari tinggal disini jam malam seperti ini cuaca memang lumayan dingin, kalau sampai aku menggigil seperti ini kemungkinan besar selimut yang kugunakan pasti terjatuh ke lantai. "Ck! Kebiasaan tidurku yang tidak bisa diam ini memang sedikit mengganggu" Aku menggerutu dalam hati.


Aku menggeliat meraba-raba mencari selimutku di samping kanan dan kiri dengan malas, yang kutemukan justru perut dan lengan yang berotot. Aku terpaksa harus membuka mataku yang masih berat. Dengan susah payah aku memincingkan mataku, kulihat Galang disebelahku sedang memerhatikanku dengan senyum jahilnya. Dia menghadap kearahku dengan satu tangan menopang kepalanya dan satu tangan lagiiiii.?? Astaga tangannya satu lagi sedang memutar-mutar salah satu dari ujung dadaku "bli!!!" Aku memekik lemah. Tanganku menutup dadaku dengan refleks.


Galang terkekeh melihat reaksiku "Ck! Mainnya padahal udah dari tadi. Ketahuannya lama banget hahaha" Galang berbisik dan kembali tertawa


Aku bangun dan terduduk, aku bisa melihat Baju yang aku gunakan tergulung keatas. Aku memang tidak pernah menggunakan bra saat tidur, tapi tidak ada kecurigaan ku Galang akan melakukan ini pada saat aku tertidur lelap. Dua malam disini tidur bersebelahan tak sekali pun ia melakukan hal-hal aneh seperti ini. Karena itu aku merasa aman dan tenang. Tapi malam ini sepertinya memang malam yang dipilih Galang untuk kami benar-benar melakukannya. "Duh gimana nih, aku sama sekali belum siap" Aku bergumam dalam hati.


"Kenapa sayang? Aku nggak boleh yah menikmati sesuatu yang sekarang sudah jadi milikku? " Kata Galang dengan nada kecewa.


"Bukan begitu, tadi itu aku lagi enakkkkk banget tidurnya. Yah kaget aja ada yang *****-*****" Aku mengelus lengannya.


"Mau kemana?!" Katanya pelan


"Mau ambil minum bli, aku haus" Aku menoleh padanya


"Tuh minumannya disebelah sana" Galang menunjuk nakas di samping tempat tidur.


Aku terperangah, diatas nakas ada berbagai macam minuman. Ada susu, air mineral, jus kemasan, soft drink sampai bir.


"Kok banyak banget hahaha, apa sih bli? " Aku tertawa tidak percaya dengan apa yang aku lihat.


"Yah persiapan, biar kamu nggak punya alasan kabur dari sini sayang hahahah" Galang ikut tertawa geli dengan penjelasannya sendiri.

__ADS_1


Aku menghela napasku, "aku mau kencing bentar yah" Dengan terkantuk-kantuk aku melangkah ke kamar kecil.


Galang terlihat sedang duduk ditempat tidur ketika aku kembali. Aku mengambil jus kemasan yang ada diatas nakas dan meneguknya perlahan. Kemudian aku mendekati Galang yang terlihat sedang tersenyum menatapku. Aku duduk diatas pangkuannya, tak mau membuang waktu lagi Galang menciumku dengan liar. Aku bisa menghirup aroma alkohol yang tersisa dalam napasnya, dan itu membuatku makin bernafsu membalas ciumannya. Galang menghentikan ciumannya dan membantuku melucuti pakaianku satu persatu tanpa tersisa. Aku mengigit bibirku menahan perasaan malu karena polos di depannya


"Kamu terlihat cantik dan menggoda sayangku" Galang melanjutkan ciumannya di leher dan turun ke dadaku. Aku hanya bisa melenguh dan menggelinjang kala Galang menyentuh titik-titik sensitif disekujur tubuhku.


"Ini akan terasa sedikit tidak nyaman, atau mungkin saja sakit sayang, tahan sedikit yah" Katanya saat sedang berada diatas tubuhku sambil mengambil ancang-ancang.


Aku mengangguk dan pasrah dengan apa yang akan dilakukan Galang. Sejenak aku bisa merasakan hantaman benda tumpul dibagian sensitifku, rasanya sakit dan tidak nyaman sama sekali. Aku tahu Galang sangat sabar dan berhati-hati agar tidak terlalu menyakitiku. Kami melakukannya dengan sangat perlahan sampai akhirnya tubuh kami benar-benar menyatu.


Galang berhenti sejenak dan mengelus sayang kepalaku.


Air mataku tiba-tiba saja mengalir "yang aku pertahankan selama ini, akhirnya bisa kupersembahkan seutuhnya pada orang yang sangat aku cintai" Aku berbicara dalam hati


"Terimakasih sayang, aku benar-benar laki-laki yang sangat beruntung, i love you" Tangan Galang mengusap air mataku. Aku tersenyum bahagia.


"Aku lanjut yah?, Jani pasti lancar (sekarang pasti lancar)?" Bisiknya yakin kemudian


Aku mengangguk dan mengalungkan tanganku ke lehernya. "I love you too bli" Jawabku sambil mengikuti irama gerakan Galang yang menghentak-hentak, rasa sakit tadi tiba-tiba tergantikan oleh gelombang kenikmatan yang belum pernah kurasakan sebelumnya.


Kamar ini menjadi saksi bisu dua insan yang sedang dimabuk asmara. Hanya ada suara lenguhan dan helaan napas memburu yang dapat didengar sepanjang malam ini.


Beberapa lama kemudian setelah mendapat serangan bertubi-tubi akhirnya aku terkulai lemas dalam pelukan Galang.


"Aku masih belum percaya bisa melewati fase ini dengan baik bli" Kataku pelan sambil memejamkan mata


"Iyah kita berhasil sayang, ingat sayang aku akan tetap berada di sisimu sekarang ataupun nanti. Selamanya" Tangan Galang mengelus lenganku perlahan.


Aku hanya sanggup bergumam dalam hati "Inilah yang selalu aku inginkan, bisa bersama-sama dengan orang yang aku cintai. Memang tak ada hal yang lebih indah dari perasaan dua orang yang saling mencintai, selamanya"

__ADS_1


---tamat---


__ADS_2