
Putra menunjukkan desain yang ia maksud dan Galang memperhatikan dengan seksama desain tersebut. Mereka membahas desain permintaan klien itu sampai malam.
"Kalau begitu aku pulang yah, kayaknya sih klien yang ini bakalan puas sama hasil kerjamu ini" Kata Galang tersenyum
"Kan yang buat Putra " Kata Putra jumawa sambil tertawa "eh malam minggu nggak kemana? "
"Kemana? Kamu sendiri gimana? "
"Ada dong, bentaran dikit paling ngobrol-ngobrol sambil ngopi sama kenalan baru" Kata Putra menaikkan alisnya. "Eh kenapa nggak sama Gani aja?"
"Kenapa harus sama Gani? " Sahut Galang kesal.
"Aku denger-denger dari gosip internal dikantor dia, dia suka sama kamu lang. Udah lama kan, kamunya aja yang nggak respon. Cantik gitu kok dianggurin"
"Nggak usah dibahas yah, aku pulang aja. Sudah malam" Katanya tegas
"Yeeee, ayo semangat move on lang!!!" Kata Putra
Galang menggeleng malas
"Move on? Mana bisa aku move on dari Nami. She is the one and only my Nami, i miss you so much Nami. Aku berharap hidupmu baik-baik saja sayang, dan selalu dipenuhi kebahagiaan" Galang bergumam dalam perjalanannya pulang.
Nami yang sedang memeriksa timeline di salah satu media sosial sambil rebahan santai nampak gelisah menunggu kantuknya datang.
Tedengar suara mobil pak yan masuk kedalam garasi. "Oh mereka sudah datang rupanya" Aku menoleh kearah jam di atas meja, ternyata baru pukul 21.20 menit "
Mekde mengetuk pintu kamarnya "Ayudia udah tidur belum? mekde punya martabak, mau nggak?" Katanya pelan
"Bentar mekde " Aku bergegas membuka pintu kamarku. Aku menyusul mereka yang sedang duduk dimeja makan. Aku menyomot satu buah martabak lengkap dengan cabai rawit nya.
"Ayudia malam minggu dikamar mulu, jalan-jalan dong sekali-sekali. Pacaran, kenalan sama cowok apa kek jangan dirumah aja" Ujar Pak yan padaku sambil tersenyum.
__ADS_1
"Rugi yu kalau masih muda tapi anak rumahan begini hahaha" Mekde menggodaku
Aku hanya bisa tertawa mendengar komentar mereka sambil mengunyah martabak.
"Mau mekde kenalin yang baik nggak? Ada mekde kenal cowok masih muda banget. Sering ketemu di site. Ganteng, orangnya juga sopan. Kayaknya cocok banget sama kamu" Kata mekde ku lagi dengan wajah antusias
"Nggak usah hahahaha, akunya lagi males kenalan sama orang baru. Masih nyaman sendiri mekde"
"Ya sudah yang penting kamunya nggak ngerasa kesepian aja "
"Nggak kok, justru belakangan rasanya lebih tenang nggak ada yang ganggu lagi"
Mereka berdua akhirnya hanya bisa tersenyum menatapku.
Sebulan berlalu, aku masih dengan rutinitasku seperti biasa. Sabtu sore nanti, aku ingin menambah rute jogging ku sebanyak 2 kali putaran. Semenjak rutin jogging aku merasa badanku jauh lebih ringan dan bugar. Keringat ku mengucur deras dalam perjalananku pulang menemui Goldie.
Goldie yang biasanya sudah menungguku di depan rumahnya kali ini tidak kelihatan sama sekali. Aku memanggilnya dari luar rumah yang gerbangnya sedikit terbuka. "Goldie!..Goldie... Goldie ganteng!! " Aku memanggilnya berulang kali. Akhirnya dia keluar dan mengejarku yang lebih dulu berlari untuk mengitari komplek perumahan.
Kali ini bukannya diam Goldie malah menyela langkahku yang tergesa secara tiba-tiba
"Hahahaha, Goldie jangan, aduh aku jadi kesandung, hahaha" aku jatuh terduduk karena tersandung kaki Goldie.
Goldie akhirnya duduk diam. aku bangkit dari duduk ku. "aku pulang kak" kataku pada Putra yang masih tertawa geli melihatku jatuh tadi. "Iyah hati-hati yah" katanya padaku. Aku berlari kencang karena ketika aku mendongak ke arah langit, bisa kulihat mendung tebal bergelayut disana. "Semoga sampai dirumah nanti belum hujan" aku bergumam sendiri.
POV dari Galang
Galang sedang berada didalam rumah Putra, untuk membahas proyek desain permintaan dari klien baru. Semenjak dia ikut proyek pak Sudira, permintaan klien naik pesat. Dia sendiri masih harus berkonsentrasi menyelesaikan desain untuk proyek Dharma Hotel. Kedua anak buahnya juga sedang sibuk mengurus beberapa proyek. Sehingga sisa proyek yang lain harus dihibahkan kepada teman-temannya yang freelancer.
Goldie dengan setia duduk menunggu disebelah Galang yang terlihat sibuk dengan Putra. Saat mereka lagi berbicara serius, ada suara seorang wanita memanggil Goldie.
"Goldie!..Goldie... Goldie ganteng!! Berulang-ulang sampai akhirnya Goldie beranjak lalu berlari keluar rumah.
__ADS_1
Galang tampak tertegun mendengar suara wanita itu, " Itu siapa? " Tanya Galang pada Putra yang sedari tadi memperhatikan perubahan wajah Galang
"Palingan cewek yang ku bilang waktu itu . Tiap sabtu sore dia pasti lewat sini, rutin jogging. Goldie kayaknya sampai hapal jadwalnya"
"Namanya siapa? "
"Ayu, aku beberapa kali ngobrol sebentar-sebentar begitu kayaknya sih anaknya rada dingin. Tapi aku jadi penasaran, bentar yah aku tungguin dia didepan dulu"
Mata Galang mengikuti langkah Putra. Pintu gerbang nampak dibuka lebih lebar olehnya. Jadi dengan leluasa aku bisa melihat jalan raya secara langsung dari tempat ku duduk.
Wanita tadi sudah kembali dengan napas ngos-ngosan. Badannya kurus, kulitnya putih bersih memakai celana pendek hitam dan kaos putih. Rambutnya pendek seleher, berwarna seperti ash blue bertopi model bucket warna hitam. Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.
"Hahahaha, Goldie jangan, aduh aku jadi kesandung, hahaha" Aku bisa mendengar suara dan tawanya yang renyah mirip sekali dengan suara Nami. Aku masih ragu untuk melihatnya langsung.
Beberapa saat akhirnya aku beranjak dari tempatku duduk bermaksud untuk melihat siapa sebenarnya wanita ini. Aku bergegas melihatnya ke depan, ternyata dia sudah tidak ada lagi disana.
"Kemana dia put? " Tanyaku pada Putra
"Udah pulang, lari kesana " Putra menunjuk jalan kecil ke kanan diujung sana.
"Kamu yakin namanya Ayu? "
"Yah kan dia bilangnya begitu?, kamu kenapa?? Mau kenalan juga? Aku ada saingan dong kalau begitu. Aku nggak mau ngenalin pokoknya" Jawab Putra dengan muka sewot.
"Aku kan bisa kenalan sendiri hehehe" Jawabku tak mau kalah "tinggal dimana dia, pasti dekat sini? "
"Aku juga nggak tahu, pokoknya dia selalu menjawab sesingkat mungkin pertanyaanku"
Aku mendongakkan kepalaku, kulihat mendung tebal berwarna abu-abu kehitaman. Kemungkinan akan turun hujan sebentar lagi.
"Sial, harusnya tadi waktu dia datang aku langsung keluar. Sekarang aku jadi penasaran tentang wanita tadi. Tapi Nami nggak mungkin memotong pendek rambutnya dan dicat warna ash blue. Masak sih itu benar-benar dia?!" Galang berbicara sendiri di dalam benaknya.
__ADS_1
Galang segera saja mengenyahkan pikirannya itu kemudian kembali fokus dengan pembahasan pentingnya dengan Putra.