
Pagi ini di kantor sepertinya tidak banyak e-mail yang harus aku balas, aku merapikan beberapa file dan brosur untuk kelengkapan marketing.
Bu Ida hari ini tidak bekerja karena sakit. Cuaca sedang sangat tidak menentu, terkadang sangat panas dan tiba-tiba beberapa saat kemudian hujan deras dan kembali lagi panas yang terik. Kalau stamina sedang tidak baik pasti jatuh sakit.
Karena file yang harus dibereskan ternyata lumayan banyak, tanpa sadar waktu sudah beranjak siang, aku melirik jam di komputer, rupanya sudah waktu makan siang.
Telepon dimejaku berdering, dari suaranya sepertinya internal kantor
"Sales and Marketing Selamat siang dengan Nami disini"
"Mba Nami, ada kiriman datang untuk mba loh" Suara Ratna dari front office terdengar nyaring.
"Hah kiriman apa Ratna? "
"Lihat sini deh mba hehehehe" Dari nada suaranya sepertinya ada yang menarik
"Ok sebentar yah"
Kuputuskan saluran telepon itu dan bergegas ke kantor depan.
Aku melihat ada abang ojek online yang berdiri dengan senyum merekah, menungguku dengan seikat mawar putih dan sepaket makanan yang bisa ditebak isinya hanya dari bungkus kertas dan merk yang tercetak disana, sudah pasti sepaket Burger dengan kentang gorengnya.
" Dengan mbak Nami? Tanya abang ojek online tersebut
"Iyah saya sendiri" Jawabku dengan ragu.
"Ada kiriman dari pacar tersayang mba"
Aku menerima paket tersebut dengan perasaan aneh antara geli dan senang.
"Terimakasih yah pak"
"Sama-sama mba, mari mba"
"Iyah pak hati-hati dijalan"
Aku meneliti kiriman tersebut satu persatu, memang benar kartu yang menempel pada bunganya memang berisi tulisan
pengirim: pacar tersayang
Aku tertawa geli
"Cie mba Nami, dari pacar yah duh senangnya.." Kata Ratna dengan mimik bahagia
"Iyah dari nama pengirimnya sih begitu hehehehe"
"Kok pacarnya nggak pernah nganter kerja, saya pengin tahu mba"
"Ada deh hahaha" Kataku sambil berlalu dan tertawa jahil
__ADS_1
"Yahhh mba Nami " Terdengar nada kecewa dari suara Ratna
Aku bergegas mengambil foto kiriman tersebut dan mengirimkannya ke Galang
*gambar terkirim
Aku : " Bli Sayang yang kirim? ☺"
Terlihat Galang sedang mengetik pesan
Galang: "Memangnya ada pacar yang lain selain aku? 🙄 "
Aku: "😅 bukan begitu takutnya bapak ojeknya salah kirim, aniwei 😘 makasi yah sayang 💕"
Galang: "Kan hari ini aku nggak bisa malam mingguan sama kamu 😌"
Aku: "Nggak papa sayang kan udah bilang kemarin 😁"
Galang : "Hehehe pengin ngirim aja, enjoy ur lunch baby 😘"
Aku: "Makasi bli ❤😘"
Aku pun menikmati lunch ku dengan santai sambil memikirkan mau jalan kemana pulang kerja nanti.
Ponselku berdering, aku melirik nama yang muncul di layar ponselku "Bojog" (Monyet) Itu nama yang aku catat untuk nomor Bumi. Aku menyimpannya dalam kontak setelah membaca pesannya tadi pagi yang isinya hanya sapaan "Hi" Yang tidak aku jawab sama sekali.
Aku hanya menatap ponselku yang berdering berkali-kali masih dengan nama yang sama. Setelah beberapa saat akhirnya berhenti, aku menghabiskan burger yang tersisa satu suapan lagi dan ponselku kembali berdering.
"apa sih?!!" Sahutku ketus tanpa basa basi
"Duh galak banget, dah dicatet yah nomorku, kok pesannya nggak dijawab"
"Nggak penting banget, mau apa"?
" Pengin denger suara kamu aja hehehe" Sahut Bumi cengengesan
"Dihhh!!!"
"Ehh jangan ditutup, bentar, kamu hari ini nggak malam mingguan sama Galang kan? Artinya lagi sendiri dong yah? "
"Sok tahu! "
"Aku memang tahu yeee, jalan yuk dah lama nggak ngobrol, kali ini aku janji nggak godain kamu, nggak maksa-maksa, cuman ngobrol aja beneran, please" Suara Bumi mengiba
"Nggak! "
"Duh susahnya bu cuman ngobrol aja, bentaran pasti mau jalan-jalan sendiri yah? aku susulin deh pasti ketemu kok kita" Jawabnya yakin
"Emang kamu tahu aku kemana? "
__ADS_1
"Sepertinya begitu"
"Ihh aneh aku aja belum mutusin mau kemana"
"Aku kan tahu jalan pikiranmu, kita pernah lama dekat"
"Terserah"
"Ok yah dah Nami"
Klik! sambungan telepon terputus
Aku memandang ponselku dengan geram.
"Ih apaan sih, orang gila" Gumamku sewot sambil meletakkan ponselku di meja.
Aku baru sadar setelah kejadian di Tabanan malam itu, aku jarang sekali bahkan hampir tidak pernah mengingat lagi masa-masa indahku dengan Bumi. Bahkan rasa sakit yang aku rasakan tiap mengingat Bumi juga sudah mulai pudar. " Apa karena aku sudah membuka hati untuk Galang yah?? entahlah tapi aku mulai menyukai perasaan tenang dan bahagia ini" pikirku lagi.
Aku kembali ke kesibukanku hari ini sampai jam 2 siang. Dengan santai Kurapikan meja kerjaku sambil berfikir hendak kemana.
Sepertinya sudah lama tidak menghubungi Beni, kuraih ponselku untuk menghubungi Beni, nada dering terdengar agak lama
"Namiii!!! " Terdengar suara Beni yang bersemangat.
"Om Beni lagi dimana? "
"Lagi meeting diluar ma klien"
"Sibuk banget sih hehehehe"
"Bentar lagi selesai, kamu kesini aja dah lama kita nggak ketemu"
"Dimana"
Beni menyebutkan salah satu mall di Denpasar
"Aku di coffee shopnya"
"Ya sudah aku kesana, tapi aku keliling dulu yah sambil nungguin kamu meeting, kalau sudah selesai telepon aku"
"Iyah sip.
" Ya udah aku jalan sekarang"
"Ok Nam"
Aku menutup pembicaraanku dengan Beni dan memasukkan ponselku kedalam tas lalu bergegas pergi.
Tanpa aku sadari ada seseorang dari kejauhan menunggu diatas motor dibawah pohon rindang.
__ADS_1
Tampak orang tersebut mengikuti Nami.