Dikejar Cinta Tyson

Dikejar Cinta Tyson
Goldie


__ADS_3

Akhirnya pekerjaannku hari ini selesai juga, aku melihat jam yang menempel di dinding telah menunjukkan pukul 14 lewat 10 menit. Waktu bekerja ku telah usai untuk hari sabtu ini. Sudah tiga bulan aku tidak pernah pulang kerumah sama sekali. Meme melarangku untuk pulang, kata beliau setiap hari ada mobil hitam mencurigakan seperti sedang memantau rumah kami diujung jalan. Belakangan mobil itu tidak pernah lagi menunjukkan diri, tapi aku tetap dilarang pulang untuk menjaga -jaga kemungkinan terburuk. Jadilah rencanaku untuk pulang setiap hari minggu pagi urung aku lakukan. Sebagai gantinya aku jadi lebih sering jogging. Seminggu bisa kulakukan 3 sampai 4 kali.


Sepulang dari kantor, seperti biasa aku mengganti baju kerjaku dengan kaos dan celana pendek. Setelah memakai sepatu aku bergegas mulai kegiatan menyehatkan ini. Mekde sedang tidak ada dirumah karena sedang mengantar Pak yan reuni dengan teman sekolahnya kemungkinan sampai malam.


"Tini, saya lari dulu ya"


"Iyah mba" Kata Tini menyahut dari belakang rumah.


Aku jogging santai seperti biasa menuju lapangan. Aku berlari mengitari lapangan sebanyak lima kali sama seperti yang sudah-sudah. Kemudian aku kembali ke rumah sambil berjalan kaki dengan santai. Saat perjalananku pulang biasanya aku akan mampir sebentar ke satu rumah dimana ada anjing jenis golden Retriever jantan berwarna coklat keemasan yang sangat lucu bernama Goldie.


Awalnya bertemu Goldie, dia mengikutiku sampai kerumah, karena aku takut dia tersesat, akhirnya aku kembali mengantarnya ke rumah itu. Pak Tomo Asisten rumah tangga yang bekerja disana sampai kebingungan mencari Goldie hari itu. Untungnya aku membawanya kembali. Aku ingat sekali menepuk kepala si Goldie beberapa kali untuk menenangkannya agar tidak perlu mengikutiku lagi. Karena aku menyukai Goldie, jadi setiap selesai jogging aku pasti mampir kemari untuk bermain sebentar dengannya.


Kata pak Tomo "Goldie tidak selalu ramah dengan orang baru, saya juga tidak tahu kenapa sama mba dia jadi nempel begini" Aku sih tidak keberatan bermain sebentar dengannya, karena dia lucu dan sangat pintar.


Tidak terkecuali hari ini, sepertinya dia hapal jadwal jogging ku. Karena setiap aku lewat sini si Goldie sudah berada di depan pintu pagarnya yang sedikit terbuka dengan ekor mengibas kencang. "Goldiee!! Panggilku sambil berlari kearahnya. Goldie yang mendengar namanya dipanggil berlari mendekat kearahku lalu menjilati tanganku dan mengangkat badannya lalu menerjangku seperti memeluk dengan semangat.


Aku mengajaknya berlari memutari kompleks rumah itu dan kemudian duduk sebentar di rerumputan depan rumahnya sambil mengelus-elus kepalanya.


Tiba-tiba ada suara laki-laki yang asing bagiku dari dalam rumah memanggil Goldie. "Goldie.. Goldie... Dimana kamu" Katanya berulang kali. Goldie yang dipanggil namanya nampak cuek masih menikmati elusan tanganku dikepalanya.


Aku berbisik pada Goldie "siapa yang memanggilmu, sepertinya bukan Pak Tomo yah? " Tanyaku serius, Goldie hanya menyalak sekali untuk menjawab ku. "Goldie pintar" Kataku tersenyum.


"Goldie!... Goldie.." Seorang laki-laki muda muncul dari dalam rumah. Dia nampaknya kaget melihatku bersama Goldie.


"Mba siapa ? kok sama anjing saya" Kata orang itu dengan wajah bingung

__ADS_1


"Saya Ayu kak, saya memang sering mengajak Goldie bermain. Pak Tomo juga tahu kok" Aku menjelaskan padanya agar tidak terjadi kesalahpahaman.


"Saya Putra" Sahutnya sambil mendekat mengulurkan tangan padaku. Aku bangun dari duduk ku dan kami pun bersalaman.


"Goldie biasanya picky sekali sama orang baru, kok bisa yah mau dekat sama Ayu"


"Entahlah, tapi tidak masalah kak. Saya juga suka sama Goldie" Jawabku sambil tersenyum


"Ayu tinggal dimana?" Tanya Putra sambil memperhatikan pakaian olahraga ku


"Deket lah, kak aku pulang dulu yah dah sore. Dah Goldie " Kataku sambil menepuk kepalanya beberapa kali. Goldie tampak duduk dan diam tanda dia mengerti aku akan pulang. "Mari kak" Kataku lalu berlari kembali pulang ke rumah.


Putra nampak mengelus kepala Goldie "Kok nemu aja kenalan baru yang cantik begitu" Katanya sambil tertawa geli.


Galang sedang dalam perjalanan pulang sore ini dari proyek Dharma hotel. Dia baru ingat ada janji bertemu seorang temannya di Denpasar. Dia menepi sebentar lalu menghubungi temannya itu


"Jadi tapi sori aku bakalan telat, tadi ada kerjaan jadi baru bisa kesitu"


"Iyah aku tungguin"


"Sip" Galang menutup pembicaraan dan memasukkan ponselnya kedalam tas ranselnya kembali. Ketika akan menghidupkan motornya kembali dia melihat sepasang muda mudi sedang berboncengan dengen sepeda motor memakai pakaian adat. Kemungkinan besar mereka akan bersembahyang ke Pura. Galang jadi teringat kembali pada Nami. Terlintas kembali kenangan saat mereka berdua bersembahyang ke Pura Jagat Natha. Kini sudah 3 bulan berlalu sejak aku bertemu dengannya, terakhir kalinya ia bertemu Nami saat acara Uluwatu itu. Dia dengar dari Dito, Nami telah resign dan mengganti nomor ponselnya. Kata Dito juga sehari setelah acara di Uluwatu pak Sudira datang ke kantor dan mengamuk, karena tidak ada yang mengabari dia kalau Nami telah resign.


"Dimana Nami ku sekarang Hyang Widhi, aku ingin bertemu sebentar saja. Beri aku petunjuk aku mohon padamu" Galang berdoa hal yang sama sepanjang jalan.


Sesampainya di Rumah temannya, Galang seperti biasa langsung saja membuka gerbangnya. Seekor anjing lucu mendekat padanya sambil menggoyangkan ekornya.

__ADS_1


"Goldie! Goldie" Kata Galang sambil memeluknya erat.


Putra terlihat keluar dari dalam rumahnya "Ck! kok Goldie lebih happy ketemu kamu daripada aku yah lang? "


"Aku kan penuh kasih sayang hehehe" Kata Galang terkekeh sendiri.


"Iyah yang penuh kasih sayang tapi jomblo hahaha" Kata Putra terbahak


"Ngatain aku jomblo, emangnya dia sendiri gak jomblo yah Goldie? " Kata Galang sambil mengucek gemas kepala Goldie, Goldie menyalak sekali mendengar pertanyaan Galang. Galang pun terbahak karenanya


"Ishh masak belain orang lain, bapak mu ini loh" Kata Putra sambil menunjuk dirinya sendiri sambil tersenyum geli.


"Eh iya tadi ada cewek cakep ngajak main Goldie. Aneh deh lang kok bisa yah Goldie deket sama orang asing. Padahal biasanya nggak seramah itu palingan mau dielus doang. Ini nggak, kayak ketemu yang dah dia kenal banget. Kayak ketemu kamulah lang"


"Kok bisa dia diluar main sendiri? "


"Tiap sore memang pak Tomo sering buka gerbang biar dia bisa keluar masuk main sendiri lang. Nggak tahu mulai kapan di akrab sama cewek itu"


"Tanya pak Tomo aja, pasti tahu" Jawab Galang cepat


"Iyah yah nanti aku tanya deh, takut Goldie diculik aja sih. Tapi kayaknya cewek ini nggak mencurigakan" Ujar Putra sambil berpikir


"Eh mana desain yang udah jadi? Aku mau liat. Kliennya kan minta cepet" Sahut Galang tiba-tiba teringat tujuannya kemari.


"Udah selesai, yuk masuk dulu"

__ADS_1


Galang mengikuti Putra dari belakang.


Putra termasuk dalam freelancer dari kantor yang didirikan Galang. Galang baru bisa memiliki dua staff dikantornya. Sebelumnya Galang hanya bergantung pada bantuan teman-temannya yang banyak menjadi freelancer seperti Putra.


__ADS_2