Dikejar Cinta Tyson

Dikejar Cinta Tyson
Satu hari yang indah 2


__ADS_3

Galang mengambil tisu dan mengelap sudut bibirku dengan lembut "duh anak siapa sih maemnya pinter banget" Kata Galang dengan senyum geli.


Aku ikut tersenyum geli sambil menutup mulutku. Setelah sarapan, kemudian kami pun memulai perjalanan menuju Kebun Raya Bedugul.


"Aku lagi nyari informasi kebun strawberry yang bisa kita kunjungi nanti bli" Aku terlihat sedang sibuk dengan ponselku.


"Ah ketemu, ini kayaknya seru. Nanti bli liat yah aku kirim juga ke bli lokasinya"


"Iyah nanti aku cek, hmm sayang kata Dito ada pengusaha yang suka sama kamu yah?!" Kata Galang sambil berkonsentrasi menyetir.


"Oh itu, Dito ceritanya detail nggak?! "


"Nggak juga, dia hanya cerita, katanya kamu pernah nolongin orang itu di Bandara terus ketemu lagi karena dompet"


"Yup, aku cerita detail yah tapi bli nggak bole marah" Aku menatapnya khawatir


"Iyah sayang, aku janji nggak akan marah " Jarinya mengusap pipiku lembut.


Kemudian aku menceritakan semuanya, termasuk ajakan makan siang, kiriman bunga dan sushi serta kartu ucapannya.


Galang hanya terdiam mendengarkan ceritaku tanpa ekspresi apa- apa.


"Marah yah? " Aku menatap mukanya dengan perasaan was was.


Galang menggeleng, "nggak sayang, yang penting kamunya baik-baik aja, karena aku dengar orang itu punya pengaruh besar dan kaya luar biasa. Jadi dia bisa saja melakukan hal-hal yang membahayakan"


"Aku heran sudah aku tolak baik-baik kenapa masih belum mengerti juga, apa aku harus kasar padanya??!! "


"Jangan Nami, aku takut nanti dia berbuat macam-macam sama kamu. Dihindari saja kalau memang bisa"." Hmm aku ingin tahu sayang, kalau seandainya kamu kenal dia lebih dulu sebelum bertemu aku apa kira-kira kalian akan bersama?!" Tanya Galang dengan nada suara yang dingin.


"Kenapa harus bersama?! Kan belum tentu juga aku suka sama dia, sekarang aja nggak. Lagian kalau mau cari yang kaya mungkin sekarang aku sudah menikah dengan Ricky bli"


"Tapi dia kan beda sama Ricky, kalau Ricky seperti ceritamu dia memang mengejarmu tapi kan hanya sekedar kata-kata. Sedangkan orang ini, dia bisa memberikan banyak hal luar biasa menyenangkan diawal pertemuan kalian"


"Hmm maksudmu kalau aku lagi jomblo terus didekati dengan cara yang sama diwaktu yang berbeda gitu?? Hmm bisa iya, tapi bisa juga nggak"


"Kenapa?? Dia kan punya segalanya, hidupmu pasti lebih nyaman".


"Nyaman??? Tahu nggak tiap dekat sama orang itu perasaanku selalu nggak nyaman, cenderung waspada"


"Benar begitu? "

__ADS_1


"Bli kenapa sih?!! Jadi males tahu nggak bahas orang itu lagi"


Galang menggeleng pelan "nggak sayang, aku hanya penasaran sama pendapat mu saja"


"Bli sama aja lah artinya sama orang itu, karena menyamaratakan wanita. Kalian pikir semua wanita liatnya harta, kemudahan gitu?! Begitu dikasih suprise bunga segede ego mereka, semua wanita langsung mau gitu??!! " Suaraku meninggi


"Bukan begitu sayang, aku nggak bermaksud begitu, terus terang dibandingkan aku yang belum punya apa-apa ini, rasanya jauh banget yah cara deketinnya" Galang terdengar kehilangan kepercayaan dirinya.


Kami berdua terdiam sesaat, aku baru sadar harusnya jawabanku tadi bukan itu, aku tahu dia sedang insecure.


"Bli, aku cintanya sama kamu, dengan semua kualitas yang kamu miliki sekarang. Jadi nggak usah bandingin sama orang lain"


"Aku yakin kalau bli sekaya dia, pasti pendekatannya juga jadi berbeda. Karena apa? Karena bli mampu. Dan kita pasti jadian seperti sekarang, sama saja. Kan bukan caranya tapi siapa orangnya yang deketin aku"


Senyum Galang terlihat mengembang.


"Katanya nggak marah kalau aku cerita detail begitu? "


Galang hanya tertawa kecil dan mencubit pipiku gemas.


"Aku aja nggak pernah tidur di pangkuan pacarku, kok bisa-bisanya dia duluan" Katanya dengan nada manja


"Ck! dia tidurnya pake bantal"


"Hahahhaa ih gemes" Aku mencubit pinggangnya


Galang meringis "Duh ganti cium aja, kan aku sudah sering bilang"


Aku mendekat kearahnya berniat untuk mengecup pipinya. Tapi ternyata Galang sengaja menoleh dan bibir kami bertemu. "Aku berhenti di pinggir jalan boleh nggak? " Kata Galang kemudian dengan senyum jahil


"Jangan, jalannya sempit begini bli"


"Enak yah disupirin, kayak orang itu. Bisa asik berduaan dibelakang sana" katanya sambil menunjuk ke jok belakang


"Ih mesum!! " Aku memukul pelan lengannya


Galang terbahak-bahak mendengar ucapanku.


Aku mendekat kearahnya, dan tanpa dia duga aku menjilat daun telinganya dan kembali secepat kilat.


"Hei! hei! jangan main-main yah aku nggak bisa sesabar kayak waktu aku sakit kemarin" Kata Galang sambil menghela nafasnya.

__ADS_1


Aku hanya bisa terkekeh dengan reaksinya


"Ini beneran yah aku parkir di pinggir jalan kalau begini"


Mobil pun berbelok kepinggir jalan yang sepi seperti ucapannya. Galang memilih satu tempat yang sepertinya tanah kosong milik warga setempat.


Galang menatapku tajam "gimana? Mau lanjut?" Katanya sambil mendekat kearahku


"Ampun pak, saya masih ingusan, masih EsDe" Kataku dengan muka memelas.


Galang jadi tergelak dengan ucapanku begitupun juga dengan aku.


Aku meraih wajahnya "nggak ada laki-laki lain bli, hanya kamu satu-satunya sampai kapanpun"


"Janji yah sayang sampai kapanpun, apapun yang terjadi kamu harus tetap milikku" Kata Galang dengan wajah serius


"Aku berjanji" Aku mengangguk


Aku mencium bibirnya pelan. Galang menyambut bibirku lembut. "Aku rindu dengan ciuman ini bli" Bisikku di sela-sela ciuman kami yang semakin dalam dengan nafas yang memburu. Beberapa saat lamanya akhirnya kami kembali melanjutkan lagi perjalanan kami tadi.


"Aku jadi malu setelahnya, wajahku sepertinya masih memerah" Aku bergumam dalam hati


"Nggak usah sok pemalu yah, padahal dia yang mancing-mancing hahaha" Kata Galang kemudian seperti tahu isi pikiranku


Aku hanya bisa menutup wajahku dengan tangan.


Sekitar kurang lebih 2 jam perjalanan akhirnya kami sampai di Kebun Raya Bedugul. Hujan tiba-tiba turun dengan lebatnya. Curah hujan memang tinggi di daerah ini karena berada di dataran tinggi tentu saja udaranya sangat sejuk bahkan cenderung dingin. Setelah membayar tiket masuk, kami memasuki kawasan kebun raya. Karena sedang hujan kami bisa melihat kabut tebal yang mulai turun.


"Belum ramai yah bli, biasanya tanggal merah kebun raya ini pasti ramai"


"Iyah, kita beruntung berangkat awal sampai disini masih sepi. Turun di sebelah sana yuk" Katanya kemudian sambil menunjuk satu gazebo di tengah rindangnya pepohonan.


"Iyah, boleh" Kataku senang


Galang turun terlebih dahulu dan mengambil tas ransel dan payung di bagasi, kemudian mendekatiku yang sedang turun dari mobil. Galang merangkulku, kami berjalan menyusuri jalan setapak menuju ke Gazebo yang ditunjuk Galang tadi.


Begitu sampai Aku langsung duduk "Bli kok aku nggak kepikiran beli cemilan yah" Kataku sedih


Galang menurunkan tas ransel yang ia gendong dan membukanya. Aku bisa melihat ada berbagai macam keripik, coklat, permen, biskuit dan air mineral di dalamnya.


"Wahhh Bli Galang memang hebat!!" Aku mengacungkan dua jempol ku

__ADS_1


Galang hanya tersenyum sambil menggeleng melihat tingkahku. "Nami...nami, hal sederhana begini saja bisa membuat kamu bahagia. Aku sungguh beruntung, tapi sayangnya ini harus berakhir"


Galang tenggelam dalam pikirannya.


__ADS_2