Dikejar Cinta Tyson

Dikejar Cinta Tyson
Es buah untuk hati yang lemah


__ADS_3

Sepeninggalan Bu Nyoman aku membaca pesan yang masuk di hapeku. 


Beberapa dari Galang dan aku sedang tidak ingin membacanya. 


Satu dari bli Putu "lagi dimana? "


Segera kuketik pesan balasan


Aku: "lagi makan es buah,  aku pulang maleman yah lagi pengin jalan sendiri"


Tampak pesanku telah dibaca dan bli Putu sedang mengetik sesuatu


Bli Putu: "Di tapian?  Aku susul yah,  lagi pengin yang seger-seger juga,  tunggu disana jangan kemana-mana"


Aku: "Dia dirumah? Jangan ajak dia, aku lagi males ketemu dia"


Bli Putu: "Iyah, sudah kusuruh pulang, tenang aja aku kesana sendiri"


Aku: " Nggak bungkus aja? "


Bli Putu: "Nggak, pokoknya tunggu disitu yah"


Aku: "Ok"


Kulanjutkan menikmati es buahku dengan santai. 


Sejam yang lalu tampak Galang turun dari mobilnya bergegas memasuki rumah Nami


"Permisi"


Mendengar ada yang datang,  Ibu Nami keluar dari dapur dan mendapati Galang berdiri dengan wajah yang sedih. 


"Kadek belum pulang, sudah bilang mau kesini gus? "

__ADS_1


"Sudah bilang tapi tadinya mau datang agak malam karena ada urusan mendadak barusan"


"Oh ya masuk dulu duduk disini atau mau nunggu depan kamarnya kadek? "


"Hmm sekalian saya mau ngobrol sama Ibu juga" Sahut Galang pelan


"Tentang apa? " Tanya Ibu khawatir


" Sepertinya Kadek marah besar ke saya karena salah paham bu " Wajah Galang terlihat frustasi. 


"Duduk dulu yuk" Ajak Ibu masuk kedalam ruang makan


Galang mengekor Ibu masuk ke ruang makan. 


Setelah duduk Galang lalu mengatakan maksudnya


"Sebelumnya saya mau minta maaf ke Ibu juga,  saya selama kenal dengan Kadek tidak pernah cerita tentang masalah yang membuat salah paham ini,  saya mau ceritakan ke Ibu biar Ibu tahu permasalahaannya"


"Sebentar, Sekarang kadek dimana? "


"Aduh,  tu!!!!  Putu!!! Mai jep malu" (Aduh, tu!!! Putu!!! Kesini sebentar) Ibu memanggil bli Putu yang sedang berada dikamarnya


"Ya bu sebentar"kata bli Putu


Terdengar langkah kaki dari dalam kamar dan suara pintu terbuka


Putu tampak santai menuju dapur


"Eh ada Galang"


"Iyah Bli Putu"


"Engken me? "( ada apa bu) 

__ADS_1


"Coba kamu telpon kadek,  dia pasti lagi mumet itu lagi dimana dia? "


"Kenapa dia? " Putu memandang Galang


"Saya yang salah bli,  Kadek sepertinya marah besar ke saya, sebelumnya saya minta maaf sama bli sama Ibu juga apalagi sama Kadek karena tidak pernah bercerita tentang status saya,  saya sebenarnya sudah pernah menikah selama kurang lebih tiga tahun.  Sekarang sudah bercerai jadi status saya duda"


Wajah bli Putu dan meme terlihat penuh kekhawatiran. 


Putu lalu ikut duduk dan posisinya bersebrangan dengan Galang 


"Terus kenapa bisa cerai" Tanya Putu


"Saya menikah atas dasar perjanjian bli. Mantan istri saya sebenarnya anak dari teman baik orang tua saya. Dia waktu itu hamil sudah siap menikah dengan pacarnya,  tapi tiba-tiba calon suaminya menghilang begitu saja tanpa kabar apapun dan membuat kedua keluarga besar marah. 


Rencananya pacarnya itu mau nyentana (Lelaki menikah dan tinggal dirumah istri). Banten (kelengkapan upacara secara adat dan agama Hindu) sudah dipesan,  undangan akan dicetak, baju segala macam sudah siap. Keluarga besarnya sudah tahu semua.


Karena orang tua saya tidak tega karena akan menjadi aib, akhirnya meminta tolong saya untuk menikahi dia. Orang tua saya kasihan dengan temannya dan kebetulan saya sudah mengenal mantan istri saya dari kecil dan menganggap dia sebagai adik saya sendiri. Saya waktu itu tidak berfikir panjang langsung mengiyakan karena saya merasa kasihan tapi dengan syarat setelah tiga tahun saya akan menceraikannya"


Putu dan Ibu tampak serius mendengarkan cerita Galang. 


"Saya meminta syarat itu karena di masa depan saya juga ingin menikah dengan wanita yang saya cintai.  Dan waktu tiga tahun cukup untuk membantu ikut membesarkan anaknya, dan bodohnya saya tidak menceritakan hal ini kepada kadek sama sekali. Saya terus terang dilema apakah akan menceritakan ini sekarang atau nanti saat hubungan saya dengan kadek sudah lebih lama. Karena saya tahu Kadek susah sekali percaya dengan laki- laki. ditambah Kadek pernah cerita kalau dia kurang suka dengan laki-laki yang berstatus duda. Karena hal ini saya jadi sangat hati-hati sekali memikirkan ini.  Takutnya dia langsung pergi ninggalin saya karena status ini. Mantan istri saya sekarang akan menikah lagi dengan calon suaminya yang hilang tiga tahun lalu,  dan mereka berencana untuk menetap di Surabaya"


"Kemana calon suaminya tiga tahun lalu kok baru muncul"


"Waktu itu dia panik karena usaha yang dia rintis gagal total dengan hutang yang bertumpuk jumlahnya. Orang tuanya tidak memiliki dana sebesar itu. Karena merasa tidak mampu membayar akhirnya pergi ke Sumatra menemui paman dan bibinya disana untuk meminta pertolongan. Sayangnya dia tidak bilang dahulu ke orang tuanya waktu itu, pikirannya sudah kalut. Saking merasa sangat bersalahnya sampai tidak berani kembali ke Bali.  Setelah hutangnya lunas dan usaha dia rintis ulang dengan susah payah akhirnya berjalan baik, ia kembali menghubungi mantan istri, hanya saja waktu itu belum berani bertemu dengan keluarganya"


" Komunikasi mereka intens selama setahun ini, berbarengan dengan proses perceraian kami, hubungan keluarga pihak laki-laki dan mantan istri juga akhirnya telah kembali baik" Lanjut Galang kemudian. 


"Kadek akhirnya tahu darimana kalau ternyata gus sudah pernah menikah? " Tanya Ibu


"Kadek belum tahu bu,  jadi tadi saya ditelepon oleh mantan istri mau pamitan dan mengajak jalan dengan anak terakhir kali sebelum mantan istri menetap di Surabaya.  Terus terang karena saya ikut Membantu mengurus anak tersebut dari baru lahir sampai sebesar sekarang jadi merasa anak itu seperti anak saya sendiri. Rasanya mau pisah sedih juga akhirnya tadi saya temani dari siang jalan- jalan, besok mereka penerbangan pertama sudah langsung ke Surabaya.  Entah gimana ceritanya waktu saya lagi duduk ngobrol sama si anak di tempat makan,  tiba-tiba kadek sudah dibelakang saya. Itu benar-benar membuat saya kaget liat biasa. Dia kelihatan marah dan terpukul melihat saya disana bersama mantan istri dan anak. Saya yakin dia pasti berfikir kalau saya masih menikah dan punya anak. Saya sempat mengejar Nami tapi tidak ketemu dan saya langsung kemari"


"Pasti dia sedih dan benar benar marah kalau begitu" Ujar Putu

__ADS_1


"Tapi apa benar,  gus tidak mencintai mantan istri? " Tanya Ibu


"Demi Hyang Widhi bu, tiang tidak ada perasaan apa- apa selain sayang sebagai kakak saja. Terus terang kami selama menikah tidur terpisah dan saya sama sekali tidak pernah menyentuh mantan istri saya. Dan saya juga lebih banyak tinggal dirumah saya sendiri." 


__ADS_2