
Selama dua minggu ini aku dan Galang sering berkomunikasi melalui chat atau kadang telepon.
Terus terang aku mulai merasa nyaman mengobrol dengannya.
Kebanyakan sih membicarakan hal-hal sepele. Kayak ngingetin makan siang, lagi dimana?lagi apa? Yah yang seperti itu. Mengobrol dengan Galang rupanya menjadi kebiasaan baru bagiku, setiap ada kesempatan apabila dia tidak sibuk chatku pasti cepat dibalasnya.
Seperti pagi ini, ketika aku baru sampai dikantor aku seperti terbiasa mengabarinya tentang keberadaanku saat ini.
Aku: "Pagi Galang, aku udah nyampe kantor, macet banget tadi dijalan untungnya berangkat lebih pagi, ada apaan sih kok jadi macet gitu ? "
Tanda centrang dua √√ langsung terlihat di sebelah kanan pesanku yang mengartikan pesanku telah terbaca saat itu juga, terlihat Galang sedang mengetik.
Galang: "Kalau nggak salah ada kunjungan Raja Arab ke Nusa Dua hari ini, kemungkinan protokolnya di Nusa Dua lebih ketat memeriksa yang baru masuk kawasan BTDC jadi lebih lama atau bisa jadi ada penutupan jalan agar steril dilewati sebentar lagi"
Aku : "Oh Iyah benar, semalam ada beritanya di televisi"
Galang: "Kamu nggak ke situ juga?"
Aku: "Kemana? Nusa Dua? Ngapain? "
Galang: "Ketemu anak-anaknya Raja Arab, kan ganteng-ganteng, kaya juga, banyak tuh yang pengin ketemu mereka "
Aku: "Bukan seleraku, lagian katanya Arab besar-besar yah 😄😆" Candaku iseng
Galang: "Apanya? Hahaha mulai nakal yah, jewer nihh 😌
Aku : "Hahahaha apa? aku ngomongin badannya, kamu pikir apanya? Badannya kan besar gitu kebanting akunya 😅😂"
Galang: "Ngeles aja 😛"
Aku : "🤣🤣"
Galang : "Nih aku lagi kejebak macet, makanya bisa chat" Galang mengirimkan foto pemandangan didepannya
Aku "Rasain 😅"
Galang: "Ih awas yah 😅😂 , Eh Aku juga mau ketemu putri cantik loh 😉"
Aku: "Siapa? "
Galang : "Ada, sekarang lagi chat sama aku ☺ "
Aku: "Mau kesini? Beneran? "
Galang: "Iyah beneran, tadinya mau ngagetin yang biasanya sok sibuk dikantor 😂 mau ketemu bosmu, dia udah datang?"
Aku: 😝 kan emang sibuk, Pak Dito belum datang kejebak macet juga kali"
Galang: "Sibuk apa hari ini? "
Aku: " Mau siap-siap ketemu klien, marketnya Aussie"
Galang: "Jam berapa? "
Aku: "Jam 11"
__ADS_1
Galang:" Oh artinya aku nyampe kantormu kita bisa ketemu dong ☺😄"
Aku : "Udah nyampe mana? "
Galang: "Udah deket"
Aku: "☺"
Galang: tunggu yah
Aku: he'eh ☺
Aku kembali ke Email yang masuk hari ini. 20 menit telah berlalu, sebuah mobil berwarna hitam masuk ke parkiran kantor, Galang turun dari mobilnya dan bergegas masuk ke dalam kantor setelah sedikit berbasa-basi dengan Ratna di kantor depan.
Aku masih sibuk berkutat dengan surat elektronik, dan tidak menyadari Galang yang lewat didepan mejaku menuju ruangan pak Dito
"Ting! " Ada pesan masuk dari Galang
"Serius banget"
Seketika aku mencari -cari keberadaan Galang, dan pandanganku berakhir di ruangan pak Dito. Aku tersenyum kearah Galang yang sudah terlebih dahulu melihat kearahku dengan senyuman.
Aku meraih gagang telepon dan menekan nomor internal ruangan Pak Dito
Terdengar nada dering dua kali di seberang sana
"Hi" Terdengar suara husky dan lembut milik Galang
*astaga mendengar suara saja, aku kok jadi deg-degan lagi "aku bergumam dalam hati
"Baru aja, pacaran sih sama komputer makanya nggak lihat aku lewat hehehe " Galang terdengar geli
" Ya udah tunggu sendiri yah disana"
"Aku mau kopi dong, kok nggak ditawari, aku kan tamu" ucapnya lagi dengan nada manja
" Oh kopi, Aku telepon kantor depan yah"
"Nggak mau, maunya kamu yang bikinin" suaranya lagi-lagi terdengar manja
"Ih manjanya hehehe, kalau aku buatin kopi nanti digosipin loh kita"
"Nggak papa kan cuman gosip, aku nggak peduli yang penting aku dibuatin kopi sama Nami"
"Ya sudah tunggu yah, pakai krimer apa nggak? "
"Nggak, jangan terlalu Manis, Makasi yah Nami"
"Iyah, tunggu yah"
Untung saja bu Ida ada sales call, kalau tidak pasti deh diledekin habis dan diinterogasi hari ini, aku membatin sambil menuju ke pantry kantor.
Aku biasa pergi ke pantry tanpa sepengetahuan siapapun karena semua orang sibuk dengan pekerjaannya masing-masing termasuk OB kantor yang sedang berada entah dimana, jadi aman ketika aku membawa nampan berisi kopi untuk Galang.
Sementara Galang usai menutup telepon dari Nami langsung tersenyum kegirangan. "Duh asli senang banget ketemu dia di kantor hari ini, dibuatin kopi, ngobrolnya lancar, pokoknya kamu pasti bisa mendapatkan hati Nami, harus bisa!!! " Galang bergumam sendiri
__ADS_1
*tok.tok.tok..!! Aku sengaja mengetuk pintu ruangan pak Dito
Dia duduk di kursi dengan posisi yang terbilang sempurna. Punggungnya bersandar pada kursi, kaki kanannya menumpuk pada kaki kiri yang memperlihatkan tungkai kaki kirinya yang panjang dan kekar. Tangan kanannya terangkat melambai sedikit padaku. Duh senyumnya tetap saja menawan.
"Nih kopinya tuan Galang" Aku mencoba tenang sambil meletakkan secangkir kopi didepan Galang yang menatapku lekat.
"Asyik dibawain kopi"
"Ya sudah aku balik yah" aku berbalik cepat
"Jangan cegah aku Galang, aku merasa lemah ketemu kamu hari ini, kok yah nambah ganteng sih kamu... Lama-lama aku jadi nggak yakin bisa lanjut hts-an lagi " Aku mengeluh sendiri dalam hati.
Tangan Galang dengan cepat memegang tangan kananku, langkahku terhenti, dan menoleh padanya.
"Ya Tuhan jangan siksa aku seperti ini, eh Rambutnya dicukur yah? Hmmm" Aku berfikir sambil melihat rambutnya sambil menggigit bibir bawahku
"Hei ngeliatin apa? Aku baru cukur kemarin, lucu yah? tungguin aku bentar disini" Galang berkata sambil tangan kirinya mengusap rambutnya lebih pendek dari biasanya.
"Boleh unyel-unyel rambutnya nggak, gemes banget sama Galang, ehh bentar stop Nami ini nggak bener, ayokk sana balik ke mejamu. Tapi kan aku dah lama nggak ketemu dia, kangen, tapi dia kan bukan pacarmu... udah sana balik" aku berdebat sendiri dalam hati
"ehmm Bagus kok cukurannya cocok, aku nggak bisa lama-lama disini nggak enak sama yang lain, lagian sudah jam setengah sepuluh banyak kerjaan mana bentar lagi aku mau meeting"
"Yahhh, kamu pulang jam berapa? " Galang terlihat kecewa
"Biasalah jam 5 an gitu"
"Jalan yuk !?"
"Kayaknya aku ada rencana hari ini, apa yah
.. ah iya hari ini Purnama aku mau sembahyang dirumah trus ke Pura Jagatnatha juga"
"Sama siapa ke Puranya? "
"Paling sama Bli Putu"
"Aku ikut yah, sekalian kenalan sama kakak kamu, jam berapa? "
"Sekitar jam tujuh"
"Iyah entar aku kabarin yah"
"Iyah"
Dia melepas tangannya perlahan dan tersenyum memandangku lekat
Aku membalas senyumnya dan bergegas kembali ke mejaku.
Sekitar pukul 10.15 aku memutuskan untuk berangkat ke tempat meeting, aku menoleh ke meja Galang dan melambaikan tanganku
Dibalasnya lambaian tanganku sambil mengucapkan kata-kata "Hati-hati dijalan", aku membaca gerak bibirnya dan membalasnya " "Iyah, makasi" Dan tersenyum
Sepanjang jalan yang aku ingat hanya Galang...Galang...Galang dan Galang...
ya Tuhan aku kena apa ini tak henti-hentinya aku memikirkan Galang. Ini apa hanya perasaanku saja dia juga merasakan yang sama, kalau ternyata tidak, aku bagaimana? Aku komat kamit berbicara sendiri diatas motorku yang sedang melaju cepat.
__ADS_1