
Sepulangnya Dito dari rumah Galang masih terngiang janjinya kepada Galang.
"Dit, aku mohon berjanjilah untuk tidak menceritakan masalah ini ke Nami. Aku masih belum tahu kapan aku akan bicara dengannya. Yang pasti dia nggak boleh tahu apapun tentang masalah ini"
"Iyah lang aku akan menutup mulutku"
"Aku baru ingat, Nami pernah cerita nggak mereka kenal dimana? kok dia nggak pernah nyebut nama Pak Sudira selama jalan sama aku" nada suara Galang terdengar penasaran
"tadi siang Nami cerita katanya dia dulu sempat nolong orang pingsan di Bandara, ternyata orang itu pak Sudira"
"Terus hubungan mereka lanjut setelah itu? "
"nggak, kata Nami dia bahkan lupa pernah nolongin orang di Bandara"
Dito kemudian menceritakan kejadian dompet yang tiba-tiba sudah ada dalam tasnya.
"kemungkinan besar Pak Sudira ketemu Nami lagi waktu aku mau meeting dengan pak Sudira di Kuta. Sebelum bertemu dia, aku kan ketemu Nami di tempat yang sama. Pantesan sekretarisnya nabrak Nami kayak sengaja, aku sempat kesal.Bisa jadi dompetnya dimasukkan ke tas Nami saat kejadian itu" kata Galang yakin..
" oh bisa jadi lang" Dito tampak berpikir "
"Tapi sudahlah, sekarang semuanya sudah seperti ini" Galang lanjut berbicara dengan pelan " hmm Satu lagi Dit, kalau Nami datang ke kamu nanti setelah kami putus, aku minta tolong dengarkan saja apa yang dia ingin katakan tentang aku, supaya perasaannya lebih baik, bantu aku ya dit " Kata Galang dengan suara bergetar.
" Sebelum kamu meminta tolong pun sudah ada dalam pikiranku untuk itu lang, jangan khawatir. Bahkan aku mau bantu halangi dia agar tidak tertarik dengan Pak Sudira sama sekali"
"Jangan terlalu mencolok, aku takut ada masalah baru yang timbul karena itu"
Dito hanya mengangguk dan menepuk pelan bahu sahabatnya ini.
Dito menjadi sangat iba pada mereka berdua.
Sementara itu Nami yang baru saja sampai dirumah, langsung menuju ruang makan. Ia merasa sangat lapar. Meme dan bapa kemungkinan sudah beristirahat didalam. Dengan cepat aku menyantap makan malamku yang terlambat.
Ku lihat jam dinding di dapur, ternyata sudah pukul 20 lewat 45 menit.
Setelah mandi aku merebahkan tubuhku yang pegal. Aku memeriksa lagi ponselku, biasanya aku dan Galang mengobrol di jam-jam ini. Tapi hari ini tak satupun pesan aku peroleh dari Galang, sama seperti semalam.
Aku mengirim pesan untuk bli Putu
Aku: " Lagi ngapain bli tu? "
__ADS_1
Bli Putu kemungkinan sedang santai, pesanku dengan cepat dibalasnya.
Bli Putu: " Aku abis makan, kamu udah makan?"
Aku: " Udah, gimana disana?"
Bli Putu: "aku jadi makin sibuk, ini aja baru pulang, tadinya malah ada janji ketemu lagi sama orang tapi untungnya nggak jadi. Badanku sakit semua, capek dek"
Aku : " Udah beli vitamin, lumayan loh biar gak gampang sakit" Aku mengingatkannya
Bli Putu: " Oh iya kok aku nggak kepikiran beli vitamin yah, bentar deh aku ke toko kelontong disebelah. Meme ada nanya dek? "
Aku : " Belum sih, mungkin berita kamu dekat sama Mbok Rani belum sampai di telinganya meme 🙄"
Bli Putu: "bisa jadi, aku sih masih sering ngobrol sama dia. Anaknya memang ternyata baik banget dek"
Aku: "duh yang lagi jatuh cinta 😁😆, semuanya aja jadi baik yah 😗"
Bli Putu: " 😜 kayak dia nggak aja 😄, gimana sama Galang? "
Aku :"😢 udah dua hari ini aku dicuekin, kenapa tiba-tiba cowok jadi gitu yah bli.
Bli Putu: " Kalau dari yang aku lihat sifat Galang yang Dewasa begitu, pasti bukan karena ada wanita lain dek. Bisa jadi ada masalah keluarga"
Aku: " 😕 Aku kesel dia kayak nutupin sesuatu, kalau memang masalah keluarga kenapa dia nggak cerita?? "
Bli Putu:"mungkin dia belum siap aja, bisa jadi masalahnya terlalu berat untuk dia bagikan ke kamu. kamu kan tau dia orangnya nggak yang grasa grusu gitu "
Aku : "😣 bodo ahh, bli Putu pernah dengar namanya Pak Sudira, pengusaha hotel yang terkenal itu loh"
Bli Putu: "iyah aku tahu, aku pernah ke salah satu proyek hotelnya, ada beberapa hotel dia make jasa internet kantorku.
Bli Putu: Aku beberapa kali ketemu dia. Orangnya rada snoob yah dek, ada apa sama dia? "
Aku :" Orangnya Nyebelin banget , aku telepon bli tu yah aku mau cerita"
Akhirnya aku menceritakan semua detail yang aku lalui kemarin dan hari ini kepadanya.
Bli Putu: "ck! kurang ajar itu namanya. Dia nggak tahu kamu sudah punya pacar?!. jauh- jauh yah dek, jangan dekat sama dia. Orangnya walaupun terlihat baik tapi aku nggak rela kamu sama dia"
__ADS_1
Aku:"Yang mau sama dia siapa sih bli? Aku juga nggak nyaman dekat sama dia. Tahu nggak, masak dia sampai hapal motorku yang mana? Ngeri banget"
Bli Putu: "kamu hati-hati aja, kok perasaanku jadi nggak enak yah. Makin kaya orang dek, aturan hidupnya juga makin banyak, kamu pasti nggak tahan. Besok-besok jangan mau yah berduaan begitu, aku jadi was-was loh"
Aku: "iyah iyah"
Bli putu :" Kalau orangnya sudah keterlaluan, kasih tau aku" Kata bli Putu tegas.
Bli Putu: " Jangan sampai kejadian waktu sama Bumi terulang lagi, masak nongkrongin rumah kita malam-malam, setiap hari pula"
Aku: " Hahahaha sampai tetangga lapor pak Klian (pak RT)"
Bli Putu: " Mana tetangga semua ngomongin kamu, ada yang bilang orangnya nunggu di depan rumah karena nagih hutang, ada yang bilang orang itu abis kamu porotin trus kamu tinggal gitu aja, orangnya jadi stres hahahaha"
kami tergelak mengingat kejadian itu.
Aku: " Aku heran kok bisa yah Bumi betah nungguin aku didepan rumah"
Bli Putu:" Demi bisa balikan sama kamu, apapun demi nyai hahahaha , kamu nemu aja orang-orang freak macam begitu yah"
Aku" Iyah loh bli, eh kapan bli tu pulang. Aku nggak ada temannya dirumah " Aku berkata dengan suara manja
Bli Putu:" Idihhh coba kalau ada Galang, pasti kamu nggak inget sama aku hahahaha, sanahh manjanya sama Galang aja"
Aku: "hahahaha" Aku terkekeh
Bli Putu: " Nanti kalau kerjaannku dah beres, aku pasti pulang. Jaga dirimu baik-baik dek"
Aku :" Nah bli, kamu juga jangan sampai sakit"
"Bli Putu: "iyah"
Aku memutuskan pembicaraannku dengannya.
Tiba-tiba ada pesan masuk ke ponselku. Untungnya aku belum membukanya, aku membaca dari notifikasi ponselku ternyata pesan dari Dira.
Dira : "udah tidur nami? "
Dira: "sleep tight ya, sweet dreams ❤"
__ADS_1
Aku mengernyitkan dahiku "orang ini lagi ck! Sleep tight, sweet dream apa?!!! Ganggu banget" Aku menggerutu dan meletakkan ponselku lalu memutuskan untuk tidur.