
Aku melangkahkan kakiku dengan santai, tidak seperti biasanya Galang hanya terdiam. Tanganku pun juga tidak digenggamnya lagi. Aku menangkap lengannya dan menghentikan langkahku "kamu kenapa? " Tanyaku pada Galang yang ikut berhenti dan menoleh kearahku.
Galang menggeleng "nggak kenapa Nami, yuk cepet sudah malam" Jawab Galang lemah
Galang bergegas melangkah mendahuluiku yang masih belum bergerak. Beberapa detik aku masih terdiam memandang punggungnya yang menjauh perlahan dengan perasaan sedih. Galang akhirnya kembali dan menarik tanganku lembut. Aku pun tersenyum.
Sampai di dalam mobil dia menghela nafas dan tangannya mendekap stir mobil.
"Galang lihat aku, kamu kenapa? " Tanyaku pelan.
"Duh gemas, ternyata Galang ngambek-an begini kalau lagi badmood" Aku membathin
"Hmm sebenarnya aku… " Galang seperti bersusah payah ingin mengucapkan sesuatu tapi urung ia lakukan. Dia memandangku dengan wajah yang sedih
"Sebenarnya kenapa bli? " Tanyaku lembut
"Tadi kalian berdua ngomongin apa di ruang makan? " Tanya Galang pelan dengan wajah frustasi
"Oh itu, yahhhh akhirnya aku tadi ceritakan kenapa aku pergi beberapa tahun yang lalu dan tidak berkabar sama sekali"
"Terus dia bagaimana? "
"Dia sih mengerti, itu saja sudah membuatku sangat lega akhirnya dia mengerti"
"Mmm terus dia nggak minta kamu kembali? "
"Kembali gimana? Pacaran aja nggak pernah kok minta kembali? " Aku tersenyum geli
" Tapi Tadi aku lihat... "
Ucapan Galang terhenti, dan ia lagi-lagi membuang mukanya, aku bisa merasakan dia cemburu dan sedih, aku merasa gemas luar biasa.
"bilang Galang kamu cemburu... Ayok bilang!!" Bathinku bersemangat melihat sikapnya saat ini.
"Kamu tadi melihat apa Galang? " Aku memancing Galang, aku yakin yang dia maksud adalah Gung de yang menggenggam tanganku dan memandangku lekat tadi diruang makan, dia cemburu, sangat... Sangat cemburu.
"Galang, kamu marah yah? "
Dia membuka mulutnya seperti akan mengatakan sesuatu tapi urung dia lakukan.
Aku menggenggam tangannya dan mendekat ke arah Galang yang sedang terdiam menahan emosinya. Aku spontan mengecup pipi kirinya dengan cepat dan menjauh, tangan kananku masih memegang tangannya.
Aku memperhatikan reaksinya, dia menoleh dengan muka yang benar-benar kaget, aku tersenyum manis.
Dia tersenyum dengan masih dengan warna muka yang tidak percaya.
"Itu tadi kamu cium pipiku? " Katanya lagi
Aku mengangguk "iya, biar kamu nggak bad mood, aku nggak tahu kamu kenapa? "
"Boleh minta sekali lagi nggak? " Katanya
kemudian dengan nada dan ekspresi muka kekanakan sambil menyodorkan pipi kirinya
"Astaga manjanya " Aku kembali membathin.
Aku mendekat dan bersiap untuk mengecup lagi pipinya pelan, lalu bersiap menjauhkan wajahku tapi sebelum aku melepas kecupanku ia mengecup bibirku dengan cepat.
Aku terperanjat dan menatapnya beberapa saat. Jantungku berdetak kencang, aliran darahku mengalir deras. Perutku rasanya seperti ada sesuatu yang berputar-putar disana, kakiku terasa lemas tak bertulang.
Tanpa menunggu persetujuan dariku Galang kembali mengecup bibirku dengan lembut. Tanpa menunggu lama kami pun saling memagut. Galang mengulum bibirku lembut, aku tidak sanggup untuk menolaknya, iyah aku bahkan sangat menginginkannya. Kesadaranku hilang sepenuhnya. Akupun mengikuti irama ciuman Galang. Tangan kiri Galang menarik tanganku mendekat kearahnya dan melingkarkan tangannya Dipinggangku, dan tangan kanannya memegang kepalaku, dia memiringkan kepalanya sedikit agar leluasa menelusuri bibirku. Tanpa sadar aku pun ikut terhanyut. Ciuman kami semakin dalam seperti menumpahkan rasa cinta kami yang ternyata sama dalamnya. Tanganku kukalungkan keleher Galang, Nafas kami memburu dan Galang tiba-tiba menghentikan ciuman ini.
Dia menatapku dengan mata sayu "aku harus menghentikan ini Nami, kalau nggak aku bisa kehilangan kendali" Katanya sambil terengah-engah.
Bibirku terasa lembab dan sedikit kebas, detak jantungku pun masih bertalu-talu, aku mengatur nafasku, perasaan apa ini, belum pernah aku rasakan sebelumnya.
Aku tertawa geli, Galang juga ikut tertawa
"Maafin aku yah, aku nggak bisa menahan diri " Kata Galang kemudian dengan wajah menyesal
"Aku juga" Jawabku santai
Dia memelukku erat, kemudian dia melepas pelukannya dan memegang wajahku, kutatap matanya, dia mengelus pipiku dan bibirku dengan ibu jarinya lalu mengusap wajahnya sambil tertawa dan mengucek rambutnya sendiri seperti gemas sendiri.
"Kamu tadi cemburu yah? " Tanyaku pelan
Dia mengangguk,
"Nggak ada apa-apa kok antara aku dan Gungde"
"Aku percaya"
"Masih marah? "
" Nggak, setelah di cium tadi malah jadi happy" Dia menggeleng sambil tersenyum kecil
"Tadinya mau nembak hari ini, tapi jadi ragu setelah melihat kalian berdua tadi itu, aku malah jadi takut ditolak. Kalau ditolak kita nggak bisa jalan bareng lagi kan?" Kata Galang malu-malu
__ADS_1
Aku hanya bisa terbahak mendengar pengakuan Galang.
" Duh aku nunggu ditembak kayak kelamaan deh"
Galang hanya bisa nyengir mendengar ocehanku yang to the point.
"I love you so much Nami " Kata Galang kemudian serius, "wanita yang aku ceritain ke kamu itu yah kamu nggak ada yang lain"
" Iyah aku tahu, nyadarnya waktu kita di lapangan puputan itu, yang pas pulang kita hampir ciuman bukan?! " Aku kembali terbahak mengingat hari itu
Galang pun terbahak "asli terbawa suasana, abisnya hari itu kamu cantik banget"
Makasi bli, I love you too Galang soo much"
Sahutku yakin.
Galang meraih wajah ku lagi dan mengecup semua bagian wajahku, hidung, pipi, kening, dagu, mata dan bibirku.
"Jangan terlalu dekat dengan lelaki lain yah, janji"
"Iyah Bli aku janji" Aku tersenyum
Dia memelukku erat.
"Pulang yuk dah malam" Kata Galang sambil memakai sabuk pengamannya dan mulai menghidupkan mesin mobil.
"Hayuk, eh aku baru sadar untung parkirannya sepi yah, kalau nggak kita bisa jadi tontonan tadi" Aku melihat sekeliling.
"Tenang aja kan kacanya riben pekat banget, nggak kelihatan sama sekali dari luar"
"Ohh sudah berapa wanita yang pernah mengalami hal serupa dimobil ini" Kataku iseng
"Ck nggak ada, beneran cuma kamu kok" Katanya serius
"Bapaknya serius banget sih hehehe"
"Kamu sih nanyanya begitu, aku senang banget hari ini Nam, terimakasih yah sayang, ternyata perasaanku terbalas" Galang berkata dengan wajah sumringah
"Aku juga happy, sejak kapan sukanya? "
"Aku jujur yah sejak aku melihatmu pertama kali di kantor Dito"
"Kok aku nggak tahu? "
"Kamu selalu buang muka pas aku lewat, banyakan diem"
"Kamu pasti nggak tahu yah kalau aku sering memperhatikan kamu pas kerja"
"Nggak, memangnya aku ngapain aja pas kerja?" aku menggeleng dengan muka penasaran
"Lucu tahu, kadang senyum sendiri, kadang kamu goyang-goyang kalau lagi dengerin musik pake headset. Inget nggak kamu pernah jatuh karena nggak sengaja nendang sekardus besar brosur yang ada disebelah mejamu. Itu mukamu lucu banget pakai noleh kanan kiri takut ada yang melihat terus ngakak sambil kesakitan sendiri hahaha" Galang terbahak
"Kamu lihat? Ya ampun aku beneran shock itu, malu sendiri, kakiku sakit banget jadilah aku ngakak, kamu duduk dimana kok aku nggak lihat"
"Aku ada diruangannya Dito tapi aku jongkok nahan ketawa hahaha"
"Hahahaha eh beneran? Ya ampun aku pikir nggak ada yang lihat" Aku terbahak
"Aku minta tolong Dito sih buat deketin kamu"
"Hah pak Dito tahu? "
"Iyah tahu dong, yang dia malam nanya-nanya kamu kemana malam minggu sambil nanya file itu kan aku yang suruh hehehe"
"Ya Tuhan pantesan si bos aneh banget malam-malam nanya file, itu aku lagi jalan sama Beni"
"Jalan Kemana kalian? "
"Ke Ubud, sama Kuta sambil ngobrol banyak lah, nyoba masuk club, iseng hahaha"
"Nanti jalan sama aku aja yah " Kata Galang yang mulai terlihat posesifnya.
"Iyah kan sekarang sudah sama Bli Galang, tapi kalau sesekali ketemu Beni masih nggak apa-apa kan?! "
"Iyah boleh sayang"
"Hmm terimakasih yah bli waktu itu yang di Tabanan"
"Waktu itu aku emosi banget loh sebenernya ngeliat Bumi kayak gitu"
"Iyah dia nyebelin banget"
"Dulu nggak sebel yah waktu masih pacaran sama dia hahaha"? Godanya lagi sambil terbahak
" Ihhh " Aku mencubit gemas lengannya
" Duh dicubit lagi, ganti cium aja nggak papa " Katanya sambil tersenyum genit
__ADS_1
"Nggak ah"
"Kok nggak, tadi aja aku dicium hahaha"
"Iyah biar kamunya nggak marah"
"Ohh, ya udah aku marah aja sekarang"
"Ya udah marah aja"
"Hahaha kamu agresif juga yah ternyata
tapi aku suka"
"Aku agresifnya sama yang aku sayang aja bli"
" Gitu yah " Dia tersenyum menoleh kearahku mengucek rambutku
"Bumi masih ganggu kamu? "
"Sementara sih nggak, tapi bukan dia namanya kalau dia nggak berulah lagi sampai dia kapok atau capek sendiri" Kataku yakin
" Aneh yah padahal yang aku tahu tunangannya cantik loh"
"Entahlah"
"Nggak usah bahas dia lagi. Kalau lagi hepi begini perjalanan malah terasa lebih cepat yah"
" Iyah sudah sampai di Singapadu aja nih, tapi memang rasanya lebih cepat perjalanan pulang daripada berangkat" Aku melihat sekeliling
" Apalagi sama orang tersayang, aku pasti kangen kalau nggak ketemu kamu sehari aja "
Kata Galang tiba-tiba
"Kamu cheesy gini gara-gara ciuman tadi yak? Hahaha "
"Hahahaha enak aja, ciuman tadi hanya penegasan kalau kamu juga cinta sama aku itu aja, tapi biasanya memang pas lagi nggak sibuk suka inget kamu"
"Sama kalau yang itu"
"Sama apanya?"
"Sama kangennya" Jawabku malu-malu
"Ih gemes banget"
"Eh Beni sama Dewi pasti ngakak dia kalau tahu aku jadian sama kamu"
"Dewi sudah tahu kok, aku yang bilang waktu ketemu di tempat rujak itu loh"
"Ihhh Dia kok nggak bilang apa-apa? "
"Aku minta dia jangan bilang ke kamu"
"Kok dia percaya sama kamu bukannya bilangin ke aku? "
"Niatku kan memang baik Nam, dia hepi pas tahu aku bilang pengin dekat sama kamu"
"Pantesan dia lebih terbuka sama kamu, kalau laki-laki lain belum tentu, biasanya jutek banget"
"Salam yah kalau ketemu"
Sepanjang sisa perjalanan pulang kami masih membahas banyak hal seputar hubungan kami.
"Udah nyampe aja yah"
"Iyah, besok kamu ngantor kan? " Galang berkata sambil menghentikan mobilnya di depan rumahku
"Iyah sampe jam dua aja sih"
"Aku sudah janji mau nganter ponakan, jadi malam minggunya nggak bisa sama kamu sayang" Galang menatapku lekat.
"Iyah nggak papa, aku memang ada rencana pulang kerja mau jalan sendiri, sudah lama nggak jalan sendiri"
"Maaf ya sayang"
"Ihh dibilangin nggak papa" Aku tersenyum
Galang mendekat dan mengecup kening dan bibirku
Aku tersenyum
"Hati-hati dijalan yah bli"
"Iyah nanti aku info kalau sudah sampai dirumah"
Aku turun dari mobil dan melambaikan tanganku. Ku memandangi mobil yang nampak pelan menjauh.
__ADS_1
Hatiku sedang berbunga-bunga hari ini, "Terimakasih Hyang Widhi kau telah mempertemukan aku dengan lelaki yang baik, dan mudah-mudahan akan seterusnya baik "aku bergumam sendiri