Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Hutan Yang Aneh


__ADS_3

“ Hah?! Lho ... kok sudah busuk? Kan baru tadi pagi dimasak. Kenapa sekarang sudah busuk?” Mei Lan membuang Mantounya dengan kesal


“ Haduh, bagaimana ini? Kalau maagku sakit bagaimana? Hmm ... lebih baik aku cari buah di sekitar sini,”


Mei Lan segera beranjak dan mencari buah untuk mengisi perutnya. Saat ia mulai berjalan, ia kembali mendengar rintihan, kali ini seperti seekor binatang. Mei Lan ingin melihatnya, tapi suara peringatan dari Dewi Yue mengurungkan niatnya. Akhirnya, Mei Lan memilih untuk segera pergi dari sana, sebelum ia tergoda.


Setelah berjalan sekitar satu jam, ia masih belum menemukan buah untuk dimakan. Tapi, netra Mei Lan menangkap sebuah jembatan dari papan-papan yang terlihat usang. Dengan ujung jembatan di sebelah sana mirip tengkorak kepala burung dan mahkotanya



Di kanan kirinya hanya ada jurang yang tak terlihat kedalamannya. Mei Lan menelan salivanya. Saat ia berbalik, ia hanya melihat hutan yang sangat lebat dan gelap.



Mei Lan memutuskan untuk melangkah maju. Dengan berhati-hati ia melangkah menyusuri jembatan reot itu. Saat ia berada di tengah, banyak kunang-kunang mengerubunginya. Namun, tak satupun dari mereka hinggap pada tubuhnya. Mei Lan terus melangkah dengan hati-hati.


Wusss ... wuss


2 buah pedang melesat ke arahnya. Satu melesat lurus ke arah wajahnya dan satu lagi yang ada di belakangnya melesat ke arah badannya bagian bawah. Reflek Mei Lan membungkuk lalu meloncat. Saat ia meloncat, tubuh Mei Lan terbang melayang dan perlahan mendarat ke atas jembatan itu.


“ A-aku bisa melayang? Aku bisa meringankan tubuh?” ucapnya heran. Ia kembali mencoba. Berhasil. Berikutnya,


ia mencoba meloncat dan meluruskan tangannya dan satu kaki ia lipat


Wusss ...


Mei Lan benar bisa melayang terbang dan sampai di seberang jembatan dan mulai mendarat, namun keseimbangan tubuhnya masih belum terlalu bagus, sehingga ia sedikit terhuyung ke depan.


“ Woww ... aku bisa terbang ... hahaha ...” ucap Mei Lan senang dan melihat tubuh serta kedua tangannya


“ Eh ... tubuhku jadi tambah putih dan bersih. Bekas lukaku ... wahh ... hilang. Sebentar, sebentar. Luka bekas operasi usus buntuku pasti hilang juga kan, ya?” ucap Mei Lan mulai meneliti tubuhnya


Setelah menoleh kesana kemari, Mei Lan juga mengangkat hanfunya dan menurunkan celananya. Ia membuka penutup dadanya yang menutupi dari leher hingga perut bagian bawahnya.


“ Wow ... hahaha ... hilang. Tubuhku sangat mulus ... hahaha ...” kata Mei Lan tertawa


Tak jauh dari tempatnya berdiri, lagi-lagi wajah seseorang dibuat Mei Lan memerah dan berbalik dengan cepat.


“ Ya, Tuhan. Istriku ... kenapa kau sangat polos dan sembarangan membuka hanfumu. Untung saja Yao Yang sudah kusuruh kembali .... fiuhh ...” gumamnya lalu tersenyum geli dan menutup bibirnya. Ia juga melihat kesana kemari,  takut ada yang melihatnya tertawa.


Mei Lan kembali memeriksa lututnya. Ia ingat ia memiliki bekas luka disana. Menurut Selir Hong, itu karena dulu saat kecil, Mei Lan sangat suka memanjat pohon dan terjatuh.


“ Wow ... hilang juga ... hahaha ...” serunya girang, “ Hmm ... suamiku nanti pasti sangat beruntung bisa memiliki tubuhku hihihi ...”

__ADS_1


Mendengar perkataan Mei Lan, seseorang itu kembali terkikik dan memegang perutnya. “ Oh, Mei Lanku ... yaa ... aku akan sangat beruntung memiliki tubuhmu. Tapi, aku juga mau hatimu,” ucapnya


Mei Lan kembali membetulkan pakaiannya dan berjalan. Sebenarnya ia ingin sekali beristirahat dan tidur, tapi karna ia melihat sekelilingnya, itu sangat tidak mungkin. Akhirnya, Mei Lan terus berjalan dan mendapati sebuah jalan setapak. Ia melangkah dan terus melangkah.


Grrrrr ..... Hooarrrrr ....


Mei Lan berhenti dan mencari asal suara. Bulu kuduknya mulai berdiri


“ Su-suara apa itu? Seperti bi-binatang buas ...” ucapnya. Matanya pun mulai mengedar dan sedikit membungkuk mencari asal suara.


Grrrrr .... Hoaarrrr


....


Deg


Jantung Mei Lan seakan berhenti, ketika ia melihat sosok menyeramkan seperti sebuah pohon dengan mata menyala, tangan kurus menyerupai ranting dan 2 kaki,  ada di puncak jalan yang ia lalui.



“ A-apa itu?” gumam Mei Lan dan menelan salivanya. Makhluk itu berjalan mendekat dan menatap Mei Lan. Tubuh MeiLan gemetar ketakutan


“ Aduh .... Dewaaa ... kalau bandit aku pasti bisa menghajarnya. Tapi, ini. Makhluk apa ini? Dia besar dan jelek, menyeramkan lagi .... aduuuhhh ...” keluhnya


Grrrr ....


“ Hah?! D-dia bisa bicara?” kata Mei Lan dengan mata mengerjap heran


“ KAU PIKIR HANYA DIRIMU YANG BISA BICARA, HAH?!” kata Makhluk itu dengan kasar


“ Eh ... jangan marah, Pak Pohon. Kau memang jelek tapi tubuhnya ... wow ... hehehe ...” kata Mei Lan dengan tangan yang ia angkat naik turun dan melihat makhluk itu. Kali ini rasa takutnya hilang entah kemana


“ KENAPA TUBUHKU?”


“ Tubuh besar dan ya ... kelihatan kokoh,” kata Mei Lan dengan bibir bawah ia naikkan dan seolah meniliti tubuh makhluk di depannya seperti seorang stylish.


“ HOHOHO ... TENTU SAJA TUBUHKU KOKOH. AKU ADALAH RAJA HUTAN INI ... HAHAHA ...” kata makhluk itu


bangga


‘ Raja Hutan? Raja Hutan kan Singa,’batin Mei Lan


“ KENAPA KAU DIAM? APA KAU MENGHINAKU DI OTAKMU,  HAH?!”

__ADS_1


“ Ah ... hahaha ... bukan, bukan,” kata Mei Lan cepat dan melambai-lambaikan tangannya seraya tersenyum, “ Kau memang cocok ... ya, kau cocok jadi raja hutan ... hehehe.”


“ HMMPH ... “


“ Hehehe ... tapi, namamu siapa?” tanya Mei Lan


“ DASHU .. GRRR ... KENAPA KAU TANYA NAMAKU?”


“ Tidak, kan kita teman. Jadi, aku harus tahu namamu. Aku, Mei Lan.” Kata Mei Lan dengan senyumnya


“ TEMAN? SIAPA YANG MAU JADI TEMANMU, HMMPHH!” ketus Dashu


“ Hahaha ... dari tadi kau mengajakku berbicara. Jadi, kau sekarang temanku. Dan, sebagai teman, bisakah kau menolongku mengatakan dimana aku bisa mendapatkan bua-buahan?” kata Mei Lan dengan cengiran kudanya


“ EKHEM .. HMM ... NAIKLAH. DI ATAS ADA BANYAK BUAH. HANYA JANGAN MAKAN BUAH YANG BERWARNA MERAH,” kata Dashu datar dan mulai berbalik arah untuk pergi


“ Kenapa tidak boleh yang merah? Bukankah buah berwarna merah berarti sudah siap makan?” kata Mei Lan seraya mengikuti Dashu naik ke atas gunung


“ TIDAK BOLEH! ITU PUNYAKU!” kata Dashu


“ Hei! kau sangat pelit! Lagipula, kau kan pohon, masa’ kau makan buah juga?” seru Mei Lan. Tak ada jawaban dari Dashu. Saat Mei Lan mengangkat wajahnya, Dashu sudah tak lagi ada di depannya.


“ Hah ... dia kemana?” gumam Mei Lan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Tak mau terlalu lama berada disana, Mei Lan segera berjalan lagi.


Tuk .. tuk ..



“ Hmm ... itu ... rusa? matanya ... biru?” gumam Mei Lan dengan alis bertaut dan menatap 2 binatang yang menghalangi jalannya.


“ Tapi ... kenapa tanduknya ...” mata Mei Lan terus menatap heran kedua binatang itu. Rusa dengan anaknya. Tak ada keanehan pada rusa kecil, tapi tanduk induknya sangat aneh. Karena seperti ranting pohon dengan daun, buah dan bunga bahkan burung bertengger diatasnya


“ Gadis kecil, silahkan kau pilih,”  kata Rusa itu tiba-tiba. Mei Lan terduduk karena terkejut


“ K-kau bisa bicara juga?” tanya Mei Lan. Mata Rusa itu berkedip seperti mengiyakan pertanyaan Mei Lan


Tuk ... tuk ...


Rusa itu kembali mendekat


“ Baiklah, a-aku akan pilih,” ucap Mei Lan


' Sungguh hutan yang aneh,' batinnya

__ADS_1


Mei Lan mulai mengulurkan tangannya. Ia hendak mengambil buah apel, tapi mengingat perkataan Dashu, ia memilih anggur. Tiba -tiba


Splashh ....


__ADS_2