Dokter, I Love You

Dokter, I Love You
Berlatih Pedang


__ADS_3

Hari-hari Mei Lan di Perguruan Bai Yun, ia jalani dengan senyum cerianya. Selama 6 bulan ( Ingat ya, Mei Lan ikut ujian ke Bisha Ji tak mengetahui kalau dia sudah bermeditasi melewati 2 musim tapi tak ia ketahui, baca episode sebelumnya) dia berada di Perguruan Bai Yun, banyak perubahan yang sudah ia alami.


Ia sudah mampu bermain pedang dan menggunakan qi dengan baik. Sihir pun sudah dapat ia kuasai. Walau kadang masih gagal.


Pernah suatu malam, ia ingin mengubah air minumnya menjadi es. Dan hasilnya, air itu berubah menjadi butiran salju yang memenuhi seluruh kamarnya tanpa henti dan terpaksa harus ikut tidur di kamar kedua pelayannya


Lalu ketika ia selesai dengan latihan kultivasinya dengan Imortal Liu di Lembah Aprikot, ia ingin membuat api unggun untuk membakar ubi jalar.


Hasilnya, ia mendapat hukuman dari Maha Guru untuk membantu Dewa Obat menyalin banyak kitab pengobatan, karena membuat Lembah Aprikot kebakaran.


Untunglah saat itu ada Imortal Liu yang kembali tepat waktu. Kalau tidak, seluruh pohon aprikot pasti sudah terbakar habis dan termakan api murni Mei Lan


Yang tidak akan bisa dilupakan Mei Lan adalah saat ia ingin mengerjai dan membalas Xing Yue. Secara diam-diam ia mengintip Xing Yue, si Putri angkuh yang sedang berlatih di Paviliun Xing Yue.


Maksud hati hanya ingin membuat Xing Yue tertiup angin agar rambut yang ditata sedemikian rupa, bisa berantakan. Tapi nyatanya, karena Mei Lan belum bisa mengontrol kekuatannya, ia membuat Xing Yue terbang dan tersangkut di pohon


Pagi itu seperti biasa, setelah bersiap diri dengan mengikat rambut menjadi ekor kuda dengan ikat rambut merah panjang, hanfu hitam dengan aksen merah, Mei Lan kemudian menikmati sarapannya.


Selesai sarapan, tanpa menunggu A Bei selesai membereskan mejanya, ia menarik dan menggandeng lengan pelayannya lalu berjalan dan bersenda gurau menuju area latihan pedang.


 


 


 



Hari ini adalah latihan untuk pedang terbang dan sihir. Semua murid sudah berkumpul. Tak berapa lama kemudian, Guru Duan datang. Kali ini Imortal Liu juga ikut menemani.


“ Hari ini, kita belajar Pedang Terbang dengan Imortal Liu,” kata Guru Duan


“ Baik, Guru!” sahut serentak para murid


Dengan memutar telapak tangannya, Imortal Liu mengeluarkan pedangnya dan menempatkannya di depannya


“ Ambil pedang kalian!” serunya


Semua murid mengambil pedang kayu mereka dan meletakkannya di depan mereka masing-masing


“ Sekarang satukan pikiran dengan Qi kalian. Fokuskan pada pedangmu dan alirkan energimu ke atasnya,” titah Imortal Liu


Semua mampu melakukannya dengan baik. Ada yang berhasil, dengan membuat pedangnya sedikit terangkat, ada yang berhasil membuat pedangnya melesat pergi, dan ada pula yang membuat pedangnya melayang tepat didepannya, seperti Jian ying dan Xing Yue.

__ADS_1


Tentu saja karena berhasil, dada mereka semakin membusung dan tersenyum angkuh. Seringai Xing Yue kembali muncul di bibirnya, ketika ia melihat bagaimana Mei Lan beberapa kali gagal.


“ Mei Lan, konsentrasi!” seru Imortal Liu


Semua murid melihat Mei Lan dan menertawakannya. Karena tak sekalipun pedangnya itu melayang. Alias tetap di tanah


Mei Lan menipiskan bibirnya, ‘ Sialan kau pedang kayu, kau membuatku malu!’ umpat Mei Lan di dalam hati


“ Pusatkan lagi pikiranmu dan tenang. Alirkan Qi ke jarimu dan arahkan pada pedang didepanmu,” ujar Imortal Liu dengan sabar


Xing Yue mengeryit dan memandang bagaimana Imortal Liu sangat sabar pada Mei Lan


‘ Kurang ajar kau Mei Lan! Bahkan Imortal Liu pun tak ia lepaskan!’ geramnya dalam hati. Tangannya mengepal dengan kuat


Jian Ying tersenyum seringai dan melihat Mei Lan


‘ Ternyata, wanita ini adalah rubah kecil,’ batinnya


Mei Lan mengambil nafas dan menutup mata. Ia mulai memusatkan pikirannya dan mengalirkan Qi nya ke lengan yang mengalirkannya ke jari-jarinya dan mengarahkannya pada pedang kayu di depannya


Duarrr ...


Semua murid terkejut dan reflek melonjak mundur ke belakang. Mei Lan cengengesan dan menggaruk kepalanya yang tak gatal. Imortal Liu menipiskan bibirnya, sedang, Guru Duan memutar bola matanya dan menepuk jidatnya


Imortal Liu kembali mendekati Mei Lan dan mulai mengajarinya menggunakan pedang miliknya


“ Perhatikan!” titah Imortal Liu


Mei Lan mengangguk dan mulai memperhatikan Imortal Liu


“ Pusatkan pikiranmu dan biarkan Qi dari intisarimu itu mengalir ke meridian lenganmu. Jangan gunakan seluruh tenaga dalammu. Arahkan ke pedangmu,” ucap Imortal Liu seraya memperagakannya


Mei Lan mengangguk dan mulai berkonsentrasi lagi. Xing Yue dan Jian Ying melipat tangannya di depan dada dan tersenyum sinis. Semua murid yang lain hanya melihat dan tersenyum geli


Mei Lan mengarahkan tangannya dengan dua jarinya dirapatkan dan diarahkan ke pedangnya. Hasilnya,


Berhasil


Pedang Mei Lan bisa melayang. Senyumnya melebar. Imortal Liu yang tak pernah tersenyum, sedikit menaikkan kedua sudut bibirnya.


Xing Yue tampak tak senang. Sedang Jian Ying tersenyum seringai dan manggut-manggut. Semua murid yang lain tersenyum dan mengarahkan jempol ke arah Mei Lan.


Seorang Mei Lan yang narsis pun tersenyum bangga dan menaruh satu tangannya di dada dan membungkuk

__ADS_1


Beberapa menit kemudian


“ Sekarang, turunkan pedang dan naiki!” seru Imortal Liu tiba-tiba sambil berlalu dan berdiri di sisi lain arena latihan


Mei Lan menelan salivanya dan mendelik. Jian Ying segera melakukannya dan berhail. Laki-laki itu tersenyum penuh kemenangan dan melihat murid-murid yang lain yang masih mencoba


Xing Yue berhasil walaupun masih tak seimbang. Semua murid yang lain juga berhasil. Kali ini, Mei Lan berhasil


“ Sekarang, satukan intisari dengan pedang dan fokuskan kemana kau akan mengarahkan pedangmu,”


Semua murid mulai mencoba. Jian Ying dan Xing Yue berhasil terbang. Sayang, Mei Lan tak berhasil. Ia jatuh ke terjerembab ke depan karena tak dapat mengontrol laju pedangnya. Semua tertawa terbahak melihatnya


Pedang itu melesat cepat ke langit lalu menukik tajam ke arah arena latihan. Semua murid ketakutan dan mulai menyingkir. Karena, pedang yang dipakai Mei Lan saat ini adalah Pedang Cahaya milik Imortal Liu


Mei Lan gemetar ketakutan. Guru Duan menelan salivanya. Imortal Liu segera menarik tubuh Mei Lan dengan sihirnya agar menyingkir dari arena latihan.


“ Aaa ...” pekik Mei Lan


Imortal Liu tak mempedulikannya dan mendaratkan Mei Lan di sisi arena, lalu mengarahkan sihirnya pada pedang yang meluncur. Hanya dengan seper sekian detik, pedang itu melayang perlahan dan berhasil mendarat di depan Imortal Liu


Xing Yue terbakar emosi dan berjalan cepat menuju Mei Lan


Plakkk ..


Tamparan Xing Yue meninggalkan dengungan di telinga Mei Lan. Semua murid menatap terkejut ke arah Xing Yue. Imortal Liu menggeraskan rahangnya. Guru Duan pun menggeram marah.


Keduanya mendekati Xing Yue dan Mei Lan yang memegang pipinya. Jian Ying menatap tertarik tanpa berbuat apapun


Mei Lan dengan mata memerah hendak membalas menampar, tapi terhenti ketika mendengar suara Guru Duan


“ Xing Yue! Aku menghukummu dengan menyalin Kitab Sutera Budha 100 kali!” seru Guru Duan


“ Guru! Dia ...”


“ Berhenti! Dengar, kami menghargaimu karena kau seorang Putri yang direkomendasikan Guru Li. Tapi, jangan sampai kami melihat hal ini terjadi lagi!” geram Guru Duan


 


 


***


Crazy up 2

__ADS_1


__ADS_2